Penyakit Lainnya

Dehidrasi

12 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi tubuh saat kekurangan cairan tubuh, berupa air dan elektrolit
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan jumlah cairan yang masuk. Jika tidak mendapatkan cukup banyak cairan, tubuh tidak bisa berfungsi dengan normal dan dapat memicu berbagai komplikasi.Dehidrasi bisa dialami oleh siapa saja, dari bayi hingga orang dewasa. Penyebab utama dehidrasi pada bayi dan anak-anak adalah diare serta muntah.Sedangkan penyebab utama dehidrasi pada orang dewasa adalah menderita penyakit atau mengonsumsi obat tertentu.Kekurangan cairan juga bisa terjadi ketika seseorang kurang mengonsumsi cairan di tengah cuaca yang panas dan terlalu lama berolahraga.Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2017, ada 1,7 miliar kasus diare di seluruh dunia, yang menewaskan setidaknya 500.000 balita.Salah satu komplikasi diare adalah dehidrasi, yang menjadi komplikasi dengan jumlah kematian tertinggi. Oleh karena itu, dehidrasi perlu diatasi dengan cara yang tepat.   
Dehidrasi
Dokter spesialis Umum, Anak
GejalaRasa haus berlebih, mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang
Faktor risikoBayi dan anak-anak, lansia, penyakit kronis
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes urine
PengobatanTerapi cairan, obat-obatan
ObatOralit, antidiare, antimuntah
KomplikasiPenurunan volume darah, kejang, gangguan ginjal
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami diare >24 jam, sering mengantuk, tidak dapat makan atau minum
Gejala dehidrasi pada bisa berlainan pada tiap penderita. Namun secara umum meliputi:

Gejala dehidrasi ringan dan sedang pada orang dewasa

  • Rasa haus yang berlebih
  • Kulit kering
  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Berkurangnya frekuensi buang air kecil
  • Urine berwarna gelap
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Gejala dehidrasi berat pada orang dewasa

  • Kulit sangat kering
  • Tidak ingin buang air kecil
  • Pusing
  • Denyut jantung meningkat
  • Napas menjadi cepat
  • Mata terlihat cekung
  • Merasa mengantuk, kurang berenergi, atau tidak aktif dibanding biasanya
  • Pingsan atau mengalami penurunan kesadaran
  • Berkurangnya tekanan darah

Gejala dehidrasi pada bayi atau anak-anak

  • Gelisah atau rewel
  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak ada air mata ketika menangis
  • Popok kering selama 3 jam
  • Cekung pada mata, pipi atau bagian lembut di atas tengkorak
  • Lesu, mengantuk
  • Urine berwarna kuning tua (harusnya berwarna kuning pucat)
 
Penyebab utama dehidrasi adalah tubuh kehilangan banyak cairan atau tidak mendapatkan cukup cairan. Kondisi kekurangan cairan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:
  • Diare dan muntah

Dapat menyebabkan hilangnya air dan elektrolit yang luar biasa dalam waktu singkat. Pada diare yang disertai muntah, dehidrasi akan semakin berat. Dehidrasi yang disebabkan oleh diare menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi dan anak di dunia.
  • Keringat berlebihan

Keringat bisa menyebabkan berkurangnya asupan air dalam tubuh. Jika aktivitas fisik Anda tidak diimbang asupan cairan yang tepat, dehidrasi bisa terjadi.Selain itu, cuaca yang panas dan kelembapan tinggi bisa meningkatkan volume keringat dan cairan keluar dari tubuh.
  • Peningkatan intensitas buang air kecil

Dapat disebabkan karena adanya penyakit diabetes yang tidak terdeteksi. Obat diuretik dan obat penurun tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan dehidrasi. Sebab, obat-obatan tersebut memang bertujuan untuk memperbanyak urin.
  • Luka bakar

Luka bakar dapat menyebabkan rusaknya kulit, jaringan, dan pembuluh darah setempat. Pembuluh darah yang rusak dapat mengakibatkan keluarnya cairan dan elektrolit. Semakin luas luka bakar, semakin banyak cairan dan elektrolit yang keluar. 

Faktor risiko dehidrasi

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu dehidrasi, yaitu:
  • Bayi dan anak-anak, karena bayi dan anak-anak rentan mengalami diare, muntah parah
  • Orang tua, karena seiring bertambahnya usia, cadangan cairan tubuh menjadi lebih kecil
  • Menderita penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit ginjal
  • Seseorang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, saat cuaca panas dan lembap, risiko dehidrasi dan penyakit panas meningkat
 
Diagnosis dehidrasi dilakukan dengan beberapa tes di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik berguna untuk mengukur tekanan darah dan nadi. Tekanan darah yang rendah dan nadi melemah, merupakan salah satu tanda dehidrasi. Kurangnya cairan dalam darah, berpotensi mempercepat detak jantung yang berakibat meningkatnya aliran darah.
  • Tes darah

Tes darah diperlukan untuk memeriksa sejumlah faktor penyebab dehidrasi. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengukur fungsi ginjal dan kadar elektrolit tubuh (natrium dan kalium).
  • Urinalisis

Tes pada urine diperlukan untuk menentukan tingkat dehidrasi. Pemeriksaan ini juga bisa membantu dokter memeriksa tanda-tanda infeksi kandung kemih pasien. 
Cara mengobati dehidrasi umumnya dengan melakukan pemberian cairan pada tubuh, untuk mengembalikan cairan yang hilang. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati dehidrasi, yaitu:

Konsumsi cairan bening

Seperti air putih, es batu, kaldu bening, dan minuman untuk olahraga (misalnya minuman elektrolit atau minuman rendah gula). Saat dehidrasi hindari mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, atau soda.

Konsumsi obat untuk mengatasi penyebab dehidrasi

Misalnya obat untuk menghentikan diare, anti-emetik (untuk menghentikan muntah), dan obat demam.

Buat larutan oralit

Untuk mengembalikan cairan yang hilang, Anda juga bisa membuat cairan oralit di rumah, jika minuman elektrolit tidak tersedia. Caranya dengan mencampurkan bahan-bahan di bawah ini:
  • 1/2 sendok teh garam
  • 6 sendok teh gula pasir
  • 1 liter air
Pastikan Anda benar-benar menggunakan pengukuran yang akurat. Menggunakan terlalu banyak garam atau gula bisa berbahaya untuk kesehatan.

Pemberian cairan melalui infus

Untuk dehidrasi yang parah, dokter biasanya akan memberikan cairan garam dengan infus untuk mempercepat proses pemulihan. 

Komplikasi dehidrasi

Beberapa komplikasi yang bisa dipicu oleh dehidrasi, yaitu:
  • Volume darah rendah, hal ini memicu turunnya tekanan darah dan jumlah oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan hal ini bisa memicu kematian.
  • Kejang, karena ketidakseimbangan elektrolit.
  • Penyakit ginjal, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan gagal ginjal.
  • Cedera akibat panas, mulai dari kram ringan, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan heat stroke.
 
Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah dehidrasi:
  • Mencukupi kebutuhan cairan, misalnya dengan mengonsumsi 1,5-1,9 liter air putih per hari
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur, karena mengandung banyak air serta vitamin
  • Jangan menunggu sampai Anda merasa haus untuk minum. Pastikan Anda mendapatkan asupan cairan sepanjang hari.
  • Pakai pelindung diri seperti topi atau payung, saat melakukan aktivitas di luar ruangan dalam cuaca panas
  • Kenakan pakaian yang tipis dan cerah saat cuaca panas
 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda atau orang terdekat mengalami hal-hal berikut ini:
  • Diare selama 24 jam atau lebih
  • Mudah marah atau bingung
  • Tidak dapat berkonsentrasi sepanjang hari
  • Mengantuk atau kurang aktif dibanding hari-hari biasanya
  • Feses berdarah atau berwarna hitam
  • Tidak dapat makan atau minum
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dehidrasi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
  • Berapa berat badan sebelum mengalami gejala?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dehidrasi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
Diakses pada 5 November 2018
Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Buletin Jendela Data & Informasi
Kesehatan, Vol. 2, Triwulan 2, 2011
Diakses pada 5 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prevent-dehydration#1
Diakses pada 5 November 2018
WHO. https://www.who.int/elena/titles/bbc/dehydration_sam/en/
Diakses pada 5 November 2018
WHO. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Diakses pada 5 November 2018
The Royal Children’s Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Dehydration/
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/dehydration
Diakses pada 12 Mei 2021
Medical news today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/153363#complications
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email