Duktus arteriosus paten dalam skala kecil, tidak menimbulkan gejala apapun.
Duktus arteriosus paten merupakan kondisi cacat jantung bawaan.

Duktus arteriosus paten atau patent ductus arteriosus (PDA) adalah cacat jantung bawaan yang menyebabkan saluran (duktus arteriosus) terbuka penghubung dua pembuluh darah besar, keluar dari jantung. Sebenarnya duktus arteriosus merupakan bagian normal dari sistem sirkulasi (peredaran darah) pada bayi belum lahir, yang biasanya akan tertutup dengan sendirinya, setelah bayi dilahirkan. 

Jika saluran itu tetap terbuka, maka disebut duktus arteriosus paten. Duktus arteriosus paten yang kecil seringkali tidak menyebabkan masalah, dan tidak membutuhkan perawatan. Namun PDA yang terbuka besar dan tidak ditangani, dapat menyebabkan otot jantung melemah dan menyebabkan gagal jantung serta komplikasi lain. Pilihan perawatan untuk PDA termasuk monitor gejala, pemberian obat-obatan, dan penutupan saluran dengan kateterisasi atau operasi.

Gejala PDA dapat bervariasi, tergantung dari ukuran saluran yang terbuka dan kecukupan bulan saat bayi dilahirkan. Dalam kondisi normal, bayi dilahirkan setelah 36 minggu usia kehamilan ibu. Jika kurang dari itu, bayi dinyatakan prematur.

PDA yang kecil tidak menyebabkan tanda, atau gejala dan terkadang belum terdeteksi sampai dewasa. PDA yang besar dapat menyebabkan tanda gagal jantung langsung setelah kelahiran. Duktus arteriosus paten saat bayi atau masih kecil dapat menyebabkan:

  • Sulit makan, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan 
  • Berkeringat saat menangis atau makan 
  • Napas cepat atau sesak napas 
  • Mudah lelah 
  • Denyut jantung cepat

Kelainan jantung bawaan seperti PDA terjadi karena adanya gangguan di awal perkembangan jantung. Penyebabnya sering tidak diketahui, tapi mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik. Sebelum kelahiran, duktus arteriosus pada jantung dibutuhkan untuk sirkulasi darah pada bayi. Duktus arteriosus akan secara normal menutup dengan sendirinya, dalam 2-3 hari setelah bayi lahir. 

Bayi dengan kondisi prematur prematur, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menutup. Jika duktus tersebut tetap terbuka, maka disebut sebagai duktus arteriosus paten. PDA menyebabkan terlalu banyak darah pada paru-paru dan jantung bayi. Jika tidak diatasi, tekanan darah pada paru-paru bayi akan meningkat dan jantung bayi akan membesar dan melemah.

Faktor risiko 

  • Kelahiran prematur
  • Riwayat cacat jantung bawaan dalam keluarga dan kondisi genetik. Memiliki keluarga dengan riwayat cacat jantung dan kondisi genetik lain, seperti Sindrom Down.
  • Infeksi rubella saat kehamilan. Jika ibu hamil terkena infeksi rubella saat kehamilan, bayi memiliki risiko mengalami kecacatan jantung. Virus rubella dapat menembus plasenta (ari-ari) dan menyebar melalui sistem sirkulasi bayi, merusak pembuluh darah dan organ, termasuk jantung bayi
  • Lahir di daerah yang tinggi. Bayi yang lahir di lokasi yang terletak pada 3.048 meter di atas permukaan laut, memiliki risiko tinggi untuk mengalami PDA
  • Jenis kelamin. PDA lebih sering ditemukan pada anak perempuan

Komplikasi 

  • Tekanan darah tinggi pada paru-paru yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru paru. PDA yang besar bisa mengakibatkan Sindrom Eisenmenger, jenis hipertensi pulmonal yang tidak dapat diobati.
  • Gagal jantung. PDA dapat menyebabkan jantung membesar dan melemah sehingga menyebabkan gagal jantung, dan membuat jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif.
  • Infeksi jantung (endokarditis). Orang yang memiliki masalah jantung, seperti PDA, berisiko lebih tinggi mengalami peradangan pada lapisan jantung, daripada orang dengan jantung sehat.

Dokter akan mencurigai bahwa anak memiliki PDA berdasarkan dari bunyi jantung anak. Paten duktus arteriosus dapat menyebabkan bunyi jantung seperti bising, yang dapat didengar oleh dokter melalui stetoskop.

Jika mencurigai kecacatan jantung, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan berupa:

  • Ekokardiogram. Gelombang suara dengan gambaran jantung yang dapat membantu dokter mengidentifikasi PDA, mampu mendeteksi adanya pembesaran jantung, dan menilai seberapa baik jantung memompa darah. Tes ini juga membantu dokter mengevaluasi katup jantung dan mendeteksi kecacatan jantung.
  • Sinar X (rontgen) dada. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kondisi dari jantung dan paru-paru bayi, serta kondisi lain selain kecacatan jantung
  • Elektrokardiogram. Tes ini mencatat aktivitas listrik dari jantung, dan dapat membantu dokter mendiagnosis cacat jantung atau masalah irama denyut jantung.
  • Kateterisasi jantung. Tes ini tidak sepenuhnya diperlukan untuk mendiagnosis paten duktus arteriosus. Namun, prosedur ini dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan jantung lain, atau jika prosedur kateter dipertimbangkan untuk menangani paten duktus arteriosus. 
  • Monitoring. Pada bayi yang lahir prematur, paten duktus arteriosus akan menutup dengan sendirinya. Dokter akan memantau jantung bayi untuk memastikan pembuluh yang terbuka, akan tertutup. Untuk bayi yang dilahirkan cukup bulan, anak dan orang dewasa dengan PDA yang sedikit terbuka dan tidak menyebabkan masalah kesehatan lain, hanya perlu dimonitor.
  • Obat-obatan. Pada bayi yang prematur, obat seperti ibuprofen atau indometasin dapat membantu menutup PDA.
  • Pembedahan. Jika obat-obatan tidak efektif dan kondisi anak semakin parah atau menyebabkan komplikasi, operasi dapat direkomendasikan. Prosedur kateter jantung. Bayi dengan kondisi prematur, masih sangat kecil untuk menjalani prosedur kateter. Namun jika bayi tersebut tidak mengalami gejala, dokter dapat merekomendasikan untuk menunggu sampai bayi sedikit lebih besar, agar bisa menjalani prosedur kateter, dan menutup PDA. Prosedur kateter dapat digunakan pada bayi lahir cukup bulan, anak, dan orang dewasa.

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah PDA. Namun, penting bagi ibu hamil untuk melakukan langkah-langkah berikut ini, untuk menjaga kehamilan.

  • Menjalani pemeriksaan prenatal (sebelum kelahiran bayi), bahkan sebelum hamil. Berhenti merokok dan mengurangi stres. Berkonsultasi dengan dokter maupun bidan saat merencanakan kehamilan, untuk mencari tahu obat-obatan yang aman dikonsumsi saat hamil.
  • Mengonsumsi makanan sehat, termasuk vitamin suplemen yang mengandung asam folat.
  • Berolahraga secara teratur, dan berkonsultasi dengan dokter untuk mengembangkan menemukan jenis dan intensitas olahraga yang tepat.
  • Menghindari zat yang berbahaya seperti alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang. Selain itu, hindari berendam air panas dan sauna.
  • Menghindari infeksi dengan vaksinasi sebelum hamil. Beberapa tipe infeksi dapat membahayakan perkembangan bayi.
  • Menjaga kadar gula darah. Jika memiliki diabetes (kencing manis), konsultasikan pada dokter untuk mengatasi kondisi tersebut, sebelum dan saat menjalani kehamilan.

Hubungi dokter jika bayi atau anak:

  • Mudah lelah ketika makan atau bermain 
  • Sulit mengalami kenaikan berat badan
  • Sesak napas ketika makan atau menangis
  • Mengalami napas cepat atau napas pendek
  • Tuliskan gejala Anda atau gejala anak Anda, termasuk jika ada sesuatu yang terlihat tidak berhubungan dengan paten duktus arteriosus, atau kecacatan jantung lain.
  • Tuliskan informasi pribadi, termasuk sejarah keluarga dengan kecacatan jantung. 
  • Bawa salinan dari catatan kesehatan sebelumnya, termasuk catatan dari operasi sebelumnya atau tes gambar.
  • Daftar obat-obatan, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh dokter.

Berikut ini pertanyaan yang bisa diajukan pada dokter.

  • Apakah PDA menyebabkan masalah?
  • Pemeriksaan apa yang dibutuhkan?
  • Apakah kondisi ini membutuhkan tindakan operasi?

Dokter akan memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda menjawab secara jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.

  • Kapan Anda menyadari gejala yang dialami?
  • Apakah gejala tersebut berlanjut atau hanya muncul pada waktu tertentu?
  • Apakah gejalanya parah?
  • Apakah gejalanya terlihat meningkat?
  • Apakah gejalanya memburuk?
  • Obat apa yang sudah Anda atau anak Anda konsumsi untuk mengatasi kondisi ini?
  • Operasi apa yang pernah dijalani?

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/patent-ductus-arteriosus-pda
Diakses pada 26 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/patent-ductus-arteriosus/diagnosis-treatment/drc-20376150
Diakses pada 26 April 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001560.htm
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait