Ebola

Ditinjau dr. Widiastuti
Ebola dapat menyebabkan pendarahan, gagal organ, bahkan kematian
Ebola adalah penyakit virus yang ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.

Pengertian Ebola

Ebola merupakan virus mematikan yang berasal dari Afrika dan ditularkan oleh hewan dan juga manusia. Virus ini menyebabkan demam berdarah yang ditandai perdarahan hebat, kegagalan organ, hingga mengakibatkan kematian. Manusia dapat tertular dan terinfeksi oleh hewan. Ebola ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung terhadap cairan tubuh atau jarum yang sudah terkontaminasi. Penyakit ini pernah menyebabkan wabah besar pada tahun 2014-2015 di 3 negara Afrika Barat, yaitu Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Beberapa kasus juga terjadi di Afrika Tengah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala infeksi virus Ebola antara lain:

  • Muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Demam
  • Sakit kepala yang berat
  • Nyeri otot
  • Pendarahan yang tidak jelas atau memar
  • Kelemahan atau kelelahan

Gejala akan muncul antara 2-21 hari setelah kontak dengan virus, dan rata-rata terjadi pada hari ke-8 hingga ke-10.

Penyebab

Ebola berasal dari kelompok virus Filoviridae atau Filovirus yang menyebabkan demam berdarah atau pendarahan hebat di dalam dan luar tubuh, disertai demam tinggi.

Virus ebola diduga berasal dari kelelawar buah di Afrika yang membawa virus zoonotic. Virus tersebut bisa ditularkan dari hewan ke manusia, maupun antarmanusia. Hewan-hewan yang dapat menularkan virus ebola antara lain simpanse, antilop hutan, gorilla, monyet, dan landak. Karena manusia dapat melakukan kontak dengan hewan-hewan tersebut, maka penularan bisa terjadi melalui darah dan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Faktor risiko

Tidak seperti virus lain pada umumnya, virus ebola tidak dapat menular melalui udara, melainkan hanya dengan kontak langsung dengan kulit. Penularan hanya terjadi ketika ada kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.

Virus ebola dapat ditularkan melalui darah, diare, ASI, feses, air liur, sperma, keringat, urine, dan muntahan. Semua cairan tubuh ini bisa membawa virus ebola. Penularannya dapat terjadi melalui mata, hidung, mulut, kulit yang luka, atau hubungan seksual.

Para pekerja kesehatan memiliki risiko tinggi untuk tertular penyakit ini karena mereka seringkali harus berhubungan dengan darah dan cairan tubuh.

Faktor risiko lainnya terhadap virus ebola meliputi:

  • Paparan terhadap objek yang terkontaminasi seperti jarum
  • Interaksi dengan hewan yang terinfeksi
  • Menghadiri pemakaman penderita ebola
  • Bepergian ke daerah wabah ebola

Diagnosis

Ebola sulit untuk didiagnosis, terutama pada tahap awal (segera setelah seseorang terinfeksi), karena tanda dan gejala awalnya yang mirip dengan penyakit tifus atau malaria. Diagnosis membutuhkan kombinasi gejala yang mengarah pada infeksi virus ebola dan paparan terhadap virus tersebut dalam 21 hari sebelum timbul gejala.

Paparan terhadap virus ebola bisa terjadi akibat kontak dengan:

  • Darah atau cairan tubuh dari orang yang sakit maupun meninggal karena penyakit virus ebola
  • Objek yang terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh dari penderita ebola, baik semasa hidupnya, maupun setelah meninggal
  • Kelelawar buah dan primata (seperti kera dan monyet) yang terinfeksi
  • Semen pasien pria yang telah pulih dari penyakit virus ebola

Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda awal dari infeksi virus ebola dan memiliki kemungkinan paparan, maka orang tersebut harus segera dikarantina. Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk mengonfirmasi adanya infeksi dari virus ebola. Virus ebola dapat terdeteksi di dalam darah setelah gejala muncul, terutama yang berupa demam. Pemeriksaan membutuhkan 3 hari untuk mendeteksi virus ebola.

Pengobatan

Belum ada obat untuk mengatasi virus ebola. Namun, penderita yang terinfeksi ebola dapat melakukan perawatan untuk meringankan gejalanya, dengan cara:

  • Mengobati infeksi lain
  • Menjaga kadar oksigen dengan terapi oksigen
  • Mendapatkan cairan dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi melalui infus
  • Mengonsumsi obat untuk meredakan gejala berupa demam, diare, mual, nyeri
  • Mempertahankan tekanan darah

Pemulihan dari penyakit virus ebola tergantung pada perawatan suportif dan sistem kekebalan tubuh penderita. Seseorang yang sudah sembuh atau pulih, akan memiliki antibodi yang dapat bertahan sampai dengan 10 tahun, bahkan lebih. Meski demikian, kekebalan seumur hidup terhadap virus ini belum dapat dipastikan. Beberapa orang yang selamat dari penyakit ini dapat mengalami komplikasi jangka panjang seperti gangguan pada sendi dan penglihatan.

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah infeksi virus ebola jika Anda hendak berpergian negara endemic:

  • Hindari makan bushmeat (daging hewan liar Afrika)
  • Sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Anda juga dapat menggunakan alkohol jika tidak ada sabun.
  • Tidak menangani hewan yang mati atau daging mentah pada hewan yang terkena ebola
  • Hindari kontak fisik dengan siapapun atau hewan apapun dengan gejala infeksi ebola
  • Cucilah dengan bersih dan kupaslah buah serta sayuran sebelum Anda memakannya

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi, siapkan pertanyaan untuk diajukan ke dokter, agar kunjungan Anda lebih efektif. Berikut ini daftar pertanyaan mengenai infeksi virus ebola yang bisa disampaikan kepada dokter.

  • Bagaimana cara mencegah virus ebola jika saya harus berpergian ke daerah yang terkena wabah ebola?
  • Bagaimana saya bisa mengetahui adanya gejala penyakit ebola?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan virus ebola untuk menular?
  • Apa pengobatan atau perawatan yang tepat untuk gejala ini?
  • Jika terkena virus ebola, apakah saya akan terus terjangkit penyakit tersebut?
  • Apakah penyakit ebola bisa kambuh?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban dengan jelas dan lengkap untuk membantu dokter mendiagnosis.

  • Gejala Apa yang dialami?
  • Kapan Anda merasa memiliki gejala tersebut?
  • Apakah baru-baru ini Anda mengunjungi gua atau tambah bawah tanah di Afrika?
  • Apakah Anda bekerja di lab yang menggunakan monyet Afrika atau Filipina dalam penelitian?
  • Apakah Anda baru saja berpergian ke Afrika? Pergi ke daerah mana saja?
  • Apakah Anda baru-baru ini berburu primata dan mengonsumsi dagingnya di Afrika?
Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/vhf/ebola/

Diakses pada 5 Desember 2018

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/ebola-virus-disease/

Diakses pada 5 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/ebola-hemorrhagic-fever

Diakses pada 5 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ebola-virus/symptoms-causes/syc-20356258

Diakses pada 5 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ebola/

Diakses pada 5 Desember 2018

Back to Top