Dry socket terjadi karena tidak adanya gumpalan darah yang melapisi tulang dan ujung saraf bekas pencabutan gigi
Dry socket terjadi karena tidak adanya gumpalan darah yang melapisi tulang dan ujung saraf bekas pencabutan gigi sehingga makanan dapat masuk dan menyebabkan peradangan.

Dry socket adalah suatu komplikasi yang dapat muncul setelah prosedur pencabutan gigi. Pada kondisi yang juga disebut alveolar osteitis ini, gumpalan darah tidak berhasil terbentuk pada area bekas pencabutan gigi.

Sebagai akibatnya, tulang serta saraf yang terdapat di area tersebut menjadi terbuka. Kondisi ini akan memicu rasa nyeri.

Gumpalan darah yang terbentuk setelah cabut gigi berfungsi sebagai lapisan pelindung bagi tulang dan ujung saraf yang terdapat pada area bekas pencabutan gigi yang bersangkutan. 

Bila gumpalan darah lepas atau tidak terbentuk, tidak ada yang dapat melindungi tulang dan ujung saraf gigi. Ini berarti, sisa-sisa makanan dapat masuk dan membuat area tersebut mengalami infeksi serta peradangan, sehingga muncul rasa nyeri yang dapat berlangsung selama 5-6 hari.

Gejala dry socket umumnya meliputi:

  • Nyeri hebat yang muncul pada beberapa hari setelah pencabutan gigi
  • Rasa sakit menjalar hingga ke telinga, mata, atau leher pada sisi wajah tempat gigi dicabut
  • Hilangnya sebagian atau seluruh gumpalan darah di area bekas cabut gigi, sehingga area ini terlihat seperti ruang kosong
  • Tulang gigi yang tampak jelas pada area pencabutan gigi
  • Bau mulut atau bau busuk di mulut
  • Rasa tidak enak dalam mulut

Penyebab dry socket belum diketahui secara pasti. Namun para pakar kesehatan menduga bahwa kondisi ini bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada rongga mulut atau cedera di lokasi cabut gigi karena prosedur yang sulit.

Sementara itu, faktor-faktor di bawah ini juga diperkirakan bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami dry socket:

  • Perokok atau pengguna tembakau. Zat kimiawi dalam rokok atau tembakau dapat memperlambat proses penyembuhan pada area luka di mulut dan gusi. Gerakan mulut saat menghisap rokok juga bisa melepaskan bekuan darah di atas gusi sebelum waktunya. 
  • Menggunakan pil KB. Alat kontrasepsi ini juga dapat mengganggu proses penyembuhan pascacabut gigi.
  • Kesehatan mulut yang tidak terjaga dengan baik, misalnya tidak menggosok gigi secara teratur.
  • Pernah mengalami dry socket.
  • Mengidap infeksi gigi atau gusi sebelum menjalani prosedur pencabutan gigi.

Dokter akan menentukan diagnosis berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda rasakan.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada gigi dan gusi Anda. Dokter juga akan mengevaluasi ada tidaknya bekuan darah pada area bekas pencabutan gigi dan apakah tulang gigi Anda kelihatan atau tidak. 

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa rontgen mulut dan gigi untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain. Misalnya. infeksi tulang, serta terbentuk fragmen kecil berupa akar atau tulang gigi yang tersisa setelah pembedahan.

Beberapa cara berikut bisa dilakukan oleh dokter gigi sebagai penanganan dry socket:

  • Membersihkan area bekas pencabutan gigi dari sisa-sisa makanan untuk mengurangi rasa sakit maupun risiko infeksi. 
  • Menutup area dry socket dengan kasa yang telah dibasahi dengan gel guna mengurangi rasa nyeri. Dokter gigi Anda akan mengajarkan cara melakukannya pada Anda agar Anda bisa mengganti kasa di rumah.
  • Memberikan obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen dan aspirin.
  • Menempelkan kompres dingin. Langkah ini juga berfungsi untuk meredakan nyeri. 
  • Membersihkan dry socket dengan larutan saline atau obat kumur.
  • Menggosok gigi secara perlahan-lahan.
  • Berhenti mengunyah tembakau maupun merokok.
  • Banyak minum air putih.
  • Menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi area dry socket, miisalnya minuman bersoda.
  • Jangan minum menggunakan sedotan.

Dry socket umumnya dapat menyembuh dengan baik dan jarang sekali menimbulkan komplikasi. Namun bila dibiarkan tanpa penanganan yang baik, komplikasi-komplikasi berikut bisa saja terjadi:

  • Penyembuhan dan pemulihan gusi yang lama
  • Infeksi pada bekas pencabutan gigi
  • Infeksi pada tulang gigi

Untuk mencegah dry socket, ada baiknya Anda menanyakan faktor-faktor risiko pada dokter gigi sebelum menjalani prosedur pencabutan gigi. Misalnya, konsumsi pil KB, kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, dan riwayat infeksi gusi serta gigi.

Selain itu, ikuti juga anjuran pascapencabutan gigi di bawah ini dengan saksama untuk mencegah terjadinya dry socket

  • Jangan merokok selama paling tidak 24 jam setelah pencabutan gigi.
  • Hindari minum melalui sedotan selama beberapa hari setelah pencabutan gigi.
  • Jangan berkumur dan menyikat gigi terlalu sering maupun terlalu keras.
  • Jangan lupa untuk kembali memeriksakan kondisi Anda ke dokter gigi.
  • Beristirahat setelah menjalani prosedur pencabutan gigi.
  • Hindari akitivitas atau olahraga yang dapat mengenai area rahang maupun wajah.
  • Minum banyak air setelah pencabutan gigi.
  • Jangan mengonsumsi minuman bersoda, panas, atau beralkohol.
  • Makanlah dengan bertahap. Mulai dengan makanan lunak terlebih dahulu.

Segeralah ke dokter gigi bila Anda mengalami nyeri berat yang tidak kunjung membaik setelah prosedur pencabutan gigi. Dengan ini, penyebabnya bisa diketahui. Misalnya disebabkan oleh dry socket atau komplikasi lain.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda alami.
  • Catat apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan rasa sakit mulai terasa?
  • Apakah rasa sakit muncul begitu saja atau baru timbul ketika Anda minum atau menyentuh area berkas pencabutan gigi?
  • Pada skala 1-10, bagaimana Anda menilai rasa sakit yang dirasakan? Skala 1 tidak nyeri dan skala 10 sangat nyeri.
  • Di mana letak rasa sakit yang terasa?
  • Apakah Anda juga mengalami demam?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dry socket, seperti merokok, mengunyah tembakau, mengonsumsi pil KB, atau mengalami infeksi gigi dan gusi sebelum menjalani prosedur cabut gigi?
  • Apakah Anda sudah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit? Berapa banyak dosis obat yang Anda gunakan dan seberapa sering Anda mengonsumsinya?
  • Apakah obat penghilang rasa sakit tersebut efektif untuk mengatasi rasa nyeri yang Anda alami?

Setelah itu, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik pada rongga mulut untuk menilai ada tidaknya gejala dry socket. Dokter gigi juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang guna melihat adakah penyebab lain di balik gejala yang Anda rasakan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/dry-socket#risk-factors 
Diakses pada 20 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/dry-socket
Diakses pada 20 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-socket/symptoms-causes/syc-20354376
Diakses pada 20 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/dry-socket-symptoms-and-treatment#1
Diakses pada 20 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/dry-socket-symptoms-and-treatment#2
Diakses pada 20 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318202.php
Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait