Penyakit Lainnya

Disfungsi Seksual

Diterbitkan: 03 May 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Disfungsi Seksual
Kanker, diabetes, dan penyakit jantung dapat memicu terjadinya disfungsi seksual.
Disfungsi seksual mengacu pada masalah yang terjadi dalam fase siklus respons seksual, yang mengakibatkan individu atau pasangan tidak mengalami kepuasan dari aktivitas seksual.Fase respons seksual secara umum meliputi kegembiraan, plateau, orgasme, dan resolusi. Hasrat dan gairah merupakan bagian dari fase kegembiraan. Para ahli mengatakan bahwa disfungsi seksual umum terjadi pada wanita dan 31 persen laki-laki. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering mendera orang berusia di atas 40 tahun.Banyak pilihan pengobatan yang sudah tersedia. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk berdiskusi dengan pasangan serta dokter apabila Anda mengalami kondisi ini.
Disfungsi Seksual
Dokter spesialis Urologi
Secara umum, gejala disfungsi seksual meliputi:
  • Berkurangnya hasrat atau keinginan melakukan hubungan seksual
  • Tidak bisa terangsang
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual
Sementara itu, pengidap perempuan dan laki-laki bisa mengalami keluhan yang berbeda. Berikut penjelasannya

Gejala disfungsi seksual pada pria

  • Tidak bisa ereksi dan mempertahankan ereksi
  • Ejakulasi yang terhambat karena kurangnya stimulasi seksual
  • Tidak mampu untuk mengendalikan ejakulasi, misalnya mengalami ejakulasi dini

Gejala disfungsi seksual pada wanita

  • Tidak bisa mencapai orgasme
  • Kondisi pelumasan vagina yang kurang pada saat sebelum dan melakukan hubungan intim
  • Tidak mampu membuat otot vagina relaks ketika berhubungan seks, sehingga memicu rasa sakit
Penyebab disfungsi seksual bisa bermacam-macam. Mulai dari hormon, gangguan medis, hingga masalah psikologis.

Penyakit tertentu

Sejumlah kondisi medis bisa saja memengaruhi risiko Anda untuk mengalami disfungsi seksual. Beberapa contohnya meliputi:

Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menurunkan hasrat seksual dan keinginan tubuh untuk mengalami orgasme. Misalnya, obat antidepresan, obat penekan darah, antihistamin (obat alergi) dan obat kemoterapi

Kadar hormon

Level estrogen yang lebih rendah setelah menopause dapat menyebabkan perubahan pada kelamin dan respons seksual seorang wanita. Sementara penurunan kadar hormon estrogen memicu penurunan aliran darah ke daerah pinggul, yang kemudian berujung pada berkurangnya sensasi pada kelamin. Selain itu, dinding vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis, terutama jika seorang wanita jarang berhubungan seksual. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan intim.

Faktor psikologis

Terdapat sederet faktor psikologis yang berkaitan dengan disfungsi seksual. Beberapa di antaranya adalah:
  • Gangguan kecemasan dan depresi yang tidak diobati
  • Stres berkepanjangan
  • Pernah mengalami kekerasan seksual, misalnya pada masa kecil
  • Rasa takut akan hamil
  • Tuntutan menjadi ibu, misalnya pada pasangan yang lama tidak dikaruniai momongan
  • Masalah dengan pasangan
Untuk memastikan diagnosis disfungsi seksual, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab untuk mendiskusikan riwayat medis dan riwayat seksual pasien. Semakin terbuka pasien pada dokter, semakin besar kemungkinan untuk menemukan penanganan yang efektif.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk membantu dalam menentukan diagnosis.Sebagai contoh, pada pasien wanita, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul guna melihat ada tidaknya perubahan fisik yang berefek pada kenikmatan seksual, seperti penipisan dinding kelamin, kekurangan elastisitas kulit, luka atau sakit.
  • Pemeriksaan penunjang

Dokter akan merekomendasikan tes darah untuk mengecek masalah kesehatan tertentu yang kemungkinan bisa meningkatkan risiko disfungsi seksual.
Pengobatan disfungsi seksual tergantung pada penyebab yang mendasarinya, baik masalah fisik maupun fisiologis. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:
  • Pengobatan medis

Pengobatan yang diberikan terkait dengan masalah fisik yang dimiliki pasien. Misalnya, memberikan obat diabetes untuk penderita kencing manis, mengganti obat hipertensi apabila ini penmicunya, dan lain-lain. 
  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat, seperti viagra, dapat membantu dalam memperbaiki masalah disfungsi seksual pada laki-laki. 
  • Terapi hormon

Terapi hormon dapat digunakan untuk mengatasi masalah disfungsi seksual pada pria maupun wanita. Contohnya, terapi estrogen untuk perempuan dan terapi hormon testosteron untuk laki-laki. 
  • Alat bantu mekanik

Alat bantu mekanik, seperti implan, dapat digunakan pasien pria. Sementara gel atau krim pelumas bisa menyelesaikan masalah kekeringan pada vagina bagi pasien wanita.
  • Penanganan untuk masalah psikologis

Psikoterapi dapat membantu pasien seandainya disfungsi seksual disebabkan oleh gangguan mental. Psikolog bisa melakukan edukasi terkait cara untuk mengatasi stres dan kecemasan. Menjalani konseling bersama pasangan juga mampu membantu dalam meningkatkan komunikasi dan keintiman. Dengan ini, Anda dan pasangan bisa saling mengerti serta semakin dekat.

Komplikasi disfungsi seksual

Apabila tidak ditangani, disfungsi seksual dapat menimbulkan beberapa komplikasi di bawah ini:
  • Kehidupan seksual yang tidak memuaskan
  • Stres atau gangguan kecemasan
  • Rasa malu
  • Rendah diri
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan
  • Sulit mendapat keturunan
Masalah seksual umumnya tidak dapat dicegah, namun menjalani pengobatan untuk hal-hal yang mendasari disfungsi seksual mungkin dapat membantu. Apa sajakah caranya?
  • Ikuti langkah pengobatan yang sudah dianjurkan oleh dokter
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Kendalikan stres, depresi, dan gangguan kecemasan
  • Tingkatkan komunikasi bersama pasangan
Ketika masalah seksual terus terjadi, pasangan bisa mengalami gangguan kecemasan. Keadaan akan memburuk jika tidak didiskusikan secara saksama.Bila kondisi Anda tidak membaik atau Anda mencurigai adanya alasan fisik, konsultasikan dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah pasangan untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Berikut pertanyaan yang akan diajukan oleh dokter
  • Apa masalah yang Anda alami?
  • Berapa banyak masalah ini mengganggu Anda?
  • Seberapa puas anda dengan hubungan Anda?
  • Apakah anda merasa terangsang saat melakukan interaksi seksual bersama pasangan Anda?
  • Apakah Anda mengalami orgasme?
  • Apakah Anda merasa sakit saat berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mengkonsumsi pil kb? Dalam bentuk apa?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang guna mencari penyebab disfungsi seksual yang Anda alami. Ketika pemicunya sudah diketahui, pengobatan yang tepat pun bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9121-sexual-dysfunction
Diakses pada 22 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-sexual-dysfunction#treating-psychological-causes
Diakses pada 22 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-sexual-dysfunction/diagnosis-treatment/drc-20372556
Diakses pada 22 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 20 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/mental-health-male-sexual-problems#3-11
Diakses pada 22 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/mental-health-male-sexual-problems#1
Diakses pada 21 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Impotensi di Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Impotensi di usia muda ternyata dapat disebabkan oleh faktor fisik, psikologis, hingga gaya hidup. Gangguan ini merupakan kondisi ketika seorang pria tidak dapat ereksi dengan normal.
14 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Impotensi di usia muda dapat terjadi karena faktor gaya hidup

Kontroversi Robot Seks yang Sebabkan Dampak Negatif pada Manusia

Meski konsepnya belum familiar, robot seks atau sexbot terus berkembang begitu nyata. Seperti halnya boneka seks, hanya saja sex robot atau sexbot ini penampakannya benar-benar realistis. Namuh kehadirannya dapat memberikan efek negatif terhadap mental manusia
07 Jun 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sex robot diduga dapat menyebabkan penyimpangan seksual

Bahaya Menjilat Vagina yang Perlu Diketahui Pria

Menjilat vagina adalah bagian dari seks oral yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami-istri. Jangan salah, kegiatan ini dapat menyebabkan infeksi menular seksual.
16 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Bahaya menjilat vagina