Psikologi

Delusional

19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Delusional
Delusional terdiri dari beberapa jenis berdasarkan objek khayalan yang dialami
Delusional adalah kondisi saat seseorang tidak bisa membedakan kenyataan maupun khayalan. Meskipun banyak bukti memperlihatkan pikirannya hanya khayalan, orang yang delusional akan kesulitan mengakuinya dan tetap meyakini hal tersebut sebagai kenyataan.Delusi yang dialami umumnya memang masih berkaitan dengan situasi yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan nyata. Contohnya, delusi akan takut diracuni, ditipu atau diikuti seseorang. Namun, delusi yang dialami setiap penderitanya dapat berbeda-beda.Delusional memiliki beberapa jenis berdasarkan objek khayalan yang dialami, antara lain:
  • Erotomaniac: Jenis delusional ini terjadi ketika seseorang percaya bahwa orang lain (umumnya tokoh terkemuka atau orang terkenal) jatuh cinta padanya atau merasa orang lain suka padanya. . Sering kali, penderita erotomaniac akan menghubungi orang yang dijadikan subjek delusi, bahkan hingga mengintai dan merusak privasi orang tersebut.
  • Grandiose: Orang yang mengalami jenis delusional ini memiliki pemahaman akan identitas dirinya yang tidak nyata. Penderita kondisi ini biasanya meyakini memiliki bakat yang hebat atau telah membuat penemuan penting. Beberapa penderita mungkin menganggap diri sendiri mempunyai kekuatan super layaknya tokoh film.
  • Cemburu: Seseorang dengan tipe delusi ini percaya bahwa pasangannya tidak setia dan selalu curiga akan gerak-gerik pasangannya.
  • Penganiayaan(persecutory delusion): Seseorang yang memiliki delusi jenis ini, percaya dirinya atau orang terdekat. Terkadang, penderita gangguan ini juga yakin ada seseorang yang sedang memata-matai atau berencana menyakitinya. Tak jarang beberapa dari penderita delusi ini sampai melapor kepada polisi meskipun hal hal tersebut tidak terbukti kebenarannya.
  • Somatik: Mereka yang mengalami jenis delusi ini meyakini adanya cacat fisik atau kondisi medis tertentu pada diri sendiri, padahal sehat-sehat saja.
  • Campuran: Pada beberapa kasus, seseorang dapat mengalami delusi berbagai tipe sekaligus.
Pikiran delusional biasanya dapat terbentuk karena penderitanya salah mengartikan suatu peristiwa atau niat seseorang yang berinteraksi dengan. Delusi sering kali menjadi bagian dari gangguan psikotik.Hal ini juga kerap terjadi bersamaan dengan halusinasi, seperti mendengar suara atau merasakan benda maupun sentuhan yang tidak nyata.Orang yang mengalami delusi pada akhirnya akan sering merasa takut atau tertekan. Kondisi inipun akhirnya memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Memahami penyebabnya adalah langkah utama untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 
Berbagai kondisi berikut diyakini dapat membuat seseorang menjadi delusional, antara lain: 
 
 
Segera hubungi dokter apabila Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan tanda dan gejala delusional. Terlebih apabila mereka mencoba melukai diri sendiri atau orang lain. 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/psychosis/diagnosis/
Diakses pada 6 Januari 2020
Verywellmind. https://www.verywellmind.com/definition-of-delusion-4580458
Diakses pada 6 Januari 2020
WebMd. https://www.webmd.com/schizophrenia/guide/delusional-disorder#1
Diakses pada 6 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9599-delusional-disorder
Diakses pada 6 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3016695/
Diakses pada 6 Januari 2020
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/delusions/symptoms.htm
Diakses pada 6 Januari 2020
Symptoma. https://www.symptoma.com/en/search?query=delusional
Diakses pada 6 Januari 2020
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/delusions
Diakses pada 6 Januari 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/schizophrenia-and-related-disorders/delusional-disorder
Diakses pada 6 Januari 2020
 
 
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email