Infeksi

Demam Berdarah Dengue

Diterbitkan: 17 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Demam Berdarah Dengue
Pasien penderita demam dengue akhirnya menderita demam berdarah dengue (DBD) dalam 3-7 hari.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah demam dengue yang telah berkembang tingkat keparahannya. Demam dengue itu sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh kelompok virus dengue. Virus ini didapatkan dari nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang terinfeksi dan menggigit seseorang, jadi, demam dengue tidak ditularkan antar manusia.Demam berdarah dengue yang juga disebut sebagai hemorrhagic fever, banyak terjadi di daerah tropis dengan suhu hangat serta area yang basah. Contohnya di Indonesia, wabah dengue umumnya terjadi saat musim hujan.Gejala yang dialami penderita demam dengue cenderung tidak berat dan biasanya dapat sembuh setelah 7 hari. Akan tetapi, demam dengue seringnya berlanjut ke tahap DBD dengan penambahan beberapa gejala. Ciri khas dari DBD adalah adanya kebocoran plasma dari pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan yang berujung pada kegagalan sirkulasi darah (dengue shock syndrome) hingga dapat menyebabkan kematian.Salah satu cara mendiagnosis DBD adalah dari hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tes biasanya menunjukkan trombosit (salah satu komponen darah) yang kurang dari jumlah normalnya. Tidak terdapat pengobatan spesifik untuk mengobati dengue. Perawatan akan berfokus pada penanganan gejala serta pencegahan komplikasi.   
Demam Berdarah Dengue
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Anak
GejalaDemam, sakit kepala, nyeri otot, tulang dan sendi
Faktor risikoTinggal di daerah tropis
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium
PengobatanTerapi cairan, penurun panas, rawat inap
ObatOralit, paracetamol
KomplikasiDehidrasi, Dengue shock syndrome (DSS)
Kapan harus ke dokter?Demam tinggi, perdarahan, muntah
Gejala dengue umumnya berkembang 4-10 hari setelah terinfeksi. Gejala tersebut biasanya berupa:
  • Demam tinggi hingga mencapai 40°C yang terjadi secara mendadak, serta
  • Terjadi dua atau lebih gejala penyerta dibawah ini:
  • Nyeri kepala
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot, tulang dan sendi
  • Ruam merah pada kulit yang seringkali menyebar
  • Meski jarang, dapat disertai gejala perdarahan
Gejala akan hilang dalam seminggu, namun penderita tetap dapat merasa kelelahan dan tidak enak badan untuk beberapa minggu setelahnya.Sementara demam berdarah dengue ditandai dengan gejala lanjutan berupa:
  • Demam yang bertahan 2–7 hari, dengan tanda dan gejala umum yang hampir mirip dengan demam dengue.
  • Kebocoran plasma darah. Ketika demam menurun, gejala lain mulai berkembang dalam 24–48 jam akibat pembuluh darah kecil yang mengalami kebocoran. Hal ini dapat menyebabkan komponen cairan keluar dari pembuluh darah ke peritoneum dan rongga pleural.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
  • Nyeri perut, terutama saat ditekan
  • Muntah (sekurang-kurangnya 3 kali dalam 24 jam)
  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah disertai darah atau BAB berdarah
  • Mudah lelah
  • Rewel (pada pasien anak)
Baca juga: Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Gejala Tipes, DBD, dan Campak 
Demam dengue disebabkan oleh salah satu dari 4 tipe virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Ketika nyamuk betina Aedes menggigit orang yang terinfeksi virus dengue, virus akan memasuki nyamuk dan berkembang biak dalam durasi 8 - 12 hari. Saat nyamuk yang terinfeksi ini menggigit orang lainnya, virus masuk ke pembuluh darah orang tersebut.Dalam tubuh orang yang telah terinfeksi, virus dengue mengalami masa inkubasi selama 3 - 14 hari. Pada masa ini, virus akan menyebar di pembuluh darah dan bereplikasi (memperbanyak diri). Virus akan masuk kedalam sel darah putih (leukosit), sehingga muncul respon tubuh berupa demam, gejala seperti flu (flu like syndrome) dan nyeri otot.Jika replikasi virus terus bertambah, virus akan menyebar dan masuk ke sel-sel hati dan sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang merupakan tempat produksi trombosit, yaitu sel darah yang membantu proses pembekuan darah. Akibatnya produksi trombosit akan terpengaruh dan jumlahnya terus berkurang hingga memicu perdarahan. 

Faktor Risiko

  • Tinggal atau bepergian ke daerah tropis yang merupakan habitat nyamuk Aedes.
  • Pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya.
 
Dokter dapat mendiagnosis infeksi dengue melalui beberapa pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik dan tanya jawab

Dokter akan mengevaluasi kemungkinan gejala yang disebabkan oleh infeksi dengue dari gejala-gejala yang dialami juga riwayat kesehatan pasien.
  • Uji tourniquet

Uji torniquet, disebut juga test Rumple Leed merupakan tes untuk menguji ketahanan pembuluh darah kapiler. Hasilnya dikatakan positif apabila muncul ptekie (bintik-bintik merah di bawah kulit) dengan diameter tertentu.
  • Uji laboratorium dan rontgen

Diagnosis DBD dapat didukung oleh hasil laboratorium atau rontgen yang menunjukkan salah satu tanda kebocoran plasma, seperti:
  • Hematokrit meningkat lebih dari 20% dari kadar normalnya.
  • Kadar albumin dan protein dalam darah menurun.
  • Adanya cairan pada rongga pleura (efusi pleura) atau pada rongga perut (asites).
  • Kadar trombosit kurang dari 100.000/mm3 (trombositopenia)
 
Dikarenakan tingkat infeksi dengue bervariasi, dimulai dari demam dengue, demam berdarah dengue hingga dengue shock syndrome, pengobatannya pun bergantung pada tingkat keparahannya.

Perawatan di rumah

Pada anak dengan demam dengue, sebagian besar dapat dirawat di rumah. Orangtua dapat memberikan perawatan dengan cara:
  • Berikan minum air hangat yang banyak atau larutan oralit untuk mengganti cairan yang hilang akibat demam dan muntah.
  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup..
  • Berikan parasetamol untuk meredakan demam. Karena anak berisiko mengalami kejang akibat demam.
  • Selain untuk demam, paracetamol juga dapat diberikan sebagai pereda nyeri. Jangan berikan aspirin, ibuprofen atau obat anti nyeri golongan non steroid lainnya karena dapat menyebabkan perdarahan.
  • Pantau asupan cairan selama demam, perhatikan tanda-tanda dehidrasi.
  • Jika anak sulit untuk minum, berikan cairan melalui infus atau pertimbangkan perawatan di rumah sakit.
  • Tetap pantau kondisi anak walaupun demam sudah turun, karena fase kritis ditandai dengan penurunan demam yang terjadi selama 24-48 jam.

Perawatan di rumah sakit

Sementara pada demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang memadai.Perawatan yang biasa diberikan berupa:
  • Terapi cairan melalui infus
  • Pemasangan oksigen
  • Pemberian anti nyeri
  • Pemberian elektrolit untuk mengatasi hipoprotein dan hiponatremi.
  • Transfusi darah
  • Observasi dan monitoring tanda bahaya.
  • Pengobatan untuk mencegah komplikasi seperti syok dan asidosis metabolik.
Baca juga: Mengenal 11 Obat Demam Berdarah Alami yang Wajib Anda Ketahui 
Dengue dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk. Lakukan hal berikut untuk mengurangi risiko tergigit nyamuk:
  • Lakukan “3M plus” yaitu menguras penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air plus hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu dan memakai obat nyamuk
  • Gunakan pakaian yang nyaman tetapi melindungi. Nyamuk tetap mampu menggigit melalui pakaian yang ketat. Gunakan celana panjang, kemeja lengan panjang, kaus kaki dan sepatu untuk menghindari gigitan.
  • Produk penolak serangga yang mengandung 50% DEET (diethyl-meta-toluamide) sangat efektif, tetapi gunakan produk dengan konsentrasi DEET yang lebih rendah pada anak. Alternatif selain DEET dapat digunakan pada anak usia di bawah 2 bulan.
  • Waspada terhadap lingkungan. Nyamuk yang menyebarkan dengue berkembang biak pada genangan-genangan air dalam daerah perkotaan.
Baca jawaban dokter: Vaksin DBD, perlu atau tidak? 
Segera konsultasi dengan dokter jika terdapat gejala demam berdarah.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda atau anak Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda atau anak Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda atau anak Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya:
    • Apa yang menyebabkan gejala?
    • Tes apa yang harus dijalankan?
    • Pengobatan apa yang tersedia?
    • Berapa lama waktu dibutuhkan untuk membaik?
    • Apakah ada efek jangka panjang dari sakit ini?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait demam berdarah dengue?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis demam berdarah dengue agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
CDC. https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html
Diakses pada 17 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/diagnosis-treatment/drc-20353084
Diakses pada 22 November 2018
Medlineplus. https://medlineplus.gov/dengue.html
Diakses pada 22 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dengue/
Diakses pada 17 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/qa/how-is-dengue-fever-diagnosed
Diakses pada 22 November 2018
WHO. https://www.who.int/denguecontrol/9789241504713/en/
Diakses pada 17 Februari 2021
WHO. https://www.who.int/neglected_diseases/resources/9789241547871/en/
Diakses pada 17 Februari 2021
ICHRC. https://www.ichrc.org/622-demam-berdarah-dengue-diagnosis-dan-tatalaksana
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email