Semua orang pasti pernah mengalami demam, tidak terkecuali anak-anak. Demam pada anak sebenarnya merupakan pertanda bahwa tubuhnya sedang melawan infeksi dan biasanya tidak menyebabkan komplikasi serius.

Demam terjadi ketika termostat internal tubuh menaikkan suhu tubuh melebihi suhu normal. Termostat tubuh ini terdapat di bagian otak yang disebut hipotalamus. 

Hipotalamus tahu berapa suhu yang pas bagi tubuh Anda. Bagian otak ini juga akan mengirim sinyal untuk mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.

Namun ketika tubuh mengalami infeksi, hipotalamus akan membuat suhu tubuh penderita menjadi lebih tinggi. perubahan suhu ini bertujuan membantu tubuh dalam melawan kuman penyebab infeksi tersebut.

Setiap orangtua pasti akan khawatir ketika anaknya mengalami demam, apalagi bila sang anak menjadi rewel. Anda perlu mengetahui penanganan demam pada anak dengan tepat dan kapan harus membawanya ke dokter.

Gejala yang menyertai demam pada anak bervariasi sesuai penyebabnya. Gejala penyerta yang umum bisa berupa:

  • Berkeringat.
  • Lemas.
  • Menggigil atau kedinginan.
  • Sakit kepala.
  • Pegal-pegal.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Rewel.
  • Dehidrasi.

Kondisi demam pada anak mungkin tidak serius bila anak masih mau makan, minum, dan bermain, serta tetap sadar, bisa tersenyum, memiliki warna kulit yang normal, dan terlihat baik-baik saja ketika suhu tubuhnya mulai turun.

Namun harap diingat bahwa bayi dan anak di antara usia 6 bulan sampai 5 tahun paling berisiko mengalami kejang demam. Sekitar sepertiga anak yang pernah kejang demam bisa kembali mengalaminya, biasanya dalam waktu 12 bulan kemudian.

Penyebab demam pada anak bisa beragam hal. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Infeksi

Kebanyakan kasus demam disebabkan oleh infeksi. Demam akan membantu tubuh dalam melawan infeksi dengan merangsang sistem kekebalan tubuh.

  • Imunisasi

Bayi dan anak yang baru saja mendapatkan imunisasi bisa mengalami demam.

  • Tumbuh gigi

Hal ini juga dapat menjadi penyebab demam pada bayi. Namun tumbuh gigi biasanya tidak menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang signifikan.\

  • Pakaian yang terlalu tebal

Hal ini sering terjadi khususnya pada bayi baru lahir. Pasalnya, orangtua mungkin merasa cemas sehingga memakaikan baju maupun selimut yang terlalu tebal, padahal suhu di sekitar anak tidak dingin.

Diagnosis demam pada anak termasuk mudah dipastikan. Orangtua cukup mengukur suhu tubuh anak dengan termometer. Bila hasilnya menandakan temperatur yang tinggi, anak dapat dikatakan mengalami demam. 

Namun harus dipastikan terlebih dulu bahwa pemeriksaan suhu tersebut dilakukan ketika anak sedang beristirahat. Bila dilakukan beberapa saat setelah anak beraktivitas, suhu tubuhnya biasa cenderung sedikit lebih tinggi. 

Karena demam hanyalah sebuah gejala dari suatu penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari penyebabnya. Serangkaian pemeriksaan penunjang yang mungkin meliputi tes darah, tes urine, serta rontgen dan pemeriksaan pencitraan lainnya.

Orangtua tidak perlu panik bila anaknya mengalami demam. Tidak semua demam pada anak perlu ditangani secara medis. Kondisi demam umumnya hanya perlu diobati bila telah menyebabkan ketidaknyamanan pada anak.

Beberapa cara di bawah ini dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala demam pada anak:

  • Mempercepat penurunan suhu tubuh anak

  • Berikan pakaian dan selimut yang tipis.
  • Pastikan suhu kamar tidurnya tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Jangan memberikan kompres air es karena justru dapat meningkatkan suhu demam. Kompreslah dengan air hangat atau air bersuhu ruangan. 
  • Bujuk anak agar mau banyak minum untuk menghindari dehidrasi.
  • Pilihlah makanan yang mengandung air, seperti sup ayam.
  • Jangan memberikan minuman berkafein, seperti teh, kopi, atau minuman bersoda. Minuman jenis ini justru dapat membuat anak lebih sering pipis, sehingga memperburuk kondisi dehidrasi.
  • Bila anak Anda muntah-muntah atau diare, Anda dapat memberikan larutan oralit
  • Biarkan anak memilih dan mengonsumsi makanan yang diinginkannya, namun pastikan porsinya dalam batas wajar.
  • Jangan memaksa anak untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu bila ia tidak menyukainya.
  • Pastikan anak cukup beristirahat.
  • Bila anak sudah sekolah, sebaiknya liburkan anak dulu agar dapat beristirahat. Anak bisa kembali bersekolah saat suhu tubuhnya sudah normal selama 24 jam atau lebih. 
  • Obat-obatan

Bila anak Anda rewel dan tidak nyaman, Anda dapat memberikan obat paracetamol atau ibuprofen. Pastikan Anda mematuhi petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. 

Anda bisa meminta bantuan dokter bila tidak yakin dengan dosis obat yang tepat untuk anak Anda. Perlu diingat pula bahwa Anda tidak boleh memberikan obat demam pada bayi berusia di bawah dua bulan tanpa pemeriksaan oleh dokter terlebih dulu. cuci tangan

Anda juga sebaiknya tidak memberikan obat aspirin pada anak, kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Obat ini dapat memicu terjadinya sindrom Reye.

Sebagian besar gangguan kesehatan yang menyebabkan demam pada anak bisa dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Mengajarkan cara mencuci tangan yang baik pada anak, yaitu dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Terapkan kebiasaan ini sebelum makan atau setelah ke toilet dan bepergian.
  • Menurunkan risiko penularan infeksi dengan menutup mulut atau hidung Anda ketika batuk atau bersin.
  • Menghindari berbagi penggunaan botol minum atau alat makan dengan orang lain.

 

Segera periksakan kondisi anak Anda ke dokter bila Anak Anda:

  • Berusia di bawah tiga bulan dengan suhu rektal sekitar 38 derajat Celcius atau lebih.
  • Memiliki suhu tubuh di atas 39 derajat Celcius.
  • Mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam pada anak di bawah dua tahun, atau lebih dari 72 jam pada anak di atas dua tahun.
  • Tidak mau minum atau makan.
  • Mengalami gejala spesifik, misalnya sakit tenggorokan atau nyeri telinga.
  • Mengalami diare atau muntah-muntah berkepanjangan.
  • Mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti urine yang lebih sedikit dan lebih jarang pipis dibandingkan biasanya, menangis tanpa mengeluarkan air mata, serta tampak lemas.
  • Sering demam, bahkan demam yang hanya berlangsung selama beberapa jam di malam hari.
  • Mengalami gangguan kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia sel sabit.
  • Mengalami ruam-ruam di kulit.
  • Mengalami nyeri saat buang air kecil.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita. Demikian pula dengan riwayat medis pada keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat riwayat alergi pada anak Anda.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Sudah berapa lama demam berlangsung?
  • Apakah demam disertai dengan gejala lain, seperti muntah, sakit kepala, dan lain-lain?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita oleh anak Anda?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah didapatkan?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab demam pada anak. Dengan mengetahui penyebabnya, pengobatan yang tepat pun bisa diberikan oleh dokter.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
Diakses pada 25 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses pada 25 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266.php#diagnosis
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait