Perut

Diare

24 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Diare
Sebagian kasus diare dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu.
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan tinja yang encer dan berair saat buang air besar. Diare merupakan kondisi medis yang umum terjadi dan biasanya sembuh tanpa perawatan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari.Pasien dengan diare akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi. Pasien juga akan mengalami kembung, nyeri perut bawah, dan kadang merasa mual.Meskipun kebanyakan diare dapat sembuh sendiri, terkadang diare dapat menimbulkan komplikasi medis yang serius. Diare dapat menyebabkan dehidrasi (hilangnya air dalam jumlah besar dari dalam tubuh), gangguan keseimbangan elektrolit, dan gagal ginjal.Diare akan membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit bersamaan dengan keluarnya tinja. Oleh karena itu, pasien dengan diare perlu banyak minum untuk mengembalikan cairan yang hilang. Dehidrasi dapat bersifat fatal apabila gagal mengalami perbaikan, mengalami perburukan, dan tidak ditangani dengan baik. 

Jenis-jenis diare

Pada umumnya, terdapat dua jenis diare yaitu diare akut dan diare kronis. Berikut penjelasannya:
  • Diare akut

Diare disebut diare akut jika berlangsung selama satu hingga dua hari. Diare jenis ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, keracunan makanan, atau kondisi yang dikenal sebagai traveler’diarrheaTraveler’diarrhea atau diare wisatawan merupakan kondisi yang terjadi pada saat sedang berlibur di negara-negara berkembang.
  • Diare kronis

Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari empat minggu. Kondisi ini biasanya hasil dari penyakit atau kelainan usus tertentu seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn. 
Diare
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaMual, sakit perut, kembung
Faktor risikoUsia 6-11 bulan, individu dengan daya imunitas tubuh yang rendah, higienitas buruk
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium
PengobatanRehidrasi, obat-obatan, pola makan
ObatOralit, loperamide, antibiotik
KomplikasiDehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Mengalami tanda-tanda awal dehidrasi
Gejala diare bergantung pada penyebab yang mendasarinya dan umumnya berupa:
  • Tinja yang cair aau sangat lunak, lebih dari 3 kali sehari
  • Mual
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Kembung
  • Demam
 
Beberapa jenis penyakit dan kondisi medis dapat memicu diare. Penyebab diare ini antara lain:
  • Infeksi virus

Virus yang dapat menyebabkan diare adalah rotavirus, virus Norwalk, hepatitis, dan cytomegalovirus. Rotavirus adalah penyebab tersering diare akut.Virus Corona (COVID-19) juga dapat menyebabkan gejala pada sistem pencernaan. Contohnya, mual, muntah, dan diare.
  • Infeksi bakteri dan parasit

Makanan atau minuman yang tercemar dapat menularkan bakteri serta parasit ke dalam tubuh. Diare akibat bakteri dan parasit ketika seseorang berlibur ke negara berkembang disebut traveler’s diarrhea.Salah satu jenis bakteri yang dapat menimbulkan infeksi berat dengan diare adalah Clostridium difficile.
  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan diare, seperti antibiotik. Obat ini dapat membunuh bakteri baik sekaligus bakteri jahat, yang akan mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus.Sementara obat lain yang dapat memicu diare meliputi obat kanker dan antasida dengan kandungan magnesium.
  • Intoleransi laktosa

Laktosa adalah gula yang ditemukan di dalam susu dan produk susu lainnya. Jika tubuh tidak mampu mencerna senyawa ini, intoleransi laktosa akan muncul.Penderita intoleransi laktosa akan mengalami diare setelah mengonsumsi produk susu. Kondisi ini dapat membaik seiring bertambahnya usia penderita. Pasalnya, kadar enzim yang membantu dalam mencerna laktosa akan menurun setelah masa kanak-kanak.
  • Fruktosa

Fruktosa adalah gula yang ditemukan di buah dan madu. Fruktosa seringkali ditambahkan sebagai sebagai pemanis untuk beberapa minuman. Pasien yang mengalami masalah dalam mencerna fruktosa akan mengalami diare.
  • Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang sering ditemukan pada permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat memicu diare pada beberapa orang.
  • Operasi

Operasi pada perut atau operasi pengangkatan kantong empedu seringkali dapat menyebabkan diare.
  • Penyakit saluran cerna lainnya

Diare kronik disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, penyakit Celiac, microscopic colitis dan irritable bowel syndrome. 

Faktor risiko diare

Faktor risiko diare antara lain:
  • Bayi berusia 6-11 bulan
  • Orang dengan sistem imun tubuh yang lemah
  • Lingkungan dengan kebersihan yang tidak terjaga dengan baik
  • Tinggal di lingkungan padat penduduk
 
Untuk memastikan diagnosis diare, dokter akan melakukan sederet metode pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala diare, riwayat medis, riwayat penggunaan obat-obatan, riwayat medis keluarga, serta riwayat bepergian pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter juga akan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi pada pasien.Karena kebanyakan kasus diare membaik tanpa pengobatan, dokter sering bisa mendiagnosis diare tanpa pemeriksaan khusus. Tetapi pada beberapa kasus (seperti diare yang berlangsung lebih dari satu minggu) pemeriksaan lanjutan mungkin akan dilakukan.Pemeriksaan tersebut bisa berupa:
  • Tes darah lengkap

Tes darah lengkap bisa mendeteksi kondisi-kondisi tertentu. Contohnya anemia dapat menandakan adanya malnutrisi, perdarahan saluran cerna, atau irritable bowel disease (IBD).
  • Pemeriksaan fungsi hati

Pemeriksaan fungsi hati yang dilakukan meliputi tes kadar albumin.
  • Pemeriksaan malabsorpsi (gangguan pencernaan)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi fungsi cerna kalsium, vitamin B-12, dan folat. Status zat besi dan fungsi kelenjar tiroid juga dapat dinilai.
  • Pemeriksaan antibodi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit celiac.
  • Tes feses (tinja)

Dokter dapat mengidentifikasi adanya parasit, bakteri, dan virus pada kultur tinja. Tes tinja juga dapat mendeteksi darah, sel darah putih, dan sel lain untuk menentukan penyebab diare.
  • Tes puasa

Tes puasa dilakukan untuk menentukan intoleransi makanan atau alergi.
  • Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa peradangan dan kelainan struktural usus.
  • Kolonoskopi

Kolonoskopi bertujuan memeriksa kondisi seluruh usus besar.
  • Sigmoidoskopi

Sigmoidoskopi dapat memeriksa rektum (usus bagian akhir) dan usus besar bagian bawah untuk mencari tanda-tanda penyakit usus. 
Beberapa cara mengobati diare yang bisa dilakukan meliputi:

1. Rehidrasi

Anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami dehidrasi. Pada kasus ringan, pasien dapat minum air putih lebih banyak.Oralit yang mengandung gula dan garam juga dapat diberikan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Namun pada kasus yang lebih berat pasien membutuhkan cairan dari infus.

2. Obat antidiare

Obat antidiare juga dapat diberikan. COntohnya, loperamide dan bismuth subsalicylateAkan tetapi, obat antidiare kerap dapat memperlambat kesembuhan dari infeksi bakteri. Pasalnya, obat ini akan mengurangi jumlah bakteri yang terbuang lewat feses.

3. Antibiotik

Obat antibiotik dapat menangani diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

4. Berhenti mengonsumsi obat tertentu

Bila diare terjadi akibat penggunaan obat tertentu, obat ini akan diganti oleh dokter dengan obat lain.

4. Mengubah pola makan

Beberapa pola makan sehat berikut bisa membantu dalam meringankan diare:
  • Mengonsumsi cairan tanpa gula tambahan, seperti cairan elektrolit, air putih, atau jus buah
  • Tiap sehabis buang air besar, minumlah satu gelas air
  • Minum paling banyak di antara jam makan, bukan ketika makan
  • Mengonsumsi makanan dan cairan kaya kalium, misalnya pisang, jus jeruk, dan kentang tanpa kulit
  • Mengonsumsi makanan dan minuman kaya natrium, seperti sup, crackers, dan minuman olahraga (sport drink)
  • Mengonsumsi makanan kaya serat (seperti pisang, nasi, dan oatmeal) yang dapat membantu memadatkan feses
  • Membatasi konsumsi makanan yang bisa memperparah diare, contohnya gorengan, produk susu, minuman berkafein, makanan dan minuman kaya fruktosa.
 

Komplikasi diare

Komplikasi diare adalah dehidrasi yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Dehidrasi terutama berbahaya pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Dehidrasi dan diare

Diare dapat menyebabkan seseorang kehilangan cairan dengan cepat dan menyebabkan dehidrasi (kondisi dimana tubuh kehilangan cairan). Dehidrasi harus segera ditangani karena dapat berisiko mengancam nyawa.

Gejala-gejala dehidrasi saat diare meliputi:

  • Kelelahan
  • Selaput lendir kering
  • Peningkatan denyut nadi, tetapi teraba lemah. 
  • Sakit kepala
  • Pusing atau rasa ingin pingsan
  • Peningkatan rasa haus
  • Produksi urine (air seni) menurun
  • Mulut kering
  • Warna air seni yang lebih gelap

Dehidrasi pada bayi dan anak

Dehidrasi adalah kondisi serius yang terjadi pada bayi atau anak. Gejala diare pada bayi dan anak kecil, di antaranya adalah:
  • Produksi urine (air seni) menurun (tidak mengompol dalam 3-4 jam)
  • Mulut dan lidah kering
  • Demam di atas 39oC
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Air mata tidak ada saat menangis
  • Kulit kering
  • Mata, perut, dan pipi cekung
  • Fontanel (ubun-ubun) cekung
  • Sering mengantuk, tidak respon, atau menjadi rewel
 
Diare rotavirus dan traveller’s diarrhea dapat dicegah. Terdapat vaksin untuk rotavirus yang dapat diberikan pada bayi.Berhati-hatilah untuk mengonsumsi apapun saat di tempat dengan sanitasi buruk. Sebaiknya:
  • Selalu cuci tangan sebelum makan dan menyiapkan makanan, atau setelah ke toilet dan bepergian
  • Jika kesulitan mendapatkan air bersih, gunakan air minum dalam kemasan untuk minum maupun menyikat gigi, tapi pastikan segelnya utuh dan tidak rusak
  • Rebus air hingga mendidih dan tunggu sampai dingin sebelum dikonsumsi
  • Pastikan bahwa makanan yang dimasak sampai benar-benar matang dan disajikan panas
  • Konsumsi buah yang bisa dikupas
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah, termasuk buah dan sayur
 
Sebagian kasus diare dapat sembuh tanpa pengobatan tertentu. Namun, diare yang parah dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam jiwa jika tidak diobati. Dehidrasi sangat berbahaya, khususnya pada anak-anak dan orang tua yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.Segera hubungi dokter jika:
  • Diare berlangsung lebih dari 24 jam
  • Anda mengalami dehidrasi atau pusing
  • Feses (tinja) mengandung darah, nanah, atau berwarna hitam atau seperti dempul
  • Mengalami demam atau sakit perut yang parah
Cari bantuan medis jika anak Anda:
  • Diare dan tidak membaik setelah 24 jam
  • Demam lebih dari 39°C
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Memiliki mulut dan lidah yang kering atau menangis tanpa air mata
  • Sangat mengantuk dan tidak responsif
  • Rewel
  • Memiliki penampilan perut, mata dan pipi cekung
  • Memiliki kulit yang tidak segera kembali jika dicubit dan dilepaskan
  • Tidak ingin makan atau minum
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait diare?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis diare. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/diarrhea
Diakses pada 26 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/diarrhea/basics/definition/sym-20050926
Diakses pada 26 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/diarrhea/article.htm
Diakses pada 26 Desember 2018
Medline Plus.  https://medlineplus.gov/diarrhea.html
Diakses pada 26 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4108-diarrhea
Diakses pada 27 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158634
Diakses pada 27 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email