Kandungan

Dystocia

19 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Dystocia
Dystocia atau fetal dystocia adalah suatu kondisi gangguan persalinan yang ditandai dengan kelainan posisi janin atau ukuran janin yang lebih besar dari normal.
Dystocia atau fetal dystocia adalah suatu kondisi gangguan persalinan yang ditandai dengan kelainan posisi janin atau ukuran janin yang lebih besar dari normal.Terdapat dua jenis dystocia, yaitu:
  • Cervical dystocia

Bisa juga disebut sebagai distosia servikal, kondisi ini terjadi saat leher rahim tidak membesar ketika proses persalinan berjalan. Hal ini menyebabkan bayi sulit untuk lahir melalui jalur normal.
  • Shoulder dystocia

Shoulder dystocia atau distosia bahu adalah suatu kondisi saat proses persalinan di mana kepala bayi telah berhasil keluar, namun bahunya menyangkut di jalur lahir. Kondisi ini membuat proses persalinan membutuhkan waktu yang lebih lama dan termasuk dalam kegawatdaruratan medis. 
Dystocia
Dokter spesialis Kandungan
GejalaSebagian kepala bayi keluar dari jalan lahir
Faktor risikoIbu menderita diabetes, berat janin di atas 4 kg
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG
PengobatanOperasi Caesar
ObatInduksi
KomplikasiPerdarahan pada ibu, cedera bahu pada bayi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dystocia
Tanda dan gejala dystocia umumnya baru akan terlihat saat proses persalinan terjadi. Pada shoulder dystocia, dokter akan mengidentifikasi kondisi ini saat melihat sebagian kepala bayi keluar dari jalan lahir, namun bagian tubuh yang lain tidak dapat keluar dari rahim.Dokter menyebut gejala dari shoulder dystocia sebagai the turtle sign, yang berarti tanda kura-kura. Hal ini disebabkan oleh kepala bayi yang sudah terlihat mulai keluar dari rahim kemudian terlihat akan kembali masuk, layaknya seekor kura-kura yang mengeluarkan kepala dari cangkangnya lalu memasukannya kembali. 
Penyebab utama dystocia adalah:
  • Kondisi bayi

Kondisi bayi bisa menyebabkan kesulitan persalinan saat ukurannya terlalu besar. Kelebihan berat dan tinggi badan pada janin disebut juga dengan istilah makrosomia.Selain ukuran, bayi dalam rahim juga bisa mempersulit proses persalinan jika berada pada posisi yang salah. Misalnya, posisi sungsang.
  • Kondisi tulang panggul ibu

Pada ibu hamil yang memiliki ukuran dan bentuk tulang panggul yang terlalu kecil atau terlalu sempit, ia umumnya akan mengalami kesulitan saat proses persalinan.Saat kesulitan persalinan disebabkan oleh jalur lahir yang terlalu sempit dan ukuran bayi yang terlalu besar, kondisi ini dapat mengakibatkan distosia mekanis.
  • Kemampuan kontraksi

Pada penyebab dystocia selanjutnya, kemampuan serta kekuatan kontraksi yang kurang, bisa membuat persalinan menjadi sulit. Pada kondisi ini, frekuensi kontraksi bisa jadi sudah cukup, tapi intensitas di tiap kontraksinya masih kurang. 

Faktor risiko dystocia

Beberapa faktor risiko dystocia meliputi:
  • Berat badan bayi <4 kg
  • Ibu menderita diabetes
  • Persalinan berlangsung lama
  • Penggunaan oksitosin dalam induksi persalinan
  • Persalinan pervaginam dibantu - forsep atau ventouse
  • Pernah mengalami distosia bahu sebelumnya
 
Diagnosis dystocia dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan fisik, USG, atau respons terhadap augmentasi persalinan.Tidak terdapat tes laboratorium khusus yang bisa membantu dalam mendeteksi dystocia. Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dengan melihat besar bukaan dan durasi kontraksi serta bukaan jalan lahir saat pasien sudah mulai masuk waktu persalinan.Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah dengan memerhatikan pola kontraksi rahim untuk melihat kualitas kontraksi yang terjadi dengan menggunakan kateter tekan intrauterin. Satu lagi pemeriksaan yang penting adalah dengan terus melacak detak jantung janin selama proses persalinan. 
Cara mengobati dystocia bisa dilakukan berdasarkan faktor risikonya. Misalnya bagi wanita yang berisiko mengalami dystocia, seperti pada penderita diabetes melitus maupun diabetes gestasional, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan persalinan melalui prosedur induksi atau operasi Caesar.Ibu juga berisiko mengalami dystocia jika berat janin telah mencapai lebih dari 4,5 kg. Dokter akan menjelaskan lebih lanjut mengenai risiko serta alasan pemilihan metode induksi dan operasi caesar pada ibu hamil serta keluarga.Bagi ibu hamil yang pernah mengalami shoulder dystocia pada persalinan sebelumnya, operasi caesar elektif dan persalinan normal kemungkinan masih bisa dilakukan. Namun kembali lagi bahwa semua tergantung dari kondisi ibu serta janin.Penanganan lain untuk shoulder dystocia juga bisa dilakukan melalui tujuh tahap berikut:
  • Dokter akan memiminta pertolongan tambahan dari dokter ahli lainnya serta asisten persalinan.
  • Dokter dapat melakukan episiotomy. Ini adalah prosedur untuk memperluas jalan lahir dengan membuat pembukaan antara vagina dengan anus (perineum).
  • Dokter juga mungkin akan meminta ibu hamil untuk menarik kaki ke arah perut guna membuat tulang panggul berubah posisi menjadi datar sehingga mempermudah bayi untuk keluar.
  • Dokter juga mungkin akan memutar posisi janin ke posisi yang memudahkannya untuk keluar.
  • Dokter akan mencoba untuk mengeluarkan salah satu tangan bayi terlebih dahulu, sehingga bahu bayi yang menyangkut bisa lebih mudah keluar.
  • Dokter dapat menginstruksikan ibu hamil untuk mengubah posisi dari terlentang menjadi menungging dengan bertumpu pada lutut dan tangan. Posisi ini akan mempermudah bayi yang sungsang untuk keluar.
 

Komplikasi dystocia

Komplikasi dystocia bisa terjadi pada ibu dan bayi. Komplikasi dystocia yang mungkin terjadi pada ibu, yaitu:
  • Pendarahan
  • Robekan perineum
  • Laserasi vagina
  • Robekan serviks
  • Kandung kemih pecah
  • Uterus pecah
  • Dislokasi sendi sakroiliaka
  • Neuropati saraf femoralis lateral
Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi, yaitu:
  • Cedera pleksus
  • Tulang selangka retak
  • Pneumotoraks
  • Kehilangan oksigen di otak yang menyebabkan kerusakan di otak
  • Cedera pada bahu, lengan, atau tangan
 
Cara mencegah dystocia yang bisa dilakukan dengan rutin memeriksakan kehamilan Anda. Dokter juga akan menjelaskan mengenai komplikasi yang mungkin terjadi akibat kondisi ini dan penanganan yang akan dilakukan apabila dystocia terjadi saat proses persalinan. 
Saat kehamilan, lakukan konsultasi dengan dokter kandungan secara rutin untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan pada janin sejak dini.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dystocia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dystocia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/fetal-dystocia
Diakese pada 19 Mei 2021
Patient Info. https://patient.info/doctor/dystocia#nav-0
Diakese pada 19 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/delivery-shoulder-dystocia
Diakese pada 19 Mei 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/273053-overview
Diakese pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email