Depresi

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Depresi adalah gangguan serius dengan gejala yang nyata
Depresi adalah gangguan serius dengan gejala yang nyata

Pengertian Depresi

Depresi atau major depresive disorder (MDD) adalah gangguan perasaan atau suasana hati (mood) yang menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus dan tidak kunjung menghilang. Individu dapat membuat seseorang kehilangan minat dengan hal-hal yang disukai, kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang normal, dan terkadang merasa hidup tidak layak untuk dijalani.

Depresi terjadi ketika ada perasaan tertekan yang membuat individu merasa sedih selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan berlarut-larut. Depresi adalah suatu gangguan mental yang nyata dengan gejala yang nyata. Berbeda dengan kesedihan yang biasanya, depresi adalah suatu keadaan yang lebih dari hanya sekedar rasa sedih yang dapat menghilang dalam beberapa hari dan tidak dapat hanya dengan kata-kata penyemangat saja serta dapat menganggu kehidupan sehari-hari individu.  Terkadang penderita bahkan tidak sadar sedang mengalami depresi. Oleh karenanya, kepekaan orang-orang sekitar, penanganan yang tepat, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu penderita menghadapi depresi yang dialami. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), individu dapat didiagnosis mengalami depresi jika gejala-gejala yang dialami tetap ada selama periode dua minggu dan setidaknya tedapat lima gejala yang terlihat dari sembilan gejala-gejala yang dicantumkan. Selain itu, salah satu dari kelima gejala yang dialami haruslah kehilangan minat atau rasa senang, atau suasana hati yang tertekan atau murung. Berikut adalah gejala-gejala dari individu yang mengalami gangguang depresi:

  • Hilangnya minat atau rasa senang pada hampir semua aktivitas (anhedonia).
  • Suasana hati yang tertekan atau murung, pada anak-anak dan remaja, suasana hati dapat berupa kekesalan atau kemarahan. 
  • Gangguan tidur (insomnia atau hypersomnia). 
  • Adanya perubahan berat badan atau gangguan pada nafsu makan yang signifikan, pada anak-anak, hal ini terlihat dalam bentuk kegagalan mencapai kenaikan berat badan yang diharapkan. 
  • Perasaan tidak berharga.
  • Gangguan pada psikomotor (psychomotor retardation), berupa kesulitan untuk melakukan hal-hal sehari-hari, atau kecemasan yang berefek pada psikomotor (psychomotor agitation), seperti mengelilingi ruangan atau mengetuk-ngetukan kaki di lantai. 
  • Kelelahan atau kehilangan energi.
  • Pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri (secara tidak spesifik maupun adanya rencana yang terperinci), atau usaha untuk bunuh diri. 
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, keragu-raguan.

Penyebab

Penyebab depresi tidak sepenuhnya dapat dipahami dan mungkin tidak hanya ke satu sumber. Depresi kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor kompleks yang meliputi:

  • Biologis, berupa perubahan fisik di otak, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, atau perubahan di zat-zat otak yang mengatur keseimbangan suasana hati. 
  • Kejadian-kejadian traumatis atau yang mengubah hidup, berupa kehilangan orang yang dicintai, perceraian, masalah pekerjaan, hubungan dengan teman dan keluarga, masalah keuangan, masalah medis atau stress akut, memiliki bayi, dan trauma masa kecil.
  • Genetik, individu yang memiliki riwayat depresi di keluarganya akan lebih mudah mengalami depresi.
  • Kepribadian, individu yang memiliki strategi penyelesaian masalah yang kurang berhasil atau trauma pada kehidupan sebelumnya.
  • Obat-obatan, seperti obat kortikosteroid, beta blocker, dan interferon.
  • Penyalahgunaan obat, seperti amfetamin.
  • Cedera kepala.
  • Pernah mengalami satu episode depresi berat. Hal ini akan meningkatkan risiko untuk terjadinya depresi yang berulang di kemudian hari.
  • Kondisi kronis, seperti memiliki penyakit diabetes, penyakit paru obstruktif kronik, dan penyakit jantung membuat depresi lebih mungkin dapat terjadi.

Diagnosis

Beberapa tes tidak digunaan untuk mendiagnosis depresi klinis, tetapi untuk menyingkirkan kondisi medis serius lainnya yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Dokter dapat mendiagnosis individu berdasarkan kriteria diagnosis khusus dari DSM-5 serta dengan melakukan:

  • Pemeriksaan fisik, mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kesehatan individu.
  • Tes laboratorium, seperti tes darah atau urine, untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan biologis yang juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Selain itu, untuk memastikan gejala depresi yang dimiliki tidak terkait dengan kondisi seperti penyakit tiroid, kekurangan vitamin D, atau masalah medis lainnya.
  • CT scan atau MRI otak untuk menyingkirkan penyakit serius, seperti tumor otak
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mendiagnosis beberapa masalah jantung.
  • Elektroensefalogram (EEG) untuk merekam aktivitas listrik di otak.
  • Wawancara tentang gejala, pikiran, perasaan, dan pola perilaku.

Dokter juga akan melakukan tes skrining, dengan memberikan dua pertanyaan berikut:

  • Pernahkah Anda merasa terganggu selama sebulan terakhir, dan apakah Anda tertekan atau putus asa? 
  • Selama sebulan terakhir, apakah Anda tidak memiliki minat atau kesenangan untuk melakukan sesuatu?

Pengobatan

Dokter dapat meresepkan beberapa macam obat untuk mengurangi depresi, seperti:

  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)
  • Serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI).
  • Antidepresan atipikal
  • Penghambat monoamine oxidase (MAOIs), jenis obat ini membutuhkan diet yang ketat karena obat ini dapat berinteraksi dengan jenis makanan tertentu yang dapat mengakibatkan efek yang berbahaya.
  • Antidepresan trisiklik, jenis obat ini biasanya tidak diresepkan secara umum kepada penderita tetapi biasanya penderita yang tidak mendapatkan efek dari jenis obat SSRI akan diresepkan obat jenis ini. 

Namun, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melakukan psikoterapi yang dapat dilakukan oleh ahli kesehatan mental, seperti psikolog. Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara atau terapi psikologis. Jenis terapi yang biasanya diberikan untuk mengatasi depresi adalah terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy). Psikoterapi dapat membantu penderita dalam:

  • Mengembangkan kemampuan untuk mentoleransi dan menerima masalah yang dialami melalui perilaku-perilaku yang sehat. 
  • Mengenali keyakinan, pikiran atau perilaku negatif dan menggantinya dengan yang sehat dan positif. 
  • Membantu menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi dan memecahkan masalah.
  • Menjabarkan hubungan individu dengan orang lain dan kejadian-kejadian yang dialami, serta mengembangkan interaksi yang positif dengan orang lain. 
  • Beradaptasi dengan masalah yang dihadapi.
  • Mengidentifikasi masalah yang berkontribusi pada depresi dan mengganti perilaku-perilaku yang memperparah depresi yang dialami.
  • Belajar untuk menetapkan tujuan yang realistis.
  • Membantu mendapatkan kembali rasa puas dan kontrol dalam hidup serta membantu meringankan gejala depresi, seperti keputusasaan dan kemarahan.

Pada beberapa kasus depresi yang parah, seperti saat penderita mungkin akan menyakiti dirinya atau orang lain, atau saat penderita tidak mampu mengurus dirinya, penderita akan direkomendasikan untuk mendapatkan penanganan rawat inap di rumah sakit. 

Jika Anda mengalami depresi, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Tetap mengikuti penanganan yang telah diberikan.
  • Memperhatikan apa yang dapat memicu depresi Anda dan mengenali tanda-tanda kambuhnya depresi agar Anda dapat segera mengunjungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika depresi kambuh. 
  • Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga secara teratur.
  • Hindari rokok, alkohol, dan narkotika yang dapat memperparah depresi yang dialami.
  • Mencari tahu mengenai depresi yang Anda alami melalui buku, website, dan sebagainya.
  • Jangan mengisolasi diri Anda, Anda dapat bercerita dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dialami atau mengikuti komunitas-komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa agar dapat berdiskusi bersama dan saling mendukung satu sama lainnya. 
  • Menerapkan teknik-teknik mengatasi stres dan relaksasi, seperti meditasi dan sebagainya.
  • Jangan terlalu memaksakan diri Anda untuk menangani semua hal yang terjadi dalam hidup Anda serta jangan membuat suatu keputusan penting saat Anda sedang dalam keadaan tertekan atau murung.
  • Menulis jurnal sebagai media untuk mengekspresikan emosi dan pemikiran yang Anda alami.
  • Mengatur waktu dan jadwal Anda agar tidak kewalahan.

Jika orang-orang terdekat Anda mengalami depresi, segera rujuk penderita ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya serta yakinkan penderita bahwa penderita tidak sendiri dan Anda akan mendukungnya. Penting bagi orang-orang di sekitar penderita untuk memperhatikan gejala-gejala depresi atau kambuhnya depresi pada penderita dan selalu mendukung serta menemani penderita. 

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah depresi. Namun, beberapa cara dapat membantu, seperti:

  • Segera mencari bantuan dokter dan ahli kesehatan mental jika terdapat tanda-tanda depresi pada dirinya atau orang-orang terdekat.
  • Mendekatkan diri dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
  • Mencari cara untuk mengontol stres, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya.
  • Mempertimbangkan penanganan jangka panjang untuk mencegah kambuhnya depresi. 
  • Meningkatkan harga diri penderita.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala depresi, seperti yang tercantum di atas, segera berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Terutama jika Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri atau melakukan percobaan bunuh diri. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi, buatlah daftar mengenai:

  • Gejala-gejala yang dialami.
  • Informasi mengenai kejadian traumatis atau masalah-masalah dalam kehidupan yang membuat sters dan baru saja dialami.
  • Semua obat, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi.

Beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan kepada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Apa yang menyebabkan gejala yang saya alami?
  • Jenis-jenis tes apa yang harus saya ikuti?
  • Penanganan apa yang paling cocok untuk saya?
  • Jika saya harus mengonsumsi obat, apa efek samping dan kontra indikasi dari obat yang direkomendasikan?
  • Apakah terdapat pantangan-pantangan tertentu yang harus saya ikuti?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan menanyakan seputar kegiatan dan gejala yang dirasakan, seperti:

  • Kapan Anda atau orang terdekat Anda pertama kali melihat gejala depresi Anda?
  • Sudah berapa lama Anda merasa depresi?
  • Apakah terdapat hal-hal yang dapat memperburuk atau membantu gejala-gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri ketika Anda merasa sedih?
  • Apakah secara umum Anda merasa murung atau apakah suasana hati Anda berubah-ubah?
  • Apakah gejala Anda mengganggu kehidupan sehari-hari atau hubungan Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami suasana hati yang berubah dari merasa murung menjadi merasa senang secara intens dan penuh dengan energi? 
  • Apa kondisi kesehatan mental atau fisik lainnya yang Anda miliki?
  • Apakah keluarga pernah didiagnosis dengan depresi atau gangguan mental lainnya?
  • Apakah Anda mengonsumi alkohol atau narkotika?
  • Berapa lama Anda tidur dan apakah waktu tidur Anda berubah-ubah?
Referensi

Healthline.
https://www.healthline.com/health/psychomotor-agitation
Diakses pada 18 Maret 2019

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/symptoms-causes/syc-20356007
Diakses pada 11 Oktober 2018

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/286759-overview
Diakses pada 18 Maret 2019

NHS. 
https://www.nhs.uk/conditions/clinical-depression/
Diakses pada 11 Oktober 2018

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/kc/depression-causes-symptoms-treatments-8933
Diakses pada 21 Agustus 2019

Back to Top