Defek Septum Ventrikel

Ditinjau dr. Widiastuti pada 02 Apr 2019
Defek septum ventrikel terjadi akibat adanya lubang pada jantung.
Defek septum ventrikel terjadi akibat adanya lubang pada jantung.

Pengertian Defek Septum Ventrikel

Defek septum ventrikel atau ventricular septal defect (VSD) merupakan cacat jantung bawaan akibat adanya lubang pada jantung yang terjadi sejak lahir (kongenital). Kelainan jantung ini berada di dinding (septum) yang memisahkan ruang bawah atau bilik jantung (ventrikel), dan memungkinkan darah mengalir dari kiri ke sisi kanan jantung. Darah kaya oksigen yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh, menjadi kembali ke paru-paru, sehingga menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Dalam ukuran kecil, VSD bisa saja tidak menimbulkan gejala, dan dapat menutup dengan sendirinya. Sementara itu, VSD berukuran sedang dan besar kemungkinan membutuhkan operasi sedini mungkin, untuk mencegah komplikasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala cacat jantung yang serius biasanya terdeteksi dalam beberapa hari, minggu atau bulan kelahiran anak. Gejala-gejala yang muncul adalah:

  • Kurangnya nafsu makan, sehingga menghambat tumbuh kembang anak
  • Pernapasan yang tidak teratur dan cepat
  • Mudah lelah

Tanda dan gejala dari defek septum ventrikel ini mungkin tidak terdeteksi sewaktu lahir. Jika defek tersebut kecil, gejala mungkin tidak akan timbul sampai akhir masa kanak-kanak. Tanda dan gejala bervariasi, berdasarkan ukuran dari lubang pada jantung dan kelainan jantung terkait lainnya.

Penyebab

Penyebab utama dari penyakit ini pada bayi belumlah jelas. Biayanya, kelainan jantung kongenital timbul dari masalah pada awal perkembangan jantung serta faktor lingkungan dan genetik mungkin mempunyai peran menjadi penyebab. Defek septum ventrikel terjadi ketika dinding otot yang memisahkan jantung ke kiri dan kanan (septum) gagal terbentuk secara sempurna antara ruang bawah (bilik) jantung (ventrikel). Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk menyediakan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Pada penderita dewasa, penyakit ini disebabkan oleh serangan jantung maupun sebagai komplikasi dari prosedur tertentu yang dilakukan pada jantung. Ukuran VSD bervariasi, dan bisa muncul di sejumlah lokasi pada otot jantung antara bilik. VSD dapat terjadi pada orang dengan kelainan genetik lainnya seperti sindrom Down (Down syndrome) atau pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan VSD.

Diagnosis

VSD biasanya menyebabkan murmur (bunyi) pada jantung yang dapat didengar oleh dokter melalui stetoskop. Untuk defek septum ventrikel, dokter biasanya akan mencari gejala yang Anda alami. Jika ada gejala yang mengarah pada VSD, Anda perlu menjalani pemeriksaan berupa elektrokardiogram, echocardiogram, tes pencitraan, maupun kateterisasi jantung.

Elektrokardiogram (EKG)

EKG merupakan alat yang menggunakan elektroda untuk mendeteksi sinyal listrik pada jantung. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis kelainan jantung atau masalah pada ritme jantung.

Echocardiogram

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara dan memang umum dilakukan. Pada pasien VSD, pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan ukuran, lokasi, dan beratnya penyakit. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan jantung lainnya dan dapat dilakukan pada fetus (fetal echocardiogram).

Tes Pencitraan

Pemeriksaan dengan foto rontgen thoraks (dada) atau MRI dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya pembesaran jantung maupun cairan pada paru-paru.

Kateterisasi Jantung

Dokter akan memasukkan selang kecil yang lentur ke dalam pembuluh darah melalui lengan, atau pangkal paha menuju jantung. Melalui kateterisasi jantung, dokter dapat mendiagnosis kelainan jantung bawaan dan menentukan fungsi katup serta bilik jantung. Pulse oximetry pun dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

Pengobatan

Untuk bayi yang baru lahir, dokter biasanya belum melakukan pembedahan. Sebab, masih ada kemungkinan cacat jantung (lubang) dapat menutup sendiri. Setelah lahir, dokter akan memantau dan mengobati gejala yang terjadi sambil menunggu kemungkinan defek menutup sendirinya.

Jika memang diperlukan, operasi akan dijalankan pada bayi dalam tahun pertama kelahiran. Sementara itu, anak dan orang dewasa dengan VSD berukuran sedang atau besar, yang menimbulkan gejala signifikan, mungkin membutuhkan operasi untuk menutup defek.

Operasi bisa menutup VSD berukuran kecil, untuk mencegah komplikasi. Sebab, lokasinya biasanya terletak pada katup jantung, yang mengalami kerusakan. Bayi dengan VSD berukuran besar atau kondisi mudah lelah ketika menyusu, akan membutuhkan nutrisi tambahan untuk memperbaiki pertumbuhannya.

Penanganan VSD bisa dilakukan melalui obat-obatan maupun operasi.

Obat-obatan
Pemakaian obat-obatan seperti obat golongan diuretik, berfungsi menurunkan jumlah cairan dalam sirkulasi darah dan paru-paru. Jadi, volume darah yang harus dipompa ke seluruh tubuh juga berkurang. Obat beta blocker (propranolol dan metoprolol), serta digoxin, berguna untuk menjaga detak jantung tetap normal.

Operasi

Pembedahan dilakukan untuk menyumbat atau menambal lubang pada dinding ventrikel. Dokter menjalankan operasi berdasarkan ukuran, lokasi lubang, serta gejala yang timbul, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan umum anak. Prosedur pembedahan meliputi:

  • Operasi jantung terbuka:
    Untuk menambal atau menjahit lubang agar tertutup
  • Katerisasi:
    Dilakukan dengan memasukkan kateter (selang kecil) ke dalam pembuluh darah besar seperti yang terdapat pada pangkal paha, kemudian perlahan diarahkan menuju jantung. Selanjutnya dengan alat khusus, dokter akan menutup lubang.
  • Hybrid:
    Prosedur ini mengombinasikan keterisasi dan operasi. Kateter akan dimasukkan ke dalam jantung melalui insisi (sayatan) kecil. Selanjutnya, alat akan dimasukkan melalui kateter untuk menutup lubang pada jantung.

Setelah dilakukan penutupan, pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan lubang tetap tertutup dan untuk mencari tanda-tanda komplikasi.

Pencegahan

Mungkin Anda tidak dapat mencegah bayi dari kondisi defek septum ventrikel. Namun, Anda bisa mengupayakan kehamilan sehat, dengan cara:

  • Berkonsultasi ke dokter saat berencana untuk memiliki anak dan menjalani pemeriksaan kandungan secara rutin selama masa kehamilan
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Menghindari alkohol, rokok, serta obat-obatan terlarang
  • Mendapatkan vaksin sebelum hamil
  • Menjaga gula dalam darah tetap terkendali, terutama sebelum hamil

    Pada saat membuat janji, tanyakan tentang persiapan yang perlu dilakukan, termasuk yang tampak berhubungan dengan gejala Anda. Selain itu, siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan Anda ke dokter menjadi efektif. Berikut ini daftar pertanyaan umum tentang VSD untuk diajukan pada dokter.

    Jadi menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk defek septum ventrikel (VSD), berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

    • Apa penyebab gejala yang saya alami? Adakah penyebab lainnya?
    • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
    • Obat apa yang saya perlukan?
    • Adakah makanan yang harus saya hindari?
    • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
    • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala defek septum ventrikel.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat membuat janji, tanyakan tentang persiapan yang perlu dilakukan, termasuk yang tampak berhubungan dengan gejala Anda. Selain itu, siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan Anda ke dokter menjadi efektif. Berikut ini daftar pertanyaan umum tentang VSD untuk diajukan pada dokter.

Jadi menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk defek septum ventrikel (VSD), berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Apa penyebab gejala yang saya alami? Adakah penyebab lainnya?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
  • Obat apa yang saya perlukan?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan, dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas, agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter.

  • Kapan Anda mengalami gejala pertama kali? Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah gejala semakin memburuk seiring berjalannya waktu?
  • Apakah ada anggota keluarga lain yang mempunyai masalah pada jantung?
  • Apakah Anda sedang menjalani pengobatan untuk kondisi medis lainnya?
  • Apakah Anda sedang merencanakan kehamilan (untuk pasien wanita)?
Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/VentricularSeptalDefect.html
diakses pada 19 November 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/ventricular-septal-defect
diakses pada 30 November 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-
septal-defect/symptoms-causes/syc-20353495
diakses pada 19 November 2018.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-septal-
defect/diagnosis-treatment/drc-20353501
diakses pada 30 November 2018.

Back to Top