Mata

Deuteranopia

14 Jul 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Deuteranopia
Deuteranopia merupakan buta warna yang menyebabkan penderitanya kesulitan membedakan warna merah dan hijau
Deuteranopia merupakan salah satu jenis buta warna. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana mata melihat warna dan apa yang membuat buta warna terjadi.Mata bekerja seperti kamera ketika melihat warna. Mata memiliki lensa di bagian depan yang berfungsi untuk memfokuskan objek ke bagian belakang mata (retina). Bagian ini dipenuhi oleh sel-sel mengandung pigmen yang bereaksi ketika terkena cahaya. Sel-sel ini terbagi dua, yakni sel kerucut dan sel batang.Sel kerucut berfungsi untuk mengatur penglihatan warna. Sel kerucut memiliki beberapa pigmen yang bereaksi pada cahaya gelombang pendek, gelombang sedang, dan gelombang tinggi.Sel batang berfungsi untuk membantu mata melihat saat malam hari karena sangat sensitif terhadap cahaya. Berbeda dengan sel kerucut, sel batang hanya memiliki satu pigmen.Pada penderita buta warna, terdapat gangguan gen yang menyebabkan kinerja sel kerucut menjadi terganggu. Terganggunya sel kerucut menyebabkan adanya ketidakmampuan untuk melihat warna-warna tertentu. Kondisi buta warna terbagi menjadi tiga jenis, tergantung dari pigmen apa yang mengalami gangguan:
  • Buta warna merah-hijau. Gangguan pada sel kerucut merah disebut protan, sedangkan gangguan pada sel kerucut hijau disebut deutran. Jenis-jenis buta warna ini adalah protanomali, protanopia, deuteranomali, dan deuteranopia
  • Buta warna biru-kuning. Tipe ini lebih jarang terjadi dibandingkan tipe sebelumnya. Jenis-jenisnya adalah tritanomali dan tritanopia
  • Buta warna total, yakni hanya melihat warna hitam putih. Selain tidak dapat melihat warna, kondisi ini juga mempengaruhi ketajaman penglihatan. Jenis-jenisnya adalah monokromasi sel kerucut dan monokromasi sel batang atau akromatopsia
Buta warna merah-hijau adalah jenis buta warna yang paling umum terjadi dibandingkan dengan jenis-jenis buta warna lainnya. Deuteranopia merupakah salah satu jenis buta warna merah-hijau, dan umumnya lebih sering diderita laki-laki daripada perempuan.
Deuteranopia
Dokter spesialis Mata
Gejalamata melihat warna merah menjadi kuning kecoklatan dan warna hijau menjadi warna krem
Faktor risikoAda riwayat buta warna di keluarga, laki-laki
Metode diagnosisTes gambar (pseudoisochromatic plates)
PengobatanKacamata dengan lensa khusus, alat bantuan visual
KomplikasiTidak bisa mengambil profesi yang mengharuskan memiliki kemampuan membedakan warna
Kapan harus ke dokter?Apabila mengalami perubahan persepsi pada warna
Gejala yang dialami penderita deuteranopia intensitasnya bisa ringan hingga berat. Untuk kondisi bawaan, gejalanya bisa terdeteksi sejak usia anak-anak, yakni ketika sedang belajar warna.Penderita deuteranopia akan melihat warna merah seperti warna kuning kecoklatan dan warna hijau menjadi warna krem. Selain gangguan terhadap warna tersebut, tidak ada gejala lain yang akan dirasakan penderita.Karena gejala tersebut tidak begitu mengganggu, kondisi ini seringkali tidak terdeteksi. Tidak jarang penderita sendiri tidak menyadari terkena deuteranopia apabila gejalanya tidak begitu berat. Ada juga yang baru menyadarinya setelah mengikuti tes penglihatan.
Penderita deuteranopia mengalami gangguan pada fungsi sel kerucut berwarna hijau. Berdasarkan penyebabnya, kondisi ini bisa merupakan bawaan sejak lahir (genetik) atau diakibatkan penyakit atau paparan tertentu yang merusak sel kerucut mata (acquired).Pada deuteranopia yang merupakan bawaan sejak lahir, terdapat kelainan gen pada kromosom x. Kelainan gen tersebut mempengaruhi fungsi sel kerucut hijau pada retina mata, sehingga persepsi mata terhadap gelombang cahaya hijau menjadi berbeda. Kelainan ini kemungkinan besar diturunkan dari riwayat keluarga.Deuteranopia pun bisa juga terjadi pada mata yang normal karena penyebab-penyebab tertentu. Diantaranya:
  • Terkena cedera fisik atau penyakit pada mata, terutama pada bagian retina
  • Ada kerusakan pada saraf penglihatan
  • Ada kerusakan pada bagian otak yang memproses persepsi warna
  • Terkena katarak 
  • Penuaan
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat anti-psikotik (klorpromazin dan thoridazine) dan antibiotik etambutol yang biasanya diberikan pada penderita TBC
  • Terkena paparan zat kimia syrene yang merupakan bahan baku beberapa jenis plastik. 
Berbeda dengan deuteranopia bawaan, buta warna yang terjadi akibat faktor-faktor diatas intensitasnya bisa berubah (membaik atau memburuk) seiring dengan kondisi penyakit dasarnya. Selain itu, pada deuteranopia bawaan, mata kanan dan kiri memiliki gangguan yang setara, sementara buta warna yang diakibatkan penyakit dan paparan bisa berbeda keparahannya antara mata kanan dan kiri.

Faktor risiko

Seseorang berisiko tinggi terkena deuteranopia apabila:
  • Memiliki riwayat keluarga buta warna
  • Mengidap penyakit mata, seperti glaukoma, katarak, dan penyakit lainnya yang mengganggu retina dan saraf mata
  • Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes dan Alzheimer
  • Mengidap penyakit yang memerlukan obat berefek samping buta warna, seperti TBC
  • Terpapar zat-zat kimia tertentu di tempat kerja atau lingkungan tempat tinggal
  • Berjenis kelamin laki-laki
Selain oleh dokter, pemeriksaan kondisi buta warna bisa dilakukan ketika hendak mendaftar menjadi profesi-profesi tertentu yang memerlukan kemampuan untuk membedakan warna, seperti pilot, insinyur kereta api, atau teknisi listrik.Salah satu jenis pemeriksaan yang umum dilakukan dokter untuk mendeteksi buta warna adalah dengan menggunakan gambar khusus yang dinamakan “pseudoisochromatic plates.” Gambar ini terdiri dari sekumpulan bintik-bintik kecil dan banyak.Beberapa bintik-bintik dalam gambar tersebut memiliki warna berbeda, dan perbedaan warna tersebut menggambarkan pola seperti angka atau simbol tertentu.Seseorang dengan mata normal dapat melihat angka dan symbol yang tertera pada gambar tersebut, sedangkan seseorang yang mengalami deuteranopia tidak, karena penderita tidak bisa membedakan warna dari bintik-bintik tersebut.
Hingga saat ini deuteranopia yang diturunkan secara genetis masih belum bisa disembuhkan. Sedangkan untuk penderita deuteranopia akibat penyakit atau paparan yang merusak mata, kondisi mata bisa membaik seiring penyebab kerusakan mata tersebut ditanggulangi. Misalnya, apabila buta warna terjadi akibat obat-obatan, dokter bisa menurunkan dosisnya atau memberikan obat alternatif.Meskipun kondisi ini tidak bisa disembuhkan pada penderita yang mendapatkannya akibat faktor turunan, penglihatan mata masih bisa dibantu menggunakan beberapa cara:
  • Mempergunakan kacamata atau lensa kontak khusus.
  • Menggunakan alat bantu visual, baik itu aplikasi perangkat lunak atau teknologi lainnya yang dapat membantu penglihatan warna.
Penelitan mengenai pengobatan untuk mengatasi buta warna masih berjalan hingga saat ini, sehingga mungkin saja penyakit ini bisa diobati di masa depan.

Komplikasi

Penderita buta warna umumnya akan mengalami kesulitan dalam hal-hal berikut di kesehariannya:
  • Kesulitan membedakan buah yang matang atau belum matang
  • Kesulitan memadukan dan memadankan warna pakaian
  • Kesulitan memastikan kematangan daging yang dimasak
  • Kesulitan membaca informasi pada bagan atau grafik berwarna
Penderita buta warna pun tidak dapat mengambil profesi yang membutuhkan kemampuan membedakan warna, seperti pilot, insinyur kereta api, teknisi listrik, dan desainer grafis.
Deuteranopia bawaan tidak dapat dicegah. Meski demikian, buta warna akibat penyakit dan paparan masih bisa dicegah. Salah satu penyebab kebutaan warna adalah akibat gangguan pada retina dan sistem saraf mata, maka dari itu ada baiknya untuk tetap menjaga kondisi mata tetap sehat.Pola hidup sehat seperti memakan buah-buahan dan sayuran, tidak terlalu lama melihat layar komputer, dan rutin ke dokter untuk pemeriksaan mata akan sangat membantu menjaga kesehatan mata.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter mata apabila mengalami gejala. Terutama jika sebelumnya anda bisa melihat warna secara normal. Kondisi deuteranopia yang tidak disebabkan karena faktor genetis merupakan tanda adanya gangguan atau penyakit yang kemungkinan berbahaya.
Sebelum pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala dan gangguan pada aktivitas akibat gangguan persepsi warna yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit atau trauma/iritasi pada mata yang pernah Anda alami
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Contoh pertanyaan-pertanyaan yang dapat anda ajukan pada dokter diantaranya:
  • Bagaimana kondisi ini akan mempengaruhi hidup saya?
  • Apakah kondisi ini akan mengganggu profesi saya sekarang, atau profesi yang akan diambil di masa depan?
  • Apa saja yang bisa saya lakukan untuk menanggulangi kondisi ini di kehidupan sehari-hari saya?
  • Apakah ada kaca mata atau lensa kontak yang bisa saya gunakan?
Pada saat konsultasi, dokter bisa saja menanyakan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Sejak kapan perubahan persepsi warna menjadi berubah?
  • Apakah kondisi anda hanya mempengaruhi satu mata, atau keduanya?
  • Apakah ada riwayat keluarga yang memiliki kondisi buta warna?
  • Apakah anda memiliki riwayat penyakit tertentu?
  • Apakah anda terpapar zat-zat kimia tertentu di tempat kerja anda?
  • Apakah anda sedang menggunakan obat-obatan atau suplemen tertentu?
Setelah sesi pertanyaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mata, dan pemeriksaan tambahan apabila diperlukan untuk memastikan kondisi apa yang sedang anda alami.
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/color-blindness#1Diakses 13 Juli 2021National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/color_blindness/facts_aboutDiakses 13 Juli 2021 Healthline. https://www.healthline.com/symptom/color-blindnessDiakses 11 Agustus 2019Health Communities. http://www.healthcommunities.com/color-vision-deficiency/causes.shtmlDiakses 13 Juli 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email