Infeksi

Dracunculiasis

19 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Dracunculiasis
Penyakit cacing guinea atau dracunculiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit dracunculus medinensis. Parasit adalah organisme yang memakan organisme lain untuk bertahan hidup. Dracunculiasis bisa terjadi ketika seseorang minum air yang mengandung larva cacing guinea atau guinea worm.Larva adalah bentuk cacing yang belum dewasa. Dracunculiasis biasanya dialami oleh komunitas miskin di bagian terpencil Afrika yang tidak memiliki air bersih untuk diminum.Infeksi ini dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun tetapi paling sering terjadi selama musim transmisi puncak dan bervariasi dari satu negara ke negara lain.Di daerah kemarau, masyarakat umumnya tertular pada musim hujan, saat air permukaan tergenang. Di daerah basah, masyarakat umumnya tertular pada musim kemarau, saat air permukaan mengering dan menggenang. 
Dracunculiasis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKulit melepuh, bisul, keluarnya cacing
Faktor risikoTinggal di Afrika, Usia 15-45 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen
PengobatanMengeluarkan cacing, obat-obatan
ObatAspirin, ibuprofen
KomplikasiInfeksi bakteri, peradangan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dracunculiasis
Biasanya gejala dracunliasis baru muncul setelah satu tahun terinfeksi. Secara umum, tanda-tandanya meliputi:
  • Demam ringan
  • Gatal-gatal
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Pusing
  • Blister atau luka lepuh
  • Edema atau munculnya penumpukan cairan pada jaringan kulit
  • Bisul
  • Nyeri yang mengakibatkan kecacatan sementara
 
Penyebab utama dranculiasis adalah masuknya cacing guinea ke dalam tubuh. Cacing ini adalah parasit jaringan terbesar yang menyerang manusia. Cacing guinea berukuran panjang 600 hingga 800 mm dan diameter 2 mm. Ketika seseorang meminum air yang terkontaminasi dari kolam atau sumur terbuka dangkal.Cacing dracunculus (larva) yang belum dewasa hidup di dalam krustasea. Setelah krustasea tertelan, mereka mati dan melepaskan larvanya. Lava tersebut menembus dinding usus dan masuk ke rongga perut. Di dalam perut, larva cacing dewasa menjadi cacing dewas dalam waktu sekitar 1 tahun. Setelah itu cacing dewasa kawin.Ketika kawin, cacing betina keluar dari perut dan bergerak melalui jaringan di bawah kulit, biasanya ke tungkai bawah atau telapak kaki. Saat itulah seseorang akan merasakan luka lepuh. Luka lepuh menyebabkan rasa tidak nyaman yang parah seperti terbakar dan akhirnya pecah.Saat seseorang berusaha meredakan rasa terbakar dengan merendam kaki di dalam air, cacing yang hamil mengeluarkan larva ke dalam air. Setelah larva berada di dalam air, cacing bisa berkembang biak kembali. Jika cacing hamil tidak mencapai kulit, mereka mati dan hancur atau mengeras (mengeras) di bawah kulit. 

Faktor risiko dracunliasis

Faktor-faktor risiko dracunliasis meliputi:
  • Tinggal di Afrika (Chad, Ethiopia, Mali, dan Suda selatan)
  • Terbiasa mengonsumsi air yang tidak matang
  • Usia 15-45 tahun
  • Berprofesi sebagai petani atau pengembala
 
Diagnosis dranculiasis dilakukan dengan melakukan beberapa cara berikut ini:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat secara langsung gejala yang Anda alami. Selain itu, jika cacing dewasa sudah keluar maka hal ini akan sangat memudahkan dokter untuk melakukan diagnosis.
  • Rontgen

Rontgen dapat diambil untuk menemukan cacing yang mengalami pengerasan. 
Saat cacing guinea siap keluar dari tubuh, hal ini bisa menimbulkan lepuh terbakar yang menyakitkan pada kulit. Setelah lepuh akhirnya pecah, cacing guinea akan keluar. Pengobatan penyakit cacing guinea dilakukan dengan cara mengangkat seluruh cacing dan merawat luka secara umum.Setelah cacing keluar dracuncialis baru bisa diobati. Cara mengobati dracunliasis yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Orang yang terinfeksi dilarang masuk ke sumber air minum.
  • Luka dibersihkan. Bagian tubuh yang terkena dapat direndam dalam air (jauh dari sumber air untuk mencegah kontaminasi) untuk mendorong cacing berkontraksi dan melepaskan larva. Mengosongkan larva cacing dapat mempermudah pengeluaran cacing.
  • Cacing tersebut kemudian dililitkan pada kain kasa yang digulung atau tongkat untuk menjaga ketegangan pada cacing dan mendorong lebih banyak cacing keluar. Hal ini juga bermanfaat mencegah cacing masuk kembali ke dalam kulit.
  • Kemudian, dokter akan menarik cacing dengan lembut dan perlahan, guna mencegah cacing hancur. Karena panjang cacing bisa mencapai satu meter, proses pengangkatan bisa memakan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu.
  • Setelah itu, antibiotik topikal dioleskan ke luka untuk mencegah infeksi bakteri sekunder.
  • Bagian tubuh yang terkena cacing kemudian dibalut dengan kain kasa segar untuk melindungi bekas luka. Obat-obatan, seperti aspirin atau ibuprofen, diberikan untuk membantu meringankan rasa sakit dari proses ini dan mengurangi peradangan.
  • Langkah-langkah ini diulangi setiap hari hingga seluruh cacing berhasil ditarik keluar.
Tidak ada obat khusus untuk mengobati atau mencegah GWD. Juga tidak ada vaksin untuk mencegah GWD. 

Komplikasi dranculiasis

Beberapa komplikasi yang bisa dipicu oleh dranculiasis, yaitu:
  • Infeksi bakteri
  • Peradangan
  • Kemerahan dan pembengkakan pada kulit (selulitis)
  • Abses atau bisul
  • Sepsis
  • Infeksi sendi (septic arthritis) yang dapat menyebabkan sendi mengunci dan berubah bentuk (kontraktur)
  • Rahang kunci (tetanus)
 
Cara mencegah dranculiasis yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Menyaring air minum melalui selembar kain tipis jala halus
  • Air mendidih
  • Minum air berklorin
Masyarakat yang tertular diinstruksikan untuk tidak memasuki sumber air minum, seperti sumur terbuka atau waduk, agar sumber tersebut tidak terkontaminasi. 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dranculiasis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dranculiasis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
WHO. https://www.who.int/health-topics/dracunculiasis#tab=tab_1
Diakses pada 19 Mei 2021
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/guineaworm/gen_info/faqs.html
Diakses pada 19 Mei 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/infections/parasitic-infections-nematodes-roundworms/dracunculiasis
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email