Penyakit Lainnya

Dislokasi Sendi

28 Jul 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Dislokasi Sendi
Dislokasi sendi muncul saat tulang terlepas dari sendi
Dislokasi sendi terjadi ketika tulang terlepas dari sendi. Dislokasi dapat terjadi di sendi besar, seperti bahu, pinggul, lutut, siku, dan pergelangan kaki, serta di sendi yang lebih kecil, seperti jari tangan dan kaki. Dislokasi sendi dapat kembali ke fungsi normal jika ditangani dengan benar.Dislokasi sendi dapat kembali ke posisi normalya jika ditangani dengan benar. Meski demikian, beberapa lokasi mungkin akan lebih berisiko mengalami dislokasi kembali. Cedera jenis ini akan terasa menyakitkan dan bisa melumpuhkan atau merusak sendi.Dislokasi sendi harus segera ditangai dengan benar. Jika kondisi ini dibiarkan, banyak bagian tubuh yang akan mengalami kerusakan. Area yang mungkin terdampak kerusakan antara lain ligamen, saraf, dan pembuluh darah. 
Dislokasi Sendi
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaSendi tampak abnormal, bengkak atau perubahan warna kulit, nyeri
Faktor risikoJatuh, keturunan, olahraga
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, X-ray, MRI
PengobatanManipulasi, imobilisasi, obat-obatan
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiRobeknya ligamen, otot, dan saraf, kerusakan saraf atau pembuluh darah, cedera berulang
Kapan harus ke dokter?Mengalami dislokasi sendi
Gejala dislokasi sendi meliputi:
  • Sendi terlihat abnormal atau tidak pada tempatnya
  • Bengkak atau perubahan warna kulit
  • Nyeri pada sendi
  • Tidak dapat bergerak
  • Terdapat tonjolan
 
Dislokasi sendi dapat terjadi karena jatuh, mengalami pukulan keras, atau terkilir. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika seseorang mengalami cedera saat sedang berolahraga, bekerja, atau berkendara. 

Faktor risiko dislokasi sendi

Beberapa faktor risiko dislokasi sendi beragam mulai yang bisa dihindari hingga yang bersifat warisan. Aneka faktor risiko tersebut, antara lain:
  • Jatuh

Mereka yang mengalami jatuh kemungkinan akan mengalami dislokasi sendi. Hal ini terutama ketika menggunakan tangan untuk menopang tubuh saat terjatuh. Jatuh dengan pinggul atau bahu yang jadi tumpuan juga meningkatkan risiko dislokasi.
  • Keturunan

Faktor keturunan juga bisa meningkatkan risiko terkena dislokasi sendi. Hal ini terjadi pada mereka yang dilahirkan dengan ligament lebih longgar.
  • Olahraga

Ikut serta dalam olahraga tertentu bisa juga meningkatkan risiko terkena dislokasi sendi. Olahraga tersebut antara lain: senam, gulat, bola basket, dan sepak bola.
  • Kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas adalah faktor risiko paling utama terjadinya dislokasi sendi pada pinggul. Hal ini utamanya terjadi ketika seseorang berkendara tanpa sabuk pengaman. 
Selain memeriksa luka, dokter akan melakukan beberapa tes, seperti:
  • Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi sendi yang mengalami kelainan
  • X-ray sendi untuk mengonfirmasi dislokasi dan dapat mengidentifikasi tulang yang patah atau kerusakan lain pada sendi
  • MRI untuk menilai kerusakan pada struktur jaringan lunak di sekitar sendi yang dislokasi
 
Cara mengobati dislokasi sendi bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera yang terjadi. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan berupa:
  • Segera meminta bantuan medis.
  • Imobilisasi alias menjaga agar korban tetap diam.
  • Jika kulit rusak oleh patah tulang atau jika Anda mencurigai ada tulang yang patah, ambil langkah untuk mencegah infeksi dengan tidak menghirup luka, mencuci, atau memeriksanya. Sebaiknya Anda segera menutupinya dengan kassa/pembalut steril.
  • Balut pada posisi di mana luka tersebut berada. Pastikan Anda dapat mengimobilisasi area di atas dan di bawah sendi yang terluka untuk memeriksa sirkulasi pembuluh darah.
  • Gunakan kompres es untuk meredakan rasa sakit dan bengkak.
  • Jangan mencoba untuk memindahkan sendi yang mengalami dilokasi kembali ke tempatnya karena ini dapat merusak sendi, otot, igamen, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya.
  • Untuk mencegah terjadinya syok, baringkan korban dengan rata, lalu kaki diangkat sekitar 12 inci (kecuali cedera terjadi di bagian kaki).
  • Segera mencari bantuan medis.
Penanganan medis yang mungkin diberikan dokter meliputi:
  • Manipulasi

Manipulasi atau memosisikan kembali sendi pada tempatnya akan dilakukan oleh dokter. Agar berjalan lancer, dokter akan memberikan bius pada pasien. Selain meniadakan sakit, bius juga berguna untuk membuat otot rileks.
  • Imobilisasi

Selanjutnya, dokter akan membuat pasien tidak bisa menggerakkan sendi dengan bebas. Untuk tujuan tersebut, pasien akan diminta menggunakan gendongan, belat, atau gips. Dengan alat tersebut, sendi akan sulit digerakkan hingga sembuh sepenuhnya.
  • Obat-obatan

Umumnya, rasa sakit akan menurun setelah sendi dikembalikan ke lokasi semula. Namun, dokter kemungkinan akan memberikan resep antinyeri dan pelemas otot jika Anda tetap kesakitan.
  • Operasi

Operasi bedah diperlukan jika dislokasi sendi merusak saraf atau pembuluh darah. Bedan juga jadi pilihan jika sendi tidak bisa dikembalikan ke lokasi semula. Selain itu, mereka yang sering mengalami dislokasi di lokasi yang sama.
  • Rehabilitasi

Rehabilitasi diperlukan setelah sendi diposisikan ke tempat semula dan pasien telah melepaskan alat imobilisasi. Proses ini diperlukan untuk meningkatkan kekuatan sendi secara bertahap. 

Komplikasi dislokasi sendi

Lepasnya tulang dari sendi tentu sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas Anda. Oleh karenanya, kondisi ini harus segera diberikan pertolongan medis agar segera sembuh. Jika tidak, komplikasi dislokasi sendi bisa terjadi.Beberapa komplikasi dari kondisi ini antara lain:
  • Otot, ligamen, atau pembuluh darah di sekitar sendi yang cedera mengalami robekan
  • Terjadinya kerusakan saraf atau pembuluh darah di dalam atau di sekitar sendi
  • Risiko cedera berulang jika mengalami dislokasi parah atau dislokasi berulang
  • Berisiko terkena arthritis pada sendi yang cedera, seiring bertambahnya usia
 
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dislokasi sendi, antara lain:
  • Melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari risiko terjatuh, seperti memeriksa mata secara teratur.
  • Kenakan alat pelindung ketika berolahraga.
  • Seseorang yang telah mengalami dislokasi sendi rentan terhadap dislokasi sendi berikutnya. Maka dari itu, lakukan latihan kekuatan dan stabilitas seperti yang direkomendikan dokter dan ahli terapi.
 
Segera konsultasi jika mengalami gejala dislokasi sendi, patah tulang, atau pendarahan hebat. Jika memungkinkan, kompres dengan es dan jaga postur tubuh tetap (jangan bergerak). 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dislokasi sendi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dislokasi sendi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/dislocation
Diakses pada 13 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocation/symptoms-causes/syc-20354113
Diakses pada 28 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-dislocation-symptoms
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email