Diare

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Gejala diare adalah mual, sakit perut, kram, kembung dan tinja dalam jumlah yang besar.
Sebagian kasus diare dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu.

Pengertian Diare

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan tinja yang encer dan berair saat buang air besar. Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa hari dan seringkali menghilang tanpa perawatan.

Diare dapat akut dan kronis. Disebut diare akut jika diare berlangsung selama satu hingga dua hari. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi parasit, keracunan makanan, atau kondisi yang dikenal sebagai traveler’s diarrhea (kondisi yang terjadi pada saat sedang berlibur di negara berkembang).

Sedangkan, diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari empat minggu. Kondisi ini biasanya hasil dari penyakit atau kelainan usus tertentu seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala diare bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Gejala diare, di antaranya adalah:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Kram
  • Kembung
  • Demam
  • Tinja cair atau sangat lunak
  • Buang air besar dengan kotoran cair atau lunak lebih dari 3 kali sehari

Dehidrasi dan diare

Diare dapat menyebabkan seseorang kehilangan cairan dengan cepat dan menyebabkan dehidrasi (kondisi dimana tubuh kehilangan cairan). Dehidrasi harus segera ditangani karena dapat berisiko mengancam nyawa.

Gejala-gejala dehidrasi saat diare meliputi:

  • Kelelahan
  • Selaput lendir kering
  • Peningkatan denyut nadi, tetapi teraba lemah. 
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Peningkatan rasa haus
  • Produksi urine (air seni) menurun
  • Mulut kering

Dehidrasi pada bayi dan anak

Dehidrasi adalah kondisi serius yang terjadi pada bayi atau anak. Gejala diare pada bayi dan anak kecil, di antaranya adalah:

  • Produksi urine (air seni) menurun
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Air mata tidak ada saat menangis
  • Kulit kering
  • Mata cekung
  • Fontanel (ubun-ubun) cekung
  • Sering mengantuk

Penyebab

Penyebab diare, di antaranya adalah:

  • Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa
  • Alergi makanan
  • Reaksi terhadap obat-obatan
  • Infeksi virus
  • Infeksi parasit yang dapat ditemukan dalam makanan atau air yang terkontaminasi
  • Virus seperti flu, norovirus, atau rotavirus
  • Penyakit usus
  • Gangguan fungsi usus besar, seperti sindrom iritasi usus besar
  • Penyakit yang memengaruhi perut, usus kecil atau usus besar, seperti penyakit Crohn
  • Operasi kantong empedu atau perut
  • Kanker usus besar

Rotavirus merupakan penyebab umum diare pada anak-anak. Infeksi bakteri salmonella dan escherichia coli juga merupakan penyebab umum diare.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mempertimbangkan riwayat medis pasien untuk menentukan penyebab diare. Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium untuk memeriksa sampel urin dan darah.

Tes tambahan yang dapat dilakukan dokter untuk menentukan penyebab diare dan kondisi terkait lainnya, di antaranya adalah:

  • Tes puasa untuk menentukan intoleransi makanan atau alergi
  • Pemeriksaan radiologi untuk memeriksa peradangan dan kelainan struktural usus
  • Kultur tinja untuk memeriksa bakteri, parasit atau tanda-tanda penyakit lainnya
  • Kolonoskopi untuk memeriksa seluruh usus besar
  • Sigmoidoskopi untuk memeriksa rektum (usus bagian akhir) dan usus besar bagian bawah untuk tanda-tanda penyakit usus

Kolonoskopi atau sigmoidoskopi sangat membantu untuk menentukan apakah Anda memiliki penyakit usus jika mengalami diare akut atau kronis.

Pengobatan

Diare diobati dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang untuk mencegah dehidrasi. Obat-obatan dapat diberikan dokter bergantung dengan penyebab diare.

Orang dewasa yang menderita diare harus mengonsumsi banyak air putih, oralit, jus buah, minuman elektrolit, minuman soda tanpa kafein dan kaldu.

Anak-anak yang mengalami diare dapat diberikan solusi rehidrasi oral (oralit) untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Pencegahan

Diare rotavirus dan traveller’s diarrhea dapat dicegah. Terdapat vaksin untuk rotavirus yang dapat diberikan pada bayi.

Berhati-hatilah untuk mengonsumsi apapun saat di tempat dengan sanitasi buruk. Sebaiknya:

  • Gunakan hanya air kemasan untuk minum dan menyikat gigi
  • Rebus air terlebih dahulu sebelum Anda konsumsi
  • Pastikan bahwa makanan yang dimasak sepenuhnya matang dan disajikan panas
  • Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah yang tidak dicuci dan dikupas

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebagian kasus diare dapat sembuh tanpa pengobatan tertentu. Namun, diare yang parah dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam jiwa jika tidak diobati. Dehidrasi sangat berbahaya, khususnya pada anak-anak dan orang tua yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Segera hubungi dokter jika:

  • Diare berlangsung lebih dari 24 jam
  • Anda mengalami dehidrasi atau pusing
  • Feses (tinja) mengandung darah, nanah, atau berwarna hitam atau seperti dempul
  • Mengalami demam atau sakit perut yang parah

Cari bantuan medis jika anak Anda:

  • Diare dan tidak membaik setelah 24 jam
  • Demam lebih dari 39°C
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Memiliki mulut dan lidah yang kering atau menangis tanpa air mata
  • Sangat mengantuk dan tidak responsif
  • Rewel
  • Memiliki penampilan perut, mata dan pipi cekung
  • Memiliki kulit yang tidak segera kembali jika dicubit dan dilepaskan
  • Tidak ingin makan atau minum
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/diarrhea
Diakses pada 26 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/diarrhea/basics/definition/sym-20050926
Diakses pada 26 Desember 2018.

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/diarrhea/article.htm
Diakses pada 26 Desember 2018.

MedlinePlus.  https://medlineplus.gov/diarrhea.html
Diakses pada 26 Desember 2018.

Back to Top