Divertikulitis terjadi karena terdapat bakteri jahat atau feses di dalam divertikula
Divertikulitis umumnya disebabkan karena bakteri dari makanan atau feses yang tersangkut di dalam divertikula.

Divertikula adalah kantung kecil yang menonjol di dinding bagian dalam usus. Divertikulitis terjadi ketika kantung-kantung tersebut meradang dan terinfeksi. Kantung-kantung ini paling sering berada di usus besar.

Divertikulitis yang ringan dapat diobati dengan istirahat, perubahan diet dan antibiotik. Sedangkan divertikulitis yang parah atau berulang memerlukan pembedahan.

Gejala divertikulitis dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan dalam beberapa hari. Gejala umum divertikulitis biasanya ditandai dengan nyeri di sisi kiri bawah perut. Kondisi ini paling sering memengaruhi usus besar. Gejala umum divertikulitis, diantaranya termasuk:

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dapat berperan dalam penyakit divertikulitis. Divertikulitis dapat terjadi ketika bakteri atau feses tersangkut di kantung usus besar. Tubuh yang memiliki banyak bakteri jahat dalam usus juga dapat menyebabkan divertikulitis.

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko divertikulitis, diantaranya adalah:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti ibuprofen, naproxen, dan steroid
  • Kurang olahraga
  • Kegemukan
  • Merokok
  • Kurang mengonsumsi serat
  • Mengejan saat buang air

Banyak kondisi kesehatan yang mirip dengan gejala divertikulitis. Oleh karena itu, pertama-tama dokter akan bertanya tentang gejala, riwayat kesehatan, dan obat apa yang pasien minum. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa perut. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dubur  untuk memeriksa pendarahan, nyeri, atau masalah lainnya.

Dokter juga akan melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes darah untuk memeriksa peradangan, anemia, atau masalah ginjal atau hati.
  • Tes pencitraan, sepeti USG perut atau CT scan perut untuk mendapatkan gambar saluran gastrointestinal.
  • Tes urine untuk memeriksa berbagai jenis infeksi.
  • Tes feses untuk memeriksa infeksi pencernaan, seperti Clostridium difficile.
  • Pemeriksaan panggul pada wanita untuk mengidentifikasi masalah kandungan.
  • Tes kehamilan pada wanita untuk mengetahui adanya kehamilan.

Untuk kasus divertikulitis ringan, pasien akan diberikan antibiotik dan dianjurkan untuk beristirahat oleh dokter. Dokter juga akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti asetaminofen. Divertikulitis ringan cukup mudah untuk diobati.

Pasien dianjurkan untuk melakukan diet cair, seperti air, kaldu, jus nonlemak, es, teh, atau kopi. Ketika pasien mulai merasa lebih baik, pasien dapat menambahkan makanan rendah serat seperti, telur, yogurt, keju dan nasi putih. Makan makanan seperti ini baik untuk sistem pencernaan.

Perawatan ini dapat bekerja dengan baik untuk kebanyakan orang yang memiliki kasus divertikulitis yang jelas.

Divertikulitis dapat dicegah dengan:

  • Mengonsumsi makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian yang baik untuk pencernaan.
  • Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit setiap harinya.
  • Minum banyak cairan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Temui dokter jika Anda mengalami gejala divertikulitis, seperti:

  • Anus berdarah
  • Demam di atas 38° C
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut atau punggung yang tiba-tiba dan semakin parah

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum melakukan janji temu dengan dokter, diantaranya adalah:

  • Menanyakan apakah ada hal yang perlu dilakukan sebelum konsultasi, seperti tidak makan makanan padat pada hari sebelum hari konsultasi.
  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Membuat daftar semua obat, vitamin dan suplemen yang Anda konsumsi.
  • Menuliskan informasi pribadi utama, seperti perubahan gaya hidup.
  • Menuliskan informasi medis utama dan tambahan.
  • Meminta kerabat atau saudara untuk menemani Anda. Hal ini membantu Anda untuk mengingat apa yang dikatakan dokter.
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda, pertayaan tersebut diantaranya adalah:

  • Kapan Anda pertama kali mulai mengalami gejala, dan seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Jika ada, Apa yang tampaknya meningkatkan atau memperburuk gejala Anda?
  • Pernahkah Anda demam tinggi?
  • Obat dan penghilang rasa sakit apa yang Anda minum?
  • Pernahkah Anda merasa sakit saat buang air kecil?
  • Pernahkah Anda menjalani tes skrining untuk kanker usus besar (kolonoskopi)?

Healthline. https://www.healthline.com/health/diverticulitis
Diakses pada 26 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diverticulitis/symptoms-causes/syc-20371758
Diakses pada 26 Desember 2018

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/diverticulosis/article.htm
Diakses pada 26 Desember 2018

Medline. https://medlineplus.gov/ency/article/000257.htm
Diakses pada 26 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-diverticulitis#1
Diakses pada 26 Desember 2018

Artikel Terkait