Penyakit Lainnya

Cedera Saraf Tulang Belakang

19 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cedera Saraf Tulang Belakang
Cedera saraf tulang belakang ditandai dengan kelumpuhan dan nyeri pada bagian punggung atau leher
Cedera saraf tulang belakang adalah kerusakan yang terjadi pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini merupakan jenis trauma fisik yang sangat serius yang cenderung memiliki dampak yang lama dan signifikan terhadap produktivitas hidup.Saraf tulang belakang terdiri dari sekelompok saraf dan jaringan lunak lainnya yang membentang di tengah punggung yang terdapat didalam dan dilindungi oleh vertebra (yang merupakan tulang–tulang yang membentuk tulang belakang). Tulang punggung memiliki banyak sekali saraf, dan membentang dari dasar otak sampai ke tulang ekor.Saraf tulang belakang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh dan juga sebaliknya, dari seluruh tubuh kembali ke otak. Manusia mampu merasakan sakit atau menggerakkan anggota tubuh karena sinyal atau pesan yang dihantarkan melalui saraf tulang belakang.Cedera saraf tulang belakang akan mengganggu sinyal tersebut. Pada cedera saraf tulang belakang, beberapa atau semua impuls tidak dapat melewati atau dihantarkan oleh saraf tulang belakang.Kondisi ini akan mengakibatkan hilangnya sensasi dan pergerakan pada area dibawah cedera saraf tersebut. Cedera saraf tulang belakang yang dekat dengan leher akan mengakibatkan kelumpuhan pada sebagian besar tubuh dibandingkan dengan cedera pada 1 bagian saraf tulang belakang bagian bawah. 
Cedera Saraf Tulang Belakang
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaKesulitan berjalan, kaku otot, tidak bisa menggerakkan kaki
Faktor risikoLaki-laki, usia di atas 65 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, CT scan
PengobatanPengobatan, operasi
ObatMetilprednisolon
KomplikasiKehilagan kontrol kantung kemih, gangguan pencernaan, masalah pernapasan
Kapan harus ke dokter?Mengalami trauma yang signifikan pada kepala atau leher
Secara umum, tanda dan gejala cedera saraf tulang belakang meliputi:
  • Kesulitan berjalan atau kehilangan pergerakan
  • Hilangnya atau berubahnya sensasi sensorik, termasuk didalamnya untuk merasakan panas, dingin dan sentuhan.
  • Kehilangan kendali pada kandung kemih atau kemampuan untuk buang air besar.
  • Refleks yang abnormal atau spasme (kejang atau kaku otot)
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan tangan atau kaki
  • Perasaan kebas atau kesemutan pada tungkai
  • Hilangnya fungsi seksual yang normal dan juga pada kesuburan
  • Sakit kepala
  • Pingsan
  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri, terasa seperti adanya tekanan dan kekakuan pada daerah punggung atau leher
  • Posisi kepala yang tidak wajar
Kemampuan untuk mengontrol gerakan anggota tubuh tergantung pada lokasi cedera di sepanjang tulang belakang dan beratnya cedera pada saraf tulang belakang.Cedera saraf tulang belakang dapat diklasifikasikan sebagai cedera lengkap atau tidak lengkap.
  • Pada cedera lengkap, jika semua kemampuan sensorik dan kemampuan untuk mengontrol pergerakan hilang di bawah lokasi cedera.
  • Pada cedera tidak lengkap, penderita masih memiliki beberapa fungsi sensorik dan motorik yang tersisa di bawah lokasi cedera.
Selain itu, kelumpuhan pada cedera saraf tulang belakang dapat disebut sebagai:
  • Tetraplegia atau quadriplegia, yaitu kelumpuhan terjadi pada tangan, lengan, badan, kaki dan organ dalam panggul.
  • Paraplegia, yaitu kelumpuhan terjadi semua atau sebagian dari badan, kaki dan organ dalam panggul.
 
Penyebab utama cedera saraf tulang belakang adalah kerusakan pada vertebra, ligamen (jaringan penyambung tulang dan otot) atau diskus (jaringan diantara tulang belakang) pada kolom tulang belakang atau kerusakan pada saraf tulang belakang itu sendiri.Penyebab saraf tulang juga belakang bisa dibagi menjadi dua, yaitu cedera traumatis dan cedera nontraumatis.

Cedera traumatis 

pada saraf tulang belakang dapat terjadi karena pukulan yang tiba–tiba dan melukai tulang belakang yang menyebabkan fraktur (patah), dislokasi (pergeseran), menghancurkan atau menekan satu atau lebih dari vertebra tulang belakang.Cedera ini dapat pula terjadi akibat luka tembak atau tusukan pisau yang menembus dan memotong saraf tulang belakang. Kerusakan tambahan biasanya akan timbul beberapa hari atau beberapa bulan kemudian karena perdarahan, pembengkakan, peradangan, dan akumulasi cairan didalam dan disekitar syaraf tulang belakang.

Cedera nontraumatis 

Cedera nontraumatis pada saraf tulang belakang dapat disebabkan oleh arthritis, kanker, inflamasi atau peradangan, infeksi atau degenerasi diskus tulang belakang.Selain itu, ada juga beberapa penyebab umum dari cedera saraf tulang belakang:
  • Kecelakaan lalu lintas
  • Cedera saraf tulang belakang pada orang yang berusia >65 tahun hampir selalu disebabkan oleh jatuh
  • Tindak kekerasan, seperti luka tembak dan luka tusuk.
  • Cedera karena olahraga dan rekreasi
  • Mengonsumsi alkohol
  • Penyakit seperti kanker, arthritis, osteoporosis, peradangan dari syaraf tulang belakang, poliospina bifida
Seluruh organ dan jaringan tubuh termasuk saraf tulang belakang membutuhkan suplai darah yang baik untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi lainnya ke organ dan jaringan tubuh tersebut. Kegagalan pasokan darah ke saraf tulang belakang dapat menyebabkan cedera saraf tulang belakang.Kondisi ini dapat disebabkan oleh aneurisma (menggelembungnya pembuluh darah), kompresi pembuluh darah atau penurunan tekanan darah yang berkepanjangan. 

Faktor risiko cedera saraf tulang belakang

Beberapa faktor risiko cedera saraf tulang belakang meliputi:
  • Laki-laki
  • Usia 16-30 tahun
  • Usia di atas 65 tahun
  • Melakukan aktivitas tanpa menggunakan pengamanan. Misalnya olahraga tanpa menggunakan pengaman
  • Memiliki kelainan tulang atau persendian
 
Diagnosis cedera saraf tulang belakang dilakukan dengan cara:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan perihal cedera dan waktu cedera secara terperinci. Jumlah waktu sejak cedera merupakan hal yang penting karena cedera saraf tulang belakang adalah keadaan darurat medis.Semakin cepat pasien mendapatkan pengobatan, maka semakin baik peluang untuk pemulihan. Pemeriksaan fisik dilakukan dokter untuk menguji sensasi perabaan atau sentuhan masih utuh pada lengan dan kaki, begitu pula dengan kekuatan otot dan refleks pada lengan dan kaki.
  • Foto rontgen leher atau punggung

Hal ini bermanfaat untuk membantu dokter mengidentifikasi fraktur atau dislokasi vertebra, tumor, infeksi, atau arthritis berat yang dapat menyebabkan cedera saraf tulang belakang.
  • CT scan

CT scan dapat memberikan dokter pandangan yang lebih baik akan vertebra
  • MRI

MRI dapat dilakukan untuk mengevaluasi lebih baik jaringan lunak termasuk ligamen, cakram intervertebralis, saraf dan sumsum tulang belakang. Selain itu, MRI dapat pula menunjukkan bukti cedera di dalam saraf tulang belakang.  
Cara mengobati cedera saraf belakang difokuskan untuk mencegah cedera lebih lanjut dan membantu meningkatkan produktivitas hidup. Karena tidak ada cara untuk mengembalikan kerusakan pada saraf tulang belakang.Langkah yang biasanya dokter lakukan untuk mencegah cedera lebiih lanjut adalah dengan melakukan tindakan gawat darurat dan penanganan tahap awal (akut).

Tindakan gawat darurat

Penanganan medis segera sangat penting untuk meminimalisir efek dari trauma kepala dan leher. Oleh karena itu, perawatan cedera saraf tulang belakang dimulai saat di tempat kejadian kecelakaan.Praktisi kesehatan akan memberikan perawatan pertama secepat mungkin menggunakan penyangga leher yang keras dan papan keras sebagai alas untuk membawa penderita ke rumah sakit.

Penanganan tahap awal (akut)

Di ruang gawat darurat, dokter akan berfokus kepada:
  • Mempertahankan kemampuan bernapas pasien
  • Mencegah syok
  • Mencegah leher untuk bergerak (imobilisasi) untuk mencegah kerusakan saraf tulang belakang lebih lanjut
  • Menghindari kemungkinan komplikasi, seperti retensi feses dan urin, kesulitan bernapas, gangguan pada jantung dan pembuluh darah, dan pembentukan bekuan darah vena pada ekstremitas.

Langkah perawatan lain

Perawatan lain untuk kasus cedera saraf tulang belakang, diantaranya adalah:
  • Obat-obatan

Metilprednisolon intravena telah digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk cedera medulla spinalis (saraf tulang belakang) akut. Namun Metilprednisolon tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin setelah cedera tulang belakang.
  • Imobilisasi

Traksi untuk menstabilkan tulang belakang Anda, untuk membawa tulang belakang ke arah yang tepat atau keduanya.
  • Operasi

Operasi diperlukan untuk menghilangkan fragmen tulang, benda asing, herniated disk atau patah tulang vertebra yang tampaknya menekan tulang belakang. Operasi mungkin juga diperlukan untuk menstabilkan tulang belakang untuk mencegah rasa sakit atau cacat di masa depan. 

Komplikasi cedera saraf tulang belakang

Komplikasi cedera saraf belakang yang mungkin Anda alami, yaitu:
  • Kehilangan kontrol kantung kemih
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan pernapasan
  • Kulit mati rasa
  • Cara mencegah cedera saraf tulang belakang
  • Pembekuan darah
  • Penurunan aktivitas seksual
  • Depresi
  • Nyeri otot atau sendi
 
Cara mencegah cedera saraf tulang belakang yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menggunakan sabuk pengaman saat berada di mobil
  • Memakai pelindung saat melakukan kegiatan berisiko
  • Periksa kedalaman kolam sebelum meloncat masuk kedalam kolam. Pastikan cukup dalam dan tidak dangkal dan tidak ada batu–batuan di dasarnya.
  • Jangan menyetir mobil ketika berada dalam pengaruh alkohol
  • Mencegah jatuh seperti meletakkan keset yang tidak menyebabkan tergelincir pada lantai kamar mandi atau lantai yang licin, pasanglah gerbang pengaman pada tangga jika mempunyai anak kecil.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami trauma yang signifikan pada kepala atau leher. Anda membutuhkan evaluasi medis segera untuk mengidentifikasi kemungkinan cedera tulang belakang. Perlakukan korban atau pasien dengan baik karena:
  • Cedera tulang belakang yang serius tidak selalu jelas. Jika tidak dikenali, cedera yang lebih parah dapat terjadi.
  • Kelumpuhan dapat terjadi segera atau muncul secara berangsur-angsur saat pendarahan atau pembengkakan terjadi di dalam atau di sekitar sumsum tulang belakang.
  • Waktu antara cedera dan pengobatan dapat menjadi penting dalam menentukan tingkat dan keparahan komplikasi dan kemungkinan pemulihan yang diharapkan.
 
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memfasilitasi perawatan, diantaranya adalah:
  • Bersiap untuk memberikan informasi tentang keadaan atau peristiwa yang menyebabkan cedera
  • Meminta anggota keluarga atau teman untuk mendampingi Anda ketika berbicara dengan dokter untuk membantu mengkomunikasikannya kepada dokter
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera tulang belakang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cedera tulang belakang agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/spinal-injury
Diakses pada 10 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-cord-injury/symptoms-causes/syc-20377890
Diakses pada 10 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/spinal_cord_injury_treatments_and_rehabilitation/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/spinalcordinjuries.html
Diakses pada 10 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/pain-management-spinal-cord-injury-medref
Diakses pada 10 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email