Chancroid

Ditinjau dr. Reni Utari
Penyakit chancroid dapat ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, vagina).
Penyakit chancroid dapat ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, vagina).

Pengertian Chancroid

Chancroid adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini ditandai dengan adanya ulkus (luka terbuka) pada daerah kemaluan dan sekitarnya. Meskipun sangat mudah menular, penyakit ini dapat disembuhkan.

Chancroid lebih banyak ditemukan di negara berkembang, terutama Afrika, Asia (kecuali Thailand), Amerika Latin, dan Karibian. Kebanyakan chancroid terjadi pada individu sebagai berikut:

  • Hubungan seksual yang aktif (terutama usia 21-30 tahun)
  • Melakukan hubungan seksual yang berisiko (contohnya: tidak memakai kondom)
  • Jenis kelamin pria
  • Berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial
  • Pekerja seks komersial
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Bepergian ke area dengan insiden chancroid tinggi
  • Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Tingkat sosial ekonomi yang rendah
  • Tidak disirkumsisi (disunat)
  • Menderita penyakit menular seksual lain

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala berbeda antara pria dan wanita. Namun, biasanya gejala mulai timbul 4-7 hari setelah berhubungan seksual.

  • Gejala pada pria
    Dimulai dengan benjolan kecil berwarna merah pada kemaluan yang berubah menjadi luka terbuka (ulkus) dalam waktu 1-2 hari. Ulkus tersebut biasanya nyeri.
  • Gejala pada wanita
    Gejala utama adalah terbentuknya empat benjolan atau lebih dengan lokasi beragam, mulai dari labia (bibir vagina), anus, dan paha. Jika sudah terbentuk ulkus, bisa terasa terbakar dan nyeri terutama saat berhubungan seksual dan buang air kecil atau besar.
    Selain gejala utama di atas, ada beberapa gejala lain yang dapat dialami baik oleh pria maupun wanita, antara lain:
    • Ukuran ulkus bervariasi dengan diameter berkisar 0,5-5 cm.
    • Bagian tengah ulkus lunak dan berwarna abu-abu kekuningan, berbatas tegas, kadang berbau tidak enak.
    • Ulkus mudah berdarah terutama jika disentuh.
    • Ulkus dapat terbentuk pada daerah anus jika berhubungan seksual melalui anus.
    • Pada area yang berdekatan, jika bersentuhan maka akan terbentuk ulkus juga pada area yang tersentuh oleh ulkus tersebut (disebut kissing ulcer).
    • Nyeri saat berhubungan seksual atau buang air kecil.
    • Bengkak pada daerah lipat paha (biasanya hanya salah satu sisi paha). Terkadang jika kelenjar getah bening di area tersebut membesar dapat pecah dan membuat saluran keluar melalui kulit, sehingga keluar nanah pada kulit.

Penyebab

Chancroid disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menyerang jaringan di daerah kemaluan sehingga membentuk ulkus yang disebut chancroid atau ulkus mole. Ulkus tersebut dapat berdarah atau mengeluarkan cairan yang mengandung bakteri, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, atau vaginal).

Selain melalui hubungan seksual, chancroid juga dapat ditularkan melalui kontak kulit langsung dengan penderita. Luka pada kulit merupakan tempat masuknya bakteri. Bakteri dapat tertular melalui kontak antara luka pada kulit dengan cairan atau darah penderita.

Diagnosis

Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan bakteri pada sampel cairan yang diambil dari ulkus. Namun pemeriksaan ini tidak selalu ada pada setiap fasilitas kesehatan sehingga biasanya chancroid ditegakkan berdasarkan adanya ulkus yang nyeri pada kemaluan dan pembengkakan kelenjar getah bening pada lipat paha.

Selain itu, diagnosis chancroid juga dapat dipikirkan apabila terdapat empat hal berikut:

  • Ulkus pada kemaluan (satu atau lebih)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening terutama pada lipat paha yang menyertai ulkus
  • Tidak terbukti adanya penyakit sifilis (melalui pemeriksaan darah atau pemeriksaan ulkus pada mikroskop)
  • Tidak terbukti adanya penyakit herpes simpleks (melalui pemeriksaan darah)

Pengobatan

  • Antibiotik: Untuk membunuh bakteri dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bekas luka setelah ulkus sembuh. Beberapa pilihan antibiotik yang dapat dipakai adalah adalah azitromisin, ceftriaxone, eritromisin, dan siprofloksasin. Operasi untuk mengeluarkan nanah pada kelenjar getah bening, jika diperlukan.
  • Tidak berhubungan seksual selama masih dalam masa pengobatan.

Gejala biasanya berkurang 3-7 hari setelah pengobatan. Waktu untuk penyembuhan  tergantung pada besarnya ulkus. Ulkus yang besar bisa membutuhkan waktu sampai >2 minggu untuk sembuh total.

Chancroid dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas luka jika diobati dengan baik. Namun jika pengobatan tidak adekuat, ulkus dapat bertahan beberapa minggu sampai berbulan-bulan (biasanya 1-3 bulan). Selain itu, dapat timbul komplikasi, seperti abses (bisul) besar di lipat paha, infeksi sekunder (tambahan) bakteri lain, atau fimosis (kondisi yang biasanya dialami oleh pria yang belum/tidak disunat, dimana kulup penis melekat pada kepala penis).

Pencegahan

  • Memakai kondom saat berhubungan seksual
  • Membatasi pasangan seksual
  • Mengobati pasangan seksual yang menderita chancroid atau infeksi menular seksual lain, sehingga tidak menjadi sumber penularan
  • Sirkumsisi (sunat) pada pria

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas atau terpapar dengan penderita chancroid disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat terapi yang tepat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Membuat janji dengan dokter yang tepat, yaitu spesialis kulit dan kelamin
  • Mencatat gejala yang dialami serta urutan waktu terjadinya secara jelas
  • Mencatat daftar pertanyaan yang ingin ditanyakan
  • Datang bersama pasangan seksual sehingga dapat diperiksa juga kemungkinan adanya chancroid
  • Membawa berkas medis (riwayat penyakit dan pengobatan)

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap ulkus dan kelenjar getah bening di sekitarnya, dan beberapa pemeriksaan laboratorium.

Jika positif chancroid, dokter akan melakukan tes untuk HIV karena biasanya chancroid kemungkinan besar menderita HIV. Beberapa penanda yang dapat mengarah pada adanya HIV adalah: respon terhadap pengobatan buruk, ulkus multipel (terdapat banyak luka), dan dasar ulkus bernanah.

Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/std/tg2015/chancroid.htm
Diakses pada 26 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/chancroid
Diakses pada 26 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/in-depth/std-symptoms/art-20047081
Diakses pada 26 Desember 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/214737-overview
Diakses pada 26 Desember 2018

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513331
Diakses pada 26 Desember 2018

STI Guidelines. http://www.sti.guidelines.org.au/sexually-transmissible-infections/chancroid
Diakses pada 26 Desember 2018

Back to Top