Infeksi

Demam Tifoid (Tipes)

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Demam Tifoid (Tipes)
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella typhi dan paratyphi, Kondisi ini dapat mengganggu banyak organ.Bakteri penyebab tipes terutama ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kotoran maupun urine dari penderita.Meski terdengar umum dan tidak berbahaya, demam tifoid yang tidak ditangani bisa menyebabkan komplikasi serius. Contohnya, perdarahan saluran cerna dan robekan pada usus.Oleh karena itu, tipes sebaiknya segera diatasi dengan saksama. Penanganan utama demam tifoid adalah dengan mengonsumsi obat antibiotik.Sementara pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Selain itu, vaksinasi tipes telah tersedia dan bisa dijalani untuk melindungi diri dari penularan tipes. 
Demam Tifoid (Tipes)
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam  diare atau sulit buang air besar, nyeri perut.
Faktor risikoBepergian ke area dengan wabah tipes, tingkat kebersihan yang buruk, dan berprofesi sebagai tenaga medis
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanIstirahat, obat-obatan
ObatDoxycycline, ciprofloxacin, chloramphenicol
KomplikasiPenurunan kesadaran, syok, perdarahan saluran cerna
Kapan harus ke dokter?Demam lebih dari tiga hari, sakit perut hebat, tidak dapat makan atau minum, muntah atau tinja kehitaman
Gejala demam tifoid tergantung pada durasi seseorang mengalaminya. Secara umum, tanda dan gejalanya meliputi:
  • Demam yang semakin tinggi hingga mencapai 40,5º Celcius
  • Sakit kepala
  • Tubuh yang lemah
  • Kelelahan
  • Batuk kering
  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit (pengidap hanya bisa mengalami salah satunya)
  • Ruam merah pada kulit
Pada tahap lanjut, demam tifoid yang tidak ditangani bisa menyebabkan gejala berupa:
  • Penurunan tingkat kesadaran yang ditandai dengan bicara melantur
  • Sakit perut yang parah akibat komplikasi perforasi usus
  • Gejala perdarahan saluran cerna, seperti muntah atau tinja berwarna hitam, kulit yang pucat, lesu, dan lain-lain
Mungkin saja ada tanda dan gejala tipes yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.Baca juga: Warna Feses Bisa Menandakan Kondisi Tubuh Anda 
Penyebab utama demam tifoid adalah infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini dapat menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, serta kontak langsung dengan penderita.Ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko demam tifoid tersebut meliputi:
  • Tingkat sanitasi yang buruk, misalnya di wilayah kumuh
  • Bekerja atau bepergian ke negara, di mana terdapat wabah tipes
  • Memiliki profesi sebagai tenaga medis, khususnya orang yang langsung berhubungan dengan bakteri salmonella typhi
  • Kontak dengan penderita, misalnya orang yang tinggal serumah atau petugas medis di rumah sakit
 
Diagnosis demam tifoid dapat dipastikan dengan cara-cara di bawah ini:

1. Wawancara

Dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami dan faktor risiko demam tifoid yang dimiliki oleh pasien.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mencari tanda-tanda tipes pada tubuh pasien. Misalnya, ruam berwarna kemerahan pada leher dan perut.

3. Tes darah

Pada kebanyakan penderita tipes, tes darah akan menunjukkan hasil berupa:
  • Anemia ringan
  • Peningkatan laju endap darah
  • Trombosit dan limfosit yang rendah
Penderita tipes juga dapat mengalami kenaikan kadar enzim hati dan kadar bilirubin, serta ketidakseimbangan elektrolit darah.

4. Tes serologi demam tifoid

  • Tes widal

Tes widal merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosis demam tifoid selama beberapa dekade. Pemeriksaan bertujuan mendeteksi antibodi terhadap antigen H dan O dari bakteri S.typhi.Penggunaan tes widal sebenarnya tidak lagi dianjurkan di negara-negara maju. Pasalnya, banyak faktor yang mempengaruhi tes ini, sehingga hasilnya sering tidak akurat.Namun di negara berkembang (misalnya Indonesia), tes widal masih digunakan untuk membantu dokter dalam memastikan diagnosis tipes. Alasannya adalah fasilitas kesehatan yang masih terbatas.Hasil positif pemeriksaan Widal akan meningkatkan kecurigaan adanya demam tifoid apabila titer aglutinin sebesar ≥ 1/320.
  • Tes tubex

Tes tubex adalah pemeriksaan yang mendeteksi antibodi imunoglobulin M (IgM) terhadap antigen O9 dari bakteri S.typhi. Tes ini lebih akurat daripada tes widal.

5. Tes antigen demam tifoid

  • Kultur

Pemeriksaan baku emas alias gold standard untuk mendiagnosis demam tifoid adalah kultur cairan aspirasi sumsum tulang. Namun prosedur ini dapat menyebabkan rasa nyeri hebat.Hasil kultur juga biasanya memakan waktu lama. Karena itu, pemeriksaan ini jarang dianjurkan oleh dokter.Selain dari cairan aspirasi sumsum tulang, kultur juga bisa dilakukan dari darah, muntah, atau sampel tinja.
  • Tes PCR (polymerase chain reaction)
Tes PCR tergolong cukup efektif dalam mendiagnosis tipes. Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah dan urine dari pasien. 
Cara mengobati demam tifoid umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien mengalami kondisi ini. Beberapa metode penanganan tipes ini meliputi:

1. Obat-obatan

Pilihan obat tipes yang biasa diresepkan oleh dokter bisa berupa:
  • Antibiotik

Obat antibiotik merupakan pengobatan tipes yang paling efektif. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri.Umumnya, gejala tipes akan membaik setelah penderita mengonsumsi antibiotik  selama 2-3 hari. Tapi bukan berarti konsumsinya boleh dihentikan.Obat antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan durasi konsumsi dari dokter, yakni sekitar 7-14 hari. Langkah ini bertujuan mencegah kondisi resistensi bakteri terhadap antibiotik serta komplikasi.Jenis antibiotik yang paling umum diberikan untuk mengatasi demam tifoid meliputi doxycycline, ciprofloxacin, dan chloramphenicol.
  • Obat penurun demam

Contoh obat ini meliputi paracetamol dan ibuprofen.

2. Perawatan mandiri di rumah

Pasien juga bisa melakukan hal-hal berikut untuk mempercepat penyembuhan demam tifoid:
  • Cukup istirahat.
  • Banyak minum air putih.
  • Makan dengan teratur. Bila nafsu makan menurun, pasien dapat mencoba makan dengan porsi sedikit, tapi lebih sering.
  • Jaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan, sehingga pasien juga bisa mencegah penularan pada orang lain.
 

Komplikasi demam tifoid

Jika tidak ditangani dengan benar, demam tifoid dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Perdarahan saluran cerna

Gejala perdarahan ini meliputi cepat lelah, sesak napas, kulit yang pucat, detak jantung tidak teratur, muntah darah, serta tinja berwarna hitam.
  • Perforasi dan peritonitis

Perforasi usus adalah munculnya robekan pada usus. Kondisi ini dapat menyebabkan peritonitis, yakni radang pada selaput pembungkus organ dalam perut.Perforasi maupun peritonitis termasuk kondisi medis darurat yang memerlukan penanganan secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien.Baca juga: Hati-hati! Minum Obat Sembarangan Bisa Picu Resistensi Antibiotik 
Cara mencegah demam tifoid yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Menjalani vaksinasi tifoid.
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah atau tidak dimasak hingga matang.
  • Hanya mengonsumsi air minum dengan kebersihan yang sudah terjamin. Bila tidak tersedia, konsumsilah air minum dalam kemasan dengan segel yang masih utuh atau masak dulu air hingga mendidih sebelum diminum.
  • Cucilah tangan dengan air bersih dan sabun, misalnya sebelum makan, setelah ke toilet, dan sesudah bepergian atau berkebun.
  • Hindari konsumsi makanan dengan kebersihan yang tidak terjaga, misalnya makanan yang dijual di pinggir jalan.
  • Konsumsi buah yang bisa dikupas, seperti jeruk dan pisang.
Sementara penderita bisa mencegah penularan penyakit ini pada orang lain dengan cara:
  • Konsumsi obat antibiotik hingga tuntas dan sesuai saran dokter.
  • Selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, terutama sebelum makan dan setelah ke toilet.
  • Jangan berbagi makanan dan minuman dengan orang lain.
  • Jangan saling meminjamkan alat makan dan minum dengan orang lain.
 
Segera cari pertolongan medis apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Demam lebih dari dua hari
  • Sakit perut hebat
  • Lelah dan lesu
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Penurunan tingkat kesadaran, seperti linglung dan bicara melantur
  • Kulit pucat
  • Muntah berwarna gelap atau kehitaman
  • Tinja berwarna hitam
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait demam tifoid?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tipes agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-20378665
Diakses pada 22 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001332.htm
Diakses pada 22 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/
Diakses pada 22 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/typhus#prevention
Diakses pada 2 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/156859
Diakses pada 2 September 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/231135-workup#c3
Diakses pada 2 September 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/biochemistry-genetics-and-molecular-biology/widal-test
Diakses pada 2 September 2020
ISains Medis. https://isainsmedis.id/index.php/ism/article/viewFile/453/422
Diakses pada 2 September 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17730-typhoid-fever/prevention
Diakses pada 2 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cefadroxil Adalah Antibiotik Cephalosporin Generasi Pertama, Seberapa Efektif Lawan Bakteri?

Cefadroxil adalah jenis antibiotik yang termasuk golongan cephalosporin. Fungsinya untuk mengatasi infeksi akibat bakteri, bukan virus. Cephalosporin merupakan jenis antibiotik beta-laktam.
09 Nov 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Cefadroxil adalah jenis antibiotik

Penyakit Kelamin yang Disebabkan oleh Bakteri Harus Dihindari

Penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri antara lain chancroid (ulkus mole), klamidia, gonorrhea, dan sifilis. Penyakit tersebut dapat diobati dengan obat seperti antibiotik.Baca selengkapnya
Penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri salah satunya adalah klamidia

Apakah Hand Sanitizer Sama Efektifnya dengan Cuci Tangan?

Daripada berlomba-lomba membeli hand sanitizer yang sudah langka, lebih baik mencuci tangan yang terbukti lebih ampuh membasmi virus. Kenali hand sanitizer lebih dalam sebelum Anda menguras dompet lebih dalam.
07 Jan 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Penggunaan hand sanitizer untuk tangan anak dan orang dewasa