Demam Rematik

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Demam rematik adalah komplikasi dari radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptococcus grup A.
Tidak hanya menyerang anak usia 5-15 tahun, demam rematik juga dapat menyerang anak balita dan orang dewasa.

Pengertian Demam Rematik

Demam rematik adalah sebuah penyakit yang jarang ditemukan tapi dapat mengancam keselamatan jiwa. Penyakit ini adalah komplikasi dari penyakit radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A, yang menimbulkan peradangan dan nyeri sendi, kelainan jantung, ruam kulit dan gangguan saraf. Demam rematik pada umumnya menyerang anak usia 5–15 tahun, walaupun penyakit ini dapat juga menyerang anak balita maupun orang dewasa. Di negara maju, demam rematik bukanlah penyakit yang sering muncul, namun di negara berkembang, penyakit ini masih menjadi masalah yang cukup serius.

Penyakit demam rematik dapat menyebabkan kerusakan permanen di organ jantung, termasuk kerusakan katup jantung bahkan gagal jantung. Pada umumnya, pasien demam rematik dapat sembuh secara total, akan tetapi masih ada risiko penyakit kambuh.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dari penyakit demam rematik dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa pasien dapat mengalami gejala yang jumlahnya lebih sedikit atau lebih banyak dibandingkan pasien lainnya. Serangan demam rematik biasanya muncul dalam waktu 2 – 4 minggu setelah infeksi radang tenggorokan oleh kuman Streptococcus. Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Nyeri sendi (biasanya di lutut, pergelangan kaki, siku dan pergelangan tangan)
  • Sendi membengkak dan berwarna kemerahan
  • Benjolan-benjolan kecil (nodul) yang tidak nyeri di bawah kulit
  • Nyeri dada
  • Bunyi jantung abnormal (murmur)
  • Kelelahan
  • Ruam kulit dengan permukaan sedikit menonjol dengan tepi tidak beraturan dan tanpa nyeri (eritema marginatum)
  • Gerakan anggota tubuh secara mendadak tanpa disadari dan tidak terkontrol (terutama di bagian tangan, kaki dan wajah), yang disebut korea Sydenham.
  • Perilaku berlebihan dan tidak wajar (tertawa atau menangis secara tidak wajar) yang menyertai korea Sydenham

Penyebab

Demam rematik dapat muncul setelah infeksi di bagian tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A. Bakteri tersebut menginfeksi tenggorokan yang pada umumnya menyebabkan radang tenggorokan atau pada kasus tertentu menyebabkan demam skarlet.

Bakteri yang menyebabkan penyakit demam rematik memengaruhi sistem kekebalan tubuh karena bakteri tersebut memiliki protein yang mirip dengan protein di dalam sel tubuh. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang bakteri berbahaya malah menyerang sel-sel di dalam tubuh (seolah-olah sel-sel tersebut adalah bakteri yang berbahaya), terutama di jaringan-jaringan jantung, sendi, kulit dan sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang). Peradangan atau pembengkakan merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap situasi tersebut.

Diagnosis

Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang akan meliputi:

  • Mengambil sampel darah untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan bakteri penyebab demam rematik, karena bakteri itu sendiri kemungkinan besar sulit dideteksi di jaringan tenggorokan ataupun darah.
  • Tes EKG yang mencatat sinyal elektrik yang melewati jantung. Dokter dapat mendeteksi pola dari sinyal yang dihasilkan untuk mendeteksi adanya kelainan atau peradangan di bagian jantung.
  • Tes Echocardiogram yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar langsung dari organ jantung untuk mendeteksi kelainan di organ tersebut

Pengobatan

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bakteri Streptococcal dan gejala-gejala demam rematik yang ditimbulkan:

  • Dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Setelah antibiotik yang bertujuan untuk membunuh bakteri habis, biasanya dokter akan memberi antibiotik tambahan untuk mencegah penyakit tersebut menyerang kembali. Pasien dengan peradangan jantung selama demam rematik dapat dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik selama 10 tahun atau lebih.
  • Dokter pada umumnya akan memberi obat anti rasa sakit atau anti radang seperti aspirin atau naproxen untuk mengurangi bengkak, radang dan demam.
  • Dokter pada kasus tertentu juga akan memberikan obat antikonvulsan untuk meringankan gejala-gejala seperti gerakan anggota badan yang tidak terkontrol.

Pencegahan

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah demam rematik:

  • Mengobati penyakit radang tenggorokan atau demam skarlet secara optimal sebelum bakteri menyebabkan demam rematik

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera hubungi dokter apabila:

  • Anda mengalami radang tenggorokan
  • Demam
  • Peradangan atau pembengkakan sendi
  • Nyeri dada

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda mengalami gejala demam rematik, segeralah periksakan diri anda ke dokter terpercaya anda. Jika memungkinkan, dokter anda mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam.

Dokter anda mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Kapan anda mulai mengalami gejala-gejala?
  • Apakah gejala berlangsung terus-terusan atau sesekali?
  • Apakah anda terserang batuk atau pilek belakangan ini? Seperti apa gejalanya?
  • Apakah anda pernah terkena radang tenggorokan?
  • Apabila iya, apakah anda mengkonsumsi antibiotik yang diberikan dokter secara teratur sampai habis?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter, seperti:

  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat? Pengobatan mana yang direkomendasikan ke saya?
  • Apakah ada obat yang perlu saya konsumsi?
  • Berapa lama saya harus beristirahat?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis demam rematik dengan menanyakan gejala Dokter dapat :

  • Melakukan tes darah
  • Melakukan tes EKG
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatic-fever/symptoms-causes/syc-20354588
Diakses pada 8 Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rheumatic-fever
Diakses pada 8 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-rheumatic-fever-basics#1
Diakses pada 8 Oktober 2018

Back to Top