Disartria

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Disartria

Disartria adalah kesulitan berbicara karena kerusakan otak atau perubahan otak dalam perkembanganya. 

Otot pada bibir, lidah, pita suara dan diafragma bekerja bersama untuk membantu berbicara dengan jelas. Akibat disartria, bagian dari otak yang mengontrol seluruh organ tersebut, tidak bekerja dengan baik, dan menyulitkan penderita untuk menggerakan otot-otot ini secara benar.

Kondisi ini lah yang menyebabkan cadel atau lambat dalam berbicara. Kondisi ini menyebabkan perkataan sulit dimengerti orang lain. 

Beberapa orang dengan disartria memiliki masalah kecil dalam berbicara. Sementara itu, yang lain mengalami masalah ketika mengeluarkan kata-kata. 

Pengobatan disartria dilakukan untuk menyembuhkan penyebab mendasar kondisi ini jika memungkinkan, yang dapat memperbaiki cara atau kemampuan berbicara. Selain itu, terapis wicara dapat membantu individu yang mengalami disartria. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Orang dengan disartria memiliki kesulitan untuk mengontrol otot yang digunakan untuk membuat suara normal. Gangguan ini dapat berdampak pada banyak aspek dari percakapan, seperti kehilangan kemampuan untuk mengucapkan suara dengan benar, atau bicara dengan volume yang normal, tidak dapat mengontrol kualitas, intonasi dan kecepatan dalam berbicara. Cara bicara pun dapat menjadi cadel ataupun lambat. 

Tanda dan gejala dari disartria bervariasi, mulai dari ringan sampai berat, tergantung pada penyebab serta tipe dari disartria, termasuk:

  • Cara berbicara yang cadel 
  • Bicara pelan 
  • Berbicara dengan intonasi terlalu keras atau terlalu pelan
  • Bicara yang terlalu cepat dan susah dimengerti 
  • Suara hidung, suara serak atau tegang 
  • Ritme bicara yang tidak sama atau abnormal 
  • Volume bicara yang tidak seimbang 
  • Berbicara dengan nada datar 
  • Kesulitan menggerakkan lidah atau otot wajah

Penyebab

Penderita disartria akan mengalami kesulitan menggerakkan otot di dalam mulut, wajah atau sistem pernapasan bagian atas, yang mengontrol bicara. Kondisi yang dapat menyebabkan disartria adalah:

 

  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau Lou Gehrig’s disease
  • Cedera otak 
  • Tumor otak 
  • Cerebral palsy 
  • Sindrom Guillain Barre 
  • Penyakit Huntington
  • Cedera kepala 
  • Penyakit lyme
  • Multiple sclerosis 
  • Distrofi otot
  • Myasthenia gravis 
  • Penyakit Parkinson 
  • Stroke  
  • Penyakit Wilson

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan disartria, seperti narkotika atau zat sedatif. 

Faktor Risiko

Disartria dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Faktor-faktor di bawah ini akan meningkatkan risiko terhadap disartria.

  • Memiliki risiko tinggi untuk terkena stroke
  • Menderita penyakit otak degeneratif
  • Menderita penyakit neuromuscular (saraf dan otot)
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Kondisi kesehatan yang buruk 

Diagnosis

Jika mengalami kesulitan dalam berbicara, penderita harus menemui ahli bahasa dan wicara. Mereka akan menanyakan mengenai penyakit yang dapat memengaruhi cara bicara. Ahli bahasa juga akan memeriksa kekuatan dari otot bibir, lidah, dan rahang saat berbicara, untuk menentukan berat dan tipe dari disartria yang diderita. Ahli bahasa mungkin akan meminta penderita untuk melakukan hal-hal berikut ini.

  • Menjulurkan lidah 
  • Membuat suara berbeda 
  • Membaca beberapa kalimat 
  • Menghitung angka
  • Bernyanyi 
  • Meniup lilin

Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli bahasa dan wicara, akan membantu dokter ahli saraf menentukan penyebab yang mendasari kondisi ini. 

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang, berupa:

  • Pemeriksaan pencitraan (seperti MRI atau CT Scan):
    Untuk mendapatkan gambaran secara terperinci dari kepala, otak dan laher, yang mungkin akan membantu menentukan penyebab dari disartria
  • Pemeriksaan otak dan saraf:
    Untuk membantu menentukan secara spesifik sumber dari gejala. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi electroencephalogram (EEG), untuk mengukur aktivitas listrik pada otak. Electromyogram (EMG) dibutuhkan untuk mengukur aktivitas listrik pada saraf ketika mengantarkan pesan kepada otot. 
  • Pemeriksaan konduksi saraf:
    Untuk mengukur kekuatan dan kecepatan sinyal listrik, ketika berjalan dari saraf ke otot. 
  • Pemeriksaan darah dan urine:
    Untuk mencari adanya infeksi atau peradangan yang menyebabkan gejala 
  • Pungsi lumbal:
    Untuk membantu mendiagnosis infeksi serius, gangguan pada sistem saraf pusat dan kanker pada otak atau tulang belakang. 
  • Biopsi otak:
    Pemeriksaan ini dilakukan apabila terdapat kecurigaan akan adanya kanker otak.
  • Pemeriksaan neuropsikologis:
    Dilakukan dengan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan untuk mengerti percakapan, bacaan dan tulisan. Disartria tidak berdampak pada kemampuan-kemampuan tersebut, tetapi kondisi lain yang mendasarinya, dapat memengaruhi kemampuan tersebut. 

 

 

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan, tergantung pada penyebab dan beratnya gejala, serta  tipe dari disartria. 

Dokter akan mengobati penyebab dari disartria bila memungkinkan, yang akan meningkatkan kemampuan berbicara  penderita. Jika disartria disebabkan oleh obat resep, konsultasikan pada dokter mengenai perubahan atau hentikan penggunaan obat.

Dokter juga dapat menyarankan pembedahan apabila disartria disebabkan oleh tumor atau lesi pada otak atau tulang belakang, yang dapat diangkat. 

Terapi bahasa dan wicara 

Penderita akan disarankan menjalani terapi bahasa dan wicara untuk membantu memulihkan dan meningkatkan kemampuan berbicara, serta berkomunikasi. Tujuan dari terapi wicara adalah untuk menyesuaikan kecepatan bicara, menguatkan otot, meningkatkan kekuatan napas, memperbaiki artikulasi, dan berkomunikasi dengan keluarga. 

Terapis wicara akan merekomendasikan metode komunikasi untuk membantu berkomunikasi, jika terapi bahasa dan wicara tidak efektif. Metode komunikasi ini bisa mencakup isyarat visual, gestur, penggunaan papan huruf dan teknologi berbasis komputer.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Disartria dapat menjadi tanda dari kondisi yang serius. Temui dokter jika mengalami perubahan yang tidak dapat dijelaskan atau mendadak, dalam kemampuan berbicara.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Patuhi larangan sebelum pemeriksaan 
  • Tuliskan gejala, termasuk gejala yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter 
  • Tuliskan informasi medis pribadi 
  • Cantumkan informasi mengenai obat, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi 
  • Ajaklah teman atau anggota keluarga dalam konsultasi, untuk membantu mengingat informasi dari dokter
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Berikut ini daftar pertanyaan yang umumnya ditanyakan kepada dokter mengenai disartria.

  • Apakah disartria merupakan penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Apakah ada kemungkinan lain?
  • Pemeriksaan apa yang harus Saya lakukan?
  • Haruskah saya menemui spesialis?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Sebaiknya Anda menjawab dengan jelas, untuk membantu dokter mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan gejala dimulai?
  • Apakah gejala Anda terus berlanjut atau hanya pada  saat tertentu?
  • Apakah gejala yang Anda alami berat ?
  • Apakah ada yang memperburuk gejala?
  • Apakah ada yang meringankan gejala?
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/mcd/dysarthria
Diakses pada 7 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysarthria/diagnosis-treatment/drc-20371999
Diakses pada 7 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dysarthria/
Diakses pada 7 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/brain/dysarthria-speech#1
Diakses pada 7 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/speech-articulation-problems
Diakses pada 7 Desember 2018

Back to Top