Penyakit Lainnya

Confabulation

12 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Confabulation
Confabulation adalah suatu kondisi dalam ingatan seseorang ketika ia memberikan informasi yang dibuat-buat atau terkesan berbohong secara tidak sadar.Pencerita percaya bahwa pernyataannya adalah benar dan bukan kebohongan. Kerena itu, confabulation juga sering disebut dengan ‘honest lying’.Orang dengan confabulation terkadang hanya akan mengarang cerita kecil untuk mengisi celah dalam ingatannya. Para dokter menyebut kondisi ini sebagai ‘confabulations of embarrassment.Sedangkan ketika seseorang menceritakan kisah rumit, kondisi ini dinamakan ‘fantastic confabulation’.Selain itu, confabulation juga memiliki dua tipe berikut:
  • Provoked confabulation

Provoked confabulation terjadi ketika seseorang membuat cerita yang tidak benar sebagai tanggapan atas pertanyaan tertentu. Misalnya tanggal, tempat, dan sejarah umum.Jenis confabulation ini adalah yang paling umum dan sering terjadi pada penderita demensia atau amnesia.
  • Spontaneous confabulation

Confabulation tipe ini terjadi ketika seseorang menceritakan kisah yang dibuat-buat tanpa motivasi atau provokasi yang jelas. Misalnya ketika seseorang secara spontan memberikan informasi palsu saat sedang makan bersama.Confabulation bukanlah gangguan, melainkan gejala dari penyakit lain. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan kondisi ini meliputi gangguan memori, cedera atau penyakit otak, dan kondisi kejiwaan. 
Confabulation
Dokter spesialis Jiwa, Psikolog
GejalaKurangnya kesadaran bahwa ingatan itu salah
Faktor risikoSkizofrenia, Al-zheimer
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, evaluasi kondisi mental
PengobatanTerapi perilaku kognitif
KomplikasiMasalah dalam hubungan sosial
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala yang mengarah pada confabulation
Confabulation merujuk pada masalah mendasar dengan ingatan seseorang misalnya, kondisi neuropsikiatri, cedera otak, atau gangguan penggunaan zat. Beberapa gejala confabulation meliputi:
  • Kurangnya kesadaran bahwa ingatan itu salah atau terdistorsi
  • Tidak ada upaya untuk menipu atau berbohong
  • Ceritanya bisa masuk akal atau tidak
 
Faktor-faktor risiko confabulation tersebut meliputi:
  • Anosognosia untuk hemiplegia, atau penolakan kelumpuhan
  • Sindrom anton, atau penolakan kebutaan
  • Sindrom Capgras, atau keyakinan bahwa penipu telah menggantikan orang yang dicintai
  • Sindrom Korsakoff
  • Gangguan memori, seperti demensia dan penyakit Alzheimer
  • Skizofrenia
  • Sindrom otak terbelah
  • Cedera otak traumatis
 
Diagnosis confabulation dilakukan melalui:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan semua gejala yang muncul, faktor risiko, serta riwayat medis pasien maupun keluarga. Untuk memudahkan dokter melakukan diagnosis, pasien harus menceritakan gejalanya sejujur mungkin.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien untuk mencari ada tidaknya tanda dari penyakit tertentu.  
  • Pencitraan

Bila menduga pemicu confabulation adalah penyakit tertentu, pemeriksaan pencitraan dapat dianjurkan oleh dokter. Misalnya jika penyakit Alzheimer dicurigai menjadi penyebabnya, dokter akan menyarankan brain-imaging test.
  • Evaluasi kondisi mental

Apabila pemicunya diduga skizofrenia, dokter akan melakukan evaluasi kondisi mental. 
Confabulation memang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun ada beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya:
  • Psikoterapi dengan bimbingan psikolog atau psikiater yang berpengalaman
  • Terapi perilaku kognitif untuk mengarahkan pasien agar dapat mendeteksi pemicu dan mengubah pola pikirnya.
Kedua cara tersebut akan pasien agar menjadi lebih sadar akan ketidakakuratan dalam ingatan yang ia ceritakan.Sebagai tambahan, dokter juga bisa menganjurkan pencerita confabulation untuk:
  • Menulis buku harian
  • Meminta anggota keluarga untuk kembali mengarahkan pasien jika dia mengalami confabulation
 

Komplikasi confabulation

Bila terus dibiarkan, confabulation bisa saja berujung pada masalah sosial. Misalnya teman, keluarga, atau pasangan yang marah karena merasa dibohongi. Padalah, pasien tidak melakukannya scara sadar. 
Cara mencegah confabulation tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Jika Anda mengalami gejala confabulation seperti yang telah disebutkan, tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi ke dokter. Hal ini agar gejala bisa cepat disembuhkan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait confabulation?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis confabulation agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536961/
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/confabulation
Diakses pada 12 Mei 2021
Verywell mind. https://www.verywellmind.com/confabulation-definition-examples-and-treatments-4177450
Diakses pada 12 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/in-depth/alzheimers/art-20048075
Diakses pada 12 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/diagnosis-treatment/drc-20354449
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email