Cystitis

Ditulis oleh dr. Karlina Lestari
Ditinjau dr. Indra Wijaya
Gejala sistitis adalah adanya darah dalam air seni dan sakit saat berhubungan seksual
Sistitis dapat sembuh dengan sendirinya, namun terkadang dapat menyebabkan infeksi ginjal.

Pengertian Cystitis

Sistitis merupakan peradangan kandung kemih yang menyebabkan kandung kemih menjadi bengkak dan merah. Sistitis juga merupakan jenis infeksi saluran kemih yang paling umum terutama pada perempuan yang dapat menyebabkan masalah serius. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya namun terkadang dapat menyebabkan infeksi ginjal sehingga perlu pertolongan medis jika gejala tidak membaik.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Terdapat beberapa gejala dari penyakit sistitis, seperti:

  • Terdapat darah dalam air seni
  • Terasa nyeri saat berhubungan seksual
  • Merasa kram pada perut dan punggung
  • Urin keruh atau berbau tajam
  • Sering buang air kecil
  • Terasa tidak tuntas buang air kecil
  • Terdapat sensasi tekanan pada kandung kemih

Namun, jika sudah menyebar pada ginjal, maka gejala yang dapat terjadi berupa demam, mual, muntah, dan sakit pada punggung.

Penyebab

Sistitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti:

  • Sedang hamil
  • Menggunakan diafragma untuk kontrasepsi
  • Menderita diabetes
  • Berhubungan seks
  • Menyeka organ kewanitaan dari belakang ke depan setelah berkemih
  • Memiliki kateter kemih
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Diagnosis

Penyakit sistitis dapat didiagnosis melalui beberapa cara, yaitu dengan:

  • Pemeriksaan sampel urine untuk melihat bakteri, darah, atau nanah.
  • Sistoskopi yang digunakan untuk melihat kondisi kandung kemih dengan teropong tipis dan juga digunakan untuk mengambil sampel biopsi.
  • Pemeriksaan radiologi digunakan untuk menyingkirkan penyebab lain dari sistitis, masalah struktural, atau tumor dengan menggunakan sinar X-ray atau USG.

Pengobatan

Terdapat beberapa cara untuk perawatan maupun pengobatan untuk sistitis, seperti:

  • Parasetamol atau ibuprofen
  • Cuci bersih dengan lembut sekitar kelamin dengan sabun khusus
  • Sering buang air kecil
  • Hindari hubungan seks selama masih terdapat peradangan
  • Minum banyak air
  • Kompres dengan botol panas diantara bawah perut dan paha
  • Cranberry akan mengurangi keasaman urine
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri

Pencegahan

Seka bagian bawah dari depan ke arah belakang setelah buang air besar atau berkemih untuk mencegah kelamin Anda terinfeksi bakteri. Untuk perempuan, kosongkan kandung kemih setelah berhubungan seksual. Selain itu, Anda juga dapat mencuci sekitar area genital dengan lembut. Minum air yang banyak dan hindari produk yang mengiritasi area genital.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami beberapa hal, seperti:

  • Gejala tidak mulai membaik dalam 3 hari
  • Terdapat gejala berat seperti terdapat darah dalam urine, demam, atau rasa sakit
  • Sedang hamil dan memiliki gejala sistitis
  • Anak yang memiliki gejala sistitis
  • Tidak begitu yakin akan gejala sistitis yang dialami
  • Sering terkena sistitis
  • Seorang pria yang memiliki gejala sistitis

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Buatlah beberapa daftar gejala yang dialami, daftar obat yang dikonsumsi, dan menuliskan pertanyaan untuk ditanyakan pada dokter, seperti:

  • Apa penyebab dari gejala yang saya rasakan?
  • Apa perawatan dan pengobatan yang cocok dengan gejala yang saya alami?
  • Apakah gejala saya berisiko mengalami komplikasi?
  • Apakah saya perlu tes lain untuk meyakinkan diagnosis?
  • Langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko atau kekambuhan?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?
  • Jika perawatan pertama tidak berhasil, apa yang akan direkomendasikan selanjutnya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Gejala apa yang dialami?
  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda menggunakan kontrasepsi? Apa jenisnya?
  • Apakah Anda sedang hamil?
  • Seberapa parah ketidaknyamanan yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda melakukan hubungan seksual secara teratur?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi kandung kemih?
  • Seberapa sering Anda buang air kecil?
  • Apa saja obat yang Anda konsumsi?

 

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/cystitis#1
diakses pada 1 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306
diakses pada 1 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cystitis/
diakses pada 1 November 2018.

Back to Top