Rasa sakit akibat Chondromalacia Patellae dapat terjadi karena adanya tekanan pada sendi atau pukulan ke tempurung lutut.
Tekanan yang berlebihan pada sendi saat beraktivitas dapat menyebabkan peradangan pada tulang rawan di lutut.

Chondromalacia Patellae merupakan kondisi dimana tulang rawan di bawah tempurung lutut (patella) melunak, memburuk, atau cedera. Kondisi ini umum terjadi pada individu muda yang memiliki radang sendi lutut. Chondromalacia Patellae adalah salah satu penyebab umum nyeri lutut kronis.

Gejala umum yang terjadi, diantaranya:

  • Bengkak di sekitar lutut
  • Lutut yang berbunyi
  • Sensasi menggiling atau retak ketika membungkuk atau memanjangkan lutut
  • Sakit di daerah lutut (nyeri patellofemoral)

Ketika menekuk lutut, bagian belakang tempurung lutut akan meluncur di atas tulang rawan tulang paha. Tendon dan ligamen akan menempelkan tempurung lutut ke tulang kering dan otot paha. Ketika salah satu komponen ini terganggu, maka akan menyebabkan tempurung lutut bergesekan dengan tulang paha. Hal ini dapat menyebabkan Chondromalacia Patellae.

Gerakan tempurung lutut yang salah dapat diakibatkan oleh:

  • Kondisi bawaan
  • Paha belakang dan depan lemah
  • Ketidakseimbangan otot luar dan dalam paha
  • Tekanan berulang pada sendi lutut, seperti ketika berlari, bermain ski atau melompat
  • Pukulan langsung atau trauma ke tempurung lutut

Dokter akan mencari area lutut yang mengalami pembengkakan atau nyeri. Dokter akan mengamati apakah tempurung lutut sejajar dengan tulang paha. Ketidaksejajaran dapat menjadi indikator Chondromalacia Patellae. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut untuk mendukung diagnosis. Tes-tes tersebut, diantaranya adalah:

  • X-ray untuk menunjukkan kerusakan tulang atau tanda-tanda ketidaksejajaran atau artritis.
  • MRI untuk melihat kerusakan kartilago.
  • Pemeriksaan artroskopik atau prosedur invasif untuk memvisualisasikan bagian dalam lutut.

Terdapat 4 kelas yang menunjukkan tingkat keparahan Chondromalacia Patellae, yaitu kelas 1 paling tidak parah, sedangkan kelas 4 menunjukkan tingkat keparahan terbesar.

Tujuan pengobatan Chondromalacia Patellae adalah untuk mengobati tekanan pada tempurung dan sendi lutut. Beristirahat adalah langkah pertama pengobatan karena kerusakan tulang rawan yang mengakibatkan Chondromalacia Patellae seringkali dapat sembuh sendiri dengan istirahat. Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi selama beberapa minggu, seperti ibuprofen untuk mengurangi peradangan di sekitar sendi. Jika pembengkakkan dan nyeri berlanjut, perawatan berikut dapat menjadi pilihan.

  • Terapi fisik
    Terapi fisik yang berfokus pada penguatan paha depan dan paha belakang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan keseimbangan otot. Keseimbangan otot akan membantu mencegah ketidaksejajaran lutut.
  • Operasi
    Bedah artroskopi dapat dilakukan untuk memeriksa sendi dan menentukan apakah terdapat ketidaksejajaran lutut. Pilihan pembedahan lainnya dapat berupa merapikan bagian belakang tempurung lutut, menanamkan cangkok tulang rawan, atau merelokasi penyisipan otot paha.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko Chondromalacia Patellae, diantaranya adalah:

  • Menghindari tekanan berulang ke tempurung lutut.
  • Melakukan latihan untuk memperkuat paha depan dan paha belakang.
  • Memakai alas kaki yang nyaman dan benar untuk mengurangi jumlah tekanan yang ditempatkan di lutut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/chondromalacia-patella
Diakses pada 13 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/8892.htm
Diakses pada 13 Desember 2018

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/patellofemoral_syndrome/article.htm
Diakses pada 13 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/qa/what-are-the-symptoms-of-runners-knee
Diakses pada 13 Desember 2018

Artikel Terkait