Penyakit Lainnya

Cholangitis

Diterbitkan: 19 Mar 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Cholangitis
Cholangitis merupakan radang pada saluran empedu
Cholangitis adalah peradangan pada saluran empedu. Saluran empedu merupakan saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu atau usus. Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan berfungsi membantu dalam mencerna makanan dan menyerap lemak. Ketika saluran empedu mengalami peradangan atau tersumbat, cairan empedu dapat kembali ke hati dan menyebabkan gangguan fungsi hati serta masalah lainnya. Beberapa jenis kolangitis bersifat ringan. Namun ada juga tipe cholangitis lainnya yang dapat berakibat serius atau fatal. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu cholangitis akut dan cholangitis kronis. 
Cholangitis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit perut kanan atas, nyeri punggung, linglung 
Faktor risikoBatu empedu, sistem imun lemah, infeksi parasit
Metode diagnosisTes darah, pemeriksaan sampel urine dan tinja, pemindaian
PengobatanObat-obatan, endoskopi, transplantasi hati
ObatAntibiotik, obat asam urodeoksikolat
KomplikasiBatu empedu, sirosis, sepsis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cholangitis
Gejala cholangitis akan tergantung dari jenisnya dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Secara umum, gejalanya bisa berupa:

1. Gejala cholangitis kronis

Lebih dari separuh penderita kondisi ini tidak mengalami gejala apapun. Bila ada, gejala cholangitis kronis meliputi:

Tahap awal

Tahap lanjut

  • Nyeri pada perut kanan atas
  • Perut membesar karena tumpukan cairan
  • Berkeringat di malam hari tanpa sebab
  • Pergelangan kaki yang bengkak
  • Warna kulit menjadi lebih gelap
  • Nyeri otot
  • Nyeri pada tulang atau persendian
  • Penumpukan lemak pada kulit di sekitar mata dan kelopak mata, siku, lutut, telapak tangan, dan tumit
  • Diare atau buang air besar dengan tinja yang berlemak dan berwarna pucat seperti dempul
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan suasana hati (mood)
  • Gangguan ingatan

2. Gejala cholangitis akut

Indikasi cholangitis akut bisa berupa:
  • Demam tinggi selama lebih dari 24 jam. Gejala ini bisa disertai dengan menggigil
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung
  • Nyeri di sekitar tulang belikat bagian bawah
  • Nyeri tumpul atau kram di area perut sebelah kanan atas
  • Nyeri tajam atau tumpul pada area perut tengah
  • Kebingungan atau linglung
  • Tekanan darah rendah
  • Kulit dan bagian putih mata yang menguning (sakit kuning atau jaundice)
Baca juga: Apakah Keringat di Malam Hari Berbahaya? 
Hingga saat ini, penyebab cholangitis belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi kemungkinan seseorang untuk mengalami penyakit ini.Faktor-faktor risiko cholangitis tersebut meliputi:

1. Infeksi bakteri

Infeksi pada saluran empedu dapat terjadi ketika saluran empedu tersumbat. Misalnya akibat batu empedu atau tumor. Infeksi ini juga bisa menyebar hingga ke hati.

2. Faktor risiko lainnya

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker.
  • Mengalami infeksi cacing atau infeksi parasit tertentu. Namun faktor risiko ini termasuk jarang.
 
Untuk memastikan diagnosis cholangitis, dokter akan melakukan langkah-langkah pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan perihal gejala, faktor risiko, serta riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda-tanda cholangitis.
  • Tes darah

Tes darah yang meliputi pemeriksaan darah lengkap, evaluasi fungsi hati dan ginjal, serta kultur darah.
  • Pemeriksaan sampel urine dan tinja

Tes urine dan pemeriksaan tinja juga bisa dianjurkan.
  • Pemindaian

Bila dirasa perlu, serangkaian prosedur pemindaian bisa dilakukan untuk memeriksa struktur saluran empedu maupun jaringan organ di sekitarnya. Contohnya, kolangiogram untuk melihat aliran saluran empedu, MRI, CT scan, atau USG. 
Cara mengobati cholangitis akan ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis penyakit yang terjadi, tingkat keparahan kondisi, serta kesehatan pasien. Secara umum, dokter bisa merekomendasikan beberapa penanganan berikut:

Penanganan secara umum

Baik pada cholangitis akut maupun kronis, penanganannya dapat meliputi:
  • Prosedur endoskopi. Prosedur ini menggunakan balon untuk membuka saluran empedu dan melancarkan aliran empedu. 
  • Prosedur perkutan yang hampir sama dengan prosedur endoskopi.
  • Operasi untuk membuka saluran empedu yang tersumbat.
  • Pada kasus yang serius, transplantasi hati mungkin dibutuhkan . 

Penanganan cholangitis akut

Penanganan segera sangat penting untuk cholangitis akut. Dokter mungkin menganjurkan pasien untuk meminum obat antibiotik selama 10 hari. Dokter juga dapat menyarankan rawat inap di rumah sakir. Dengan ini, pasien bisa mendapatkan cairan infus serta menjalani prosedur pembuangan (drainase) cairan empedu.

Penanganan cholangitis kronis

Tidak seperti cholangitis akut, tidak ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan cholangitis kronis. Pada cholangitis kronis, dokter mungkin meresepkan obat asam urodeoksikolat untuk melindungi sel dan jaringan hati. Obat ini hanya bekerja melancarkan aliran empedu, namun tidak mengobati cholangitis itu sendiri. 

Komplikasi cholangitis

Bila tidak ditangani dengan benar, cholangitis bisa memicu berbagai komplikasi di bawah ini:
  • Kristal empedu karena empedu yang tersumbat bisa mengeras dan menjadi batu empedu.
  • Gangguan pada hati, seperti sirosis (terbentuknya jaringan parut).
  • Pembuluh darah yang melebar akibat tekanan darah tinggi pada pembuluh darah di perut. Kondisi ini juga bisa memicu pembuluh darah pecah dan perdarahan.
  • Pembengkakan limpa, yang terjadi ketika sel-sel darah merah menumpuk dalam limpa.
  • Sepsis atau infeksi darah. Kondisi serius dan berpotensi fatal ini bisa disebabkan oleh cholangitis akut.
  • Rheumatoid arthtritis.
  • Gangguan tiroid.
  • Scleroderma.
Baca juga: Gangguan Hormon Tiroid dan Kedua Jenisnya yang Berbeda 
Cara mencegah cholangitis belum tersedia hingga sekarang. Namun bila Anda sudah mengalami penyakit ini, dokter dapat menganjurkan langkah-langkah di bawah ini sebagai langkah pencegahan komplikasi cholangitis:
  • Mengonsumsi suplemen vitamin A, D, E, dan K. Pasalnya, cholangitis dapat mempengaruhi fungsi pencernaan dan penyerapan tubuh penderita.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Menggunakan obat penurun tekanan darah untuk cholangitis yang menyebabkan tingginya tekanan pada hati (hipertensi portal).
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala cholangitis, seringan apapun keluhan ini. Jangan menunggu sampai kondisi Anda bertambah parah. 
Bila mencurigai kondisi yang Anda mengalami cholangitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mengkonfirmasi diagnosis cholangitis. Dokter juga mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif. Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita.
  • Catat riwayat medis keluarga Anda.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cholangitis?
    Apakah Anda sudah ke dokter sebelumnya dan mendapatkan pengobatan, bila iya apa saja pengobatannya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cholangitis. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.  
Healthline. https://www.healthline.com/health/cholangitis
Diakses pada 18 November 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000290.htm
Diakses pada 18 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/primary-biliary-cholangitis-pbc/symptoms-causes/syc-20376874
Diakses pada 18 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email