Hampir semua orang pernah mengalami diare. Namun buang air besar berbentuk cair ini biasanya akan pulih dalam waktu beberapa hari.

Bila Anda mengalami diare yang berlangsung lebih dari empat minggu, kondisi ini disebut diare kronis. Diare kronis dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama dehidrasi. Karena itu, penting mengetahui dan mengatasi penyebabnya secepat mungkin.

Sama seperti diare pada umumnya, gejala diare kronis yang utama adalah buang air besar dalam bentuk encer. Namun pada diare jangka panjang ini, mencret berlangsung selama berminggu-minggu.

Selain tinja yang encer, gejala diare kronis lainnya yang mungkin menyertai adalah kram perut, perut kembung, serta mual.

Terdapat banyak penyebab diare kronis. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Alkohol atau kafein

Terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein (seperti kopi atau minuman bersoda) dapat menyebabkan buang air besar cair. Demikian pula dengan minum alkohol teralu banyak. 

  • Makanan tinggi gula 

Konsumsi beberapa jenis gula dan pemanis tertentu diketahui dapat menyebabkan diare, apalagi jika dilakukan setiap hari. Misalnya, sorbitol, manitol, fruktosa, serta laktosa. 

  • Obat atau ramuan herbal

Ramuan herbal maupun teh herbal bisa mengandung pencahar alami. Contohnya, teh daun jati cina. Bila mengonsumsinya secara berlebihan, Anda dapat mengalami diare kronis. 

  • Efek samping obat-obatan tertentu

Diare kronis juga dapat terjadi karena penggunaan obat-obatan, baik obat resep maupun obat bebas. Beberapa jenis obat ini meliputi:

  • Antibiotik, seperti amoxicillin, cefpodoxime, dan ampicillin.
  • Obat pencahar dan pelancar buang air besar.
  • Antidepresan, misalnya selective serotonine reuptake inhibitor (SRRI) dan serotonin-noraderenalin reupake inhibitor.
  • Antasida yang mengandung magnesium hidroksida.
  • Proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazole dan lansoprazole.
  • Obat-obatan kemoterapi.
  • Litium dan digoksin.
  • Infeksi

Diare jangka panjang juga bisa disebabkan oleh infeksi parasit pada usus.

  • Kondisi kesehatan lain

Beberapa kondisi medis di bawah ini juga bisa menjadi dalang di balik diare kronis:

  • Penyakit peradangan pada usus (inflammatory bowel disease/IBD).
  • Inflammatory bowel syndrome (IBS).
  • Setelah operasi pengangkatan kantung empedu.
  • Setelah operasi pada perut atau usus.
  • Diabetes.
  • Gangguan hormon, misalnya hipertiroidisme.
  • Alergi terhadap makanan.
  • Tumor langka, contohnya tumor karsinoid yang menghasilkan hormon serotonin berlebihan sehingga menyebabkan gerakan usus meningkat dan menurunkan fungsi penyerapan makanan

Diagnosis diare kronis akan ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan beberapa hal terkait keluhan yang Anda rasakan.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik, misalnya mengecek kondisi perut Anda, tekanan darah, atau detak nadi dan jantung.

  • Pemeriksana penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab dari diare kronis yang Anda alami. Beberapa jenis pemeriksaan ini dapat meliputi tes darah, pemeriksaan sampel tinja untuk mengevaluasi tanda inflamasi usus maupun infeksi bakteri atau parasit, serta USG atau CT scan.

Bila dokter tidak bisa menentukan penyebab diare kronis yang Anda alami meski Anda sudah menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang, dokter dapat mendiagnosis kondisi Anda sebagai irritable bowel syndrome (IBS). 

IBS merupakan kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh keliru dan menyerang sel-sel cerna yang sehat. Akibatnya, terjadi berbagai gangguan pencernaan. Salah satunya diare kronis.

Pengobatan diare kronis tergantung dari penyebab dasarnya. Beberapa pilihan penanganan penyakit ini bisa meliputi:

  • Menangani penyebabnya

Penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter tentang rencana pengobatan yang baik untuk mengatasi diare dan penyakit penyertanya. Sebagai contoh:

  • Diare kronis yang disebabkan oleh IBD umumnya bisa membaik dengan sendirinya bila IBD telah ditangani.
  • Bila penyebabnya adalah alergi makanan, menjauhi jenis makanan tersebut adalah penanganan diare kronis terbaik.
  • Memberikan obat-obatan

Obat-obatan mungkin diresepkan oleh dokter untuk meredakan diare. Selain obat antidiare, dokter bisa memberikan obat tambahan berdasarkan jenis pemicu diare. Berikut contohnya:

  • Antibiotik untuk mengatasi diare akibat infeksi bakteri.
  • Obat yang mengandung kodein untuk mengurangi intensitas mencret.
  • Mencukupi kebutuhan cairan

Diare kronis akan meningkatkan risiko dehidrasi pada penderitanya. Oleh sebab itu, Anda harus menambah asupan cairan lebih dari biasanya saat mengalami mencret.

Anda bisa mengonsumsi banyak air putih maupun kaldu atau sup dengan garam yang rendah. Ingatlah juga untuk menghindari minuman berkafein. 

  • Mengubah pola makan

Perubahan pola makan yang dapat Anda coba untuk mengurangi gejala diare kronis meliputi berhenti mengonsumsi alkohol maupun mengendalikan porsi makan.

Bila tidak ditangani penderita bisa mengalami komplikasi diare kronis, terutama dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan ini dapat membahayakan jiwa penderita jika tidak segera diatasi.

Gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai meliputi warna urine menjadi lebih pekat, pusing, tubuh gemetaran, rasa haus berlebihan, kelelahan, serta demam.

Tidak semua kasus diare kronis dapat dicegah. Namun beberapa langkah berikut dapat Anda lakukan untuk sebagai pencegahannya:

  • Membuat catatan tentang makanan yang Anda konsumsi, agar tahu jenis makanan mana yang menyebabkan diare sehingga bisa dihindari. 
  • Mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan, maupun setelah ke toilet.
  • Selalu mendiskusikan efek samping obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Meminta obat pengganti bila memang diperlukan.
  • Mengonsumsi makanan prebiotik atau suplemen probiotik secara rutin.
  • Menginsumsi air yang benar-benar bersih.
  • Membersihkan dan memasak daging hingga benar-benar matang sebelum dimakan.
  • Mencuci sayuran dan buah hingga benar-benar bersih, serta memasak sayuran sampai matang.
  • Membersihkan dapur secara rutin.

Segera berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari. Demikian pula jika diare disertai gejala lain, seperti demam, rasa lelah yang berlebihan, serta gejala dehidrasi.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja keluhan yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda memiliki riwayat alergi makanan tertentu?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab diare kronis yang Anda alami. Dengan memastikan penyebabnya, penanganan yang tepat bisa diberikan oleh dokter. 

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/diarrhea-causes#1
Diakses pada 26 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/diarrhea/chronic-diarrhea
Diakses pada 26 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319995.php#prevention
Diakses pada 26 November 2019

Artikel Terkait