Kulit & Kelamin

Dispareunia

02 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Dispareunia
Dispareunia adalah nyeri di daerah kelamin saat berhubungan intim
Dispareunia adalah kondisi ketika terdapat rasa nyeri berulang di daerah alat kelamin atau di dalam panggul selama melakukan hubungan seksual. Rasa sakit yang ditimbulkan akan terasa tajam atau terjadi secara intens saat sebelum, selama, atau setelah berhubungan intim.Kondisi ini sering dialami oleh wanita, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini derita oleh pria. Jika diderita oleh wanita, penyakit juga bisa menyebabkan rasa sakit saat menggunakan tampon.Pemicu dispareunia ini pada setiap orang bisa berbeda-beda. Meskipun cukup menganggu kenyamanan diri, pada dasarnya penyakit ini dapat diobati. 
Dispareunia
Dokter spesialis Kandungan
GejalaSakit atau sensasi terbakar, nyeri saat penetrasi, nyeri berdenyut selama berjam-jam setelah hubungan intim
Faktor risikoCedera vagina, vagina kering akibat menopause, infeksi vagina
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul 
PengobatanObat-obatan, istirahat
ObatAntibiotik, obat antijamur, dan kortikosteroid topikal
KomplikasiHubungan seksual dengan pasangan menjadi tidak baik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dispareunia
Secara umum, tanda dan gejala dispareunia meliputi:
  • Rasa sakit terbakar atau nyeri yang menyakitkan
  • Rasa nyeri menusuk, mirip dengan kram saat menstruasi
  • Rasa sakit berdenyut selama berjam-jam setelah berhubungan seksual
  • Nyeri pada saat berhubungan seksual
  • Sakit pada saat memasukkan tampon
 
Penyebab utama dispareunia bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk beberapa wanita dispareunia disebabkan oleh adanya gangguan fisik.Beberapa hal yang bisa menyebabkan dispareunia meliputi:
  • Cedera pada vagina
  • Kekeringan pada vagina akibat menopause atau perubahan tingkat kadar estrogen, atau karena kurangnya pelumas saat berhubungan seksual
  • Radang vagina
  • Kista
  • Infeksi seperti infeksi jamur dan infeksi saluran kemih
  • Otot spasme di sekitar vagina yang membuat rasa sakit pada saat berhubungan seksual
  • Riwayat operasi sebelumnya yang meninggalkan jaringan parut dapat menyebabkan rasa sakit
  • Tegang saat berhubungan seksual atau tidak dapat terangsang
 

Faktor risiko dispareunia

Berbagai faktor risiko dispareunia meliputi:
  • Stres
  • Merasa bersalah, takut, atau malu untuk melakukan hubungan seksual
  • Memiliki masalah tubuh
  • Memiliki masalah dengan pasangan
  • Memiliki riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
  • Menderita kanker, artritis, diabetes, dan penyakit tiroid
  • Mengonsumsi obat yang menyebabkan vagina kering
  • Mengalami infeksi virus atau bakteri
  • Menopause
 
Diagnosis dispareunia dilakukan dengan langkah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Untuk mencari tahu penyebab dan melakukan diagnosis dispareunia, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan secara menyeluruh. Dokter mungkin juga menanyakan tentang riwayat seksual Anda, riwayat bedah dan persalinan.Jangan biarkan rasa malu menghentikan Anda untuk menjawab dengan jujur. Pertanyaan-pertanyaan ini memberikan petunjuk penyebab rasa sakit yang Anda rasakan.
  • Pemeriksaan fisik dan panggul

Selama pemeriksaan fisik dan panggul, dokter akan memeriksa tanda-tanda iritasi kulit, infeksi, atau masalah anatomi. Dokter mungkin juga mencoba menemukan rasa sakit Anda dengan memberikan tekanan lembut pada alat kelamin dan otot panggul Anda.Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan visual vagina menggunakan alat yang disebut spekulum untuk memisahkan dinding vagina.Beberapa wanita yang mengalami nyeri saat berhubungan juga merasa tidak nyaman selama pemeriksaan panggul. Anda dapat meminta untuk menghentikan ujian jika terlalu menyakitkan.
  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan dokter, yaitu tes kultur untuk memeriksa bakteri atau infeksi jamur, tes urine, tes alergi, atau konseling untuk menentukan adanya penyebab emosional. 
Cara mengobati dispareunia umumnya akan tergantung dari penyebabnya. Beberapa pilihan untuk mengatasi dispareunia, yaitu:

Mengonsumsi obat-obatan

Antibiotik, obat antijamur, dan kortikosteroid topikal atau suntik yang diberikan untuk mengobati infeksi yang terjadi. Jika disebabkan oleh keringnya vagina, pengobatan alternatif dapat membantu melumaskan vagina secara alami.Tablet, krim, atau cincin fleksibel juga dapat memberikan dosis estrogen kecil dan teratur pada vagina. Obat ospemifene dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada wanita saat berhubungan seksual.

Melakukan perawatan di rumah

Perawatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dispareunia, yaitu:
  • Kosongkan kandung kemih saat sebelum berhubungan seksual
  • Kompres es pada vulva (bibir kemaluan) untuk mengobati rasa terbakar setelah berhubungan seksual
  • Gunakan pelumas yang larut dalam air saat berhubungan seksual
  • Mandilah menggunakan air hangat sebelum berhubungan seksual
  • Terapi alternatif seperti terapi seks yang dibuat untuk mempelajari teknik relaksasi vagina juga membantu untuk mengurangi rasa sakit, belajar membangun kembali keintiman dan komunikasi pada pasangan sangatlah diperlukan
 

Komplikasi dispareunia

Jika tidak ditangani dengan benar, dispareunia dapat menyebabkan komplikasi berupa terhambatnya hubungan seksual dengan pasangan. Kondisi ini bisa memicu masalah dalam hubungan. 
Cara mencegah dispareunia tidak diketahui secara pasti. Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Tunggulah setidaknya enam minggu setelah melahirkan untuk berhubungan seksual kembali
  • Jagalah kebersihan alat kelamin
  • Perawatan medis yang rutin dan tepat
  • Cegah penyakit menular seksual dengan melakukan aktivitas seksual yang aman
  • Dorongan lubrikasi vagina alami dengan waktu yang cukup untuk foreplay dan stimulasi
 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda merasakan nyeri berulang saat berhubungan seksual. Dokter dapat membantu untuk menemukan penyebabnya dan melakukan penanganan. Dengan ini , aktivitas seksual Anda. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Dibagian mana Anda merasakan sakit?
  • Jika Anda merasa sakit saat berhubungan seksual, posisi hubungan seksual apa yang memicu rasa sakit?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dispareunia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dispareunia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/dyspareunia
Diakses pada 29 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/pain-with-intercourse
Diakses pada 29 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/painful-intercourse/symptoms-causes/syc-20375967
Diakses pada 29 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email