Cholangitis adalah peradangan pada saluran empedu. Saluran empedu merupakan saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu atau usus. 

Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan berfungsi membantu dalam mencerna makanan dan menyerap lemak. Ketika saluran empedu mengalami peradangan atau tersumbat, cairan empedu dapat kembali ke hati dan menyebabkan gangguan fungsi hati serta masalah lainnya. 

Beberapa jenis cholangitis bersifat ringan. Namun ada juga tipe cholangitis lainnya yang dapat berakibat serius atau fatal. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu cholangitis akut dan cholangitis kronis.

Gejala cholangitis tergantung dari jenis yang dialami dan seberapa lama Anda mengalaminya.

Gejala cholangitis kronis

Lebih dari separuh penderita cholangitis kronis tidak mengalami gejala apa. Bila ada, gejala cholangitis kronis di tahap umumnya meliputi rasa lelah, kulit gatal, serta mata dan mulut yang kering.

Seseorang yang menderita cholangitis kronis skemudian dapat mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Nyeri pada perut kanan atas.
  • Perut membesar karena tumpukan cairan.
  • Berkeringat di malam hari tanpa sebab.
  • Pergelangan kaki yang bengkak.
  • Warna kulit menjadi lebih gelap.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri pada tulang atau persendian.
  • Penumpukan lemak pada kulit di sekitar mata dan kelopak mata, siku, lutut, telapak tangan, dan tumit.
  • Diare atau buang air besar dengan tinja yang berlemak dan berwarna pucat seperti dempul.
  • Penurunan berat badan.
  • Perubahan suasana hati (mood).
  • Gangguan ingatan.

Gejala cholangitis akut

Indikasi cholangitis akut bisa berupa:

  • Demam tinggi selama lebih dari 24 jam. Gejala ini bisa disertai dengan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri di sekitar tulang belikat bagian bawah.
  • Nyeri tumpul atau kram di area perut sebelah kanan atas.
  • Nyeri tajam atau tumpul pada area perut tengah.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Tekanan darah rendah.

Kulit dan bagian putih mata yang menguning. Gejala ini disebut sakit kuning atau jaundice.

Penyebab cholangitis sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun yang paling sering adalah infeksi bakteri. Infeksi pada saluran empedu dapat terjadi ketika saluran empedu tersumbat oleh sesuatu, seperti batu empedu atau tumor. Infeksi ini juga dapat menyebar hingga ke hati.

Terdapat beberapa faktor yang bisa membuat Anda lebih rentan untuk mengalami cholangitis. Faktor-faktor risiko ini meliputi:

  • Pernah mengalami sumbatan batu empedu.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker.
  • Mengalami penyempitan saluran empedu.
  • Mengalami infeksi cacing atau infeksi parasit tertentu. Namun faktor risiko ini termasuk jarang.

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan perihal gejala yang Anda rasakan. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis cholangitis.

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dianjurkan oleh dokter untuk menentukan diagnosis cholangitis bisa meliputi:

  • Tes darah yang meliputi pemeriksaan darah lengkap, evaluasi fungsi hati dan ginjal, serta kultur darah.
  • Pemeriksaan laboratorium dari sampel urine dan tinja.

Pemindaian, kolangiogram untuk melihat aliran saluran empedu. Demikian pula dengan MRI, CT scan, atau USG bila dirasa perlu.

Penanganan cholangitis tergantung pada jenisnya. Mari simak penjelasannya di awah ini:

Penanganan secara umum

Baik pada cholangitis akut maupun kronis, penanganannya dapat meliputi:

  • Prosedur endoskopi. Prosedur ini menggunakan balon untuk membuka saluran empedu dan melancarkan aliran empedu. 
  • Prosedur perkutan yang hampir sama dengan prosedur endoskopi.
  • Operasi untuk membuka saluran empedu yang tersumbat.
  • Pada kasus yang serius, mungkin dibutuhkan transplantasi organ hati. 

Cholangitis akut

Penanganan segera sangat penting untuk cholangitis akut. Dokter mungkin menganjurkan Anda untuk meminum obat antibiotik selama 10 hari. 

Dokter juga dapat menganjurkan rawat inap agar Anda bisa mendapatkan cairan infus serta menjalani prosedur pembuangan (drainase) cairan empedu.

Cholangitis kronis

Tidak seperti cholangitis akut, tidak ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan cholangitis kronis. 

Pada cholangitis kronis, dokter mungkin meresepkan obat asam urodeoksikolat untuk melindungi sel dan jaringan hati. Obat ini hanya bekerja melancarkan aliran empedu, namun tidak mengobati cholangitis itu sendiri. 

Komplikasi cholangitis

Bila tidak ditangani dengan saksama, cholangitis bisa memicu berbagai komplikasi di bawah ini:

  • Kristal empedu karena empedu yang tersumbat bisa mengeras dan menjadi batu empedu.
  • Gangguan pada hati, seperti sirosis atau terbentuknya jaringan parut.
  • Pembuluh darah yang melebar akibat tekanan darah tinggi pada pembuluh darah di perut. Kondisi ini juga bisa memicu pembuluh darah pecah dan perdarahan.
  • Pembengkakan limpa, yang terjadi ketika sel-sel darah merah menumpuk dalam limpa.
  • Sepsis atau infeksi darah. Kondisi serius dan berpotensi fatal ini bisa disebabkan oleh cholangitis akut.

Gangguan tiroid, rheumatoid arthtritis, dan scleroderma. Kondisi-kondisi ini dapat menjadi komplikasi cholangitis kronis.

Tidak pencegahan cholangitis belum diketahui. Namun bila Anda sudah mengalami penyakit ini, dokter bisa saja menganjurkan beberapa hal berikut sebagai langkah pencegahan komplikasi cholangitis:

  • Mengonsumsi suplemen vitamin A, D, E, dan K. Pasalnya, cholangitis dapat mempengaruhi fungsi pencernaan dan penyerapan tubuh Anda.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis).

Menggunakan obat penurun tekanan darah untuk cholangitis yang menyebabkan tingginya tekanan pada hati (hipertensi portal)

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala cholangitis.

Bila mencurigai kondisi yang Anda alami sebagai cholangitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mengkonfirmasi diagnosis cholangitis. Dokter juga mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita.
  • Catat riwayat medis keluarga Anda.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat tertentu?
  • Apakah Anda sudah ke dokter sebelumnya dan mendapatkan pengobatan, bila iya apa saja pengobatannya?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/cholangitis
Diakses pada 18 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000290.htm
Diakses pada 18 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/primary-biliary-cholangitis-pbc/symptoms-causes/syc-20376874
Diakses pada 18 November 2019

Artikel Terkait