Kulit & Kelamin

Demam Skarlatina (Demam Scarlet)

Diterbitkan: 01 Nov 2018 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Demam Skarlatina (Demam Scarlet)
Demam skarlatina atau scarlet fever diantaranya adalah ruam merah dan garis-garis merah di kulit.
Demam scarlet atau demam skarlatina adalah penyakit yang disebabkan oleh racun dari bakteri Group A Beta-hemolytic Streptococcus (GABHS).Gejala utama dari penyakit yang juga disebut scarlet fever ini meliputi demam, sakit tenggorokan, dan ruam merah di kulit. Demam skarlatina termasuk penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak pada rentang usia 5-15 tahun.Penyakit ini memang tidak berbahaya. Namun jika tidak ditangani dengan benar, bakteri GABHS dapat menyerang organ lain, seperti jantung dan ginjal.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi demam skarlet adalah antibiotik. Konsumsilah obat ini sesuai dengan anjuran dokter untuk mengurangi kemungkinan resistensi antibiotik.
Demam Skarlatina (Demam Scarlet)
Dokter spesialis Anak, Kulit
GejalaDemam, sakit tenggorokan, ruam
Faktor risikoAnak-anak
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, rapid strep test
PengobatanObat-obatan
ObatParacetamol, amoksisilin, klindamisin
KomplikasiInfeksi telinga, abses tenggorokan, demam rematik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Gejala demam skarlatina umumnya muncul setelah dua hingga lima hari sejak bakteri GABHS ke tubuh. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.Tanda-tanda demam scarlet yang bisa dialami oeh penderita meliputi:

Demam dan sakit tenggorokan

Gejala awal demam skarlatina mirip dengan flu, yaitu demam dan sakit tenggorokan.

Ruam merah

Beberapa hari kemudian, muncul ruam kemerahan pada pasien. Ruam ini bermula dari leher, ketiak, dan area selangkangan. Ruam lalu menyebar ke seluruh tubuh. Lidah pasien pun bisa tampak merah dan membengkak disertai lapisan putih seperti susu.Ruam demam skarlatina awalnya berbentuk datar dan rata dengan kulit. Bentuk ruam kemudian menonjol dan terasa seperti butiran pasir bila diraba.Sesuai bentuknya, bentol-bentol ruam tersebut bernama sandpaper rash dan menjadi ciri khas pada demam scarlet. Ruam dapat berlangsung selama tujuh hari, lalu memudar dan menghilang.

Garis-garis merah di area lipatan kulit

Area lipatan kulit akan tampak lebih merah dari kulit lainnya, sehingga terbentuk garis-garis merah. Misalnya pada ketiak, lutut, leher, serta selangkangan.

Kulit mengelupas

Setelah ruam hilang, kulit akan mengelupas. Pengelupasan ini terutama terjadi di jempol kaki, jari-jari tangan, dan selangkangan.

Gejala lainnya

Di samping indikasi tersebut, beberapa keluhan di bawah ini juga bisa menjadi gejala demam skarlatina:
  • Sakit kepala
  • Tubuh yang lemas
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan menelan.
  • Kemerahan di wajah, tapi area di sekitar mulut tampak putih pucat
  • Menggigil
  • Kelenjar getah bening di tenggorokan yang membengkak atau nyeri ketika disentuh
 
Penyebab demam skarlatina adalah infeksi bakteri Group A Beta hemolytic Streptococcus (GABHS). GABHS menghasilkan racun streptococcal pyrogenic exotoxins (SPEs) tipe A, B, dan C.Bakteri GABHS bisa ditemukan pada cairan yang berasal dari hidung, tenggorokan, telinga, dan kulit. Karena itu, demam scarlet dapat menyebar melalui percikan air ketika penderita bersin dan batuk.Selain percikan air liur dan ingus penderita, seseorang juga dapat terjangkit demam scarlet jika:
  • Menyentuh kulit penderita yang terluka
  • Menggunakan alat makan yang sama dengan penderita
  • Menyentuh benda yang sudah terkontaminasi bakteri GABHS, lalu menyentuh membran mukosa pada hidung atau mulut
Usia anak-anak juga menjadi faktor risiko demam skarlatina. Penyakit ini lebih sering menyerang anak dan remaja berusia 5-15 tahun.Tak hanya itu, demam skarlatina pun lebih mudah menyebar di lingkungan dengan interaksi rutin. Misalnya, dalam keluarga serumah atau di sekolah. 
Diagnosis demam skarlatina akan ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab untuk mengetahui gejala dan apakah ada orang di sekitar penderita yang mengalami keluhan yang sama.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan kondisi fisik pasien yang berupa pemeriksaan suhu tubuh, tenggorokan, lidah, ruam pada kulit, dan pengecekan leher. Kondisi leher akan membantu dokter dalam mengecek apakah ada benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Rapid strep test

Sampel cairan dari tenggorokan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah mengandung bakteri GABHS atau tidak. Pemeriksaan ini penting karena ada begitu banyak penyakit dengan keluhan yang mirip gejala demam skarlatina.
  • Kultur

Jika tidak ditemukan bakteri GABHS dan masih mencurigai demam skarlatina, dokter akan melakukan kultur bakteri. Tes ini memakan waktu yang cukup lama, namun umumnya mampu mendeteksi bakteri GABHS yang tidak terdeteksi dalam rapid step test.Pemeriksaan kultur tergolong penting, terutama untuk pasien anak-anak. Pasalnya, mereka memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami demam reumatik.Demam reumatik tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan pada jantung. 
Pengobatan demam skarlatina umumnya tergantung pada tingkat keparahan penyakit, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara umum.Karena penyebabnya adalah bakteri, pengobatan demam skarlatina dari dokter berupa pemberian obat antibiotik. Amoksisilin, klindamisin dan eritromisin merupakan jenis antibiotik yang biasanya diresepkan.Antibiotik umumnya harus dikonsumsi selama 10 hingga 14 hari. Penderita mesti menghabiskannya sesuai dengan anjuran dokter.Jika tidak menghabiskan antibiotik atau berhenti mengonsumsinya tanpa konsultasi dengan dokter, penderita berisiko untuk mengalami resistensi antibiotik.Pada resistensi antibiotik, bakteri menjadi lebih tahan terhadap antibiotik yang digunakan. Akibatnya, penderita memerlukan obat antibiotik yang lebih tinggi levelnya untuk menyembuhkan penyakitnya.Bila antibiotik dikonsumsi sesuai anjuran dokter, penderita bisa kembali menjalani rutinitasnya secara normal setelah 24 jam mengonsumsi antibiotik dan tidak lagi mengalami demam.

Komplikasi demam skarlatina

Jika demam skarlatina segera tidak diobati, bakteri GABHS dapat menyebar ke organ-organ lain. Misalnya, ke organ jantung.Meski jarang terjadi, penyebaran GABHS dapat menyebabkan gangguan-gangguan medis berikut:
 
Pencegahan demam skarlatina yang utama adalah dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Seperti apakah caranya?
  • Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, terutama sebelum makan dan hendak menyiapkan makanan, atau setelah ke toilet maupun bepergian.
  • Bila tidak tersedia, Anda bisa menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer).
  • Mengunakan tisu untuk menutupi hidung dan mulut ketika bersin atau batuk.
  • Mencuci peralatan makan penderita dengan sabun dan air besih sebelum kembali digunakan.
Demam skarlatina bisa menular maupun kambuh. Karena itu, penderita dapat mencegahnya dengan mengonsumi antibiotik sesuai anjuran dokter dan beristirahat di rumah hingga 24 jam hingga tidak demam lagi. 
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala demam skarlatina seperti yang telah dijelaskan di atas. Terutama bila penderitanya adalah anak-anak yang menunjukkan keluhan berupa:
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah ada orang di sekitar penderita yang juga mengalami keluhan yang serupa?
  • Apakah penderita sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis demam skarlatina. Dengan ini, penanganan yang tepat pun bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/scarlet-fever
Diakses pada 19 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scarlet-fever/symptoms-causes/syc-20377406
Diakses pada 19 November 2019
CDC. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/scarlet-fever.html
Diakses pada 19 November 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1053253-overview
Diakses pada 19 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Jangan Sepelekan Infeksi Tenggorokan, Bisa Berujung Demam Rematik pada Anak

Demam rematik pada anak biasanya terjadi ketika si Kecil berusia 5-15 tahun. Penyebab demam rematik pada anak adalah bakteri Streptococcus yang berpindah dari saluran pernapasan ke katup jantung melalui peredaran darah.
11 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Demam rematik pada anak bisa terjadi ketika radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus tidak tertangani dengan baik

DMARDs Konvensional vs Biologis untuk Obati Rematik, Apa Bedanya?

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit peradangan yang terjadi karena kondisi autoimun seseorang. Untuk mengobatinya, salah satu yang digunakan adalah disease-modifying antirheumatic drugs atau DMARDs.
10 Nov 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
DMARDS merupakan obat antirematik