Kulit & Kelamin

Dermatitis

28 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Dermatitis
Penderita dermatitis biasanya merasakan gatal pada kulit, yang disertai pembengkakan
Dermatitis adalah peradangan kulit yang ditandai dengan gejala kulit kering, bengkak, dan merah. Penyebab kondisi ini bervariasi tergantung pada jenis dermatitisnya.Untuk beberapa orang, penyakit kulit yang tidak menular ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Pasalnya, rasa gatal pada kulit bisa bersifat ringan hingga parah.Jenis dermatitis tertentu dapat berlangsung lama, sementara beberapa jenis lainnya mungkin dapat kambuh, tergantung pada musim, atau stres yang Anda rasakan.Beberapa jenis dermatitis lebih sering terjadi pada anak-anak, dan yang lainnya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Gejala dermatitis umumnya bisa diringankan dengan mengonsumsi obat-obatan dan mengoleskan krim topikal. 
Dermatitis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kering, pecah-pecah, gatal
Faktor risikoFaktor keturunan, alergi, asma
Metode diagnosisTanya jawab, patch test
PengobatanObat-obatan, fototerapi, krim topikal
ObatObat antialergi
KomplikasiKurang tidur, gelisah, depresi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala yang mengganggu kenyamanan hingga memicu kurang tidur
Secara umum, gejala dermatitis meliputi:
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Gatal
  • Ruam
  • Melepuh
  • Nyeri dengan sensasi seperti tersengat atau terbakar
  • Kulit yang berubah warna menjadi kemerahan
  • Pembengkakan kulit
 

Gejala dermatitis berdasarkan jenisnya

Selain gejala umum di atas, pada beberapa jenis dermatitis dapat ditemukan gejala khas yang menandai tipe dermatitis tersebut seperti berikut ini.
  • Dermatitis atopi atau eksim

Dermatitis atopi atau eksim merupakan dermatitis yang mudah ditemukan pada anak-anak, dan umumnya terjadi di daerah kulit yang lentur di daerah lipatan seperti siku, belakang lutut, dan di leher bagian depan.Pada dermatitis atopi umumnya timbul plak kering pada kulit yang gatal dan gejala tersebut dapat hilang dan timbul, bergantung dari ada atau tidaknya paparan pemicu dermatitis atopi.
  • Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak terjadi pada orang yang mengalami kontak dengan bahan penyebab iritasi dan reaksi alergi. Pada dermatitis kontak, sering dijumpai kulit yang melepuh disertai rasa seperti terbakar atau tersengat.
  • Dermatitis seboroik atau yang dikenal dengan istilah ketombe

Pada dermatitis seboroik, timbul kerak pada kulit disertai kemerahan pada daerah kulit yang berminyak seperti kulit kepala, wajah, dan dada.
  • Dermatitis nummular

Dermatitis jenis ini melibatkan luka oval pada kulit dan terjadi setelah kulit mengalami cedera.
  • Dermatitis stasis

Jenis ini melibatkan perubahan kulit karena sirkulasi darah yang tidak lancar.
  • Dermatitis neglecta

Jenis ini mengacu pada kondisi kulit yang terjadi akibat kebersihan diri yang buruk. 
Penyebab utama dermatitis bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa tipe dermatitis seperti eksim dishidrosis, neurodermatitis, dan dermatitis numularis memiliki penyebab yang tidak diketahui.Selain penyebab dari dermatitis, faktor pemicu dan faktor risiko yang juga sering dijumpai pada tipe dermatitis tertentu juga perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa faktor pemicu, faktor risiko, dan penyebab terjadinya dermatitis:
  • Pada dermatitis kontak, penyebab utamanya adalah kontak dengan bahan yang dapat memicu iritasi dan reaksi alergi seperti detergen, kosmetik, parfum, logam nikel.
  • Dermatitis atopik disebabkan oleh faktor kombinasi seperti faktor genetik, kulit yang kering, dan infeksi bakteri pada area kulit. Paparan terhadap makanan dan bahan-bahan di udara yang menyebabkan alergi, juga dapat memicu timbulnya dermatitis atopi.
  • Dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur pada kelenjar minyak dan faktor genetik.
  • Dermatitis statis disebabkan oleh buruknya sirkulasi aliran darah tubuh, terutama di daerah tungkai bawah dan kaki.
  • Secara umum, dermatitis juga dipicu oleh beberapa faktor seperti stres, perubahan hormon, tekanan dari lingkungan, dan bahan-bahan iritan.
 

Faktor risiko dermatitis

Beberapa faktor risiko dermatitis meliputi:
  • Bayi
  • Menderita alergi atau asma
  • Faktor keturunan
  • Melakukan pekerjaan yang membuat Anda bersentuhan dengan logam, pelarut, atau bahan pembersih tertentu
  • Menderita gangguan kesehatan tertentu. Seperti gagal jantung kongestif, penyakit Parkinson dan HIV/AIDS
 
Diagnosis dermatitis dilakukan dengan tanya jawab dan patch test. Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan Anda serta keluarga.
  • Patch test atau uji tempel

Tes ini dilakukan dengan mengoleskan sejumlah kecil zat yang berbeda ke kulit Anda dan kemudian ditutup. Dokter akan mengecek kulit Anda selama kunjungan beberapa hari ke depan untuk mencari tanda-tanda reaksi.Patch test dapat membantu mendiagnosis jenis alergi tertentu yang menyebabkan dermatitis Anda. 
Beberapa pilihan cara mengobati dermatitis yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Obat antialergi dan mengurangi rasa gatal, seperti obat golongan antihistamin dan obat yang mengandung steroid
  • Fototerapi pada kulit yang mengalami dermatitis
  • Krim topikal atau oles yang mengandung steroid, untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan, atau yang mengandung inhibitor calcineurin, untuk memodulasi sistem imun tubuh
  • Krim atau losion untuk melembapkan kulit yang kering
  • Antibiotik dan antijamur dapat diberikan apabila terjadi infeksi bakteri atau jamur.
Selain itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi vitamin D serta probiotik, serta menghindari makanan atau alergen penyebab timbulnya dermatitis. 

Komplikasi dermatitis

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi dermatitis:
 
Cara mencegah dermatitis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Mengurangi menggaruk kulit yang dapat menimbulkan luka terbuka dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kulit
  • Mencegah kulit supaya tidak kering, dengan cara mandi tidak terlalu lama, menggunakan sabun yang melembapkan kulit, dan menghindari air yang terlalu panas untuk mandi
  • Mengoleskan pelembap berbahan dasar air atau minyak, untuk melembapkan kulit
  • Menghindari stres
  • Mengenakan pakaian pelindung pada saat bekerja dengan bahan iritan
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Gejala membuat Anda sangat tidak nyaman sehingga Anda kurang tidur atau menganggu aktivitas harian
  • Kulit Anda menjadi sakit
  • Anda menduga kulit mengalami terinfeksi
  • Anda sudah mencoba langkah-langkah perawatan diri tetapi tanda dan gejala tetap tidak hilang
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Sebaiknya Anda menjawab secara jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan dan sudah berapa lama gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala ini hilang dan timbul?
  • Apakah gejala ini timbul setelah Anda melakukan suatu kegiatan spesifik atau mengonsumsi makanan tertentu?
  • Apakah Anda atau keluarga memiliki riwayat alergi?
  • Apakah ada orang di sekitar yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya, dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis dermatitis. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dermatitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/4089-dermatitis
Diakses pada 28 Juli 2021
Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380
Diakses pada 28 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/dermatitis
Diakses pada 28 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email