Dermatomiositis

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Dermatomiositis ditandai dengan ruam kulit serta lemah otot dan diobati dengan konsumsi obat kortikosteroid.
Tanda dermatomiositis yang paling umum adalah ruam kulit yang disertai lemah otot.

Pengertian Dermatomiositis

Dermatomiositis adalah penyakit inflamasi yang langka yang ditandai oleh kelemahan otot dan ruam kulit yang khas. Dermatomiositis dapat terjadi pada orang dewasa, terutama pada wanita, dan anak-anak. Tidak ada obat untuk mengobati kondisi ini, pengobatan dermatomiositis ditujukan untuk mengendalikan gejala. Pada orang dewasa, dermatomiositis biasanya terjadi pada usia sekitar 40-60 tahun, sedangkan pada anak-anak terjadi pada usia 5-15 tahun.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Dermatomiositis ditandai dengan gejala otot, ruam berwarna merah atau ungu pada wajah (kelopak mata, hidung, dan pipi), punggung, dada bagian atas, siku, lutut dan buku-buku jari. Ruam tersebut dapat terasa gatal atau menyakitkan. Benjolan keras di bawah kulit juga dapat muncul (kalsinosis). Gejala lain berupa:

  • Nyeri otot
  • Kaku otot
  • Masalah menelan
  • Masalah paru-paru
  • Endapan kalsium keras di bawah kulit
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Demam

Penyebab

Tidak terdapat penyebab pasti dermatomiositis dan seringkali dihubungkan dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel antibodi menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pada dermatomiositis, jaringan otot di pembuluh darah kecil diserang oleh sel-sel inflamasi tubuh sehingga mengakibatkan pembuluh darah dan jaringan-jaringan ototnya rusak.

Diagnosis

Dokter akan melihat riwayat medis dan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala yang dialami. Dermatomiositis adalah penyakit inflamasi otot yang mudah untuk didiagnosis karena ruam yang khas. Dokter dapat melakukan tes, seperti:

  • MRI untuk mengidentifikasi otot-otot abnormal
  • Electromyography (EMG) untuk merekam impuls listrik yang mengontrol otot-otot
  • Analisis darah untuk memeriksa kadar enzim otot, seperti creatinine kinase (CK) and aldolase, dan autoantibodi atau antibodi yang menyerang sel normal
  • Biopsi otot untuk mencari peradangan dan masalah lain yang terkait dengan penyakit
  • Biopsi kulit untuk mencari perubahan yang disebabkan oleh penyakit

Pengobatan

Pengobatan ditujukan untuk mengobati gejala yang timbul, berupa:

  • Kortikosteroid. Obat jenis ini dapat mengontrol gejala secara cepat, namun perlu diperhatikan pemakaian jangka panjangnya karena dapat menimbulkan efek samping.
  • Agen pendamping kortikosteroid. Obat jenis ini digunakan bersamaan dengan kortikosteroid untuk menurunkan dosis dan efek samping dari kortikosteroid.
  • Obat imunosupresan
  • Obat rheumatoid arthritis

Perawatan yang dapat membantu masalah otot, berupa:

  • Terapi panas
  • Olahraga
  • Orthotics
  • Perangkat yang membantu berdiri tegak
  • Beristirahat
  • Pengobatan imunoglobulin intravena (IVIg) untuk menghambat antibodi yang abnormal yang menyerang sistem tubuh.

Informasi Dokter

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah daftar yang mencakup:

  • Deskripsi terperinci tentang gejala
  • Informasi tentang masalah medis
  • Semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi
  • Pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah kondisi yang dialami terjadi secara bertahap atau tiba-tiba?
  • Apakah tubuh terasa lelah saat bangun?
  • Apakah kondisi ini menurunkan produktivitas?
  • Adakah anggota keluarga yang mempunyai masalah kondisi otot?
  • Apa yang tampaknya memperbaiki atau memperburuk gejala?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatomyositis/symptoms-causes/syc-20353188
Diakses pada 23 November 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dermatomyositis
Diakses pada 23 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-dermatomyositis#1
Diakses pada 23 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/myositis/
Diakses pada 23 November 2018.

Back to Top