Chondromalacia Patellae

Rasa sakit akibat Chondromalacia Patellae dapat terjadi karena adanya tekanan pada sendi atau pukulan ke tempurung lutut.
Tekanan yang berlebihan pada sendi saat beraktivitas dapat menyebabkan peradangan pada tulang rawan di lutut.

Chondromalacia patellae merupakan kondisi di mana tulang rawan di bawah tempurung lutut (patella) melunak atau mengalami cedera. Sebagai akibatnya, tulang lutut dan tulang paha bisa saling bergesekan, sehingga memicu rasa nyeri.

Kondisi yang juga dikenal dengan sindrom patellofemoral ini umum terjadi pada individu muda yang atletik dan aktif bergerak. Namun chondromalacia patellae juga bisa dialami oleh orang yang lebih tua dengan radang sendi lutut.

Oleh sebab itu, chondromalacia patellae termasuk salah satu penyebab umum dari nyeri lutut kronis.

Gejala chondromalacia patellae yang umum meliputi:

  • Bengkak di sekitar lutut
  • Lutut yang berbunyi ketika digerakkan
  • Sensasi menggiling atau retak ketika Anda menekuk maupun meluruskan lutut
  • Nyeri di daerah lutut

Gejala-gejala chrondromalacia patellae, terutama rasa nyeri, akan semakin memburuk setelah penderita duduk dalam jangka waktu lama. Keluhan juga bisa bertambah parah selama penderita melakukan aktivitas yang memberi banyak tekanan pada lutut, misalnya berdiri atau berolahraga.

Ketika menekuk lutut, bagian belakang tempurung lutut akan meluncur di atas tulang rawan di ujung paha. Tendon dan ligamen kemudian menempelkan tempurung lutut ke tulang kering dan otot paha.

Ketika salah satu komponen tersebut terganggu, tempurung lutut bisa bergesekan dengan tulang paha. Kondisi inilah dapat menyebabkan chondromalacia patellae.

Gerakan-gerakan tempurung lutut yang keliru dapat diakibatkan oleh:

  • Keturunan
  • Paha belakang dan depan yang lemah
  • Ketidakseimbangan otot luar dan dalam paha
  • Tekanan berulang pada sendi lutut, seperti ketika berlari, bermain ski atau melompat
  • Pukulan langsung atau trauma ke tempurung lutut

Sementara itu, beberapa kondisi di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya chondromalacia pattelae:

  • Berat badan yang berlebihan karena beban pada sendi-sendi akan bertambah, termasuk sendi lutut
  • Mengalami cedera, patah tulang, atau sendi bergeser (diskolasi) pada area lutut
  • Memiliki profesi sebagai pelari, pemain sepak bola, atlet sepeda, serta orang-orang yang sering berolahraga
  • Remaja dan kalangan dewasa muda, khususnya yang berjenis kelamin perempuan

Diagnosis chondromalacia patellae ditentukan oleh dokter berdasarkan sesi tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala Anda secara mendetail. Demikian pula dengan faktor-faktor risiko yang mungkin Anda miliki.

Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa lutut untuk mencari tanda pembengkakan atau nyeri. Dokter akan mengamati apakah tempurung lutut sejajar dengan tulang paha atau tidak. Ketidaksejajaran dapat menjadi indikator chondromalacia patellae.

Pemeriksaan penunjang

Setelah itu, dokter bisa melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis. Tes-tes tersebut bisa berupa:

  • Rontgen untuk mendeteksi kerusakan atau ketidaksejajaran tulang, maupun artritis.
  • MRI untuk melihat kerusakan pada kartilago.
  • Pemeriksaan artroskopik atau prosedur invasif untuk mendapatkan gambaran bagian dalam lutut.

Ada 4 kategori yang menunjukkan tingkat keparahan chondromalacia patellae. Level 1 sebagai kondisi paling tidak parah, hingga level 4 yang menunjukkan tingkat keparahan terbesar.

Tujuan pengobatan chondromalacia patellae adalah menangani tekanan pada tempurung dan sendi lutut. Beristirahat merupakan langkah pertama dalam penanganan ini. Pasalnya, kerusakan tulang rawan yang mengakibatkan kondisi ini sering dapat sembuh sendiri dengan istirahat.

Selain itu, beberapa upaya pengobatan berikut juga bisa dianjurkan oleh dokter:

  • Menggunakan kompres dingin

Kompres dingin menggunakan ice pack yang dibungkus handuk. Ice pack dapat diletakkan pada area lutut selama 15-20 menit, sebanyak empat kali sehari selama beberapa hari.

  • Memakai obat pereda rasa nyeri

Obat pereda rasa nyeri seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) juga dapat digunakan. Misalnya, ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

Tak hanya obat oral (minum), krim atau koyo untuk meredakan sakit pun dapat digunakan.

Jika pembengkakan dan nyeri berlanjut, perawatan di bawah ini dapat menjadi pilihan penanganan chondromalacia patellae:

  • Fisioterapi

Fisioterapi atau terapi fisik yang berfokus pada penguatan paha depan dan paha belakang dapat membantu dalam meningkatkan kekuatan serta keseimbangan otot. Keseimbangan otot akan membantu Anda untuk mencegah ketidaksejajaran lutut.

  • Operasi

Bedah artroskopi dapat dilakukan untuk memeriksa sendi dan menentukan ada tidaknya terdapat ketidaksejajaran lutut. Sementara pilihan pembedahan lainnya bisa berupa prosedur merapikan bagian belakang tempurung lutut, menanamkan cangkok tulang rawan, atau merelokasi penyisipan otot paha.

Penderita chondromalacia patella biasanya dapat sembuh total. Proses penyembuhan dapat berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun, tergantung dari tingkat keparahannya.

Penyembuhan dalam jangka waktu yang lama biasanya dialami oleh remaja. Pasalnya, tulang mereka masih dalam proses pertumbuhan. Ketika penderita beranjak dewasa, gejala perlahan-lahan akan menghilang.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko chondromalacia patellae meliputi:

  • Menghindari tekanan berulang pada tempurung lutut
  • Melakukan latihan untuk memperkuat paha depan dan paha belakang
  • Memakai alas kaki yang nyaman dan sesuai dengan aktivitas, untuk mengurangi jumlah tekanan yang dibebankan pada lutut

Hubungi dokter apabila Anda mengalami nyeri lutut yang tidak membaik dalam waktu beberapa hari.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat semua aktivitas Anda yang mungkin bisa menjadi pemicu chondromalacia patellae.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut terasa?
  • Apakah gejala dirasakan setelah melakukan aktivitas fisik tertentu?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait chondromalacia patellae?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba dan bagaimana kefektifannya?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis chondromalacia patellae. Dengan ini, pengobatan pun dapat diberikan secara tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/chondromalacia-patella
Diakses pada 20 Januari 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/8892.htm
Diakses pada 20 Januari 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/patellofemoral_syndrome/article.htm
Diakses pada 20 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/qa/what-are-the-symptoms-of-runners-knee
Diakses pada 20 Januari 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15607-knee-pain-chondromalacia-patella/
Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait