Penyakit Lainnya

Disseminated Intravascular Coagulation

Diterbitkan: 30 Dec 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Disseminated Intravascular Coagulation
Disseminated intravascular coagulation (DIC) adalah kondisi terjadinya pembekuan darah pada seluruh pembuluh darah kecil dalam tubuh. Akibatnya, aliran darah ke organ-organ tubuh menjadi tidak lancar atau bahkan terhambat.Dalam prosesnya, pembekuan darah membutuhkan platelet dan faktor pembekuan darah dalam jumlah besar. Platelet adalah fragmen sel darah yang berperan besar untuk membekukan darah dan menghentikan pendarahan. Sementara faktor pembekuan darah merupakan protein yang diperlukan agar pembekuan darah berjalan normal.Pada penderita DIC, pembekuan darah terus-menerus terjadi di seluruh tubuh dan memicu berkurangnya jumlah platelet serta faktor pembekuan darah. Kondisi ini kemudian menyebabkan pendarahan serius yang bisa terjadi di bagian tubuh manapun, seperti pada kulit, hidung, mulut, atau di dalam tubuh.
Disseminated Intravascular Coagulation
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMudah memar, bintik-bintik merah pada permukaan kulit, perdarahan pada beberapa anggota tubuh
Faktor risikoInfeksi berat, cedera, riwayat operasi
Metode diagnosisTes laboratorium darah 
PengobatanTransfusi plasma atau platelet, obat
ObatObat heparin
KomplikasiGagal ginjal akut, gangguan pernapasan, gangguan fungsi hati
Kapan harus ke dokter?Mengalami perdarahan yang tidak bisa berhenti
Gejala disseminated intravascular coagulation yang utama adalah perdarahan dari beberapa lokasi pada tubuh. Perdarahan ini bisa disertai gejala lain yang berupa:
  • Pembekuan darah
  • Mudah memar
  • Penurunan tekanan darah
  • Perdarahan pada rektum atau vagina
  • Bintik-bintik merah pada permukaan kulit (petechiae)
  • Sesak napas
  • Demam
  • Kebingungan atau linglung
  • Hilang ingatan
  • Perubahan perilaku
 
Ketika terjadi cedera, protein dalam tubuh yang berperan dalam pembekuan darah akan membantu menghentikan pendarahan. Pada penderita DIC, protein ini menjadi terlalu aktif sehingga terjadi pembekuan darah yang berlebihan.Beberapa hal berikut ini bisa menjadi menjadi pemicu disseminated intravascular coagulation:
  • Infeksi berat
  • Cedera berat, seperti cedera otak
  • Peradangan
  • Operasi
  • Kanker, seperti leukemia
  • Suhu tubuh yang sangat rendah (hipotermia)
  • Gigitan ular berbisa
  • Pankreatitis
  • Luka bakar
  • Komplikasi selama kehamilan
  • Transfusi darah
  • Sepsis, yaitu infeksi yang menyebar hingga ke aliran darah. Misalnya, jamur atau bakteri
  • Penyakit hati
  • Baru menjalani pembiusan
  • Hemangioma besar
 
Untuk memastikan diagnosis disseminated intravascular coagulation, beberapa pemeriksaan darah yang terkait dengan platelet, faktor pembekuan, dan komponen darah lainnya akan dilakukan. Pemeriksaan ini meliputi:
  • Tes darah lengkap dengan apus darah tepi
  • Partial thromboplastin time (PTT)
  • Prothrombin time (PT)
  • Kadar fibrinogen darah
  • D-dimer
 
Tidak ada penanganan spesifik bagi DIC. Penanganan disseminated intravascular coagulation yang utama adalah dengan mengetahui dan mengatasi penyebabnya. Dengan ini, gangguan pembekuan darah pun dapat teratasi.DIC yang terjadi secara tiba-tiba termasuk kondisi gawat darurat medis karena dapat mengancam nyawa penderita. Dokter akan memberikan transfusi platelet dan faktor pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan.Sedangkan pada pasien dengan DIC kronis, dokter bisa meresepkan obat heparin untuk menghambat proses pembekuan darah. 
Karena penyakit ini dapat terjadi akibat kondis medis tertentu yang mendasarinya, upaya pencegahan disseminated intravascular coagulation yang dapat dilakukan adalah mengobati penyebab DIC sesegera mungkin. 
Segeralah ke unit gawat darurat terdekat apabila Anda mengalami perdarahan yang tidak bisa berhenti. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait disseminated intravascular coagulation?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis disseminated intravascular coagulation. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000573.htm
Diakses pada 30 Desember 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/blood-disorders/bleeding-due-to-clotting-disorders/disseminated-intravascular-coagulation-dic
Diakses pada 30 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/disseminated-intravascular-coagulation-dic
Diakses pada 30 Desember 2019
National Heart Lung and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/disseminated-intravascular-coagulation
Diakses pada 30 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Bukan Digigit Hantu, Kenali Penyebab dan Jenis-jenis Hematoma

Hematoma adalah penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kerusakan pada salah satu pembuluh darah yang lebih besar.
06 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Hematoma adalah penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah

Begini Proses Pembekuan Darah Sehingga Perdarahan Terhenti pada Luka

Proses pembekuan darah adalah upaya tubuh dalam mencegah perdarahan besar yang berbahaya. Jika ada kelainan pada sistem yang mengontrol pembekuan darah, dampaknya adalah komplikasi yang membahayakan nyawa.
08 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Proses pembekuan darah mulai terjadi ketika ada pembuluh darah yang robek ketika Anda terluka

Mengenal Injeksi Intravena (IV) dalam Pengobatan

Injeksi intravena adalah metode pemberian obat secara langsung ke pembuluh vena melalui suntikan maupun infus. Metode ini biasanya dilakukan untuk pasien yang mengalami alergi, penyakit jantung, serta stroke.
01 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Injeksi intravena adalah pemberian obat langsung ke pembuluh darah