Penyakit Lainnya

Diabetes Tipe 2

14 Apr 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 dapat mengakibatkan glukosa menumpuk di dalam darah
Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit metabolik. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin dengan normal.Diabetes jenis ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Di Indonesia, kondisi ini lebih populer dengan sebutan kencing manis atau penyakit gula.Diabetes melitus tipe 2 sebelumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun sekarang penyakit ini juga kerap ditemukan pada anak-anak akibat kegemukan.Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes tipe 2. Tetapi perubahan gaya hidup dan/atau konsumsi obat-obatan bisa membantu penderita untuk mengendalikan kadar gula darahnya.Meski tampak ringan dan tidak membahayakan, diabetes tipe 2 tidak boleh dianggap remeh. Bila tidak ditangani dengan baik, jenis diabetes ini dapat menyebabkan beragam komplikasi yang membahayakan. 
Diabetes Tipe 2
Dokter spesialis Endokrin
GejalaCepat haus, cepat lapar, sering buang air kecil
Faktor risikoUsia di atas 45 tahun, riwayat diabetes dalam keluarga, kurang olahraga
Metode diagnosisPemeriksaan kadar HbA1C, gula darah sewaktu, gula darah puasa
PengobatanModifikasi gaya hidup, obat-obatan
ObatMetformin, meglitinide, insulin
KomplikasiGangguan mata, ginjal, dan saraf
Kapan harus ke dokter?Sering buang air kecil, sering haus, cepat lapar
Secara umum, gejala diabetes tipe 2 meliputi:
  • Cepat haus
  • Cepat lapar
  • Sering buang air kecil
  • Penurunan berat badan yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau diet
  • Mulut kering
  • Pandangan kabur
  • Kesemutan atau baal di tangan atau kaki
  • Lemas dan lelah
  • Luka yang sulit sembuh
  • Sering mengalami infeksi jamur
  • Sakit kepala
  • Kulit kering
  • Gangguan ereksi (impotensi) pada pria
  • Adanya area penggelapan kulit terutama di ketiak dan leher
Meski begitu, sebagian besar penderita penyakit gula tidak mengalami gejala atau hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan, sehingga tidak disadari. Keadaan tanpa gejala ini bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. 
Penyebab diabetes tipe 2 adalah tubuh yang tidak mampu menggunakan insulin secara normal. Namun dalang di balik kondisi ini belum diketahui dengan pasti.Para pakar medis menduga bahwa ada beberapa faktor risiko diabetes tipe 2 di bawah ini bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalaminya:
  • Kelainan genetik
  • Kelebihan berat badan
  • Penyakit metabolik, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi
  • Memiliki lingkar pinggang besar, yakni ≥ 90 cm pada pria dan ≥ 80 cm pada wanita
  • Gangguan hati yang membuat organ ini terus memproduksi glukosa
  • Kerusakan sel beta-pankreas, yaitu sel penghasil insulin
  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Riwayat diabetes dalam keluarga
  • Kurang olahraga
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Stres
  • Gangguan tidur
  • Menderita diabetes saat kehamilan atau melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari normal
  • Menderita sindrom ovarium polikistik
  • Pola makan tinggi karbohidrat dan tinggi lemak
  • Riwayat kadar gula darah tinggi, namun tidak masuk kriteria diabetes
 
Diagnosis diabetes dipastikan melalui pemeriksaan kadar gula darah. Tes ini dilakukan dua kali dengan waktu yang berbeda. Namun untuk orang dengan gejala diabetes yang jelas, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali.Sederet pemeriksaan kadar gula yang rutin dilakukan meliputi:
  • Kadar HbA1C

Tes HbA1C bertujuan menilai rata-rata kadar glukosa darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. Nilai normalnya adalah ≤ 6.5%.
  • Kadar gula darah sewaktu

Tes kadar gula darah sewaktu diukur tanpa puasa terlebih dahulu. Pasien dinyatakan diabetes jika memiliki hasil ≥ 200 mg/dL dan gejala diabetes yang jelas.
  • Kadar gula darah puasa

Kadar gula darah puasa diukur setelah pasien berpuasa selama delapan jam. Nilai normalnya adalah ≤ 126 mg/dL.
  • Tes toleransi glukosa oral (TTOG)

Tes toleransi glukosa oral diukur dua jam setelah minum larutan gula. Nilai normalnya adalah ≤ 140 mg/dL. 
Penanganan diabetes tipe dua bertujuan untuk:
  • Meredakan gejala
  • Memperbaiki kualitas hidup pasien
  • Mengurangi risiko komplikasi
  • Mencegah dan menghambat perkembangan penyakit
Meski termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dokter bisa menyarankan cara mengobati diabetes tipe 2 di bawah ini untuk  mengendalikannya:

Perubahan gaya hidup

  • Aktivitas fisik

Olahraga dapat membantu sel-sel tubuh untuk menggunakan insulin dengan lebih baik serta menurunkan berat badan. Pasien disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu.Namun ingatlah bahwa penderita kencing manis perlu selalu mengecek kadar gula darahnya sebelum maupun sesudah berolahraga.
  • Pola makan sehat

Pola makan sehat dengan gizi seimbang dapat membantu dalam mengontrol gula darah dan menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal.Pasien bisa memilih makanan dengan kadar serat yang tinggi, rendah lemak, dan rendah kalori. Contohnya, buah-buahan, sayur, dan gandum utuh.Pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi klinis agar dapat menyusun pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Obat-obatan

Obat-obatan biasanya diberikan oleh dokter untuk penderita diabetes tipe 2 yang berisiko tinggi atau tidak berhasil mengendalikan gula darah lewat perubahan gaya hidup. Obat diabetes ini umumnya meliputi:
  • Metformin untuk mengurangi produksi gula oleh hati
  • Meglitinide dan sulfonilurea yang akan merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin
  • Penghambat alfaglukosidase untuk menghambat penyerapan glukosa
  • Tiazolidindion untuk menambah sensitifitas sel tubuh terhadap insulin
  • Penghambat DPP-IV untuk meningkatkan produksi insulin dan menghambat produksi glukagon
  • Penghambat SGLT-2 untuk menghambat penyerapan kembali glukosa di tubuli distal ginjal
  • Insulin yang biasanya baru diberikan jika perubahan gaya hidup dan obat antidiabetes lain tidak efektif dalam mengendalikan gula darah pasien

Perawatan kaki secara berkala

Salah satu komplikasi diabetes adalah terbentuknya luka yang kerap tidak disadari. Luka ini umumnya muncul pada kaki. Karena itu, perawatan kaki sangatlah penting bagi penderita kencing manis.Beberapa langkah perawatan kaki yang dapat diterapkan meliputi:
  • Periksa kaki setiap hari dan dilaporkan pada dokter bila ada kulit yang terkelupas, kemerahan, atau luka
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan di air
  • Periksa alas kaki dari benda asing sebelum menggunakannya
  • Jangan mengenakan sepatu yang terlalu sempit atau longgar
  • Jangan memakai sepatu hak tinggi
  • Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih dan tidak basah
  • Oleskan krim pelembab pada kulit kaki yang kering
  • Potong kuku secara teratur
  • Keringkan kaki dan sela-sela jari kaki secara teratur setelah dari kamar mandi
  • Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan di ujung-ujung jari kaki
  • Jika mengalami kapalan atau mata ikan, tipiskan secara teratur
  • Jika sudah mengalami kelainan bentuk kaki, gunakan alas kaki yang dibuat khusus
  • Hindari penggunaan bantal atau botol berisi air panas/batu untuk menghangatkan kaki

Pemeriksaan kesehatan secara berkala

Pengidap diabetes, termasuk tipe 2 maupun tipe 1, harus menjalani pemeriksaan kesheatan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter. Langkah ini bertujuan memantau perkembangan penyakit gula sekaligus efektivitas pengobatan yang diberikan.Bila ada perubahan tertentu pada kadar gula darah atau kondisi pasien, dokter dapat memberikan pengobatan lain yang lebih sesuai. Misalnya, perubahan dosis obat diabetes atau pola makan.Pasien juga bisa memantau kadar gula darahnya secara mandiri. Saat ini, telah tersedia alat tes gula darah yang praktis dan dapat digunakan di rumah. 

Komplikasi diabetes tipe 2

Jika tidak ditangani dengan benar, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius berupa:
  • Meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, aterosklerosis, dan hipertensi
  • Meningkatnya risiko gangguan mata yang serius, seperti katarak, glaukoma, retinopati
  • Gangguan ginjal kronis
  • Kerusakan saraf (neuropati) yang umumnya bermula pada ujung jari-jari tangan dan kaki
  • Infeksi jamur atau bakteri pada kulit
  • Penyembuhan luka yang lambat, sehingga rentan mengalami infeksi
  • Meningkatnya risiko demensia
 
Cara mencegah diabetes tipe 2 yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menjaga berat badan agar tetap [ada batas normal
  • Rutin berolahraga, yakni minimal 30 menit setiap hari atau 2,5 jam per minggu
  • Menerapkan pola makan sehat, seperti mengurangi konsumsi daging merah serta makanan olahan, makanan tinggi karbohidrat, pemanis buatan, dan makanan berlemak
  • Tidak merokok
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Sering pipis dan sering merasa haus
  • Cepat lapar
  • Penurunan berat badan
  • Cepat lelah
  • Pandangan kabur
  • Sering mengalami infeksi dan luka sulit sembuh
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait diabetes tipe 2?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis diabetes tipe 2 agar penanganan yang tepat bisa diberikan.  
American Diabetes Association. http://www.diabetes.org/diabetes-basics/type-2/
Diakses pada 30 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/type-2-diabetes#1
Diakses pada 30 Januari 2019
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/symptoms-causes/syc-20351193
Diakses pada 30 Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/type-2-diabetes/
Diakses pada 30 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/difference-between-type-1-and-type-2-diabetes
Diakses pada 30 Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes
Diakses pada 15 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317462#symptoms-of-type-2-diabetes
Diakses pada 15 Juli 2020
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/01/4.-Konsensus-Pengelolaan-dan-Pencegahan-Diabetes-melitus-tipe-2-di-Indonesia-PERKENI-2015.pdf
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email