Kepala

Demensia

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Demensia
Demensia umumnya terjadi pada lansia dan penyakit ini dapat ditandai dengan adanya perubahan kepribadian.
Demensia adalah sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi otak. Demensia sering terjadi pada usia di atas 65 tahun. Demensia disebabkan oleh berbagai penyakit dan cedera. Kerusakan mental dapat dibagi dari ringan hingga berat. Beberapa jenis demensia bersifat progresif atau bertambah buruk seiring waktu. 
Demensia
Dokter spesialis Saraf, Psikolog
Gejala demensia meliputi:Perubahan Kognitif
  • Kehilangan memori yang dapat disadari oleh pasangan atau orang terdekat
  • Kesulitan berkomunikasi atau menemukan kata-kata
  • Kesulitan untuk menalar atau memecahkan masalah
  • Kesulitan menangani tugas-tugas yang kompleks
  • Kesulitan untuk merencanakan sesuatu
  • Kesulitan berkoordinasi dan penurunan fungsi motorik
  • Bingung dan disorientasi
Perubahan Psikologis
 
Penyebab demensia yang mungkin dapat dipulihkan di antaranya adalah:
  • Alkohol dan narkoba
  • Tumor
  • Hematoma subdural atau pembekuan darah di bawah penutup otak
  • Hidrosefalus tekanan normal atau penumpukan cairan di otak
  • Kadar hormon tiroid rendah
  • Gula darah rendah
  • Gangguan neurokognitif
Penyebab demensia yang tidak dapat dipulihkan dan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu, di antaranya adalah:
  • Penyakit alzheimer
  • Demensia vaskular
  • Demensia dari penyakit parkinson dan gangguan serupa
  • Demensia dengan adanya Lewy body
  • Demensia frontotemporal (penyakit Pick)
  • Penyakit Creutzfeldt-Jakob
 
Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis demensia. Tes-tes tersebut meliputi:
  • Riwayat medis menyeluruh
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium, termasuk tes darah
  • Tinjauan gejala, termasuk perubahan dalam memori, perilaku, dan fungsi otak
  • Riwayat keluarga
 
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala demensia. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati gejala penyakit Alzheimer, antara lain:
  • Inhibitor Kolinesterase
    Obat ini meningkatkan zat kimia yang disebut asetikolin yang berguna untuk menunda gejala penyakit Alzheimer (AD) yang memburuk.
  • Memantine
    Obat ini digunakan untuk menunda timbulnya gejala kognitif dan perilaku pada orang dengan AD sedang atau berat.
  • Terapi perlaku
    Untuk menekan perilaku yang tidak tertonkontrol.
  • Terapi kognitif 
    Untuk menstimulasi daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan bahasa. 
  • Terapi okupasi
    Untuk mengajarkan pasien cara melakukan aktivitas sehari-hari secara aman.
 
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko demensia adalah:
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menjaga tekanan darah
  • Melakukan aktivitas fisik rutin
  • Tidak merokok
  • Aktif melakukan kegiatan
  • Melatih otak seperti rajin membaca dan bermain teka-teki
 
Temui dokter jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki masalah ingatan atau gejala demensia. 
Beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum berkonsultasi dengan dokter, antara lain:
  • Menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu dilakukan, seperti puasa sebelum menjalani tes tertentu.
  • Buat catatan tentang kondisi Anda seperti gejala yang Anda alami, informasi pribadi utama Anda, semua obat yang sedang Anda konsumsi, serta pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.
 
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut meliputi:
  • Kapan gejala tersebut dimulai?
  • Apakah gejala tersebut berangsur-angsur atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk?
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/dementia
diakses pada 19 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dementia/symptoms-causes/syc-20352013
diakses pada 19 November 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dementia/symptoms/?tabname=about-dementia
diakses pada 19 November 2018.
WebMD. https://www.webmd.com/alzheimers/types-dementia#1
diakses pada 19 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Orang Caper Bikin Tak Nyaman, Gangguan Mental Bisa Jadi Pemicunya

Perilaku caper atau alias cari perhatian dapat menyebalkan bagi orang lain. Namun ternyata, beberapa kasus caper dapat dipicu oleh kondisi tertentu, seperti rasa cemburu dan kesepian. Bahkan, bukan tak mungkin rekan Anda yang caper mengidap gangguan mental tertentu.
16 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Individu caper atau cari perhatian suka memancing pujian dengan orang lain secara berlebihan

9 Langkah yang Mempermudah Pembuatan Rencana Masa Depan

Masa depan adalah sesuatu yang harus direncanakan. Namun bagi sebagian orang pembuatan rencana masa depan adalah hal yang menakutkan. Namun, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat rencana masa depan yang lebih mudah. Dimulai dari cari tahu apa yang Anda inginkan, memercayai diri sendiri, hingga membuat rencana jangka pendek yang realistis untuk dicapai.
01 Mar 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Percaya diri adalah salah satu poin penting dalam membuat rencana masa depan

8 Cara Belajar Efektif Menurut Para Psikolog

Cara belajar efektif tentu dibutuhkan oleh para pelajar, termasuk untuk persiapan menghadapi ujian. Bagaimana bisa seorang pelajar menjalani ujian, tanpa mengetahui cara belajar yang efektif? Maka dari itu, kenalilah cara belajar efektif menurut psikolog ini, supaya dapat nilai terbaik di kelas!
17 Mar 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Cara belajar efektif tidak lepas dari gaya hidup sehat.