Infeksi

Disentri

21 Jul 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Disentri
Disentri ditandai dengan diare bercampur lendir atau darah
Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare bercampur darah atau lendir. Hal ini biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Disentri pada umumnya terjadi karena kebersihan yang tidak terjaga, misalnya saat seseorang tidak mencuci tangan setelah ke toilet.Setiap hal yang disentuh menjadi berisiko terkena kuman. Infeksi ini juga menyebar melalui kontak dengan makan atau air yang sudah terkontaminasi oleh feses.Penyakit disentri digolongkan menjadi dua jenis, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amuba yang disebabkan oleh amuba yang bernama Entamoeba histolytica. 
Disentri
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKram atau nyeri perut, mual, muntah
Faktor risikoAnak-anak, kontak erat dengan penderita, sanitasi buruk
Metode diagnosisRiwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, pemberian cairan
ObatLoperamide
KomplikasiArtritis pascainfeksi, sepsis, sindrom uremik hemolitik
Kapan harus ke dokter?Mengalami diare yang para atau tidak membaik dalam beberapa hari
Gejala-gejala disentri dapat berupa:
  • Kram atau nyeri perut
  • Mual
  • Muntah
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • Dehidrasi
Penyebab disentri adalah bakteri dan amuba. Kondisi ini merupakan penyakit menular. Penularan penyakit ini makin mudah jika seseorang tinggal di wilayah dengan sanitasi yang buruk.Beberapa kondisi yang bisa mempermudah penularan penyakit ini, antara lain:
  • Makanan dan air yang terkontaminasi
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih
  • Berenang di air yang terkontaminasi
  • Kontak fisik dengan penderita disentri
 

Jenis-jenis disentri

Berdasarkan penyebabnya, jenis disentri digolongkan menjadi dua. Adapun kedua jenis penyakit ini adalah:
  • Disentri bakteri

Sesuai namanya, disentri bakteri disebabkan oleh infeksi bakteri jenis Shigella, Campylobacter, Salmonella, atau E. coli. Bakteri ini merupakan penyebab yang paling umum. Jika disebabkan Shigella, disentri tersebut dinamakan Shigellosis.Faktor risikonya meliputi anak-anak dan kontak erat di tempat yang banyak orang berinteraksi (seperti penitipan anak).
  • Disentri amuba

Disentri amuba jarang ditemui di negara maju dan lebih jamak terjadi di wilayah tropis dengan sanitasi yang buruk. Kondisi ini disebabkan oleh parasite bersel tunggal yang menginfeksi usus.Penyakit disentri jenis ini biasa dinamakan dengan amebiasis.  Disentri amuba disebabkan oleh amuba yang bernama Entamoeba histolytica.Faktor risiko disenstri amuba meliputi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi serta wilayah tropis dengan sanitasi buruk. 
Dokter mendiagnosis disentri melalui gejala yang ada. Informasi mengenai riwayat bepergian dapat membantu dokter untuk menemukan penyebab dari gejalanya.Dokter juga mungkin akan melakukan tes darah dan tes feses. Jika gejalanya parah, pemeriksaan pencitraan seperi USG dan endoskopi juga dapat dilakukan untuk melihat kondisi usus. 
Hasil tes laboratorium akan menunjukkan apakah penyebabnya Shigella atau Entamoeba histolytica. Pengobatan akan dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
  • Shigellosis
Untuk disentri basiler, biasanya akan sembuh sendiri tanpa dilakukan pengobatan disentri. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan antibiotik.
  • Amebiasis
Untuk disentri amuba, dokter akan memberika metronidazole untuk menyingkirkan bakteri dan parasit.Jika hasil tes laboratorium tidak dapat menjelaskan penyebabnya, tergantung dari keparahan gejala yang dirasakan, dokter akan memberikan antibiotik dan antiparasit untuk menghilangkan kedua penyebab disentri tersebut.Menjaga cairan tubuh merupakan hal penting agar tidak terjadi dehidrasi. Jika Anda tidak dapat minum atau mengalami diare dan muntah hebat, penggantian cairan tubuh akan dilakukan melalui cairan infus. Hindari obat antidiare, seperti loperamide karena dapat memperburuk kondisi. 

Komplikasi disentri

Komplikasi disentri mungkin saja terjadi. Dalam beberapa kasus, komplikasi yang muncul antara lain:
  • Artritis pasca infeksi

Komplikasi ini mempengaruhi sekitar 2 persen orang yang mendapatkan jenis S. flexneri yang merupakan strain tertentu dari bakteri Shigella. Penderita dapat mengembangkan nyeri sendi, iritasi mata, dan buang air kecil yang menyakitkan. Kondisi ini bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
  • Sepsis

Sepsis termasuk komplikasi yang jarang terjadi. Kondisi ini kemungkinan besar mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita HIV atau kanker.
  • Kejang

Kadang-kadang, anak kecil yang menderita disentri dapat mengalami kejang umum. Komplikasi ini belum bisa dijelaskan dengan pasti kenapa bisa terjadi. Beruntung, komplikasi ini bisa sembuh tanpa pengobatan.
  • Sindrom uremik hemolitik

Salah satu jenis bakteri Shigella, yang bernama S. dysenteriae, terkadang dapat menyebabkan sindrom ini. Hal ini terjadi karena bakteri ini bisa memproduksi toksin yang menghancurkan sel darah merah.
  • Abses hati

Komplikasi lain yang jarang terjadi adalah abses hati atau parasit yang menyebar ke paru-paru dan otak. Biasanya, komplikasi ini muncul pada disentri yang disebabkan amuba. 
Menjaga kebersihan, serta mengonsumsi makanan dan minuman matang merupakan bagian yang sangat penting dalam mencegah penyakit ini. 
Konsultasi dengan dokter jika gejala yang Anda alami parah atau tidak membaik setelah beberapa hari. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait disentri?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis disentri agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/dysentery
Diakses pada 21 Juli 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dysentery/
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email