Cedera Tulang Kering

Cedera tulang kering adalah cedera yang terjadi pada tibia. Pada tubuh manusia, tibia merupakan tulang terbesar dari dua tulang penyusun betis.

Cedera tibia memiliki beberapa tipe yang meliputi:

  • Bidai tulang kering

Bidai tulang kering atau medial tibial stress syndrome merupakan peradangan pada otot, tendon, dan jaringan yang ada di permukaan tulang kering. Cedera ini umum terjadi ketika berolahraga, terutama pada orang yang sebelumnya jarang berolahraga. 

  • Stress fracture 

Stress fracture terjadi karena adanya tekanan berulang dan berlebih pada tulang. Cedera ini paling sering dialami oleh tulang pada tubuh bagian bawah, terutama tibia.

  • Patah tulang kering

Patah tulang kering adalah kondisi di mana tibia mengalami patah, baik menjadi dua atau di beberapa bagian. Cedera ini dapat dibedakan berdasarkan penampakannya, yakni patah tulang terbuka dan tertutup.

Patah tulang terbuka akan tampak karena kulit betis juga robek. Sementara patah tulang tertutup tidak bisa dilihat dari luar karena kulit yang melapisi tibia tidak terluka. 

Selain dari penampakannya, patang tulang kering juga dapat dibedakan berdasarkan patahan tulang yang bergeser atau tidak. Jenisnya meliputi displaced fracture (patahan tulang bergeser) dan stable fracture (patahan tulang tidak bergeser).

Gejala cedera tulang kering berbeda-beda dan tergantung pada tipenya. Berikut penjelasannya:

Gejala bidai tulang kering 

  • Nyeri pada betis.
  • Nyeri terasa saat dan setelah berolahraga.
  • Nyeri tekan (nyeri jika ditekan) di hampir seluruh bagian betis.
  • Betis yang sedikit membengkak.

Gejala stress fracture pada tulang kering

  • Rasa nyeri pada betis saat dan setelah berolahraga. 
  • Nyeri tekan yang hanya terasa pada area tertentu di betis.
  • Pembengkakan pada betis.

Gejala patah tulang kering

  • Sakit pada betis yang parah dan muncul tiba-tiba.
  • Penderita tidak dapat berjalan.
  • Bentuk betis yang tidak normal.
  • Betis yang terkadang bisa mengalami sensasi mati rasa.

Penyebab cedera tulang kering berbeda-beda. Perbedaan ini muncul berdasarkan tipe cederanya. Berikut contohnya:

  • Bidai tulang kering 

Bidai tulang kering umumnya disebabkan oleh peningkatan durasi atau intensitas olahraga. Jika jaringan di permukaan tulang (periosteum), otot, dan tendon terus digunakan secara berlebihan, akan terjadi peradangan yang menyebabkan penyakit ini.

Kondisi yang meningkatkan risiko bidai tulang kering meliputi memiliki kelainan flat feet, mengenakan sepatu dengan ukuran yang tidak pas, serta berolahraga tanpa pemanasan serta pendinginan.

  • Tibia stress fracture 

Tibia stress fracture disebabkan oleh peningkatan beban olahraga yang telalu cepat. Tulang sejatinya akan beradaptasi terhadap penambahan intensitas olahraga dengan proses remodelling. Pada proses ini, sebagian kecil dari tulang akan dihancurkan kemudian dibangun kembali.

Jika Anda meningkatkan beban olahraga secara mendadaak, tulang tidak punya waktu untuk kembali membentuk sel-selnya. Akibatnya, tulang akan melemah dan mengalami stress fracture.

Terdapat faktor yang bisa meningkatkan risiko stress fracture pada tulang kering. beberapa di antaranya meliputi:

  • High impact exercise, seperti berlari, basket, tenis, menari, dan senam.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stress fracture, terutama yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Osteoporosis. Penderita osteoporosis memiliki tulang yang rapuh, sehingga lebih rentan mengalami stress fracture.
  • Stress fracture sebelumnya. Orang yang pernah mengalami stress fracture umumnya memiliki tulang yang lemah, sehingga lebih berisiko untuk terkena cedera yang sama.
  • Kekurangan vitamin D dan kalsium. Kedua nutrisi ini penting untuk kekuatan tulang. Orang yang kekurangan vitamin D atau kalsium biasanya memiliki tulang yang lemah.
  • Flat feet. Kelainan pada bentuk kaki datar ini membuat Anda mengalami penekanan yang berlebihan pada betis ketika berjalan. Tekanan tersebut dapat meningkatkan risiko stress fracture.
  • Patah tulang kering 

Patah tulang kering disebabkan oleh tekanan yang sangat kuat pada tibia. Tekanan ini umum terjadi saat kecelakaan bermotor atau olahraga tertentu. Misalnya, benturan keras antarpemain sepak bola. 

Pada kecelakaan berkendara, tulang kering seringkali patah pada beberapa bagian. Sedangkan benturan antaratlet umumnya menyebabkan patah tulang yang berbentuk spiral atau oblik.

Diagnosis cedera tulang kering ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Proses tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar keluhan yang Anda alami dan riwayat benturan di betis. 

  • Pemeriksaan fisik 

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengamati dan menekan betis pasien. Dokter juga akan mencoba untuk mengerakkan betis.

  • Pemeriksaan penunjang

Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dianjurkan oleh dokter meliputi:

1. X-ray

X-ray dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tulang Anda, termasuk jika terjadi patah tulang.

2. Bone scan

Anda akan diminta untuk meminum cairan radioaktif yang aman. Cairan ini kemudian akan diserap oleh tulang.

Bone scan menunjukkan foto tulang beserta penyerapan cairan radioaktif tersebut. Jika ada masalah pada tulang Anda, penyerapan cairan akan terganggu.

3. MRI

MRI dapat memberikan foto tulang dan jaringan lunak di sekitarnya dengan lebih detail.

Penanganan cedera tulang kering akan tergantung pada tingkat keparahan cedera. Cedera ringan seperti bidai tulang kering umumnya tidak membutuhkan operasi. Namun cedera berat seperti patah tulang membutuhkan operasi. Berikut adalah penanganan yang bisa disarankan oleh dokter:

  • Istirahat

Anda akan diminta untuk menghindari aktivitas yang fisik melibatkan betis Anda. Jika dipandang penting oleh dokter, Anda mungkin harus menggunakan tongkat untuk sementara waktu.

  • Kompres dingin

Cedera tulang kering juga bisa dikompres dengan es batu yang telah dilapisi handuk atau kain, guna mengurangi peradangan. Lakukan langkah ini selama 20 menit, setidaknya tiga hingga empat kali sehari.

  • Perban elastis

Kaki yang cedera bisa dibebap dengan perban elastis khusus untuk mengurangi pembengkakan dan membatasi pergerakan. Dengan ini, kaki Anda bisa istirahat.

Namun ingatlah agar tidak membebat kaki Anda terlalu kencang karena dapat menghambat sirkulasi darah.

  • Obat pereda sakit

Dokter bisa memberikan obat pereda sakit. Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, atau paracetamol.

  • Operasi

Untuk tingkat cedera tulang kering yang tergolong parah, dokter bisa menganjurkan tindakan operasi.

Pencegahan cedera tulang kering yang utama adalah menghindari terjadinya cedera. Anda dapat melakukannya dengan menerapkan beberapa langkah di bawah ini:

  • Kenakan sepatu dengan ukuran yang pas dan cocok untuk jenis kegiatan yang Anda lakukan.
  • Tingkatkan intesitas olahraga secara bertahap.
  • Ganti jenis olahraga high impact dengan tipe low impact, seperti berenang.
  • Konsumsi makanan kaya vitamin D dan kalsium.
  • Jika Anda merasakan nyeri dan bengkak pada betis, hentikan olahraga Anda selama beberapa hari dan hubungi dokter.

Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala cedera tulang kering. Mulai dari nyeri pada betis, kulit betis yang tampak memerah, atau muncul pembengkakan.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua rutinitas Anda sebelum nyeri terasa.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera tulang kering?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cedera tulang kering.

Ortho Info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/shin-splints/
Diakses pada 25 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stress-fractures/symptoms-causes/syc-20354057
Diakses pada 25 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/shin-splints#1
Diakses pada 25 November 2019

American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2011/0101/p39.html
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait