Kulit & Kelamin

Chancroid

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Chancroid
Penyakit chancroid dapat ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, vagina)
Chancroid adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini ditandai dengan adanya ulkus (luka terbuka) pada daerah kemaluan dan sekitarnya.Penyakit ini disebabkan oleh bakteri H ducreyi menyebabkan kondisi ini. Bakteri ini dapat menyerang jaringan di area genital dan menghasilkan luka terbuka yang kadang-kadang disebut sebagai chancroid atau maag.Ulkus dapat berdarah atau menghasilkan cairan menular yang dapat menyebarkan bakteri selama hubungan oral, anal, atau vagina. Chancroid juga dapat menyebar dari kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi. Meskipun sangat mudah menular, penyakit ini dapat disembuhkan. 
Chancroid
Dokter spesialis Urologi
GejalaBenjolan kecil berwarna merah pada kemaluan yang berubah menjadi luka terbuka (ulkus)
Faktor risikoPria, usia 21-20 tahun, pekerja seks komersial
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan laboratorium
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiLimfadenitis supuratif, hancurnya jaringan dalam alat kelamin
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala chancroid
Secara umum, tanda dan gejala chancroid meliputi:

Gejala pada pria

Dimulai dengan benjolan kecil berwarna merah pada kemaluan yang berubah menjadi luka terbuka (ulkus). Ulkus tersebut biasanya menimbulkan nyeri.

Gejala pada wanita

Gejala utama adalah terbentuknya empat benjolan atau lebih dengan lokasi beragam, mulai dari labia (bibir vagina), anus, dan paha. Jika sudah terbentuk ulkus, bisa terasa terbakar dan nyeri terutama saat berhubungan seksual dan buang air kecil atau besar.Selain gejala utama di atas, ada beberapa gejala lain yang dapat dialami baik oleh pria maupun wanita, antara lain:
  • Ukuran ulkus bervariasi dengan diameter berkisar 0,5-5 cm.
  • Bagian tengah ulkus lunak dan berwarna abu-abu kekuningan, berbatas tegas, kadang berbau tidak enak.
  • Ulkus mudah berdarah terutama jika disentuh.
  • Ulkus dapat terbentuk pada daerah anus jika berhubungan seksual melalui anus.
  • Pada area yang berdekatan, jika bersentuhan maka akan terbentuk ulkus juga pada area yang tersentuh oleh ulkus tersebut (disebut kissing ulcer).
  • Nyeri saat berhubungan seksual atau buang air kecil.
  • Bengkak pada daerah lipat paha (biasanya hanya salah satu sisi paha). Terkadang jika kelenjar getah bening di area tersebut membesar dapat pecah dan membuat saluran keluar melalui kulit, sehingga keluar nanah pada kulit.
 
Penyebab utama chancroid adalah bakteri H. ducreyi. Bakteri ini menyerang jaringan di daerah kemaluan sehingga membentuk ulkus yang disebut chancroid atau ulkus mole.Ulkus tersebut dapat berdarah atau mengeluarkan cairan yang mengandung bakteri, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, atau vaginal).Selain melalui hubungan seksual, chancroid juga dapat ditularkan melalui kontak kulit langsung dengan penderita. Luka pada kulit merupakan tempat masuknya bakteri. Bakteri dapat tertular melalui kontak antara luka pada kulit dengan cairan atau darah penderita. 

Faktor risiko chancroid

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi:
  • Hubungan seksual yang aktif (terutama usia 21-30 tahun)
  • Jenis kelamin pria
  • Berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial
  • Pekerja seks komersial
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Bepergian ke area dengan insiden chancroid tinggi
  • Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Melakukan hubungan seksual yang berisiko (contohnya: tidak memakai kondom)
  • Berhubungan seksual dengan seseorang yang menderita chancroid
 
Diagnosis chancroid dilakukan dengan cara tanya jawab dan pemeriksaan laboratorium. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai gejala, riwayat kesehatan, riwayat seksual, dan riwayat perjalanannya.

Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium bertujuan menemukan bakteri pada sampel cairan yang diambil dari ulkus. Namun tes ini tidak selalu ada pada tiap fasilitas kesehatan, jadi chancroid biasanya ditegakkan berdasarkan ada tidaknya ulkus yang nyeri di akemaluan dan pembengkakan kelenjar getah bening pada lipat paha.Selain itu, diagnosis chancroid juga dapat dipikirkan apabila terdapat empat hal berikut:
  • Ulkus pada kemaluan (satu atau lebih)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening terutama pada lipat paha yang menyertai ulkus
  • Tidak terbukti adanya penyakit sifilis (melalui pemeriksaan darah atau pemeriksaan ulkus pada mikroskop)
  • Tidak terbukti adanya penyakit herpes simpleks (melalui pemeriksaan PCR)
 
Cara mengobati chancroid umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah penanganan penyakit ini meliputi:
  • Konsumsi obat-obatan

Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan luka. Selain itu, antibiotik juga dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya jaringan parut saat ulkus sembuh.Beberapa antibiotik yang biasanya disarankan dokter, yaitu azitromisin, seftriakson, siprofoksasin, dan eritromisin.Dokter akan menentukan antibiotik dan dosis mana yang terbaik berdasarkan kebutuhan perawatan kesehatan Anda. Penting untuk meminum antibiotik sesuai resep dokter dan meminum seluruh antibiotik, bahkan jika Anda menyadari bahwa luka Anda mulai membaik.
  • Operasi

Operasi dilakukan untuk mengeringkan abses yang besar dan menyakitkan di kelenjar getah bening Prosedur ini juga bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit saat luka sembuh tetapi mungkin menyebabkan beberapa jaringan parut ringan.Jika tidak diobati dengan cara yang cepat dan tepat, chancroid baru membaik sekitar 1-3 bulan. 

Komplikasi chancroid

Jika tidak ditangani dengan benar, chancroid bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Cara mencegah chancroid yang bisa dilakukan meliputi:
  • Memakai kondom saat berhubungan seksual
  • Membatasi pasangan seksual
  • Mengobati pasangan seksual yang menderita chancroid atau infeksi menular seksual lain, sehingga tidak menjadi sumber penularan
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada chancroid. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait xx?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis xx agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/std/tg2015/chancroid.htm
Diakses pada 8 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/chancroid
Diakses pada 8 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/in-depth/std-symptoms/art-20047081
Diakses pada 8 September 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/214737-overview
Diakses pada 8 September 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513331
Diakses pada 8 September 2021
STI Guidelines. http://www.sti.guidelines.org.au/sexually-transmissible-infections/chancroid
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email