Defisiensi Vitamin A

Ditinjau dr. Miranda Rachellina pada 22 Mar 2019
Ada tiga jenis Vitamin A yaitu retinol, betakaroten, dan karotenoid.
Ada tiga jenis Vitamin A yaitu retinol, betakaroten, dan karotenoid.

Pengertian Defisiensi Vitamin A

Vitamin A merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak dan berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh seperti penglihatan, sistem kekebalan tubuh, reproduksi dan kesehatan kulit. Terdapat tiga jenis vitamin A yaitu retinol, beta karoten dan karotenoid. Retinol umumnya dapat ditemui pada produk hewani seperti daging-dagingan, ikan, telur dan produk olahan susu. Beta karoten dan karotenoid biasa ditemui pada sayur-sayuran berwarna merah, hijau, kuning dan oranye.

Defisiensi atau kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak dan dapat meningkatkan risiko penyakit atau kematian yang disebabkan oleh infeksi. Ibu hamil juga dapat berisiko tinggi mengalami gangguan penglihatan pada malam hari (rabun senja) dan risiko kematian maternal akibat kekurangan vitamin ini. Menurut WHO, sekitar 250 juta anak prasekolah mengalami defisiensi vitamin A.

Orang-orang yang lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin A adalah ibu hamil atau menyusui, balita dan anak-anak. Selain itu, kondisi medis seperti cystic fibrosis dan diare kronis dapat meningkatkan risiko defisiensi vitamin A.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala yang umumnya dikaitkan dengan defisiensi vitamin A adalah:

  • Kulit kering. Vitamin A berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan sel kulit. Vitamin ini juga membantu melawan inflamasi yang disebabkan oleh berbagai masalah kulit. Eksim serta masalah kulit lainnya sering kali dikaitkan dengan defisiensi vitamin A.
  • Mata kering. Mata kering yang diakibatkan oleh penurunan produksi air mata, sering dikaitkan dengan defisiensi vitamin A. Dalam kasus yang parah, kekurangan vitamin ini juga dapat mengakibatkan kebutaan atau kekeringan pada kornea yang ditandai dengan bercak Bitot (bitot’s spot).
  • Gangguan penglihatan pada malam hari (nyctalopia). Sama seperti masalah mata lainnya, defisiensi vitamin A juga dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Infertilitas atau kemandulan. Vitamin A berperan penting dalam sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita dan tumbuh kembang bayi. Selain itu defisiensi vitamin A juga sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab keguguran.
  • Tumbuh kembang yang terhambat. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kekerdilan atau stunting pada Anak.
  • Infeksi dada dan tenggorokan. Infeksi, khususnya pada dada atau tenggorokan, juga dapat mengindikasikan defisiensi vitamin A. Beberapa riset menyatakan, orang dengan kadar vitamin A yang tinggi dalam darahnya jarang mengalami infeksi dada atau tenggorokan.
  • Luka yang sulit disembuhkan. Luka yang sulit sembuh setelah cedera atau operasi mungkin dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin A. Hal ini dikarenakan, vitamin A dapat mendorong produksi kolagen yang penting bagi kesehatan kulit. Vitamin A oral (minum) atau topikal (oles) dipercaya dapat membantu proses penyembuhan luka.
  • Jerawat sebagai salah satu masalah kulit juga sering dikaitkan dengan defisiensi vitamin A. Salah satu bentuk vitamin A yang cukup populer digunakan untuk menangani jerawat adalah isotretinoin. Pengobatan ini dianggap sangat efektif dalam mengatasi jerawat namun dapat menimbulkan berbagai efek samping. Pengawasan dokter diperlukan sebelum penggunaan obat ini.

Di sisi lain, konsumsi vitamin A yang berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang terbentuk seiring berjalannya waktu. Penumpukan vitamin A pada hati dapat menimbulkan keracunan dan gejala lainnya seperti gangguan penglihatan, pembengkakan pada tulang, kulit kering dan kasar, luka di mulut serta linglung. Konsumsi vitamin A yang terlalu banyak juga perlu diwaspadai ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.

Penyebab

Kondisi medis berkaitan dengan defisiensi vitamin A disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin A di dalam tubuh. Vitamin A bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan yaitu dari produk hewani maupun sayur-sayuran. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin A juga dapat dilakukan dengan pengawasan dokter.

Diagnosis

Dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa tes laboratorium yang berguna untuk mengetahui kadar vitamin A dalam tubuh. Hal ini berguna untuk memastikan diagnosa terkait kondisi ini. Selain itu, beberapa pemeriksaan radiografi khususnya pada tulang juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi pertumbuhan tulang yang abnormal pada anak.

Pengobatan

Tujuan dari pengobatan defisiensi vitamin A adalah untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit dan komplikasi yang disebabkan dari kondisi ini. Jika penderita defisiensi vitamin A mengalami kondisi xeroftalmia (mata kering) maka penanganan perlu segera dilakukan untuk menghindari destruksi kornea, kebutaan atau bahkan kematian. Selain itu, umumnya penderita akan disarankan untuk makan makanan yang kaya akan vitamin A. 

Risiko apabila tidak diobati 

Seperti yang telah dijelaskan diatas, defisiensi vitamin A dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan mata, kulit, sistem kekebalan tubuh dan sebagainya. Selain itu komplikasi serius dari kondisi ini adalah kebutaan dan bahkan pada kasus yang jarang, dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan

Defisiensi vitamin A dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin A yang direkomendasikan. Diet tertentu yang biasanya direkomendasikan meliputi konsumsi makanan-makanan berikut,

  • Hati
  • Daging sapi
  • Ayam
  • Telur
  • Susu
  • Wortel
  • Mangga
  • Jeruk
  • Ubi
  • Bayam dan sayuran hijau lainnya

Makan buah, setidaknya 5 porsi dalam sehari sangat dianjurkan untuk penyaluran karotenoid yang baik bagi tubuh

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala di atas atau berisiko mengalami kondisi ini.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi
  • Informasi lainnya terkait makanan yang Anda makan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa informasi untuk memahami kondisi Anda serta melakukan pemeriksaan fisik terkait kondisi Anda. Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk konsultasi kepada ahli tertentu terkait dengan kondisi ini seperti dokter mata, dokter kulit, ahli gizi, ahli endokrinologi atau ahli gastroenterologi untuk menangani kondisi Anda lebih lanjut.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-a-deficiency-symptoms
Diakses pada 10 Januari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/126004-overview#a5
Diakses pada 10 Januari 2019

World Health Organization (WHO). https://www.who.int/nutrition/topics/vad/en/
Diakses pada 10 Januari 2019

Back to Top