Kulit & Kelamin

Dermatitis Kontak

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Aby RachmanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Dermatitis Kontak
Penggunaan pelembap atau salep kortikosteroid dapat meringankan reaksi alergi atau iritasi yang terjadi pada kulit.
Dermatitis kontak adalah tipe eksim yang dipicu oleh kontak zat tertentu. Eksim adalah nama dari kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kering dan teriritasi. Dermatitis kontak biasanya membaik atau sembuh jika zat yang menyebabkan masalah dapat diidentifikasi dan dihindari. Pengobatan juga tersedia untuk membantu meringankan gejala.
Dermatitis Kontak
Dokter spesialis Kulit
Gejala penyakit ini tergantung dari penyebab dan apakah dermatitis disebabkan karena reaksi alergi atau iritasi. Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda seiring berjalannya waktu. Reaksi alergi terjadi secara tiba-tiba atau berkembang setelah beberapa bulan/tahun terpapar zat yang menyebabkan reaksi alergi. Dermatitis kontak sering terjadi pada tangan dan disebabkan oleh kontak terhadap :
  • Produk untuk rambut, kosmetik, dan parfum dapat menyebabkan reaksi kulit pada wajah, kepala, dan leher.
  • Perhiasan dapat menyebabkan masalah kulit di bawahnya. Salah satu gejala umum dari penyakit ini adalah gatal.
Pada alergi dermatitis, rasa gatal dapat menjadi sangat parah. Penderita akan memiliki ruam merah bila zat pemicu alergi terkena kulit. Reaksi alergi seringkali terhambat sehingga ruam tidak muncul sampai 24-48 jam setelahnya. Ruam yang muncul memiliki ciri:
  • Memiliki benjolan merah yang mungkin menyebabkan lembap dan lecet
  • Terasa hangat dan lembut
  • Kerak yang kering
  • Bersisik dan tebal
Dermatitis disebabkan oleh iritasi yang menyebabkan rasa terbakar, sakit, dan juga gatal. Iritasi dermatitis seringkali berupa kulit yang keras, kering, dan kemerahan. Kulit dapat menjadi radang jika terpapar dalam jangka panjang.
  • Iritasi
    Zat yang secara langsung merusak lapisan kulit bagian luar.
  • Alergi
    Zat yang menyebabkan sistem imun merespons terhadap kulit.
Dermatitis kontak juga dapat disebabkan oleh iritasi terhadap sabun, detergen, pelarut, atau terlalu sering bersentuhan dengan air.
Jika penderita berhasil menghindari iritasi atau alergi yang memicu gejala, maka kulit akan membaik perlahan-lahan. Akan tetapi, tidak semua dermatitis kontak dapat sembuh dengan sendirinya, penderita akan disarankan untuk menggunakan:
  • Pelembap yang dioleskan ke kulit untuk mencegah kulit kering.
  • Salep atau krim kortikosteroid topikal yang dioleskan di kulit untuk mencegah gejala bertambah parah.
  • Kortikosteroid oral, tablet steroid yang dapat membantu memperbaiki gejala.
Cara terbaik untuk mencegah dermatitis kontak adalah untuk menghindari kontak dengan penyebab alergi dan iritasi. Jika penderita tidak dapat menghindari kontak tersebut, ia dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko penyebab alergi atau iritasi, seperti:
  • Membersihkan Kulit
    Jika penderita mengalami kontak dengan penyebab alergi atau iritasi, cucilah kulit yang terpapar dengan air hangat secepatnya.
  • Menggunakan Sarung Tangan
    Gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan, tetapi seringlah melepasnya dan kemudian gunakan lagi, karena keringat dapat menyebabkan gejala memburuk. Penderita disarankan untuk menggunakan sarung tangan dari kapas sebelum menggunakan sarung tangan dari karet jika sarung tangan karet menyebabkan iritasi.
  • Menghindari Produk yang Menyebabkan Iritasi Kulit
    Gantilah produk yang mengiritasi kulit, periksalah bahan-bahan pembuatan atau sabun untuk memastikan bahan tersebut tidak mengandung iritasi atau alergi. Pada beberapa kasus, penderita disarankan untuk menghubungi pabrik atau mengecek secara online untuk mendapatkan informasi ini.
  • Memakai Pelembap
    Gunakan pelembap sesering mungkin dan dalam jumlah yang besar. Tindakan ini dapat membantu kulit tetap terhidrasi dan membantunya melindungi dari alergi dan iritasi. Penderita juga dapat menggunakan sabun pelembap dibandingkan sabun biasa yang dapat menyebabkan kulit kering.
Hubungi dokter jika ruam terasa sakit, mengkhawatirkan, atau tidak membaik dalam beberapa hari. Dokter akan memeriksa dan menanyakan beberapa pertanyaan untuk membantu mencari apa yang terjadi. Dokter akan meresepkan tablet atau salep steroid dan antihistamin, tergantung dari seberapa parah ruam yang muncul. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan kulit untuk menentukan alergi yang terjadi. Jika tidak dapat menghindari faktor penyebab, katakan kepada dokter mengenai penggunaan sarung tangan atau menggunakan krim.
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000869.htm
Diakses pada 29 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contact-dermatitis
Diakses pada 29 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/contact-dermatitis#2
Diakses pada 29 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Muncul Ruam Merah pada Area Mulut? Bisa Jadi Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah tipe dermatitis yang memicu ruam merah di area mulut. Belum jelas penyebab pasti dari dermatitis ini. Namun, beberapa kemungkinan biangnya yaitu obat kortikosteroid, krim wajah tertentu, kandungan kosmetik, hingga pasta gigi yang mengandung fluoride.
06 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Dermatitis perioral adalah jenis dermatitis atau peradangan kulit yang terjadi di sekitar area mulut

Selulitis Pedis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Selulitis pedis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Infeksi ini dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
14 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Selulitis pedis menyebar ke dalam darah dan tulang

Kenali 2 Obat Alergi Makanan yang Sebaiknya Selalu Anda Bawa

Obat alergi makanan yang paling sering disarankan oleh dokter adalah antihistamin atau epinefrin. Kedua obat tersebut harus selalu dibawa jika Anda memiliki alergi makanan.
11 Jan 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Obat alergi makanan adalah antihistamin