Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur jenis Cocciodes. Jamur ini masuk ke dalam tubuh penderita melalui spora (biji jamur dalam bentuk serbuk) yang terhirup.

Penyakit yang juga dikenal dengan nama Valley fever ini umumnya tidak memicu gejala keluhan khusus. Penderita juga dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan.

Namun pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, coccidioidomycosis akan menyebabkan sederet gejala yang berat. Oleh karena itu, mereka membutuhkan obat antijamur sebagai langkah penanganan.

Coccidioidomycosis umumnya tidak menyebabkan gejala apapun. Bila bergejala pun, keluhan yang dialami penderita biasanya ringan dan seperti gejala flu.

Beberapa gejala coccidioidomycosis yang umum terjadi meliputi:

  • Batuk-batuk. Gejala ini bisa berupa batuk berdahak atau bahkan berdarah.
  • Lemas dan kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Pegal-pegal.
  • Nyeri sendi atau pembengkakan pada sendi.
  • Nyeri di dada.
  • Ruam atau tonjolan bewarna merah di kulit.

Selain gejala Valley fever yang umum, ada pula indikasi penyerta yang muncul ketika penyakit ini sudah parah. Gejalanya bisa berupa:

  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Leher yang kaku.
  • Sering terkena pneumonia.

Gejala-gejala coccidioidomycosis yang parah tersebut bisa dialami oleh sebagian orang yang memiliki kondisi-kondisi kesehatan tertentu berikut:

  • Kalangan lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas.
  • Penderita HIV dan AIDS.
  • Orang yang mengonsumsi kontikosteroid dalam jangka panjang.
  • Orang yang pernah menjalani transplantasi organ.
  • Ibu hamil.
  • Ras Afrika dan Flilipino.
  • Penderita diabetes.

Penyebab coccidioidomycosis adalah jamur jenis Cocciodes. Namun penyakit ini tidak dapat menular secara langsung dari manusia ke manusia.

Jamur Cocciodes tumbuh di bagian barat daya Amerika, utara Meksiko, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengunjungi daerah-daerah ini juga berisiko lebih tinggi untuk terkena Valley fever.

Diagnosis coccidioidomycosis ditentukan berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala coccidioidomycosis, faktor risiko, dan riwayat berpergian penderita.

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan adanya indikasi dari Valley fever.

  • Pemeriksaan penunjang

Serangkaian pemeriksaan penunjang akan dianjurkan guna memastikan diagnosis. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Tes darah

Melalui tes darah, dokter mendeteksi apakah ada tanda-tanda infeksi jamur Cocciodes dalam darah Anda.

2. Pemeriksaan dahak

Dokter akan memeriksa keberadaan jamur Cocciodes ada dalam dahak Anda.

3. Rontgen dada

Pemeriksaan ini berguna untuk melihat struktur paru-paru Anda.

4. CT scan

Pemindaian dengan CT scan dapat memberikan gambar yang lebih jelas dibandingkan dengan foto rontgen.

Penderita Valley fever umumnya tidak memerlukan obat. Sebagian besar penderita bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan.

Namun penanganan coccidioidomycosis akan diberikan dengan obat antijamur jika penderita mengalami kondisi di bawah ini:

  • Gejala terus berlangsung lebih dari enam minggu.
  • Gejala yang sangat parah.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Obat anti jamur yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah fluconazole dan itraconazole. Pengobatan ini perlu dijalani selama tiga hingga enam bulan.

Sementara pada penderita dengan kondisi coccidioidomycosis yang telah menyebar keluar paru-paru, dokter akan meresepkan obat antijamur tambahan berupa amphotericin B.

Bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko untuk tertular infeksi jamur Cocciodes, pencegahan coccidioidomycosis dapat dilakukan dengan cara:

  • Tidak pergi ke lokasi dengan banyak debu, misalnya lokasi konstruksi atau ladang.
  • Hindari aktivitas yang mengharuskan Anda banyak terpapar banyak debu, seperti berkebun dan menggali tanah.
  • Gunakan masker N95 jika Anda harus bepergian.

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala coccidioidomycosis. Terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko terpapar jamur penyebabnya.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko coccidioidomycosis?
  • Apakah akhir-akhir ini Anda pergi ke lokasi yang rentan menjadi tempat kembang biak jamur Cocciodes?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis coccidioidomycosis sekaligus membantu dokter dalam menentukan pengobatan yang sesuai.

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/coccidioidomycosis/index.html
Diakses pada 13 November 2019

Chest foundation. https://foundation.chestnet.org/patient-education-resources/coccidioidomycosis/
Diakses pada 13 November 2019

American Thoracic Society. https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/coccidioidomycosis.pdf
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait