Jantung

Diseksi Aorta

14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Diseksi Aorta
Rusaknya jaringan aorta dapat disebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Diseksi aorta merupakan kondisi yang terjadi saat lapisan dalam aorta, pembuluh darah besar dari jantung pecah atau robek. Pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena.  Salah satu jenis arteri yang berukuran paling besar, yaitu aorta, memiliki 3 lapisan, yaitu intima, media dan adventitia.  Diseksi aorta terjadi ketika lapisan intima aorta tersebut robek. Robekan tersebut dapat menyebabkan terbentuknya jalur baru bagi aliran darah yang seharusnya tidak ada (false lumen).Diseksi aorta terbagi menjadi dua berdasarkan bagian aorta yang terlibat, yaitu:
  • Tipe A
Terdapat bagian ascending aorta yang terlibat. Ascending aorta merupakan bagian aorta yang mengarah ke atas, bertanggung jawab menyuplai darah ke jantung, otak, dan kedua tangan.
  • Tipe B
Pada tipe ini, diseksi aorta terjadi pada descending aorta.  Descending aorta merupakan bagian aorta yang mengarah ke bawah, serta bertanggung jawab menyuplai darah ke perut, dinding dada, dan kedua kaki.Meski diseksi aorta jarang terjadi, tapi penyakit ini bersifat fatal. Sebab, apabila tidak ditangani segera, dalam kurun waktu 24-48 jam robekan tersebut bisa terus melebar ke arteri di sekitarnya bahkan bisa menyebabkan aorta pecah.Fungsi utama aorta adalah menyokong aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika aorta pecah, darah akan mengalir ke luar pembuluh darah, dan menyebabkan turunnya asupan darah ke seluruh tubuh yang bisa mengarah pada kematian.Baca juga : Mengenal Perbedaan Arteri dan Vena, Dua Pembuluh Darah di Tubuh
Diseksi Aorta
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada di bagian atas, sesak napas, hilang kesadaran
Faktor risikoHipertensi, aterosklerosis, cacat katup aorta
Metode diagnosisTEE, CT scan jantung, MRA
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatObat penurun tekanan darah dan pereda nyeri
KomplikasiKerusakan organ, stroke, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri dada berat, sesak napas, pingsan
Berikut ini beberapa gejala diseksi aorta yang biasanya mirip dengan serangan jantung:
  • Dada dan punggung bagian atas tiba-tiba terasa nyeri. Nyeri terasa seperti ditarik atau disayat dan menjalar ke leher lalu punggung bawah.
  • Nyeri perut hebat mendadak
  • Hilangnya kesadaran
  • Sesak napas
  • Sulit berbicara, hilangnya penglihatan dan kelemahan atau lumpuh sebelah badan seperti pada pasien stroke
  • Nyeri pada kaki, hingga kesulitan berjalan atau kelumpuhan
Gejala lanjutan yang sering ditunjukkan apabila suplai darah telah menurun, meliputi:
  • Kecemasan dan perasaan tidak akan bertahan hidup
  • Pingsan atau pusing
  • Berkeringat banyak
  • Mual dan muntah
  • Kulit pucat
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Sesak napas dan kesulitan bernapas saat berbaring telentang (ortopnea)
Gejala lain mungkin termasuk:
  • Nyeri di perut
  • Gejala stroke
  • Kesulitan menelan karena ada tekanan pada kerongkongan
Diseksi aorta sering kali terjadi akibat tekanan kuat yang menghantam dinding aorta secara terus-menerus. Hal ini biasanya dapat terjadi akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi, sehingga dinding aorta lebih rentan robek. Diseksi aorta juga dapat disebabkan oleh cedera traumatis langsung di area dada.

Faktor Risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya diseksi aorta:
  • Tekanan darah tinggi tidak terkontrol
  • Plak atau mengerasnya arteri (aterosklerosis)
  • Kerusakan pada katup jantung
  • Aorta yang melemah dan menonjol (tanda awal aneurisma aorta)
  • Benturan hebat di daerah dada
  • Lahir dengan aorta yang sempit (aortic coarctation).
  • Penyakit genetik lainnya seperti turner syndrome dan marfan syndrome
  • Pembengkakan pembuluh darah akibat penyakit utama seperti artritis dan sifilis
Sementara itu, faktor potensial lainnya adalah:
  • Jenis kelamin. Laki-laki dua kali lebih berisiko dari wanita.
  • Diseksi aorta biasanya terjadi di rentang usia 60-80 tahun.
  • Riwayat operasi jantung
  • Kehamilan
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Melakukan aktivitas berat setiap harinya
Baca jawaban dokter: Apa pertolongan pertama untuk serangan jantung?
Untuk mendeteksi diseksi aorta, ada beberapa tes yang dapat Anda jalani. Salah satunya adalah prosedur pencitraan. Ada tiga prosedur pencitraan yang sering digunakan, yaitu:
  • Ekokardiogram transesofageal (TEE)
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan gelombang tinggi yang dimasukkan melalui esofagus dan diposisikan dekat dengan jantung serta aorta. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat gambaran kondisi jantung dan informasi tentang kondisi aorta pasien.
  • CT Scan
    Pemeriksaan ini memanfaatkan penggunaan sinar X untuk mendiagnosis diseksi aorta dan mendapatkan gambaran kondisi jantung pasien.
  • Angiogram resonansi magnetik (MRA)
    MRA dilakukan dengan menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menggambarkan kondisi tubuh dan pembuluh darah.
Penanganan diseksi aorta bergantung pada area rupture atau robeknya aorta serta tipe diseksi aorta yang dialami. Dokter dapat melakukan prosedur operasi dengan atau tanpa pemberian obat, berikut ini penjelasannya:
  • Operasi pembedahanDokter bedah akan membuka bagian aorta yang robek lalu memblokade jalur masuk darah ke dinding aorta dan merekonstruksi aorta dengan tabung sintesis yang disebut graft. dan pada kasus yang rumit dilakukan pemasangan stent aorta.
  • Obat-obatan
    Pada diseksi aorta tipe A dan B, dokter akan memberikan obat-obatan yang sama. Beberapa obat golongan beta blocker dan nitroprusside digunakan sebagai penurun tekanan darah dan denyut jantung untuk mencegah meluasnya robekan aorta. Obat ini dapat diberikan sebelum operasi.
Setelah operasi, Anda bisa saja diharuskan untuk mengonsumsi obat anti-hipertensi seumur hidup. Sebagai tambahan, Anda harus melakukan pencitraan CT atau MRI secara berkala untuk memantau dan mengevaluasi penyakit.Baca juga : Mengenal 11 Golongan Obat Hipertensi, Mana yang Paling Efektif?

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, diseksi aorta akan menimbulkan komplikasi berupa:
  • Kematian akibat perdarahan dalam jumlah besar di dalam tubuh
  • Kerusakan organ, seperti ginjal dan otak
  • Stroke
  • Kerusakan katup aorta (aortic regurgitation)
  • Aorta pecah, sehingga darah mengisi kantung jantung (tamponade jantung)
Beberapa hal yang mungkin dapat mengurangi risiko terhadap diseksi aorta adalah:
  • Menjaga tekanan darah tetap stabil
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Segera berkonsultasi dengan dokter jika ada indikasi yang mencurigakan
Jika Anda memiliki indikasi seperti nyeri dada yang berat, pingsan secara tiba-tiba, sesak napas, atau gejala stroke, segera ke dokter ataupun ke unit gawat darurat.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga dan penyakit genetik.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap diseksi aorta?
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis diseksi aorta agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aortic-dissection/diagnosis-
treatment/drc-20369499
diakses pada 29 Oktober 2018
AHA. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCULATIONAHA.108.799908
Diakses pada 18 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441963/
Diakses pada 18 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aortic-dissection/symptoms-causes/syc-20369496
Diakses pada 18 Februari 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000181.htm
Diakses pada 18 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aortic-dissection/diagnosis-treatment/drc-20369499
Diakses pada 18 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email