Penyakit Lainnya

Chronic venous insufficiency

Diterbitkan: 15 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina BrahmanaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Chronic venous insufficiency
Manusia memiliki dua jenis pembuluh darah, yaitu arteri dan vena. Pembuluh darah arteri bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan pembuluh darah vena akan membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung.Jika pembuluh darah vena pada suatu bagian tubuh bermasalah, darah tidak akan bisa dibawa ke jantung. Darah yang menumpuk inilah yang akhirnya menimbulkan keluhan. Salah satu jenis gangguan ini adalah chronic venous insufficiency (CVI).
Chronic venous insufficiency
Dokter spesialis Hematologi
Gejala chronic venous insufficiency yang umum terjadi meliputi:
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah dan pergelangannya. Kaki juga bisa terasa berat.
  • Varises di kaki. Kondisi ini terlihat seperti cacing berwarna biru di bawah permukaan kulit kaki akibat pembuluh vena yang melebar.
  • Rasa nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal pada kaki.
  • Kulit kaki yang menebal dan warnanya menjadi merah kecokelatan seperti kulit tas atau dompet, khususnya di dekat pergelangan kaki.
  • Luka-luka pada kaki. Luka ini umumnya sulit sembuh.
Pembuluh darah dikelilingi otot-otot, termasuk vena. Ketika Anda bergerak, otot akan menekan vena dan mendorong darah di dalamnya untuk mengalir.Darah kemudian terdorong ke dua arah, yakni mendekati dan menjauhi jantung. Karena pembuluh darah vena memiliki katup satu arah, darah hanya bisa mengalir mendekati jantung pada kondisi normal.Sementara pada chronic venous insufficiency, terjadi gangguan pada katup pembuluh darah vena tersebut. Akibatnya, ada darah dalam vena yang mengalir menjauhi jantung.Beberapa hal di bawah ini dapat merusak katup pembuluh darah vena dan bisa menjadi penyebab chronic venous insufficiency:
  • Deep vein thrombosis (DVT)
DVT merupakan penyebab tersering dari rusaknya katup pembuluh darah vena. Penyakit terjadi karena ada gumpalan darah di dalam vena, yang dapat merusak katup vena.
  • Kelainan pembuluh darah vena sejak lahir
Beberapa orang terlahir dengan kelainan pada katup pembuluh darah vena, yang membuatnya tidak bisa berfungsi dengan baik
  • Tumor di area panggul
Tumor pada area selangkangan juga dapat mengganggu kondisi pembuluh darah vena.Di samping kondisi-kondisi medis di atas, sejumlah faktor berikut juga dinilai dapat menigkatkan risiko Anda untuk mengalami chronic venous insufficiency:
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko untuk mengalami CVI daripada pria.
  • Kehamilan.
  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Mengalami obesitas.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami chronic venous insufficiency.
  • Pernah mengalami bekuan darah.
  • Orang yang merokok
  • Orang yang sering duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala yang Anda alami, serta faktor-faktor risiko chronic venous insufficiency yang mungkin Anda miliki.Kondisi kaki Anda yang bengkak kemudian akan diperiksa. Dokter bisa mengecek dengan meraba kaki Anda untuk merasakan apakah ada pelebaran pembuluh darah atau tidak.Setelah itu, pemeriksaan penunjang bernama Duplex ultrasound dapat disarankan. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang akan diletakkan di atas permukaan kulit kaki guna melihat kecepatan dan arah aliran darah dalam pembuluh darah vena.
Setelah terdiagnosis positif mengidap CVI, dokter akan menentukan pengobatan. Penanganan yang diberikan oleh dokter akan tergantung pada kondisi kesehatan penderita dan tingkat keparahan penyakit.Beberapa pilihan penanganan chronic venous insufficiency umumnya meliputi:
  • Mengangkat kaki
Meletakkan kaki dapat membantu untuk melancarkan aliran darah serta mengurangi pembengkakan. Anda bisa melakukannya dengan menaruh bantal sebagai ganjalan di bawah kaki ketika tidur maupun duduk.
  • Compression stocking
Stoking khusus ini akan membantu Anda untuk menekan pembuluh darah vena, sehingga mendorong darah mengalir ke jantung sekaligus mengurangi bengkak.
  • Olahraga
Rutin berolahraga bisa pula membantu Anda dalam memperlancar aliran darah.
  • Obat-obatan
Dokter bisa meresepkan beberapa jenis obat untuk melancarkan aliran darah, mempercepat kesembuhan luka, mengurangi penumpukan cairan berlebih dalam tubuh, maupun mengatasi kondisi medis tertentu yang berhubungan dengan pembengkakan (misalnya, gangguan ginjal dan gagal jantung).
  • Sclerotheraphy
Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke dalam pembuluh darah vena yang bermasalah. Tujuannya adalah menciptakan jaringan parut dalam pembuluh darah agar tidak bisa mengalirkan darah lagi. Pembuluh darah yang rusak tersebut nantinya akan diserap oleh tubuh.
  • Endovenous thermal ablation
Prosedur ini menggunakan laser atau gelombang radio frekuensi tinggi panas untuk menutup aliran darah ke pembuluh darah vena yang bermasalah, agar darah tidak menumpuk lagi di kaki penderita. 
  • Operasi
Untuk kasus yang sangat parah, operasi mungkin diperlukan. Melalui prosedur bedah, dokter bisa mengikat maupun mengangkat pembuluh darah vena yang bermasalah.
Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah chronic venous insufficiency:
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala chronic venous insufficiency sebagaimana yang dijelaskan di atas.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga yang pernah mengalami chronic venous insufficiency.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait chronic venous insuffiency?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis chronic venous insuffiency.
Healthline. https://www.healthline.com/health/venous-insufficiency
Diakses pada 14 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/dvt-venous-insufficiency#1
Diakses pada 14 November 2019
Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16872-chronic-venous-insufficiency-cvi
Diakses pada 14 November 2019
John Hopskin Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/chronic-venous-insufficiency
Diakses pada 14 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Mengenal Perbedaan Arteri dan Vena, Dua Pembuluh Darah di Tubuh

Perbedaan arteri dan vena yang utama terletak pada fungsinya. Arteri mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sementara, vena mengalirkan darah dari seluruh tubuh, untuk kembali ke jantung.
15 Oct 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Perbedaan arteri dan vena yang utama adalah fungsinya

Atorvastatin Obat Apa? Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya

Atorvastatin adalah obat yang dapat menurunkan kolesterol. Obat ini termasuk dalam golongan obat statin dan harus didapatkan dengan resep dokter. Seperti obat lain, atorvastatin dapat menimbulkan efek samping tertentu yang harus dipahami.
14 Jun 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Atorvastatin adalah obat yang membantu menurunkan kolesterol

Stroke Iskemik Paling Sering Muncul, Apa Bedanya dengan Stroke Hemoragik?

Stroke iskemik atau stroke non-hemoragik adalah stroke yang paling sering terjadi. Bahkan hampir 90% orang yang stroke mengalami penyakit ini. Sementara itu stroke hemoragik menyusul di bawahnya.
23 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Stroke iskemik dan stroke hemoragik sama-sama berbahaya namun beda penyebabnya