Dislokasi Bahu

Ditulis oleh Tim SehatQ
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Dislokasi Bahu

Dislokasi bahu terjadi ketika sendi bahu bergeser atau mencuat keluar dari soket bahu. Dislokasi rentan terjadi pada sendi bahu karena sendi yang berbentuk bola pada lengan atas melekat di kantong yang sangat dangkal.

Posisi tersebut memang membuat lengan mampu bergerak ke banyak arah, tetapi juga berarti sendi bahu menjadi tidak terlalu stabil. Pada beberapa kasus, jaringan di sekitarnya yang menyokong sendi bahu dapat tertarik atau terobek. Dislokasi bahu membutuhkan 12-16 minggu untuk sembuh setelah bahu diletakkan kembali ke tempatnya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa tanda dan gejala dari dislokasi bahu, di antaranya:

  • Adanya benjolan atau tonjolan di bahu, atau di luar tempat seharusnya
  • Pembengkakan atau memar
  • Sakit yang intens
  • Ketidakmampuan menggerakkan sendi

Dislokasi sendi dapat menyebabkan kesemutan, kelemahan, atau mati rasa di dekat daerah cedera, seperti leher atau lengan. Otot di bahu dapat kejang sehingga seringkali meningkatkan intensitas rasa sakit.

Penyebab

Sendi bahu adalah sendi yang seringkali mengalami dislokasi. Karena sendi bahu bergerak ke beberapa arah, bahu dapat mengalami dislokasi ke depan, ke belakang, atau ke bawah.

Dislokasi tersebut bisa terjadi baik secara keseluruhan atau sebagian, meskipun kebanyakan dislokasi terjadi pada bagian depan bahu. Selain itu, jaringan serat yang bergabung dengan tulang bahu bisa tertarik atau robek, dan seringkali memperburuk dislokasi.

Butuh tenaga yang kuat seperti pukulan tiba-tiba ke bahu, untuk membuat tulang keluar dari tempatnya. Rotasi ekstrem dari sendi bahu bisa menyebabkan sendi bola pada lengan atas keluar dari kantong bahu.

Dislokasi sebagian, di mana tulang lengan atas sebagian keluar dari tempatnya dan sebagian tetap berada di dalam soket, juga dapat terjadi.

Beberapa penyebab dislokasi bahu yang umumnya terjadi, antara lain:

  • Cedera olahraga. Dislokasi bahu merupakan salah satu cedera yang sering terjadi dalam olahraga yang menggunakan banyak kontak tubuh, seperti sepak bola dan hoki, serta olahraga dengan risiko jatuh, seperti ski, senam, dan bola voli.

  • Trauma yang tidak berhubungan dengan olah raga. Benturan kencang pada bahu saat kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab umum dari dislokasi.

  • Penderita bisa saja mengalami dislokasi bahu ketika jatuh, seperti jatuh dari tangga atau tersandung karpet.

Pria remaja atau yang berusia 20-an merupakan kelompok aktif secara fisik sehingga mempunyai risiko yang tinggi untuk mengalami dislokasi sendi bahu.

Diagnosis

Pada saat pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang:

  • Bagaimana cedera bahu tersebut terjadi?
  • Sudah berapa lama bahu terasa sakit?
  • Gejala lain yang dialami?
  • Apakah kondisi ini pernah terjadi sebelumnya?

Dengan mengetahui secara tepat bagaimana bahu mengalami dislokasi, apakah karena jatuh, cedera olahraga, atau mengalami kecelakaan, akan membantu dokter untuk mendiagnosis cedera dan menentukan bagaimana cara mengobati gejala dari dislokasi bahu.

Dokter akan mengamati seberapa baik penderita dapat menggerakkan bahu dan memeriksa jika ada perbedaan pada rasa sakit atau kesemutan saat digerakkan. Dokter juga akan memeriksa nadi untuk memastikan tidak ada cedera pada pembuluh darah arteri. Selain itu, dokter memeriksa adanya cedera saraf atau tidak.

Pada banyak kasus, dokter akan menggunakan foto rontgen untuk melihat dengan jelas cedera yang terjadi. Foto rontgen akan menunjukkan cedera tambahan pada sendi bahu, atau jika ada tulang patah akibat dislokasi.

Pengobatan

Jangan biarkan siapa pun mencoba untuk menggerakkan atau mengobati dislokasi bahu, kecuali mereka sudah terlatih dan memiliki pengalaman dalam melakukannya. Jika tidak, hal ini malah akan memperburuk keadaan.

Tindakan penanganan dari dislokasi bahu meliputi:

  • Reduksi tertutup

Dokter akan memberikan obat tidur dosis rendah atau obat penahan sakit sebelum menggeser tulang lengan atas secara perlahan kembali ke kantungnya. Rasa sakit yang diderita biasanya akan segera menghilang segera setelah sendi bahu kembali ke tempatnya.

  • Imobilisasi

Penderita harus menjaga bahunya untuk tetap diam dengan menggunakan splint atau sling. selama beberapa minggu setelah ditangani ke posisi yang benar. Foto rontgen akan dilakukan setelah reduksi untuk mengonfirmasi bahwa sendi bahu telah berada di tempatnya.

  • Obat-obatan

Selama masa penyembuhan, dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen. Kompres es juga berguna untuk membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan.

  • Rehabilitasi

Setelah splint atau sling telah dilepaskan, maka program rehabilitasi akan dimulai secara bertahap untuk mengembalikan rentang gerak, kekuatan, dan stabilitas dari sendi bahu.

  • Operasi

Pada kasus yang berat, operasi mungkin diperlukan. Pendekatan ini merupakan upaya terakhir dan hanya digunakan pada situasi di mana bahu tidak kembali ke tempatnya setelah dilakukan reduksi tertutup, atau jika terdapat kerusakan berat pada pembuluh darah dan otot di sekitarnya.

Operasi juga akan dilakukan jika pasien memiliki sendi bahu yang lemah dan cenderung untuk mengalami kembali dislokasi bahu walaupun telah dilakukan latihan penguatan dan rehabilitasi dengan benar. Operasi juga dapat memperbaiki ligamen atau tendon yang robek pada bahu.

Pencegahan

Untuk membantu mencegah terjadinya dislokasi bahu, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

  • Hindari terjatuh
  • Gunakan bantalan pelindung ketika melakukan olahraga
  • Olahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas pada sendi dan otot

Ketika mengalami dislokasi dari sendi bahu, penderita akan memiliki risiko mengalami hal serupa ke depannya. Untuk menghindari pengulangan, ikuti latihan kekuatan dan stabilitas yang didiskusikan bersama dokter.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami dislokasi pada sendi bahu. Ketika sedang menunggu pertolongan medis, sebaiknya:

  • Jangan gerakan sendi. Jangan mencoba untuk memindahkan bahu atau memaksanya kembali ke tempatnya. Hal ini dapat merusak sendi bahu dan otot di sekitarnya, ligamen, saraf, atau pembuluh darah.

  • Kompres es pada sendi yang terluka. Menggunakan es pada bahu dapat membantu mengurangi sakit dan pembengkakan dengan mengontrol pendarahan dan akumulasi cairan di dalam serta sekitar sendi bahu.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, siapkan beberapa hal berikut untuk membantu proses diagnosis:

  • Deskripsi rinci mengenai gejala dan peristiwa yang menyebabkan dislokasi bahu
  • Informasi mengenai masalah medis sebelumnya
  • Semua obat-obatan dan suplemen diet yang dikonsumsi
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Anda. Jawab dengan selengkap-lengkapnya untuk membantu diagnosis dokter.

  • Bagaimana bahu Anda bisa cedera?
  • Seberapa parah sakitnya?
  • Gejala apa saja yang dialami?
  • Dapatkah Anda menggerakan tangan?
  • Apakah tangan Anda terasa kesemutan atau mati rasa ?
  • Pernahkah Anda mengalami dislokasi bahu sebelumnya?
  • Apakah ada yang memperingan dan memperburuk gejala?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/dislocated-shoulder#diagnosis
Diakses pada Oktober 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocated-shoulder/symptoms-causes/syc-20371715
Diakses pada Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dislocated-shoulder/
Diakses pada Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/qa/how-is-a-dislocated-shoulder-treated
Diakses pada Oktober 2018

Back to Top