Disleksia

Ditinjau dr. Fridawati
Disleksia umumnya baru diketahui saat anak mencapai usia sekolah.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak penderita disleksia.

Pengertian Disleksia

Disleksia adalah kesulitan belajar yang menyebabkan masalah dengan membaca, menulis dan mengeja. Disleksia merupakan kesulitan belajar yang berarti menyebabkan masalah dengan beberapa kemampuan untuk belajar seperti membaca dan menulis. Tidak seperti cacat dalam belajar, kepintaran tidak berpengaruh pada pasien disleksia. Disleksia adalah masalah jangka panjang yang dapat menjadi tantangan dimasa depan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi pendukung selalu disiapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dan membantu orang yang kesulitan agar dapat berhasil dalam sekolah dan tempat kerja.  

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda disleksia sulit untuk dikenali sebelum anak mencapai usia sekolah, tetapi beberapa petunjuk awal dapat menentukan masalahnya. Saat anak mencapai usia sekolah, guru adalah yang pertama akan mengetahui masalah yang terjadi. Tingkat kesulitan yang dialami berbeda-beda, tetapi kondisi tersebut akan muncul saat anak mulai belajar untuk membaca.

Sebelum sekolah, anak biasanya mengalami:

  • Telat berbicara
  • Mempelajari kata baru dengan sangat perlahan
  • Masalah dalam membentuk kata secara tepat, seperti membalikkan bunyi pada kata atau kata yang terdengar sama membingungkan untuk anak dengan disleksia
  • Kesulitan dalam mengingat atau memberi nama, angka dan warna
  • Kesulitan dalam belajar rima atau bermain dengan rima

Saat anak dalam masa sekolah, tanda dan gejala disleksia yang akan muncul termasuk:

  • Membaca di bawah level yang seharusnya untuk anak seusia itu
  • Masalah dalam memproses dan mengerti apa yang didengar
  • Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat atau membentuk jawaban atas sebuah pertanyaan
  • Masalah dalam mengingat hal-hal kecil
  • Kesulitan melihat kesamaan dan perbedaan dalam tulisan dan kata
  • Ketidakmampuan untuk mengatakan kata yang tidak dikenal
  • Kesulitan dalam mengeja
  • Menghabiskan waktu yang lama dari yang seharusnya untuk mengerjakan sebuah pekerjaan yang melibatkan membaca
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca

Tanda disleksia pada remaja dan orang dewasa sama pada anak-anak. Beberapa tanda dan gejala umum disleksia pada remaja dan orang dewasa:

  • Kesulitan membaca, termasuk membaca bersuara
  • Lambat dan intensif dalam membaca dan menulis
  • Masalah pengejaan
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca
  • Salah mengeja nama atau kata, atau masalah yang berkaitan dengan kata
  • Sulit mengerti candaan atau ekspresi yang memiliki arti yang tidak mudah dimengerti dari kata yang spesifik
  • Menghabiskan waktu yang lama dalam hal yang melibatkan membaca atau menulis
  • Kesulitan mengingat kembali cerita
  • Kesulitan mempelajari bahasa asing
  • Kesulitan mengingat
  • Kesulitan dalam matematika

Penyebab

Orang yang menderita disleksia akan mengalami kesulitan untuk mengenal bunyi yang berbeda yang membuat kata dan berhubungan dengan kalimat. Disleksia tidak berkaitan dengan kepintaran seorang anak. Anak dan orang dewasa dengan tingkat kepintaran berbeda dapat terkena disleksia. Penyebab sebenarnya dari disleksia masih belum diketahui, tetapi sering kali muncul karena riwayat yang ada di dalam keluarga. Beberapa gen diturunkan dari orang tua dapat berefek terhadap beberapa bagian dari otak yang berkembang.

Faktor Risiko:

  • Riwayat dalam keluarga yang memiliki disleksia atau kesulitan belajar lainnya.
  • Kelahiran prematur atau kekurangan berat badan.
  • Penggunaan nikotin, obat-obatan, alkohol atau terkena infeksi yang mengubah perkembangan otak pada masa kehamilan.
  • Perbedaan individu pada bagian otak yang memungkinkan untuk membaca.

Diagnosis

Disleksia adalah kelainan yang sulit didiagnosis. Ada banyak faktor yang diperhatikan psikolog atau tenaga kesehatan lainnya untuk mendiagnosis kelainan ini. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan tingkat kemampuan membaca anak dengan melakukan tes kecerdasan. Semua aspek dari proses membaca diperiksa untuk menentukan di mana kerusakan terjadi. Pengujian lebih lanjut dilakukan untuk menilai bagaimana seorang anak menerima dan memproses informasi dan apa yang dilakukan anak tersebut dengan informasi tersebut. Beberapa tes yang dilakukan untuk menentukan kemampuan belajar anak, di antaranya:

  • Tes pendengaran (mendengarkan informasi)
  • Tes visual (melihat informasi)
  • Tes kinestetik (melakukan perintah)

Psikolog juga mungkin menilai apakah seorang anak berkinerja ketika diizinkan untuk memberikan informasi dengan mengatakan sesuatu (lisan), atau dengan melakukan sesuatu dengan tangan mereka (kinestetik-sentuhan). Tes juga mengevaluasi bagaimana semua sistem sensorik (panca indra) bekerja satu sama lain. Beberapa standar tes yang dilakukan di antaranya:

  1. Skala Kecerdasan Wechsler untuk Anak-Edisi Ketiga (WISC-III)
  2. Kaufman Assessment Battery for Children (KABC)
  3. Skala Kecerdasan Stanford-Binet
  4. Woodcock-Johnson Psycho-Education Battery
  5. Tes Prestasi Individual Peabody (PIAT)
  6. Tes Prestasi Individual Wechsler (WIAT)
  7. Tes Prestasi Pendidikan Kaufman (KTEA)
  8. Tes Persepsi Motor Visual Bender Gestalt
  9. Tes Persepsi Pendengaran (TAPS)
  10. Tes Persepsi Visual (TVPS)
  11. Tes Kosakata Gambar Peabody
  12. Tes untuk Pemahaman Pendengaran Bahasa

Pengobatan

Tidak ada cara untuk memperbaiki masalah otak yang menyebabkan disleksia. Disleksia adalah masalah jangka panjang. Namun demikian, deteksi dini dan evaluasi untuk menentukan kebutuhan spesifik dan perawatan yang sesuai dapat meningkatkan tingkat kesuksesan pengobatan.

  • Teknik pendidikan
    Disleksia diobati dengan menggunakan pendekatan edukasi spesifik dan teknik, dan lebih cepat intervensi dimulai akan lebih baik. Tes psikologi akan membantu guru untuk mengembangkan teknik pengajaran yang nyaman dan sesuai. Guru dapat menggunakan teknik yang berkaitan dengan mendengarkan, melihat dan menyentuh untuk meningkatkan kemampuan membaca. Membantu anak dengan menggunakan beberapa indra peraba, contohnya mendengarkan pelajaran dengan direkam dan melacak menggunakan jari, bentuk huruf yang digunakan dan kata yang dibicarakan, dapat membantu dalam memproses informasi. Perawatan fokus untuk anak:
    • Belajar untuk mengenal dan menggunakan suara kecil untuk membuat kata.
    • Mengerti bahwa kata dan rangkaian kata mewakili suara ini dan kata.
    • Memahami apa yang dibaca.
    • Membaca dengan lantang untuk membangun ketepatan dalam membaca, kecepatan dan ekspresi.
    • Mengenal kosa kata dan mengerti arti kata.

Jika tersedia, sesi mengajar dengan ahli membaca dapat membantu banyak anak yang mengidap disleksia. Jika anak memiliki kemampuan membaca yang parah, pengajaran harus dilakukan secara rutin dan prosesnya akan lebih lambat.

  • Perawatan awal
    Anak dengan disleksia yang mendapatkan bantuan tambahan saat berada di taman kanak-kanak atau kelas 1 sering kali meningkatkan kemampuan membaca untuk berhasil dalam sekolah dasar sampai SMA. Anak yang tidak mendapatkan bantuan sampai sekolah dasar akan mengalami kesulitan kemampuan yang dibutuhkan untuk membaca. Anak yang tertinggal pelajaran tidak akan bisa mengejar teman-teman yang lain. Anak dengan disleksia yang parah akan sangat kesulitan untuk membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan yang dapat meningkatkan membaca dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kinerja sekolah dan kualitas hidup.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anak-anak dengan disleksia sering tidak dapat memahami dasar-dasar membaca pada saat sekolah dasar. Konsultasikan dengan dokter jika tingkat membaca anak Anda di bawah yang diharapkan untuk anak seusianya atau jika Anda melihat tanda-tanda disleksia lainnya. Jika disleksia tidak terdiagnosis dan tidak ditangani, kesulitan membaca anak-anak dapat berlanjut hingga dewasa sehingga diagnosis awal dan pengobatan awal akan membantu anak Anda dalam belajar.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ketika Anda mengalami kekhawatiran pada kondisi anak Anda, berkonsultasilah ke dokter anak. Dokter mungkin akan merujuk anak Anda ke dokter mata, THT, dokter neurologi, dan neuropsikolog untuk memastikan bahwa kesulitan belajar yang dialami anak tidak disebabkan penyakit lain.  Sebelum berkonsultasi, beberapa hal yang dapat Anda siapkan yaitu:

  1. Buatlah janji sebelum datang berkonsultasi dengan dokter. Hal tersebut dapat menghemat waktu tunggu sebelum konsultasi.
  2. Mintalah suami atau pasangan untuk mendampingi ketika memeriksakan anak Anda untuk memberikan dukungan dan untuk membantu Anda mengingat informasi.
  3. Tulislah gejala apa pun yang dialami anak Anda dan usia ketika gejala pertama kali terlihat
  4. Jelaskan mengenai informasi pribadi Anda, termasuk tekanan besar atau perubahan kehidupan baru-baru ini
  5. Tulislah obat, vitamin, herbal, atau suplemen lain apa pun yang dikonsumsi anak Anda termasuk dosisnya
  6. Buatlah daftar pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter mengenai kondisi anak Anda. Beberapa pertanyaan misalnya:
    • Apa yang menjadi penyebab kesulitan anak saya dalam membaca dan memahami?
    • Tes apa yang dibutuhkan anak saya?
    • Haruskah anak saya menemui dokter spesialis atau ahli tertentu?
    • Bagaimana cara pengobatan disleksia?
    • Apakah ada tempat pendidikan khusus untuk disleksia?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat konsultasi, dokter kemungkinan akan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Anda mengenai anak Anda sebelum anak Anda menjalani tes diagnosis disleksia. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan dokter misalnya.

  • Kapan pertama kali Anda memperhatikan anak Anda kesulitan membaca?
  • Bagaimana kondisi akademis anak Anda di sekolah?
  • Pada usia berapa anak Anda mulai berbicara?
  • Pernahkah Anda memperhatikan masalah perilaku atau kesulitan sosial yang Anda curigai mungkin terkait dengan kesulitan membaca anak Anda?
  • Apakah anak Anda memiliki masalah penglihatan?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dyslexia/symptoms-causes/syc-20353552
Diakses pada 5 Oktober 2018

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/dyslexia/article.htm#what_tests_diagnose_dyslexia
Diakses pada 5 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia
Diakses pada 5 Oktober 2018

Back to Top