Penyakit Lainnya

Edema Idiopatik

Diterbitkan: 27 Nov 2019 | dr. M. Helmi A.Ditinjau oleh dr. Reni Utari
image Edema Idiopatik
Edema idiopatik umum dialami wanita pada masa pra-menopause.
Edema idiopatik adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala berupa retensi cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada daerah muka, tangan, badan, dan kaki tanpa penyebab yang jelas, serta adanya gangguan dari organ jantung, hati, atau ginjal.Edema idiopatik disebut sebagai sindrom karena umumnya timbul pada wanita pada masa pra-menopause yang disertai oleh beberapa gejala lain seperti diabetes, obesitas, dan gangguan kejiwaan, berupa depresi dan gejala neurotik.
Edema Idiopatik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala dari edema idiopatik antara lain pembengkakan pada kaki, tangan, perut, dada, dan wajah. Gejala edema idiopatik umumnya memburuk pada saat siang hari, dan berkurang atau menghilang pada saat malam hari, ketika beristirahat. Karena terdapat fluktuasi cairan pada siang dan malam hari, penderita edema idiopatik juga sering mengeluhkan berat badan mereka naik pada sore hari, dibandingkan pagi hari.
Idiopatik pada kata edema idiopatik memiliki makna yang artinya tidak diketahui penyebabnya. Hingga kini penyebab edema idiopatik tidak diketahui secara pasti, meskipun secara patogenesis, edema disebabkan oleh keluarnya cairan dari pembuluh darah kapiler. Ada beberapa teori yang menyebabkan keluarnya cairan dari pembuluh darah kapiler pada edema idiopatik, antara lain:
  • Sindrom kebocoran pembuluh darah kapiler. Pada sindrom ini, permeabilitas kapiler yang meningkat disebabkan oleh posisi berdiri yang sering dilakukan pada saat beraktivitas atau siang hari. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada vena yang lebih meningkat dalam posisi berdiri, dibandingkan pada posisi duduk atau berbaring. Kebocoran pembuluh darah kapiler ini juga dapat terjadi pada saat penderita edema idiopatik berada dalam satu posisi yang lama, seperti duduk pada saat melakukan perjalanan.
  • Gangguan fungsi hormonal pada hipotalamus, seperti gangguan hormon prolaktin, luteinizing hormon, dan dopamin yang dapat memengaruhi permeabilitas kapiler.
  • Retensi garam terlalu lama, yang dapat menyebabkan terjadinya edema.
  • Pola diet ketat, yang menyebabkan retensi cairan secara berselang dan mengakibatkan variasi gejala yang diurnal (muncul pada siang hari, dan hilang di malam hari).
  • Penggunaan obat diuretik kronis, yang menyebabkan adaptasi sistem renin-angiotensin-aldosteron.
  • Beberapa faktor lain seperti penggunaan hormon antidiuretik, gangguan kelenjar tiroid, gangguan sistem renin-angiotensin-aldosteron, dan beberapa penyebab lainnya
Diagnosis edema idiopatik merupakan diagnosis eksklusi, yang berarti ditegakkan apabila penyebab lain dari edema tidak dapat dibuktikan. Penyebab lain edema dapat ditentukan dengan cara:
  • Mengevaluasi fungsi organ jantung, hati, dan ginjal
  • Mengevaluasi konsentrasi serum albumin di dalam plasma
  • Mengevaluasi tekanan vena jugular
Bila tidak terdapat gangguan pada evaluasi tersebut, maka diagnosis edema idiopatik dapat ditegakkan.
Meskipun retensi cairan pada edema idiopatik bukan kondisi yang membahayakan, tetapi edema idiopatik termasuk penyakit yang sulit disembuhkan, atau terkadang bahkan tidak dapat disembuhkan. Pemberian diuretik harus dilakukan dan dievaluasi secara hati-hati, karena edema idiopatik dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan diuretik.Beberapa modalitas terapi lain seperti terapi dengan memberikan obat-obatan agonis dopamin dan meningkatkan aktivitas saraf simpatik telah dicoba dengan hasil bervariasi, dan belum terbukti secara ilmiah lebih lanjut.
Mengingat belum ada terapi yang efektif untuk mengatasi edema idiopatik, pencegahan difokuskan untuk mencegah timbulnya edema, dengan cara:
  • Menghindari berdiri terlalu lama
  • Menggunakan kaos kaki tipis panjang (stocking) kompresi untuk mengurangi bengkak pada pergelangan kaki dan kaki
  • Mengurangi berat badan secara bertahap
  • Menjalani diet edema idiopatik, untuk membatasi asupan garam dan menambah asupan kalium melalui makanan, seperti pisang dan tomat
Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter, jika:
  • Mengalami gejala edema yang telah disebutkan di atas
  • Ingin memastikan gejala klinis yang Anda alami adalah edema idiopatik dan bukan penyakit lainnya
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi edema idiopatik
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan catatan yang berisi tentang:
  • Gejala yang Anda rasakan
  • Waktu kemunculan gejala
  • Riwayat alergi, riwayat penyakit kronik, dan riwayat trauma yang Anda miliki
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang anda konsumsi
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, termasuk kemungkinan penyakit selain edema idiopatik yang memiliki gejala serupa
Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, untuk membantu dokter mendiagnosis dengan baik.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah Anda sedang mengalami menopause?
  • Apakah terjadi perubahan berat badan yang signifikan?
  • Apakah Anda memiliki masalah pribadi yang masih harus diselesaikan yang mengganggu pikiran?
  • Apakah Anda memiliki riwayat gangguan fungsi jantung, ginjal, atau hati?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang, untuk memastikan diagnosis edema idiopatik, dengan menyingkirkan kemungkinan penyebab edema lainnya.
UpToDate. https://www.uptodate.com/contents/idiopathic-edema
Diakses pada 24 November 2019
Patient. https://patient.info/signs-symptoms/oedema-swelling/idiopathic-oedema
Diakses pada 24 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Badan Lemas yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab badan lemas cukup beragam, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis. Gejala yang paling umum adalah kehilangan kesadaran dan mual.
16 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Anemia merupakan salah satu penyebab badan lemas

8 Penyebab Langit-langit Mulut Bengkak yang Harus Segera Ditangani

Langit-langit mulut bengkak umunya disertai dengan gejala nyeri, mulut kering, hingga sariawan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari yang ringan seperti dehidrasi hingga yang serius seperti kanker.
06 Oct 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Langit-langit mulut bengkak dapat disebabkan oleh sariawan.

Gejala Bradikardia Adalah Detak Jantung Terlalu Pelan, Kapan Harus Segera Ditangani?

Bradikardia adalah kondisi ketika detak jantung kurang dari 60 kali per menit untuk orang dewasa. Idealnya, detak jantung orang dewasa adalah 60 kali per menit atau lebih. Detak jantung harus benar-benar teratur dan kuat. Detak jantung kurang dari 60 kali tiap menitnya bisa mengindikasikan masalah medis
12 Jul 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Bradikardia terjadi ketika detak jantung kurang dari 60 kali per menit