Penyakit Lainnya

Diabetes Tipe 2

Diterbitkan: 15 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 dapat mengakibatkan glukosa menumpuk di dalam darah
Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit metabolik. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan normal.Diabetes jenis ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Di Indonesia, kondisi ini lebih populer dengan sebutan kencing manis atau penyakit gula.Diabetes tipe 2 sebelumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun sekarang penyakit ini juga kerap ditemukan pada anak-anak akibat kegemukan.Higga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes tipe 2. Tetapi perubahan gaya hidup dan/atau mengkonsumsi obat-obatan dapat membantu penderita untuk mengendalikan kadar gula darahnya.Meski tampak ringan dan tidak membahayakan, diabetes tipe 2 tidak boleh dianggap remeh. Bila tidak ditangani dengan baik, jenis diabetes ini dapat menyebabkan beragam komplikasi. 
Diabetes Tipe 2
Dokter spesialis Endokrin
GejalaCepat haus, cepat lapar, sering buang air kecil
Faktor risikoUsia >45 tahun, riwayat keluarga, kurang aktivitas fisik
Metode diagnosisPemeriksaan kadar HbA1C, gula darah sewaktu, gula darah puasa
PengobatanModifikasi gaya hidup, obat-obatan
ObatMetformin, meglitinide, insulin
KomplikasiKomplikasi serius terutama pada mata, ginjal, saraf,
Kapan harus ke dokter?sering pipis, sering merasa haus, cepat lapar dan penurunan berat badan
Secara umum, tanda dan gejala diabetes tipe 2 meliputi:
  • Cepat haus
  • Cepat lapar
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau diet
  • Mulut kering
  • Pandangan kabur
  • Kesemutan atau baal di tangan atau kaki
  • Lemas, Lelah
  • Luka sulit sembuh
  • Sering terinfeksi jamur
  • Sakit kepala
  • Kulit kering
  • Gangguan ereksi (impotensi) pada pria
  • Adanya area penggelapan kulit terutama di ketiak dan leher
Meski begitu, sebagian besar penderita penyakit gula ini tidak mengalami gejala atau hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan, sehingga tidak disadari. Keadaan tanpa gejala tersebut bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. 
Diabetes tipe dua dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti:
  • Kelainan genetik
  • Kelebihan berat badan
  • Penyakit metabolik seperti
    • Tekanan darah tinggi (≥ 140/90 pada dewasa)
    • Lingkar pinggang besar ( ≥ 90 cm pada pria dan ≥ 80 cm pada wanita)
    • Kadar kolesterol HDL rendah ( ≤ 40 mg/dL)
    • Kadar trigliserida tinggi ( ≥ 250 mg/dL)
  • Kelainan hati dimana hati memproduksi glukosa terus menerus
  • Kerusakan sel beta pankreas, yaitu sel penghasil insulin
Selain itu, ada beberapa keadaan yang dapat meningkatkan risiko menderita diabetes tipe dua, yaitu:
  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Memiliki keluarga dengan diabetes
  • Kurang aktivitas fisik
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Stress
  • Gangguan tidur
  • Menderita diabetes saat kehamilan atau melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari normal
  • Menderita sindrom ovarium polikistik
  • Pola makan tinggi karbohidrat dan tinggi lemak
  • Riwayat gula darah tinggi namun tidak masuk kriteria diabetes
 
Diagnosis diabetes ditegakkan dengan pemeriksaan kadar gula darah. Pemeriksaan ini dilakukan dua kali dengan waktu yang berbeda. Namun, untuk orang yang memiliki gejala diabetes yang jelas, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali. Beberapa pemeriksaan yang rutin dilakukan adalah:
  • Kadar HbA1C: untuk menilai rata-rata kadar glukosa darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. Nilai normalnya adalah ≤ 6.5%
  • Kadar gula darah sewaktu: diukur tanpa puasa terlebih dahulu. Dinyatakan diabetes jika nilai ≥ 200 mg/dL disertai gejala diabetes yang jelas
  • Kadar gula darah puasa: diukur setelah berpuasa selama 8 jam. Nilai normalnya adalah ≤ 126 mg/dL
  • Tes toleransi glukosa oral: diukur dua jam setelah minum larutan gula. Nilai normalnya adalah ≤ 140 mg/dL
 
Meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, namun diabetes dapat dikontrol terutama dengan memodifikasi gaya hidup, yang dapat dilakukan dengan:
  • Aktivitas fisik: berolahraga dapat membantu sel-sel dalam tubuh untuk menggunakan insulin lebih baik. Selain itu, berolahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan sehingga dapat mengontrol gula darah dengan lebih baik. Disarankan untuk berolahraga 30-60 menit minimal tiga kali seminggu. Pastikan selalu mengecek kadar gula darah sebelum dan sesudah olahraga. Selain dengan berolahraga, aktivitas fisik juga dapat dikembangkan dengan mengurangi waktu menonton televisi atau kegiatan lain yang hanya berdiam diri
  • Pola makan sehat: dapat membantu mengontrol gula darah dan menjaga berat badan ideal. Memilih makanan dengan kadar serat tinggi, rendah lemak, dan rendah kalori. Makanan yang baik dikonsumsi adalah buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh. Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menyusun pola makan yang sesuai untuk Anda.
Obat-obatan anti diabetes biasanya diberikan pada penderita diabetes yang berisiko tinggi atau yang tidak berhasil mengontrol gula darah dengan memodifikasi gaya hidup. Obat yang umum dipakai beserta cara kerjanya adalah:
  • Metformin: mengurangi produksi gula oleh hati
  • Meglitinide dan sulfonilurea: merangsang pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak
Insulin biasanya baru diberikan jika modifikasi gaya hidup dan obat antidiabetes gagal untuk mempertahankan gula darah tetap terkontrol.Jika tidak diobati, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius terutama pada mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Selain itu, diabetes juga dapat membahayakan kehamilan serta memperlambat penyembuhan luka yang akan berdampak buruk bagi penderitanya.Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut dapat dilakukan dengan:
  • Meminum obat anti diabetes maupun insulin secara teratur
  • Memonitor kadar gula darah secara teratur sesuai anjuran dokter
  • Menjaga pola makan teratur
  • Berkonsultasi dengan dokter secara berkala
 
Cara mencegah diabetes tipe 2 yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menjaga berat badan normal.
  • Rutin berolahraga.
  • Pola makan sehat yaitu dengan mengurangi makanan yang diproses, makanan tinggi karbohidrat, minuman dengan pemanis buatan, dan makanan yang mengandung lemak trans maupun lemak jenuh. Selain itu, perlu juga untuk membatasi konsumsi daging merah maupun daging yang telah diproses.
  • Tidak merokok.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Sering pipis dan sering merasa haus
  • Cepat lapar
  • Penurunan berat badan
  • Cepat lelah
  • Pandangan kabur
  • Sering mengalami infeksi dan luka sulit sembuh
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait diabetes tipe 2?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis diabetes tipe 2 agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Diabetes Association. http://www.diabetes.org/diabetes-basics/type-2/
Diakses pada 30 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/type-2-diabetes#1
Diakses pada 30 Januari 2019
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/symptoms-causes/syc-20351193
Diakses pada 30 Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/type-2-diabetes/
Diakses pada 30 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/difference-between-type-1-and-type-2-diabetes
Diakses pada 30 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes
Diakses pada 15 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317462#symptoms-of-type-2-diabetes
Diakses pada 15 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Glukosa, Sumber Energi yang Juga Bisa Menimbulkan Masalah

Glukosa adalah bentuk karbohidrat paling sederhana. Glukosa menjadi salah satu sumber energi yang diperlukan sel-sel tubuh pada kadar yang normal. Namun, seperti nutrisi lain, glukosa juga bisa menjadi masalah jika kadarnya terlalu berlebihan.
17 May 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Glukosa adalah bentuk karbohidrat paling sederhana yang dikonsumsi dari makanan

Dampak Perceraian, dari Diabetes hingga Meningkatkan Resiko Kematian!

Perceraian kadang menjadi satu-satunya solusi yang bisa ditempuh sebagai jalan keluar dari masalah yang dialami suatu pasangan. Namun sering tidak disadari, dampak perceraian juga ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan, hingga memicu penyakit kronis.
31 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Perceraian bisa meningkatkan risiko terhadap penyakit kronis dan kematian.

Daftar Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Penderita diabetes ternyata lebih rentan mengalami sejumlah penyakit kulit. Hal ini karena diabetes bisa merusak berbagai bagian tubuh, termasuk pembuluh darah, saraf, juga kulit.
25 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Ada sejumlah penyakit kulit yang lebih sering dialami oleh penderita diabetes