Dehidrasi

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Diare dan muntah menjadi penyebab dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi tubuh saat kekurangan cairan tubuh, berupa air dan elektrolit.

Pengertian Dehidrasi

Air merupakan komponen terpenting bagi tubuh. Komposisi air yang diperlukan dalam tubuh sekitar ±60%.  Air berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, menjaga kestabilan sistem organ, membuang racun dan sisa makanan dari dalam tubuh, sebagai media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh, dan menjaga kelembapan kulit agar kulit tetap sehat.

Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami dehidrasi. Kondisi ini terjadi jika air yang keluar tubuh lebih banyak dibanding yang diterima. Biasanya, dehidrasi disertai hilangnya elektrolit dalam tubuh. Normalnya, air dalam tubuh bisa keluar melalui keringat, napas, air liur, urine, maupun feses.

Setiap orang, mulai dari bayi hingga dewasa, bisa mengalami dehidrasi. Penyebab utama dehidrasi pada bayi dan anak-anak adalah diare serta muntah. Meski dua hal ini juga dapat dialami orang dewasa, masih ada beberapa faktor lain yang menyebabkan dehidrasi.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015, ada 1,7 miliar kasus diare di seluruh dunia, yang menewaskan setidaknya 500.000 balita. Salah satu komplikasi diare adalah dehidrasi, yang menjadi komplikasi dengan jumlah kematian tertinggi. Sebagian pasien diare akan mengalami dehidrasi, jika tak segera mendapat pertolongan medis. Sebanyak 50% di antaranya berisiko meninggal. Oleh karena itu, penting untuk mengenal dehidrasi dengan lebih baik.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala umum dehidrasi ringan dan sedang pada orang dewasa antara lain:

  • Rasa haus yang berlebih
  • Mulut dan lidah kering
  • Kulit kering
  • Berkurangnya frekuensi buang air kecil
  • Urine berwarna gelap
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Tanda dan gejala umum dehidrasi berat pada orang dewasa adalah:

  • Kulit sangat kering
  • Tidak ingin buang air kecil
  • Pusing
  • Denyut jantung meningkat
  • Napas menjadi cepat
  • Mata terlihat cekung
  • Merasa mengantuk, kurang berenergi, atau tidak aktif dibanding biasanya
  • Pingsan atau mengalami penurunan kesadaran, bahkan bisa sampai koma
  • Berkurangnya tekanan darah
  • Syok (renjatan), ditandai dengan nadi teraba lemah dan tekanan darah menurun

Tanda dan gejala umum dehidrasi pada bayi atau anak-anak yaitu:

  • Gelisah atau rewel
  • Mulut dan lidah kering
  • Tidak ada air mata ketika menangis
  • Popok kering selama 3 jam
  • Cekung pada mata, pipi atau bagian lembut di atas tengkorak
  • Lesu, mengantuk

Penyebab

  • Diare, muntah:
    Dapat menyebabkan hilangnya air dan elektrolit yang luar biasa dalam waktu singkat. Pada diare yang disertai muntah, dehidrasi akan semakin berat atau progresif. Dehidrasi yang disebabkan oleh diare menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi dan anak di dunia.
  • Keringat berlebihan:
    Keringat bisa menyebabkan berkurangnya air dalam tubuh. Jika aktivitas fisik Anda tidak diimbang asupan cairan yang tepat, maka dehidrasi bisa terjadi. Selain itu, cuaca yang panas dan kelembapan tinggi bisa meningkatkan volume keringat dan cairan keluar dari tubuh.
  • Peningkatan intensitas buang air kecil: 
    Dapat disebabkan karena adanya penyakit kencing manis atau penyakit gula yang tidak terdeteksi. Obat diuretik dan obat penurun tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan dehidrasi. Sebab, obat-obatan tersebut memang bertujuan untuk memperbanyak urin.
  • Luka bakar:
    Luka bakar dapat menyebabkan rusaknya kulit, jaringan, dan pembuluh darah setempat. Pembuluh darah yang rusak dapat mengakibatkan keluarnya cairan dan elektrolit. Semakin luas luka bakar, semakin banyak cairan dan elektrolit yang keluar.

Diagnosis

Dokter bisa menetapkan diagnosis melalui pemeriksaan fisik, tes darah, serta tes urine.

  • Pemeriksaan Fisik:
    Pemeriksaan fisik berguna untuk mengukur tekanan darah dan nadi. Tekanan darah yang rendah dan nadi melemah, merupakan salah satu tanda dehidrasi. Kurangnya cairan dalam darah, berpotensi mempercepat detak jantung yang berakibat meningkatnya aliran darah. Kondisi ini bisa membuat Anda pusing, bahkan pingsan setelah berdiri. Detak jantung yang cepat terjadi akibat rendahnya tekanan darah dan melemahnya nadi. Dokter juga akan memeriksa lidah pasien. Berkurangnya produksi air liur dan cairan lain dalam tubuh, bisa membuat lidah kering.
  • Tes darah:
    Tes darah diperlukan untuk memeriksa sejumlah faktor penyebab dehidrasi. Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengukur fungsi ginjal dan kadar elektrolit tubuh (natrium dan kalium).
  • Urinalisis:
    Tes pada urine diperlukan untuk menentukan tingkat dehidrasi. Pemeriksaan ini juga bisa membantu dokter memeriksa tanda-tanda infeksi kandung kemih pasien.

Pengobatan

Satu-satunya pengobatan yang efektif untuk dehidrasi adalah dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Pemberian larutan rehidrasi oral atau oralit bisa dilakukan pada bayi dan anak-anak yang mengalami dehidrasi akibat diare maupun muntah. Larutan ini mengandung air dan garam dalam komposisi tertentu, yang dapat mengembalikan hilangnya cairan dan elektrolit.

Sementara itu, pasien dewasa yang mengalami dehidrasi ringan karena diare maupun muntah, disarankan minum lebih banyak air atau cairan lain. Salah satunya adalah larutan rehidrasi oral. Ada beberapa cairan yang tidak cocok dikonsumsi sebagai cairan pengganti, yaitu jus apel, susu, air jahe, serta air kaldu, karena mengandung glukosa terlalu tinggi, atau rendah natrium. Cairan pengganti yang tidak tepat, malah akan memperburuk kondisi dehidrasi.

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat, sebaiknya mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat rumah sakit. Pasien akan mendapat asupan cairan melalui pembuluh vena (intravena). Sebab, cairan akan cepat diserap tubuh, sekaligus mendorong pemulihan.

Pasien dehidrasi berat membutuhkan evaluasi laboratorium, selain terapi rehidrasi intravena yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama fokus untuk mengatasi kondisi darurat dehidrasi, yaitu syok yang memerlukan penanganan segera. Pada tahap ini, pasien bisa mendapatkan cairan kristaloid isotonik, seperti ringer lactate (RL) atau NaCl 0,9 persen sebesar 20 mL/kgBB melalui intravena. Sementara itu, tahap kedua lebih berfokus pada pemeliharaan cairan.

Pencegahan

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah dehidrasi:

  • Perbanyak konsumsi, terutama air minum
  • Jangan menunggu sampai Anda merasa haus untuk minum. Pastikan Anda mendapatkan asupan cairan sepanjang hari.
  • Pakai pelindung diri seperti topi atau payung, saat melakukan aktivitas di luar ruangan dalam cuaca panas
  • Kenakan pakaian yang tipis dan cerah saat cuaca panas
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur, karena mengandung banyak air dan mineral

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda atau orang terdekat mengalami hal-hal berikut ini:

  • Diare selama 24 jam atau lebih
  • Mudah marah atau bingung
  • Tidak dapat berkonsentrasi sepanjang hari
  • Mengantuk atau kurang aktif dibanding hari-hari biasanya
  • Feses berdarah atau berwarna hitam
  • Tidak dapat makan atau minum

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Tuliskan gejala apapun yang Anda alami, termasuk gejala yang mungkin terlihat tidak berhubungan dengan gejala dehidrasi. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami muntah atau diare, dokter akan menanyakan waktu terjadinya serta
  2. Tuliskan informasi pribadi seputar riwayat perjalanan, atau riwayat makanan yang mungkin menjadi faktor dehidrasi.
  3. Siapkan daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi. Catat dosis masing-masing.
  4. Tuliskan pertanyaan yang Anda ajukan kepada dokter

Beberapa pertanyaan mengenai dehidrasi yang dapat Anda tanyakan ke dokter:

  • Apakah penyebab dari dehidrasi ini?
  • Tes apa saja yang harus saya jalani?
  • Pengobatan seperti apa yang dokter sarankan?
  • Berapa lama pengobatan harus dijalani hingga terjadi perbaikan?
  • Apakah ada aktivitas atau makanan tertentu yang menjadi larangan bagi saya?
  • Apa yang harus saya lakukan untuk mencegah berulangnya dehidrasi?
  • Saya mempunyai kondisi medis tertentu. Haruskah saya mengganti obat yang sudah saya gunakan sebelumnya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda. Berikut ini sejumlah pertanyaan yang mungkin akan disampaikan:

  • Sejak kapan muncul tanda dan gejala tersebut? Apa yang Anda lakukan setelah gejala itu muncul?
  • Seberapa sering Anda buang air kecil? Apakah Anda mengalami sakit atau urgensi ketika buang air kecil?
  • Apakah Anda juga memiliki tanda atau gejala lain, seperti kram perut, demam, sakit kepala atau nyeri otot? Jika iya, Seberapa parah tanda dan gejala ini?
  • Apakah Anda baru saja makan makanan yang Anda curigai sudah basi atau kedaluwarsa?
  • Apakah Anda baru-baru ini melakukan kontak dengan penderita diare?
  • Obat apa yang saat ini Anda pakai?
  • Apakah Anda baru saja bepergian ke negara lain?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086

Diakses pada 5 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/diagnosis-treatment/drc-20354092

Diakses pada 5 November 2018

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Buletin Jendela Data & Informasi
Kesehatan, Vol. 2, Triwulan 2, 2011

Diakses pada 5 November 2018

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prevent-dehydration#2

Diakses pada 5 November 2018

WHO. https://www.who.int/elena/titles/bbc/dehydration_sam/en/

Diakses pada 5 November 2018

WHO. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Diakses pada 5 November 2018

Back to Top