Cytomegalovirus dapat menyebar melalui kontak fisik dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi.
Cytomegalovirus dapat menyebar melalui kontak fisik dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi.

Cytomegalovirus adalah virus umum yang berhubungan dengan virus herpes. Hal ini bukanlah masalah bagi kebanyakan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik sehingga dapat mengontrolnya dengan mudah, tetapi gejala dapat muncul pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV. Pada penderita HIV, CMV akan menyebabkan infeksi pada mata yang disebut retinitis yang dapat menyebabkan kebutaan. Retinitis CMV dapat merupakan suatu kondisi dari penderita HIV.

Kebanyakan orang sehat yang menderita CMV tidak mengetahui bahwa mereka sakit karena tidak terdapat gejala. Jika mengalami gejala, maka dapat berupa:

  • Kelelahan
  • Bengkak pada kelenjar
  • Demam

Pada penderita HIV, CMV dapat menyebar keseluruh tubuh apabila tidak diobati. Penderita akan mengalami:

  • Bintik hitam yang bergerak disebut ‘floaters’ pada sudut pandang mata
  • Pandangan yang buram
  • Kebutaan
  • Diare
  • Sakit pada perut
  • Sulit atau sakit saat menelan
  • Sakit, lemah atau kesemutan pada dasar tulang yang menyebabkan kesulitan berjalan

Dalam kasus yang jarang terjadi, CMV juga dapat menyebabkan:

  • Perubahan kepribadian
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sesak nafas
  • Batuk kering

Jika seseorang positif menderita HIV, kemungkinan terserang CMV menjadi lebih besar ketika jumlah CD4 < 100 sel/mikroliter.

Komplikasi

Komplikasi infeksi CMV dapat bervariasi, tergantung dari vitalitas dan usia. Pada orang dewasa sehat, CMV dapat menyebabkan mononukleosis. Komplikasi jarang terjadi pada orang dewasa sehat. Komplikasi dari infeksi CMV termasuk kehilangan penglihatan karena peradangan lapisan sensor cahaya, masalah pencernaan, masalah saraf, dan pneumonia.

Bayi dengan CMV kongenital

Komplikasi dapat terjadi jika ibu dari bayi memiliki infeksi CMV pada saat kehamilan. Komplikasi pada bayi dapat termasuk:

  • Kehilangan pendengaran
  • Kelainan intelektual
  • Masalah penglihatan
  • Kejang
  • Kurang koordinasi
  • Lemah otot

CMV berhubungan dengan virus yang menyebabkan cacar air, herpes simplex, dan mononukleosis. CMV dapat berstatus tidak aktif dan menjadi aktif kembali. Jika seseorang dalam kondisi sehat, CMV menjadi tidak aktif. Saat aktivasi, penderita dapat menyebarkan virus ke orang lain. Virus menyebar melalui cairan dalam tubuh termasuk darah, urine, air liur, ASI, air mata, sperma dan cairan vagina. Penularan dapat terjadi melalui:

  • Menyentuh mata atau bagian dalam hidung atau mulut setelah bersentuhan dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi.
  • Kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.
  • ASI dari ibu yang terinfeksi.
  • Persalinan. Ibu yang terinfeksi dapat menyebarkan virus kepada bayinya sebelum atau saat melahirkan. Risiko penyebaran virus kepada bayi akan lebih tinggi jika ini merupakan saat pertama orang tersebut memiliki infeksi dibandingkan dengan infeksi yang aktif kembali.

Faktor Risiko

CMV yang menyebar dapat menginfeksi hampir semua orang. Kebanyakan anak sehat dan orang dewasa yang mengalami kontak dengan virus, memiliki sedikit gejala sehingga CMV sering kali tidak terdeteksi.

Ada beberapa tes untuk mengecek darah dan urine untuk memeriksa adanya virus. Contoh melalui tes serologi untuk mencari antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melawan CMV. Dokter dapat melakukan biopsi, mengambil jaringan atau cairan dari usus, tenggorokan atau tulang belakang dan menelitinya dibawah mikroskop. Dokter juga dapat memeriksa peradangan di retina mata. CT scan dapat memberikan gambaran dari paru-paru atau otak yang dapat memperlihatkan perubahan karena CMV.

CMV yang tidak menimbulkan gejala tidak membutuhkan pengobatan. Tidak ada pengobatan untuk CMV pada saat kehamilan dan pada banyak kasus, virus tidak menyebabkan masalah pada bayi. Obat antivirus dapat digunakan untuk:

  • Bayi yang didiagnosa dengan CMV kongenital setelah dilahirkan
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah

Pengobatan membantu melemahkan virus dan mengurangi kemungkinan masalah yang serius, tetapi tidak dapat menyembuhkan infeksi CMV. Bayi lahir dengan CMV kongenital harus dirawat di rumah sakit sampai pengobatan antivirus selesai.

  • CMV merupakan penyakit infeksi oportunistik yang berhubungan dengan HIV. Terapi antivirus dapat meningkatkan jumlah CD4 dan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat membantu mencegah retinitis (peradangan dari bagian retina pada mata) berulang.
  • Cucilah tangan terutama setelah melakukan kontak dengan air liur atau urine seseorang.
  • Jika dikelilingi anak kecil, hindari menyentuh urine atau air liur dan hal-hal yang bersentuhan dengan mereka karena anak kecil lebih rentan membawa CMV melalui cairan tubuh.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual, termasuk seks oral.
  • Konsultasikan kepada dokter mengenai CMV jika mendapatkan transfusi darah.
  • Secara tertur cucilah mainan atau barang lain yang terkontaminasi air liur anak Anda
  • Hindari berbagi makanan, peralatan makan, gelas minum atau mainan.
  • Jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah dan mengalami tanda atau gejala infeksi virus CMV. Orang yang menjalani transplantasi organ atau menjalani operasi sel induk (stem cell) memiliki risiko lebih tinggi.
  • Penderita mononukleosis dapat dievaluasi untuk CMV.

Jika seseorang menderita CMV tetapi tetap sehat dan mengalami gejala ringan maka orang tersebut berada dalam periode reaktivasi.

Kapan anak harus menemui dokter?

Konsultasi dengan dokter anak jika mengetahui bahwa seseorang terinfeksi CMV pada saat kehamilan. Dokter akan secara teratur menilai pendengaran atau penglihatan bayi.

  • Tuliskan tanda dan gejala yang dialami.
  • Tuliskan pertanyaan yang akan diajukan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Berapa lama mengalami gejala?
  • Apakah anda tinggal atau bekerja dengan anak kecil?
  • Apakah anda menjalani transfusi darah atau transplantasi ginjal akhir-akhir ini?
  • Apakah anda memiliki kondisi medis yang menekan sistem imun seperti HIV atau AIDS?
  • Apakah anda menjalani kemoterapi?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cmv/diagnosis-treatment/drc-20355364
diakses pada 22 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cytomegalovirus-cmv/
diakses pada 22 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/hiv-aids/guide/aids-hiv-opportunistic-infections-cytomegalovirus#2-4
diakses pada 22 November 2018.

Artikel Terkait