Infeksi

Coccidioidomycosis

Diterbitkan: 11 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Coccidioidomycosis
Coccidioidomycosis memiliki nama lain yakni Valley fever
Coccidioidomycosis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur jenis Cocciodes. Jamur ini masuk ke dalam tubuh penderita melalui spora (biji jamur dalam bentuk serbuk) yang terhirup.Penyakit yang juga dikenal dengan nama Valley fever ini umumnya tidak memicu gejala khusus. Penderita juga dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa minggu atau beberapa bulan.Namun pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, coccidioidomycosis akan menyebabkan sederet gejala yang berat. Oleh karena itu, mereka membutuhkan obat antijamur sebagai langkah penanganan.
Coccidioidomycosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBatuk berdahak atau berdarah, lemas dan kelelahan, sakit kepala
Faktor risikoIndividu dengan sistem imun yang lemaj, diabetes, berkunjung ke daerah endemis valley fever
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanAntijamur
ObatAntijamur seperti fluconazole atau itraconazole
KomplikasiPneumonia berat
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala Batuk berdahak atau berdarah, lemas dan kelelahan, sakit kepala dan faktor risiko terpapar jamur penyebabnya
Coccidioidomycosis umumnya tidak menyebabkan gejala. Bila bergejala pun, keluhan yang dialami penderita biasanya ringan dan seperti gejala flu.Beberapa gejala coccidioidomycosis yang umum terjadi meliputi:
  • Batuk-batuk. Gejala ini bisa berupa batuk berdahak atau bahkan berdarah.
  • Lemas dan kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Pegal-pegal
  • Nyeri sendi atau pembengkakan pada sendi
  • Nyeri di dada
  • Ruam atau tonjolan bewarna merah di kulit
Selain gejala Valley fever yang umum, ada pula indikasi penyerta yang muncul ketika penyakit ini sudah parah. Gejalanya bisa berupa:
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kebingungan atau linglung
  • Leher yang kaku
  • Sering terkena pneumonia
Gejala-gejala coccidioidomycosis yang parah tersebut bisa dialami oleh sebagian orang yang memiliki kondisi-kondisi berikut ini:
  • Berusia 60 tahun ke atas
  • HIV dan AIDS
  • Konsumsi kontikosteroid dalam jangka panjang
  • Riwayat transplantasi organ
  • Kehamilan
  • Ras Afrika dan Flilipino
  • Penderita diabetes
apabila menghirup spora Cocciodes yang berukuran sangat kecil di udara. Meski begitu, penyakit ini tidak dapat menular secara langsung dari manusia ke manusia.Jamur Cocciodes tumbuh di bagian barat daya Amerika, utara Meksiko, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengunjungi daerah-daerah ini juga berisiko lebih tinggi untuk terkena Valley fever.

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Coccidioidomycosis:
  • Berusia 60 tahun ke atas
  • Sistem kekebalan yang lemah, misalnya orang yang menderita HIV/AIDS
  • Riwayat transplantasi organ
  • Konsumsi obat-obatan kortikosteroid atau TNF-inhibitor
  • Kehamilan
  • Diabetes
  • Berkulit hitam atau keturunan Filipina
Baca juga: 8 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ini Mampu Kuatkan Sistem Imun 
Diagnosis coccidioidomycosis ditentukan berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang oleh dokter.Tanya jawabDokter akan menanyakan gejala coccidioidomycosis, faktor risiko, dan riwayat berpergian penderita.Pemeriksaan fisikPemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan indikasi dari Valley fever.Pemeriksaan penunjangSerangkaian pemeriksaan penunjang akan dianjurkan untuk memastikan diagnosis. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Tes darah
Melalui tes darah, dokter mendeteksi apakah ada tanda-tanda infeksi jamur Cocciodes dalam darah.
  • Pemeriksaan dahak
Dokter akan memeriksa keberadaan jamur Cocciodes ada dalam dahak.
  • Rontgen dada
Pemeriksaan ini berguna untuk melihat struktur paru-paru Anda.
  • CT scan
Pemindaian dengan CT scan dapat memberikan gambar yang lebih jelas dibandingkan foto rontgen.
Para penderita Valley fever umumnya tidak memerlukan obat. Sebagian besar dari mereka bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan.Namun penanganan coccidioidomycosis akan diberikan dengan obat antijamur jika penderita mengalami kondisi di bawah ini:
  • Gejala terus berlangsung lebih dari enam minggu.
  • Gejala yang sangat parah.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Obat antijamur yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah fluconazole dan itraconazole. Pengobatan ini perlu dijalani selama tiga hingga enam bulan.Sementara pada penderita dengan kondisi coccidioidomycosis yang telah menyebar keluar paru-paru, dokter akan meresepkan obat antijamur tambahan berupa amphotericin B.

Komplikasi

Bila tidak ditangani dengan baik coccidioidomycosis dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Pneumonia berat, yakni peradangan yang terjadi pada satu atau kedua paru. Penyakit ini menyebabkan penumpukan cairan atau nanah dalam kantong udara kecil di paru-paru (alveolus).
  • Nodul paru pecah, dengan keberadaan massa kecil berbentuk bulat yang tumbuh di jaringan paru-paru. Nodul tersebut dapat pecah dan menyebabkan nyeri dada serta kesulitan bernapas.
  • Penyakit diseminata, sebagai komplikasi coccidioidomycosis yang paling serius tetapi jarang terjadi. Jika menyebar ke seluruh tubuh, jamur menyebabkan masalah termasuk bisul kulit, abses, lesi tulang, nyeri sendi yang parah, radang jantung atau gangguan pada saluran kemih. Potensi infeksi fatal dapat terjadi pada selaput dan cairan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).
Baca jawaban dokter: Infeksi jamur kambuh, bagaimana sebaiknya?
Bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko untuk tertular infeksi jamur Cocciodes, pencegahan coccidioidomycosis dapat dilakukan dengan cara:
  • Tidak pergi ke lokasi dengan banyak debu, misalnya lokasi konstruksi atau ladang
  • Menghindari aktivitas yang mengharuskan banyak terpapar banyak debu, seperti berkebun dan menggali tanah
  • Menggunakan masker jika harus bepergian
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala coccidioidomycosis, terutama jika memiliki faktor risiko terpapar jamur penyebabnya.
Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko coccidioidomycosis?
  • Apakah akhir-akhir ini Anda pergi ke lokasi yang rentan menjadi tempat kembang biak jamur Cocciodes?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis coccidioidomycosis sekaligus membantu dokter dalam menentukan pengobatan yang sesuai.
CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/coccidioidomycosis/index.html
Diakses pada 3 Maret 2021
Chest foundation. https://foundation.chestnet.org/patient-education-resources/coccidioidomycosis/
Diakses pada 13 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/valley-fever/symptoms-causes/syc-20378761#
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/coccidioidomycosis-disseminated#complications
Diakses pada 3 Maret 2021
American Thoracic Society. https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/coccidioidomycosis.pdf
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email