Cedera tendon achilles

Tendon adalah jaringan yang menghubungkan tulang dan otot. Tendon Achilles merupakan tendon terbesar di tubuh manusia, dan menghubungkan otot belakang betis ke tumit. 

Tendon Achilles berfungsi membantu Anda untuk berjalan maupun berjinjit. Cedera tendon Achilles adalah hal yang umum terjadi, terutama ketika Anda berolaharaga.

Gejala cedera tendon Achilles bisa ringan hingga berat, tergantung tingkat keparahan cedera. Jika mengalami cedera ini, Anda akan merasakan nyeri tajam yang muncul mendadak di bagian belakang pergelangan kaki. Anda kemudian akan kesulitan untuk berjalan.

Gejala cedera tendon Achilles bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini tergantung pada jenis cedera dan tingkat keparahannya. Mari simak penjelasan di bawah ini:

  • Tendinitis Achilles

Pada tendinitis, terjadi peradangan pada tendon Achilles. Kondisi ini bisa terjadi karena penggunaan tendon secara berlebihan. Gejala tendinitis umumnya bisa berupa:

  • Nyeri ringan di atas tumit. Gejala ini bisa muncul sehabis Anda berolahraga atau beraktivitas.
  • Kaki yang lemah.
  • Kaki yang terasa kaku di pagi hari, namun membaik setelah beraktivitas.
  • Nyeri pada kaki yang timbul saat Anda berjalan menanjak atau naik tangga.
  • Pembengkakan di sepanjang area tendon Achilles.
  • Nyeri di sekitar tumit, khususnya jika Anda meregangkan tumit atau berjinjit. Gejala ini bisa semakin memburuk seiring waktu.
  • Tendon Achilles yang robek

Jika digunakan secara berlebihan, tendon Achilles bisa mengalami robekan. Berikut adalah gejala tendon Achilles yang robek:

  • Nyeri yang parah di sekitar tumit yang muncul secara tiba-tiba. Saking sakitnya, Anda menjadi tidak bisa berjalan.
  • Sensasi seperti ada yang putus pada betis. Gejala ini bisa terasa saat tendon Achilles robek.
  • Area di sekitar tumit yang membengkak, tampak merah, dan sakit ketika disentuh.
  • Tidak bisa menggerakkan jari-jari kaki ke arah atas.
  • Tampak ada celah pada kulit di belakang tumit.
  • Tidak bisa berjinjit.
  • Tidak bisa menekuk lutut.

Penyebab cedera tendon Achilles adalah pengunaannya yang berlebihan atau tendon ini meregang melebihi kemampuannya. Ada berbagai hal yang bisa memicu kondisi ini, yang paling umum adalah olahraga.

Olahraga dan cedera tendon Achilles

Tipe olaharaga yang berisiko tinggi menyebabkan cedera tendon Achilles adalah olahraga yang menuntut Anda untuk mendadak berlari, berhenti berlari, mempercepat lari, atau mengubah arah. Contohnya, basket, sepak bola, gimnastik, bulu tangkis, voli, dan banyak lagi.

Proses pemanasan yang kurang memadai setelah berolahraga juga bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena cedera tendon Achilles.

Faktor risiko cedera tendon Achilles 

Selain cedera saat berolahraga, risiko Anda untuk mengalami cedera tendon Achilles juga bisa meningkat karena hal-hal berikut ini:

  • Sering menggunakan hak tinggi.
  • Bertambahnya aktivitas secara mendadak.
  • Mengenakan sepatu yang kurang pas di kaki, atau jenis sepatu yang tidak sesuai dengan aktivitas.
  • Berlari di jalanan menanjak.
  • Memiliki otot betis yang kencang.
  • Memiliki kelainan bentuk kaki yang disebut flat feet.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid atau antibiotik jenis fluoroquinolone.
  • Mengalami bone spur, yaitu pertumbuhan tulang berlebih pada tumit.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Berusia 30-40 tahun.
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Proses diagnosis cedera tendon Achilles akan dilakukan melalui tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta tes penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami, serta kapan nyeri mulai muncul.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian akan meraba dan mencoba menggerakkan kaki Anda. Anda bisa diminta untuk berjalan atau berlari untuk melihat seberapa parah cedera Anda.

Anda juga dapat dianjurkan untuk menjalani calf squeeze test. Pada tes ini, Anda akan diminta untuk berbaring tengkurap, lalu dokter akan menekan betis Anda.

Penekanan tersebut akan menarik tendon Achilles, sehingga tumit Anda akan bergerak. Jika tendon Achilles Anda robek, tumit Anda tidak akan bergerak.

  • Pemeriksaan penunjang

Bila diperlukan, Anda akan diminta untuk menjalani pemeriksaan USG atau MRI. Pemindaian ini akan membantu dokter untuk memastikan tingkat keparahan cedera tendon Achilles.

Penanganan cedera tendon Achilles tergantung dari tingkat keparahan kondisi, serta usia dan aktivitas penderita. Untuk cedera ringan hingga sedang, Anda umumnya tidak memerlukan operasi. Namun apabila mengalami cedera tendon Achilles yang parah, Anda harus menjalani operasi. 

Secara umum, penanganan cedera tendon Achilles meliputi:

  • Istirahatkan tendon

Anda akan diminta untuk beristirahat sebanyak mungkin agar kaki yang cedera tidak terbebani. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk memakai tongkat penyangga selama beberapa hari. Dengan ini, pergerakan pada tendon Achilles bisa berkurang.

  • Kompres dingin

Anda bisa mengompres area di sekitar tumit dengan kompres dingin yang dibalut dengan kain atau handuk selama setidaknya 20 menit. Lakukan langkah ini sesering mungkin untuk mengurangi peradangan pada tendon Achilles.

Namun ingatlah bahwa Anda tidak boleh menempelkan es batu langsung ke kulit. Pasalnya, aktivitas ini bisa meningkatkan risiko radang dingin (frostbite).

  • Kompresi atau penekanan pada kaki

Penekanan atau kompresi bisa dilakukan dengan membalut betis memakai perban elastis. Selain mengurangi pembengkakan, kompresi juga membantu dalam membatasi gerakan tendon Achilles.

  • Naikkan kaki yang cedera

Anda akan diminta untuk meletakkan kaki di atas bantal ketika berbaring atau tidur. Dengan ini, posisi kaki akan lebih tinggi dari jantung, sehingga bisa mengurangi peradangan pada tendon Achilles.

  • Konsumsi obat pereda sakit

Dokter bisa meresepkan obat pereda sakit untuk Anda. Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen

  • Operasi

Operasi dilakukan pada cedera tendon Achilles yang tergolong parah. 

  • Rehabilitasi

Jika cedera tendon Achilles dinilai mulai membaik, Anda bisa dianjurkan untuk menjalani rehabilitsi. Contohnya, latihan peregangan untuk mengatasi otot yang kaku.

Waktu pemulihan cedera ini berbeda-beda, dan tergantung pada tingkat keparahannya. Pada cedera yang parah seperti robekan tendon Achilles, Anda biasanya membutuhkan waktu penyembuhan selama empat hingga enam bulan sampai dapat beraktivitas seperti semula.

Beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah cedera tendon Achilles:

  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  • Menghindari aktivitas lari pada jalan yang menanjak.
  • Mengenakan sepatu yang pas di kaki, dan sesuai dengan tipe aktivitas Anda.
  • Berhenti berolahraga jika merasakan sakit pada area di sekitar tumit.

Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala cedera tendon Achilles atau kejanggalan yang terasa mencurigakan.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera tendon Achilles?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cedera tendon Achilles. Dengan ini, pengobatan yang sesuai pun bisa dilakukan