Saraf

Cubital Tunnel Syndrome

21 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cubital Tunnel Syndrome
Cubital tunnel syndrome bisa ditandai dengan nyeri, kebas, dan tangan yang melemah
Cubital tunnel syndrome adalah kondisi yang terjadi ketika saraf ulnaris cedera dan membengkak, mengalami iritasi, atau meradang. Saraf ini berasal dari leher, melewati terowongan di siku yang tersusun atas otot, tulang dan ligamen (cubital tunnel), dan berakhir di jari tangan.Kondisi ini bisa memicu rasa nyeri. Dalam kebanyakan kasus, gejala dapat dikurangi dengan melakukan perawatan di rumah, seperti melakukan aktivitas untuk menguatkan tangan.Jika setelah melakukan perawatan di rumah, gejala tidak juga mereda atau jika kompresi saraf menyebabkan kelemahan otot atau kerusakan di tangan Anda, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan operasi. 
Cubital Tunnel Syndrome
Dokter spesialis Saraf
GejalaJari kebas, kesemutan
Faktor risikoDislokasi siku, radang sendi siku
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, nerve conduction test
PengobatanObat-obatan, gunakan penyangga siku
ObatIbuprofen, naproxen
KomplikasiGagal jantung, hipertensi pulmonal, endokarditis
Kapan harus ke dokter?Mengalami rasa yang sakit memengaruhi aktivitas
Beberapa gejala cubital tunnel syndrome yang mungkin dialami oleh penderita meliputi:
  • Sensasi kebas dan kesemutan. Sensasi ini bisa dirasakan pada jari manis dan kelingking, atau tangan, terutama ketika siku ditekuk.
  • Sensasi kebas dan kesemutan yang muncul di malam hari.
  • Otot tangan yang melemah. Gejala ini menyebabkan kekuatan genggaman yang menurun dan kesulitan mengerakkan jari.
  • Nyeri berdenyut pada siku bagian dalam.
  • Tangan yang terasa sakit.
Apabila saraf ulnaris terjepit dalam waktu lama atau sangat parah, ukuran otot tangan bisa semakin mengecil. Kondisi ini disebut muscle wasting. 
Penyebab utama adalah penekanan berlebih pada saraf ulnaris. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang sering menekuk siku (saat menarik, meraih, atau mengangkat), dan banyak bersandar pada siku. 

Faktor risiko cubital tunnel syndrome 

Beberapa faktor risiko penyyakit ini meliputi:
  • Fraktur atau dislokasi siku sebelumnya
  • Radang sendi siku
  • Pembengkakan sendi siku
  • Kista di dekat sendi siku
 
Diagnosis cubita tunnel syndrome ditentukan oleh dokter berdasarkan hasil tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Doker akan menanyakan semua gejala dan faktor risiko cubital tunnel syndrome yang dimiliki oleh pasien.

Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa kondisi kondisi tangan dan siku yang mengalami cubital tunnel syndrome dengan cara:
  • Mengetuk saraf ulnaris di siku. Jika Anda mengalami penyakit ini, ketukan tersebut akan memicu sensasi seperti tersetrum listrik di kelingking dan jari manis.
  • Menggerakkan leher, bahu, siku, dan pergelangan tangan pasien untuk mengecek apakah ada posisi tertentu yang memicu gejala.
  • Memeriksa kekuatan otot dan sensasi pada jari maupun tangan.
  • Mengecek apakah letak saraf ulnaris mengalami pergeseran tiap kali siku ditekuk.

Nerve conduction test

Pemeriksaan ini bertujuan melihat kecepatan sinyal yang disalurkan dalam saraf dan menemukan ada tidaknya saraf yang terjepit atau tertekan.

Electromyogram (EMG)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot yang dikendalikan oleh saraf ulnaris.

X-ray

Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat ada tidaknya masalah pada tulang siku, misalnya arthritis atau pertumbuhan tulang yang abnormal. 
Cara mengobati cubital tunnel syndrome umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan cara mengobati cubital tunnel syndrome yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Istirahat dan hentikan aktivitas apa pun yang memperburuk kondisi, seperti menekuk siku
  • Gunakan belat atau penyangga siku busa yang dipakai di malam hari (untuk membatasi gerakan dan mengurangi iritasi)
  • Gunakan bantalan siku (untuk melindungi dari iritasi kronis dari permukaan yang keras)
  • Lakukan latihan nerve gliding
  • Konsumsi obat anti-inflamasi (seperti ibuprofen atau naproxen)
Jika perawatan ini tidak berhasil, dokter akan menyarankan Anda melakukan operasi. 

Komplikasi cubital tunnel syndrome 

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi cubital tunnel syndrome:
  • Kemampuan menggenggam tangan secara keseluruhan berkurang
  • Deformitas tangan seperti cakar
 
Cara mencegah cubital tunnel syndrome yang bisa dilakukan meliputi:
  • Jaga agar lengan Anda fleksibel dan kuat.
  • Jangan bertumpu pada siku Anda, terutama pada permukaan yang keras.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga atau kegiatan yang mengharuskan menggunakan gerakan lengan secara
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Rasa sakit atau kesulitan bergerak memengaruhi aktivitas rutin Anda sehari-hari
  • Rasa sakit tidak membaik atau memburuk dengan pengobatan
  • Mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada lengan atau tangan
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cubital tunnel syndrome?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cubital tunnel syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Ortho Info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/ulnar-nerve-entrapment-at-the-elbow-cubital-tunnel-syndrome
Diakses pada 17 Desember 2019
University Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00908
Diakses pada 17 Desember 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1141515-overview#a3
Diakses pada 17 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/cubital-radial-tunnel-syndrome#1
Diakses pada 21 Juli 2021
Cedar Sinai Hospital. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/c/cubital-tunnel-syndrome.html
Diakses pada 21 Juli 2021
Cleveland Clinics. https://health.clevelandclinic.org/why-cubital-tunnel-syndrome-is-no-laughing-matter/
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email