Chikungunya

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Widiastuti
Chikungunya dapat menyebabkan demam dan nyeri sendi mendadak
Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk.

Pengertian Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk dan menyebabkan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Tanda dan gejala lain termasuk lemas, sakit otot, sakit kepala, pembengkakan sendi dan ruam. Tanda dan gejala dari chikungunya biasanya muncul dalam 3-7 hari setelah pasien digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tidak ada vaksin untuk mencegah demam chikungunya, dan belum ada pengobatan antivirus yang efektif. Namun, penyakit ini jarang menyebabkan komplikasi serius. Untuk meringankan nyeri serta demam, pasien disarankan beristirahat, serta mengonsumsi cairan dan obat-obatan seperti acetaminophen dan ibuprofen.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala umum chikungunya termasuk demam dan nyeri sendi. Selain itu, sakit kepala, sakit otot, pembengkakan sendi, mual, dan ruam, juga bisa menjadi gejalanya. Gejala biasanya muncul 3-7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Kebanyakan penderita akan merasa lebih baik dalam seminggu. Pada beberapa orang, nyeri sendi dapat bertahan selama lebih dari sebulan. Kasus kematian sangat jarang terjadi pada penyakit chikungunya, meski gejala yang dialami bisa berat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara. Jika pernah mengalami infeksi chikungunya, maka orang tersebut biasanya kebal pada infeksi selanjutnya. Setiap orang bisa mengalami chikungunya. Mulai dari bayi, orang tua, maupun individu dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung.

Penyebab

Virus Chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Kedua nyamuk ini juga menularkan virus demam berdarah. Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya ketika menggigit orang yang sudah terinfeksi oleh virus tersebut. Virus chikungunya tidak dapat ditularkan secara langsung antarmanusia.

Diagnosis

Gejala dari penyakit Chikungunya serupa dengan demam berdarah dan virus Zika. Sebab, ketiga penyakit tersebut disebarkan oleh nyamuk yang sama dengan chikungunya. Segera kunjungi dokter jika mengalami tanda dan gejala chikungunya dan sebelumnya Anda bepergian ke daerah yang endemik chikungunya. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk chikungunya dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti demam berdarah dan virus Zika.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk chikungunya. Kebanyakan orang membaik dengan sendirinya dan sembuh total. Gejala akan membaik dalam seminggu, tetapi nyeri pada sendi bertahan selama beberapa bulan. Acetaminophen atau ibuprofen akan membantu meringankan gejala dan demam. Penderita harus mengonsumsi banyak cairan dan banyak beristirahat. Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dan aspirin, sampai dokter dapat memastikan bahwa gejala yang dialami bukan berasal dari penyakit demam berdarah, dan mencegah terjadinya perdarahan. Jika Anda dalam pengobatan untuk penyakit lain, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat lain.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah infeksi chikungunya adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Langkah utamanya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, khususnya pada musim penghujan. Yang dimaksud 3M adalah:

  • Menutup rapat tempat penyimpanan air
  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air
  • Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Sementara itu, segala bentuk tindakan pencegahan tambahan (plus) yang dapat dilakukan untuk membantu 3M adalah:

  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau antinyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Selain itu, jika hendak bepergian ke daerah endemik, Anda sebaiknya:

  • Menggunakan losion anti nyamuk dengan
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang
  • Melakukan pencegahan supaya tidak terdapat sarang nyamuk, baik di dalam maupun diluar ruangan. Misalnya dengan memasang obat nyamuk bakar di luar ruangan, dan tidak menggantung pakaian.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika merasa mengalami chikungunya terutama setelah bepergian ke daerah endemis. Dokter akan melakukan tes darah untuk mengenali penyakit chikungunya atau penyakit sejenis. Jika terinfeksi chikungunya, hindari gigitan nyamuk untuk mencegah penyebaran virus.

Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/chikungunya/pdfs/factsheet_chikungunya-what-you-need-to-know.pdf
Diakses pada 26 November 2018

Depkes. http://www.depkes.go.id/article/view/16020900002/kendalikan-dbd-dengan-psn-3m-plus.html
Diakses pada 26 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686
Diakses pada 26 November 2018

Medlineplus. https://medlineplus.gov/chikungunya.html
Diakses pada 26 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-chikungunya
Diakses pada 26 November 2018

Back to Top