Kulit & Kelamin

Cutaneous Larva Migrans

14 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Cutaneous Larva Migrans
Cutaneous larva migrans terjadi saat ada kontak antara kaki dengan tanah lembap yang mengandung larva
Cutaneous larva migrans atau CLM adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang. Cacing ini biasanya menginfeksi kucing, anjing, dan hewan lain.Varian caing yang paling sering menyebabkan CLM adalah Ancylostoma braziliense, yang biasa menginfeksi anjing.Seseorang bisa terinfeksi cacing Ancylostoma braziliense ketika bersentuhan dengan kotoran hewan yang mengandung larva. Berjemur di pantai atau berjalan di atas tanah yang lembap tanpa alas kaki juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini.Cutaneous larva migrans termasuk penyakit endemik yang sering ditemukan di daerah Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia, serta Afrika. Tak heran, orang yang bermukim atau berkunjung ke daerah-daerah ini memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi CLM.Cutaneous larva migrans biasanya terjadi pada tubuh bagian tengah dan bawah, misalnya kaki, perut, dan bokong. Namun bukan berarti bagian tubuh lain pasti terbebas dari CLM.Harap diingat juga bahwa cutaneous larva migrans tidak menular menular. 
Cutaneous Larva Migrans
Dokter spesialis Kulit
GejalaBercak merah di kulit, gatal, sensasi kesemutan
Faktor risikoBerjalan tanpa alas kaki, bersentuhan langsung dengan tanah atau pasir
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, confocal scanning laser microscopy, punch biopsy
PengobatanPemberian obat-obatan
ObatThiabendazole, ivermectin, albendazole
KomplikasiSelulitis, alergi, sindrom Loeffler
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cutaneous larva migrans
Gejala cutaneous larva migrans meliputi:

Gatal-gatal yang cukup parah pada area tubuh yang terkena

Gatal merupakan gejala paling umum CLM. Rasa gatal dapat segera timbul setelah larva cacing masuk ke dalam kulit.

Bercak merah

Pada kulit yang terkena cutaneous larva migrans, muncul tampak bercak berwarna merah. Bercak ini umumnya menjadi tanda dari jalan masuk larva ke kulit.

Kesemutan dan sensasi lain

Sensasi kesemutan atau rasa seperti ditusuk akan muncul dalam jangka waktu 30 menit setelah larva menembus kulit. Larva ini lalu dapat berdiam selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kulit. Namun larva dapat langsung membentuk pola sebesar 2-3 mm pada kulit.

Gejala lainnya

Setelah itu, gejala penyerta akan muncul dan berupa kulit kemerahan, benjolan yang bengkak, benjolan berisi cairan (kulit meleuh), atau pola seperti saluran memanjang pada kulit.Pola-pola tersebut akan berkembang sebanyak beberapa millimeter atau centimeter setiap hari. Semakin banyak larva yang menginfeksi kulit, pola ini akan semakin meluas dengan bentuk tidak beraturan.Karena rasa gatal, penderita cutaneous larva migrans sering menggaruk kulitnya. Kebiasaan ini kemudian menimbulkan luka yang berpotensi mengarah pada infeksi kulit lain. 
Ada beragam jenis cacing yang bisa memicu CLM. Namun penyebab cutaneous larva migrans yang umum adalah Ancylostoma spUncinaria stenocephala, Bunostomum phlebotomum, dan Uncinaria stenocephala.Semua parasit tersebut termasuk jenis cacing tambang yang biasanya berada di saluran pencernaan anjing maupun kucing.Telur dari cacing tambang akan keluar bersama feses anjing atau kucing yang sudah terinfeksi. Telur-telur ini bisa berkembang menjadi larva bila terletak di area tanah atau pasir yang hangat serta lembap.Jika kulit manusia menyentuh tanah atau pasir tersebut, larva cacing tambang akan masuk ke lapisan luar kulit manusia. Misalnya, ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki maupun sedang berjemur di atas pasir pantai. 

Faktor risiko cutaneous larva migrans

Faktor-faktor di bawah ini diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena cutaneous larva migrans:
  • Tinggal di daerah tropis (seperti Indonesia) atau subtropis
  • Memiliki profesi atau hobi yang mengharuskan bersentuhan dengan tanah lembap, hangan, dan berpasir, misalnya wisatawan di pantai, petani, tukang kebun, pemburu
 
Untuk memastikan diagnosis cutaneous larva migrans (CLM), dokter bisa melakukan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit pasien.
  • Confocal scanning laser microscopy

Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi jumlah larva yang terdapat pada lapisan epidermis kulit.
  • Punch biopsy

Punch biopsy dilakukan dengan mengambil sampel sebesar 4 mm pada kulit yang mengalami cutaneous larva migrans.
  • Dermoscopy

Dermoscopy juga dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis cutaneous larva migrans. 
Pengobatan cutaneous larva migrans mungkin tidak diperlukan mengingat penyakit ini bisa sembuh sendiri. Durasi penyembuhannya tergantung pada jenis larva yang menginfeksi kulit pasien.Pada sebagian besar kasus, cutaneous larva migrans bisa sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 4-8 minggu. Tetapi ada juga pasien yang butuh waktu selama beberapa bulan untuk sembuh.Meski begitu, gejala-gejala yang menyertai penyakit ini tetap perlu ditangani secara saksama. Sebagai contoh, rasa gatal harus diredakan agar pasien bisa kembali nyaman.Dokter bisa menganjurkan sederet cara mengobati cutaneous larva migrans di bawah ini untuk mempercepat penyembuhan:
  • Obat oles

Dokter bisa memberikan obat oles yang mengandung thiabendazole.
  • Obat minum

Untuk memberantas parast berupa cacing, dokter juga bisa meresepkan obat minum. Coontohnya,  ivermectinalbendazole, dan mebendazole.
  • Obat lainnya

Beberapa obat tambahan juga dapat membantu dalam penyembuhan cutaneous larva migrans. Contohnya, obat antibiotik untuk menangani infeksi bakteri dan obat antihistamin dan kortikosteroid guna mengatasi gatal.
  • Tindakan medis

Jika dibutuhkan, dokter bisa menganjurkan tindakan medis berupa krioterapi dengan nitrogen cair atau laser karbon dioksida. Namun kedua metode ini jarang direkomendasikan karena kurang efektif dan bisa menyakitkan serta memicu lepuhan pada kulit pasien. 

Komplikasi cutaneous larva migrans

Jika tidak ditangani dengan benar, cutaneous larva migrans dapat memicu komplikasi berupa:
  • Infeksi sekunder yang meliputi selulitis
  • Reaksi alergi
  • Sindrom Loeffler
  • Impetigo
  • Hiper-eosinofilia
 
Cara mencegah cutaneous larva migrans yang dapat dilakukan meliputi:
  • Mengenakan alas kaki ketika keluar rumah.
  • Jangan berbaring di area pasir yang kering. Lebih baik gunakan kursi atau matras saat berjemur.
 
Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada cutaneous larva migrans, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis kulit. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cutaneous larva migrans?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cutaneous larva migrans agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/1108784-overview
Diakses pada 27 Januari 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/skin-disorders/parasitic-skin-infections/cutaneous-larva-migrans
Diakses pada 27 Januari 2019
Dermnetnz. https://www.dermnetnz.org/topics/cutaneous-larva-migrans/
Diakses pada 27 Januari 2019
News Medical. https://www.news-medical.net/health/Cutaneous-Larva-Migrans-Diagnosis-and-Management.aspx
Diakses pada 27 Januari 2019
American Osteopathic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/CutaneousLarvaMigr 
Diakses pada 27 Januari 2019
NHS. https://www.uclh.nhs.uk/PandV/PIL/Patient%20information%20leaflets/Cutaneous%20Larva%20Migrans.pdf 
Diakses pada 27 Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email