Kandungan

Diabetes Gestasional

06 Jan 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Diabetes Gestasional
Pada masa kehamilan, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon Human Placental Lactogen (hPL) yang menyebabkan resistensi insulin.
Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi saat kehamilan berlangsung. Sama seperti diabetes pada umumnya, kondisi ini menyebabkan kadar gula darah tinggi pada penderitanya. Namun yang menjadi perbedaan, kenaikan gula darah pada diabetes gestasional hanya terjadi pada masa kehamilan dan biasanya dapat kembali normal setelah melahirkan.Kondisi ini dapat terjadi di semua trimester kehamilan, meski lebih sering terjadi pada trimester ke-2. Penyebab diabetes gestasional masih belum jelas. Namun kenaikan hormon yang terjadi saat kehamilan diduga menjadi pemicunyaDiabetes gestasional dapat menyebabkan masalah kesehatan untuk ibu dan janin. Misalnya, janin bayi tumbuh terlalu besar, preeklampsia (hipertensi) hingga kelahiran prematur. Untuk mengatasinya, deteksi dini yang disertai pola hidup sehat untuk mengontrol gula darah dapat menjaga ibu dan janin agar tetap sehat. 
Diabetes Gestasional
Dokter spesialis Kandungan
GejalaRasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah
Faktor risikoUsia lebih dari 25 tahun, obesitas, riwayat diabetes dalam keluarga
Metode diagnosisTes darah
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan
ObatInsulin
KomplikasiPreeklamsia, diabetes tipe 2 setelah melahirkan, berat lahir bayi berlebih
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala diabetes gestasional
Diabetes gestasional biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala yang dirasakan tidak berat, antara lain:
  • Kelelahan
  • Pandangan buram
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Rasa ingin buang air kecil yang berlebihan
  • Sering merasa lapar
 
Penyebab diabetes gestasional tidak diketahui secara pasti, tapi perubahan hormon yang terjadi saat kehamilan tampaknya berperan dalam kondisi ini. Saat hamil, tubuh membentuk plasenta yang berfungsi mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh janin.Selain itu, plasenta juga memroduksi berbagai hormon yang dibutuhkan selama kehamilan. Di sisi lain, hormon-hormon yang dihasilkan seperti estrogen, kortisol, dan Human placental lactogen (hPL) dapat menghalangi produksi hormon insulin. Hal ini disebut dengan efek kontra-insulin.Insulin merupakan hormon yang diperlukan tubuh untuk menyalurkan glukosa (gula) dalam darah ke dalam sel tubuh untuk dipakai sebagai sumber energi. Adanya efek kontra-insulin tersebut dapat menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya, tubuh tidak dapat mengolah glukosa menjadi energi sehingga kadar gula darah akan semakin meningkat.Tidak semua kehamilan dapat menyebabkan terjadinya diabetes. Namun, beberapa faktor berikut ini dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional pada ibu hamil:
  • Berusia lebih dari 25 tahun
  • Tekanan darah tinggi
  • Riwayat diabetes pada keluarga
  • Kelebihan berat badan sebelum hamil
  • Kelebihan berat badan ketika hamil
  • Memiliki lebih dari satu bayi
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat >4 kg
  • Riwayat diabetes gestasional sebelumnya
  • Riwayat keguguran atau kelahiran mati
  • Riwayat konsumsi obat steroid
  • Riwayat sindrom polikistik ovarium, acanthosis nigricans, atau kondisi lain yang berhubungan dengan resistensi insulin
Baca juga: Hormon-hormon Kehamilan Ini Memicu Diabetes Gestasional 
Mayoritas wanita hamil akan menjalani tes darah pada usia kehamilan 24-28 minggu. Namun jika memiliki faktor risiko, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih awal.Diabetes gestasional didiagnosis melalui tes darah khusus berupa:
  • Tes toleransi glukosa Oral (TTGO)
Tes TTGO adalah pemeriksaan berfungsi untuk mengukur kemampuan tubuh dalam menyerap zat gula (glukosa) setelah pasien mengonsumsi gula dalam kadar tertentu. Hasil TTGO akan ditunjukkan dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL). Pada wanita hamil, kadar gula darah 140 mg/dL atau lebih tergolong tidak normal.
  • Pemeriksaan  HbA1c
HbA1c adalah tes lain yang dilakukan dengan tujuan untuk memonitor kadar glukosa darah jangka panjang pada penderita diabetes. Jika hasil tes menunjukkan kadar HbA1c ≥ 6,5% pada dua kali pemeriksaan terpisah, maka dokter dapat mendeteksi adanya diabetes. 
Penanganan diabetes gestasional berfokus untuk mengelola kadar gula darah agar ibu dan janin tetap sehat. Pengobatan tersebut meliputi:

Penyesuaian gaya hidup

Pola makan dan aktivitas fisik yang sehat adalah bagian penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Menurunkan berat badan selama kehamilan tidak disarankan, tetapi pasien dapat mengelola berat badan agar penambahannya sesuai dengan usia kehamilan, dengan cara berikut ini:
  • Menjalani diet sehat
Atur pola makan sehat yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan protein tanpa lemak. Batasi karbohidrat olahan, termasuk makanan manis.
  • Aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan wanita dan kandungannya. Olahraga juga dapat menurunkan gula darah. Dokter mungkin akan menyarankan olahraga yang cocok bagi ibu hamil. Misalnya, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Kegiatan sehari-hari seperti melakukan pekerjaan rumah dan berkebun juga dapat dianggap sebagai aktivitas fisik yang baik.
  • Pantau selalu kadar gula darah
Dengan memeriksakan gula darah secara teratur, pasien dapat memastikan kadar gula darah masih berada di tahap yang sehat.

Obat-obatan dan hormon

Jika diet dan olahraga tidak cukup, pasien mungkin memerlukan beberapa obat berupa:
  • Suntikan insulin
Suntikan ini diberikan untuk menurunkan gula darah. Terapi insulin dianggap jenis pengobatan yang paling efektif untuk mengendalikan diabetes gestasional.
  • Obat antidiabetes
Dokter juga dapat meresepkan obat minum untuk mengontrol gula darah, seperti metformin atau glibenciamide.

Pemeriksaan janin

Pemeriksaan pada janin merupakan bagian penting dari rencana perawatan diabetes gestasional. Dokter akan memeriksa pertumbuhan dan perkembangan janin dengan  pemeriksaan ultrasound atau tes lainnya. Jika pasien belum juga melahirkan sesuai hari perkiraan lahir (HPL) dokter mungkin perlu menginduksi persalinan.

Penanganan lanjutan setelah melahirkan

Dokter akan memeriksa gula darah pasien setelah melahirkan yang akan diulang dalam 6- 12 minggu untuk memastikan bahwa kadar gula dara telah kembali normal. Jika tes menunjukkan hasil yang normal, pasien tetap harus rutin memeriksakan dirinya selama 3 tahun ke depan. Pasalnya, wanita yang sebelumnya mengalami diabetes gestasional, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 setelah melahirkan.Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Gula Darah pada Diabetes Gestasional 

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, diabetes gestasional dapat mengakibatkan komplikasi berupa:
  • Berat berlebih pada bayi, karena tingginya gula darah dapat menyebabkan bayi yang dikandung memiliki berat badan lebih besar dari seharusnya. Kondisi ini dapat mempersulit persalinan karena ukuran bayi yang besar cenderung akan terjepit di jalur persalinan.
  • Kelahiran dini (prematur), karena gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko wanita melahirkan lebih awal.
  • Kesulitan bernapas. Bayi yang lahir lebih awal dari ibu dengan diabetes gestasional mungkin mengalami sindrom gangguan pernapasan.
  • Operasi Caesar.  Wanita dengan diabetes gestasional memiliki kemungkinan melahirkan secara sectio (operasi) karena ukuran bayi yang besar.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia) pada bayi. Terkadang bayi yang dilahirkan dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengalami hipoglikemia dan dapat memicu kejang-kejang.
  • Tekanan darah tinggi. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko preeklamsia, yaitu sebuah kondisi kehamilan dengan karakteristik tekanan darah tinggi dan adanya protein pada urine.
  • Diabetes tipe 2. Wanita dengan diabetes gestasional berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 setelah kehamilan.
  • Bayi lahir meninggal (stillbirth), diabetes gestasional yang tidak ditangani dapat mengakibatkan bayi meninggal saat dilahirkan.
 
Menjaga kesehatan ibu dan bayi saat kehamilan adalah langkah terbaik untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes gestasional, yang bisa dilakukan dengan:
  • Mengonsumsi makanan sehat. Pilih makanan tinggi serat, rendah lemak dan kalori. Utamakan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Perhatikan juga porsi dari makanan.
  • Tetap aktif. Berolahraga selama kehamilan dapat melindungi Anda dari diabetes gestasional. Habiskan waktu selama 30 menit setiap hari selama seminggu untuk menjalani aktivitas sedang seperti jalan kaki atau melakukan pekerjaan rumah.
  • Memiliki berat badan yang ideal. Jika Anda berencana untuk hamil, memiliki berat badan ideal sebelum memulai kehamilan dapat membantu menjalani kehamilan yang sehat.
Baca jawaban dokter: Adakah Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil? 
Jalani kontrol teratur selama kehamilan agar dokter dapat mengevaluasi risiko terkena diabetes gestasional. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait diabetes gestasional?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis diabetes gestasional agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/pregnancy/diabetes-gestational.html
Diakses pada 18 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/gestational-diabetes#treatment
Diakses pada 18 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gestational-diabetes/symptoms-causes/syc-20355339
Diakses pada 18 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gestational-diabetes/diagnosis-treatment/drc-20355345
Diakses pada 14 Desember 2018
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/gestational_diabetes/article.htm#what_is_the_treatment_for_gestational_diabetes
Diakses pada 18 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gestational-diabetes
Diakses pada 14 Desember 2018
NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes/gestational/symptoms-causes#
Diakses pada 18 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email