Penyakit Lainnya

Disseminated Intravascular Coagulation

01 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Disseminated Intravascular Coagulation
Disseminated intravascular coagulation terjadiketika seluruh pembuluh darah kecil membeku
Disseminated intravascular coagulation (DIC) adalah pembekuan darah yang terjadi di seluruh pembuluh darah kecil dalam tubuh. Akibatnya, aliran darah ke organ-organ tubuh menjadi tidak lancar atau bahkan terhambat.Dalam prosesnya, pembekuan darah membutuhkan platelet dan faktor pembekuan darah dalam jumlah besar. Platelet adalah fragmen sel darah yang berperan besar untuk membekukan darah dan menghentikan pendarahan. Sementara itu faktor pembekuan darah merupakan protein yang diperlukan agar pembekuan darah berjalan normal.Pada penderita DIC, pembekuan darah terus-menerus terjadi di seluruh tubuh dan memicu berkurangnya jumlah platelet serta faktor pembekuan darah. Kondisi ini kemudian menyebabkan perdarahan serius yang bisa terjadi di bagian tubuh manapun, seperti pada kulit, hidung, mulut, atau di dalam tubuh.DIC dapat ditangani dengan mengontrol proses pembekuan dan mengobati penyebabnya. 
Disseminated Intravascular Coagulation
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMudah memar, bintik-bintik merah pada permukaan kulit, perdarahan pada beberapa anggota tubuh
Faktor risikoInfeksi berat, cedera, riwayat operasi
Metode diagnosisTes laboratorium darah 
PengobatanTransfusi plasma atau platelet, obat
ObatObat heparin
KomplikasiGagal ginjal akut, gangguan pernapasan, gangguan fungsi hati
Kapan harus ke dokter?Mengalami perdarahan yang tidak bisa berhenti
Gejala disseminated intravascular coagulation yang utama adalah perdarahan dari beberapa lokasi pada tubuh. Perdarahan ini bisa disertai gejala lain yang berupa:
  • Pembekuan darah
  • Mudah memar
  • Penurunan tekanan darah
  • Perdarahan pada rektum atau vagina
  • Bintik-bintik merah pada permukaan kulit (petechiae)
  • Sesak napas
  • Demam
  • Kebingungan atau linglung
  • Hilang ingatan
  • Perubahan perilaku
 
Ketika terjadi cedera, protein dalam tubuh yang berperan dalam pembekuan darah akan membantu menghentikan pendarahan. Pada penderita DIC, protein ini menjadi terlalu aktif sehingga muncul pembekuan darah yang berlebihan.Beberapa hal berikut ini bisa menjadi menjadi pemicu disseminated intravascular coagulation:
  • Infeksi berat
  • Cedera berat, seperti cedera otak
  • Peradangan
  • Operasi
  • Kanker, seperti leukemia
  • Suhu tubuh yang sangat rendah (hipotermia)
  • Gigitan ular berbisa
  • Pankreatitis
  • Luka bakar
  • Komplikasi selama kehamilan
  • Transfusi darah
  • Sepsis, yaitu infeksi yang menyebar hingga ke aliran darah, misalnya karena jamur atau bakteri
  • Penyakit liver
  • Baru menjalani pembiusan total
  • Memiliki hemangioma berukuran besar
Baca juga: Begini Proses Pembekuan Darah Sehingga Perdarahan Terhenti pada Luka 
Untuk memastikan diagnosis disseminated intravascular coagulation, beberapa pemeriksaan darah yang terkait dengan platelet, faktor pembekuan, dan komponen darah lainnya akan dilakukan. Pemeriksaan ini meliputi:
  • Tes darah lengkap dengan apus darah tepi
  • Partial thromboplastin time (PTT)
  • Prothrombin time (PT)
  • Kadar fibrinogen darah
  • D-dimer
Baca jawaban dokter: Darah beku, apakah akan hilang sendiri? 
Penanganan disseminated intravascular coagulation memiliki dua tujuan utama, yakni mengontrol pembekuan serta mengetahui dan mengatasi penyebabnya. Misalnya jika DIC terjadi karena infeksi maka, infeksi tersebut yang akan diobati terlebih dahulu.Sementara itu untuk mengontrol pembekuan, dokter dapat memberikan beberapa perawatan, seperti pemberian obat-obatan dan tindakan medis berupa terapi.

Obat-obatan

Dokter biasanya meresepkan obat-obatan dari golongan pengencer darah untuk mengurangi pembekuan darah. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk obat minum atau obat suntik.Sementara itu pada pasien dengan DIC kronis, dokter bisa meresepkan obat heparin yang dapat menghambat proses pembekuan darah.

Tindakan medis dan terapi

Dokter pun bisa menyarankan sejumlah terapi berikut ini.
  • Terapi penggantian faktor pembekuan seperti fibrinogen. Terapi ini ditujukan untuk menghentikan pendarahan.
  • Terapi oksigen, yang biasanya dibutuhkan jika penggumpalan darah sampai mencegah oksigen mencapai organ tubuh. Terapi ini memungkinkan lebih banyak oksigen sampai ke paru-paru, jantung, dan organ lainnya di seluruh tubuh.
  • Transfusi plasma yang menyediakan faktor pembekuan untuk menghentikan atau mencegah perdarahan. Tindakan ini biasanya diberikan sebagai penanganan darurat ketika DIC terjadi secara tiba-tiba.
  • Transfusi trombosit, yang dapat menaikkan kadar trombosit dengan cepat. Tindakan ini dilakukan untuk menghentikan atau mencegah perdarahan.
Baca juga: Obat Pengencer Darah: Cara Kerja Hingga Efek Sampingnya 

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, DIC dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Cedera ginjal akut
  • Gangguan mental
  • Masalah pernapasan
  • Gangguan hati
  • Trombosis dan perdarahan yang mengancam jiwa (pada pasien dengan DIC sedang hingga berat)
  • Tamponade jantung
  • Hemothorax, yakni perdarahan pada rongga pleura di paru.
  • Hematoma intraserebral
  • Gangrene hingga kehilangan anggota tubuh (seperti jari kaki atau jari tangan)
  • Syok
  • Kematian
 
Karena penyakit ini dapat terjadi akibat kondis medis tertentu yang mendasarinya, upaya pencegahan disseminated intravascular coagulation yang dapat dilakukan adalah mengobati penyebab DIC sesegera mungkin. 
Segeralah kunjungi unit gawat darurat terdekat apabila Anda mengalami perdarahan yang tidak bisa berhenti. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap disseminated intravascular coagulation?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis disseminated intravascular coagulation. Dengan begitu, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000573.htm
Diakses pada 30 Desember 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/blood-disorders/bleeding-due-to-clotting-disorders/disseminated-intravascular-coagulation-dic
Diakses pada 30 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/disseminated-intravascular-coagulation-dic
Diakses pada 30 Desember 2019
National Heart Lung and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/disseminated-intravascular-coagulation
Diakses pada 30 Desember 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/whats_dic/article.htm
Diakses pada 19 November 2020
Medscape. https://www.medscape.com/answers/199627-154472/what-are-complications-of-disseminated-intravascular-coagulation-dic
Diakses pada 19 November 2020
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/disseminated-intravascular-coagulation
Diakses pada 19 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email