Disfungsi seksual pada wanita dapat terjadi setelah memiliki bayi atau saat menopause
Kanker, diabetes, dan penyakit jantung dapat memicu terjadinya disfungsi seksual.

Disfungsi seksual mengacu pada masalah yang terjadi di dalam fase siklus respons seksual yang mengakibatkan individu atau pasangan tidak mengalami kepuasan dari aktivitas seksual. Fase respons seksual secara umum meliputi kegembiraan, plateau, orgasme dan resolusi. Hasrat dan gairah adalah bagian dari fase kegembiraan pada fase seksual. Sementara para ahli mengatakan bahwa disfungsi seksual adalah hal yang umum pada wanita dan 31% pada laki-laki. Hal ini adalah topik yang tabu untuk didiskusikan. Karena pilihan pengobatan sudah tersedia, sangat penting untuk memberitahukan mengenai penyakit ini kepada pasangan dan dokter.

Pada laki-laki:

  • Ketidakmampuan untuk mencapai dan menjaga ereksi dalam hubungan seksual
  • Ejakulasi yang terhambat karena kurangnya stimulasi seksual
  • Ketidakmampuan untuk mengontrol waktu dari ejakulasi

Pada perempuan:

  • Ketidakmampuan mencapai orgasme
  • Pelumasan vagina yang tidak sesuai sebelum dan saat melakukan hubungan seksual
  • Ketidakmampuan untuk merelaksasi otot vagina untuk melakukan hubungan seksual

Pada laki-laki dan perempuan:

  • Berkurangnya hasrat atau keinginan melakukan hubungan seksual
  • Ketidakmampuan untuk terangsang
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual

Masalah seksual seringkali berkembang ketika hormon mengalami perubahan, seperti setelah memiliki bayi atau saat menopause. Penyakit utama seperti kanker, diabetes atau penyakit jantung dan pembuluh darah juga dapat berkontribusi terhadap disfungsi seksual. Berikut adalah faktor yang berkontribusi terhadap disfungsi seksual:

  • Sejumlah kondisi medis termasuk kanker, gagal ginjal, sklerosis, penyakit jantung dan kandung kemih juga dapat menyebabkan disfungsi seksual. Obat seperti antidepresan, obat penekan darah, antihistamin (obat alergi) dan obat kemoterapi dapat menurunkan hasrat seksual dan keinginan tubuh untuk mengalami orgasme.
  • Level estrogen yang lebih rendah setelah menopause dapat menyebabkan perubahan pada organ kelamin dan respons seksual. Penurunan estrogen menyebabkan penurunan aliran darah ke daerah pinggul yang dapat menyebabkan penurunan sensasi pada kelamin. Dinding vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis terutama jika jarang berhubungan seksual. Hal ini penyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Psikologi dan sosial. Kecemasan dan depresi yang tidak diobati dapat menyebabkan dan berkontribusi terhadap disfungsi seksual, sementara stres yang berkepanjangan dan kekerasan seksual, kekhawatiran dalam kehamilan dan tuntutan menjadi ibu dapat memiliki efek serupa.
  • Diskusikan sejarah medis dan riwayat Penderita mungkin malu membicarakan masalah personal kepada dokter, tetapi seksualitas adalah bagian dari kesejahteraan. Semakin terbuka pasien kepada dokter mengenai masalah medis dan sejarah seksual, semakin besar kemungkinan untuk menemukan cara yang efektif untuk mengobatinya.
  • Melakukan pemeriksaan pinggul. Saat pemeriksaan, dokter akan mengecek perubahan fisik yang berefek pada kenikmatan seksual, seperti penipisan dinding kelamin, kekurangan elastisitas kulit, luka atau sakit.
  • Tes darah. Dokter akan merekomendasikan tes darah untuk mengecek masalah kesehatan tertentu yang berkonstribusi terjadap disfungsi seksual.
  • Pengobatan terhadap masalah fisik
    Pengobatan tergantung pada penyebab yang dialami. Terkadang, mengobati kondisi medis khusus dapat menyelesaikan situasi ini. Dalam beberapa kasus, mengganti obat dapat bekerja mengatasi masalah ini. Pengobatan ejakulasi dini telah meningkat dalam beberapa tahun ini. Banyak laki-laki yang mendapatkan hasil yang positif dalam menggunakan obat resep. Pengobatan lain termasuk alat bantu mekanik, implan atau operasi. Gel pelumas atau krim atau terapi hormon dapat menyelesaikan masalah kekeringan pada vagina.
  • Pengobatan terhadap masalah psikologis
    Konseling psikologis dapat membantu. Terapis dapat mengajarkan penderita bagaimana cara untuk mengatasi stress dan kecemasan. Ikuti konseling ini bersama pasangan dapat membantu meningkatkan komunikasi dan keintiman. Terkadang dukungan dan edukasi mengenai perilaku seksual adalah hal yang dibutuhkan.

Masalah seksual tidak dapat dicegah, namun mengobati penyebab dari disfungsi dapat membantu mengerti dan menghadapi masalah ini ketika terjadi. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga fungsi seksual:

  • Ikuti pengobatan yang direncanakan dan dianjurkan oleh dokter
  • Batasi penggunaan alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menghadapi masalah emosional dan psikologikal seperti stres, depresi dan kecemasan. Lakukan pengobatan yang dibutuhkan
  • Meningkatkan komunikasi bersama pasangan

Ketika masalah seksual terus terjadi, pasangan akan mengalami kecemasan. Keadaan akan memburuk jika tidak didiskusikan. Jika keadaan tidak membaik, atau mencurigai alasan fisik, temui dokter. Persiapkan riwayat medis termasuk obat resep dan obat yang dijual bebas yang dikonsumsi. Beritahukan kepada dokter masalah spesifik yang dialami.  Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika dokter tidak dapat menemukan penyebab fisik, pertimbangkan menemui ahli terapis.

Selalu melakukan komunikasi terbuka dengan pasangan. Jujur mengenai ketidakpuasan atau masalah yang dialami. Pertimbangkan alternatif lain untuk menjaga keintiman dan melakukan aktivitas seksual yang membawa keuntungan pada kedua belah pihak

Berikut pertanyaan yang akan diajukan oleh dokter

  • Apa masalah yang Anda alami?
  • Berapa banyak masalah ini mengganggu Anda?
  • Seberapa puas anda dengan hubungan Anda?
  • Apakah anda merasa terangsang saat melakukan interaksi seksual bersama pasangan Anda?
  • Apakah Anda mengalami orgasme?
  • Apakah Anda merasa sakit saat berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mengkonsumsi pil kb? Dalam bentuk apa?

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9121-sexual-dysfunction
Diakses pada 15 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-sexual-dysfunction#treating-psychological-causes
Diakses pada 15 Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-sexual-dysfunction/diagnosis-treatment/drc-20372556
Diakses pada 15 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/mental-health-male-sexual-problems#3-11
Diakses pada 15 Februari 2019

Artikel Terkait