Penyakit Lainnya

Disartria

28 Jul 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Disartria
Disartria terjadi karena kerusakan atau perubahan pada otak
Disartria adalah kesulitan berbicara karena kerusakan otak atau perubahan otak dalam perkembanganya. Otot pada bibir, lidah, pita suara dan diafragma bekerja bersama untuk membantu berbicara dengan jelas. Akibat disartria, bagian dari otak yang mengontrol seluruh organ tersebut, tidak bekerja dengan baik, dan menyulitkan penderita untuk menggerakan otot-otot ini secara benar. Kondisi ini lah yang menyebabkan cadel atau lambat dalam berbicara. Kondisi ini menyebabkan perkataan sulit dimengerti orang lain. Beberapa orang dengan disartria memiliki masalah kecil dalam berbicara. Sementara itu, yang lain mengalami masalah ketika mengeluarkan kata-kata. Pengobatan disartria dilakukan untuk menyembuhkan penyebab mendasar kondisi ini jika memungkinkan, yang dapat memperbaiki cara atau kemampuan berbicara. Selain itu, terapis wicara dapat membantu individu yang mengalami disartria.  
Disartria
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Saraf
GejalaCadel, bicara terlalu keras, pelan, cepat, dan susah dimengerti
Faktor risikoRisiko tinggi terkena stroke, penyakit otak degeneratif, penyakit neuromuscular (saraf dan otot)
Metode diagnosisMRI, CT scan, pemeriksaan saraf dan otak
PengobatanObat-obatan, operasi, terapi
KomplikasiDepresi, sulit bergaul
Kapan harus ke dokter?Mengalami perubahan pada kemampuan bicara tanpa penyebab jelas atau terjadi secara mendadak
Gejala disartria yang paling utama adalah memiliki kesulitan untuk mengontrol otot yang digunakan untuk membuat suara normal. Gangguan ini dapat berdampak pada banyak aspek dari percakapan.Beberapa penderita mengalami kehilangan kemampuan untuk mengucapkan suara dengan benar. Penderita lain mungkin akan mengalami gejala berupa tidak bisa bicara dengan volume yang normal.Gejala lain bisa berupa tidak dapat mengontrol kualitas, intonasi, dan kecepatan saat berbicara. Cara bicara penderita pun dapat menjadi cadel ataupun lambat. Tanda dan gejala dari disartria bervariasi, mulai dari ringan sampai berat, tergantung pada penyebab serta tipe dari disartria, termasuk:
  • Cara berbicara yang cadel
  • Bicara pelan 
  • Berbicara dengan intonasi terlalu keras atau terlalu pelan
  • Bicara yang terlalu cepat dan susah dimengerti 
  • Suara sengau atau suara serak
  • Ritme bicara yang tidak sama atau abnormal 
  • Volume bicara yang tidak seimbang 
  • Berbicara dengan nada datar 
  • Kesulitan menggerakkan lidah atau otot wajah
 
Penderita disartria akan mengalami kesulitan menggerakkan otot di dalam mulut, wajah atau sistem pernapasan bagian atas, yang mengontrol bicara. Kondisi yang dapat menyebabkan disartria adalah: 
 

Faktor risiko disartria

Kelainan yang mengganggu fungsi komunikasi ini dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Faktor risiko disartria di bawah ini akan meningkatkan kemungkinan mengalami kelainan ini.
  • Memiliki risiko tinggi untuk terkena stroke
  • Menderita penyakit neuromuscular (saraf dan otot)
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Memiliki kondisi kesehatan yang buruk
 
Jika mengalami kesulitan dalam berbicara, penderita harus menemui ahli bahasa dan wicara. Mereka akan menanyakan mengenai penyakit yang dapat memengaruhi cara bicara.Ahli bahasa juga akan memeriksa kekuatan dari otot bibir, lidah, dan rahang saat berbicara, untuk menentukan berat dan tipe dari disartria yang diderita. Ahli bahasa mungkin akan meminta penderita untuk melakukan hal-hal berikut ini.
  • Menjulurkan lidah 
  • Membuat suara berbeda 
  • Membaca beberapa kalimat 
  • Menghitung angka
  • Bernyanyi 
  • Meniup lilin
Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli bahasa dan wicara, akan membantu dokter ahli saraf menentukan penyebab yang mendasari kondisi ini. Selain pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang, berupa:
  • Pencitraan

Untuk mendapatkan gambaran secara terperinci dari kepala, otak dan laher, yang mungkin akan membantu menentukan penyebab dari disartria. Contoh prosedur ini meliputi MRI atau CT scan.
  • Pemeriksaan otak dan saraf

Pemeriksaan ini bertujuan membantu dalam menentukan secara spesifik sumber dari gejala. Contohnya, electroencephalogram (EEG) untuk mengukur aktivitas listrik pada otak, dan electromyogram (EMG) guna mengukur aktivitas listrik pada saraf ketika mengantarkan pesan pada otot. 
  • Pemeriksaan konduksi saraf

Tes iin dilakukan untuk mengukur kekuatan dan kecepatan sinyal listrik, ketika berjalan dari saraf ke otot. 
  • Tes darah dan urine

Tes darah dan tes urine bertujuan mencari ada tidaknya infeksi atau peradangan yang menyebabkan gejala.
  • Lumbal pungsi

Lumbal pungsi disarankan guna membantu dalam mendiagnosis infeksi serius, gangguan pada sistem saraf pusat dan kanker pada otak atau tulang belakang. 
  • Biopsi otak

Pemeriksaan ini dilakukan apabila terdapat kecurigaan akan adanya kanker otak.
  • Pemeriksaan neuropsikologis

Dilakukan dengan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan untuk mengerti percakapan, bacaan dan tulisan. Disartria tidak berdampak pada kemampuan-kemampuan tersebut, tetapi kondisi lain yang mendasarinya, dapat memengaruhi kemampuan tersebut.  
Pengobatan isartria akan tergantung pada penyebab, berat gejala, serta tipe dari penyakit ini. Beberapa tindakan yang dilakukan dokter antara lain:

Obat-obatan

Dokter akan mengobati penyebab dari disartria bila memungkinkan, yang akan meningkatkan kemampuan berbicara  penderita. Jika disartria disebabkan oleh obat resep, konsultasikan pada dokter mengenai perubahan atau hentikan penggunaan obat.

Operasi

Dokter juga dapat menyarankan pembedahan apabila disartria disebabkan oleh tumor atau lesi pada otak atau tulang belakang, yang dapat diangkat. 

Terapi bahasa dan wicara 

Penderita akan disarankan menjalani terapi bahasa dan wicara untuk membantu memulihkan dan meningkatkan kemampuan berbicara, serta berkomunikasi. Tujuan dari terapi wicara adalah untuk menyesuaikan beberapa hal berikut:
  • Kecepatan bicara
  • Menguatkan otot
  • Meningkatkan kekuatan napas
  • Memperbaiki artikulasi
  • Berkomunikasi dengan keluarga
Metode komunikasi akan iterapkan jika terapi bahasa dan wicara tidak efektif. Metode komunikasi ini bisa mencakup isyarat visual, gestur, penggunaan papan huruf dan teknologi berbasis komputer. 

Komplikasi disartria

Komplikasi disartria yang muncul mungkin terkait dengan kehidupan sosial dan mental pasien. Hal ini wajar mengingat kondisi ini membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.Adapun komplikasi yang mungkin hadir antara lain:
  • Sulit bergaul

Terganggunya kemampuan berbicara bisa membuat komunikasi tidak lancer. Hal ini dapat mengganggu hubungan penderita dengan keluarga, teman, dan kolega.
  • Depresi

Sulitnya berkomunikasi dengan orang lain juga bisa membuat penderita mengalami depresi dan cenderung menyendiri. 
Cara mencegah disartria bisa dilakukan meski sulit, mengingat kondisi ini bisa disebabkan oleh beragam masalah medis. Langkah yang utama adalah menerapkan gaya hidup sehat yang berupa:
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan Anda tetap sehat
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayuran dalam
  • Membatasi asupan kolesterol, lemak jenuh, dan garam
  • Membatasi asupan alkohol
  • Menghindari paparan asap rokok
 
Disartria dapat menjadi tanda dari kondisi yang serius. Temui dokter jika mengalami perubahan yang tidak dapat dijelaskan atau mendadak, dalam kemampuan berbicara. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait disartria?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis disartria agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/mcd/dysarthria
Diakses pada 28 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysarthria/diagnosis-treatment/drc-20371999
Diakses pada 28 Juli 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dysarthria/
Diakses pada 28 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/brain/dysarthria-speech#1
Diakses pada 28 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/speech-articulation-problems
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email