Cedera Saraf Tulang Belakang

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Widiastuti
Cedera saraf tulang belakang memiliki dampak yang serius terhadap produktivitas hidup
Cedera saraf tulang belakang ditandai dengan kelumpuhan dan nyeri pada bagian punggung atau leher.

Pengertian Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang adalah kerusakan yang terjadi pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini merupakan jenis trauma fisik yang sangat serius yang cenderung memiliki dampak yang lama dan signifikan terhadap produktivitas hidup.

Saraf tulang belakang terdiri dari sekelompok saraf dan jaringan lunak lainnya yang membentang di tengah punggung yang terdapat didalam dan dilindungi oleh vertebra (yang merupakan tulang–tulang yang membentuk tulang belakang). Tulang punggung memiliki banyak sekali saraf, dan membentang dari dasar otak sampai ke tulang ekor. Saraf tulang belakang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh dan juga sebaliknya, dari seluruh tubuh kembali ke otak. Manusia mampu merasakan sakit atau menggerakkan anggota tubuh karena sinyal atau pesan yang dihantarkan melalui saraf tulang belakang. Cedera saraf tulang belakang akan mengganggu sinyal tersebut. Pada cedera saraf tulang belakang, beberapa atau semua impuls tidak dapat melewati atau dihantarkan oleh saraf tulang belakang. Kondisi ini akan mengakibatkan hilangnya sensasi dan pergerakan pada area dibawah cedera saraf tersebut. Cedera saraf tulang belakang yang dekat dengan leher akan mengakibatkan kelumpuhan pada sebagian besar tubuh dibandingkan dengan cedera pada 1 bagian saraf tulang belakang bagian bawah.

Cedera saraf tulang belakang dapat lengkap atau tidak lengkap. Cedera saraf tulang belakang yang lengkap ditandai dengan saraf yang tidak dapat mengirim signal ke bawah tingkat cedera. Akibatnya, seseorang akan mengalami kelumpuhan dibawah lokasi cedera. Sedangkan, cedera saraf tulang belakang yang tidak lengkap ditandai oleh adanya beberapa fungsi dan sensasi yang tersisa di bawah lokasi cedera.

Cedera pada saraf tulang belakang merupakan kondisi darurat medis. Penanganan yang cepat akan menurunkan efek jangka panjang yang disebabkan oleh cedera tersebut. Pengobatan dapat termasuk obat–obatan, penyangga, atau traksi untuk menstabilkan tulang belakang, dan pembedahan. Perawatan akhir biasanya berupa obat–obatan dan terapi rehabilitasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kemampuan untuk mengontrol gerakan anggota tubuh tergantung pada lokasi cedera di sepanjang tulang belakang dan beratnya cedera pada saraf tulang belakang.

Cedera saraf tulang belakang dapat diklasifikasikan sebagai cedera lengkap atau tidak lengkap.

  • Pada cedera lengkap, jika semua kemampuan sensorik dan kemampuan untuk mengontrol pergerakan hilang di bawah lokasi cedera.
  • Pada cedera tidak lengkap, penderita masih memiliki beberapa fungsi sensorik dan motorik yang tersisa di bawah lokasi cedera.

Selain itu, kelumpuhan pada cedera saraf tulang belakang dapat disebut sebagai:

  • Tetraplegia atau quadriplegia, yaitu kelumpuhan terjadi pada tangan, lengan, badan, kaki dan organ dalam panggul.
  • Paraplegia, yaitu kelumpuhan terjadi semua atau sebagian dari badan, kaki dan organ dalam panggul.

Beberapa gejala cedera saraf tulang belakang, diantaranya adalah:

  • Masalah berjalan atau kehilangan pergerakan
  • Hilangnya atau berubahnya sensasi sensorik, termasuk didalamnya untuk merasakan panas, dingin dan sentuhan.
  • Kehilangan kendali pada kandung kemih atau kemampuan untuk buang air besar.
  • Refleks yang abnormal atau spasme (kejang atau kaku otot)
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan tangan atau kaki
  • Perasaan kebas atau kesemutan pada tungkai
  • Sakit kepala
  • Pingsan
  • Hilangnya fungsi seksual yang normal dan juga pada kesuburan
  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri, terasa seperti adanya tekanan dan kekakuan pada daerah punggung atau leher
  • Posisi kepala yang tidak wajar

Penyebab

Cedera saraf tulang belakang dapat diakibatkan oleh kerusakan pada vertebra, ligamen (jaringan penyambung tulang dan otot) atau diskus (jaringan diantara tulang belakang) pada kolom tulang belakang atau kerusakan pada saraf tulang belakang itu sendiri.

Cedera traumatis pada saraf tulang belakang dapat terjadi karena pukulan yang tiba–tiba dan melukai tulang belakang yang menyebabkan fraktur (patah), dislokasi (pergeseran), menghancurkan atau menekan satu atau lebih dari vertebra tulang belakang. Cedera ini dapat pula terjadi akibat luka tembak atau tusukan pisau yang menembus dan memotong saraf tulang belakang. Kerusakan tambahan biasanya akan timbul beberapa hari atau beberapa bulan kemudian karena perdarahan, pembengkakan, peradangan, dan akumulasi cairan didalam dan disekitar syaraf tulang belakang.

Cedera non–traumatik pada saraf tulang belakang dapat disebabkan oleh arthritis, kanker, inflamasi atau peradangan, infeksi atau degenerasi diskus tulang belakang.

Beberapa penyebab umum dari cedera saraf tulang belakang:

  • Kecelakaan lalu lintas
  • Cedera saraf tulang belakang pada orang yang berusia >65 tahun hampir selalu disebabkan oleh jatuh
  • Tindak kekerasan, seperti luka tembak dan luka tusuk.
  • Cedera karena olahraga dan rekreasi
  • Mengonsumsi alkohol
  • Penyakit seperti kanker, arthritis, osteoporosis, peradangan dari syaraf tulang belakang, polio, spina bifida

Seluruh organ dan jaringan tubuh termasuk saraf tulang belakang membutuhkan suplai darah yang baik untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi lainnya ke organ dan jaringan tubuh tersebut. Kegagalan pasokan darah ke saraf tulang belakang dapat menyebabkan cedera saraf tulang belakang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh aneurisma (menggelembungnya pembuluh darah), kompresi pembuluh darah atau penurunan tekanan darah yang berkepanjangan.

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis cedera tulang belakang dengan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat medis pasien. Dokter akan menanyakan perihal cedera dan waktu cedera secara terperinci. Jumlah waktu sejak cedera merupakan hal yang penting karena cedera saraf tulang belakang adalah keadaan darurat medis. Semakin cepat pasien mendapatkan pengobatan, maka semakin baik peluang untuk pemulihan. Pemeriksaan fisik dilakukan dokter untuk menguji sensasi perabaan atau sentuhan masih utuh pada lengan dan kaki, begitu pula dengan kekuatan otot dan refleks pada lengan dan kaki.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan, seperti:

  • Foto rontgen leher atau punggung dapat membantu mengidentifikasi fraktur atau dislokasi vertebra, tumor, infeksi, atau arthritis berat yang dapat menyebabkan cedera saraf tulang belakang.
  • CT scan dapat memberikan dokter pandangan yang lebih baik akan vertebra.
  • MRI dapat dilakukan untuk mengevaluasi lebih baik jaringan lunak termasuk ligamen, cakram intervertebralis, saraf dan sumsum tulang belakang. Selain itu, MRI dapat pula menunjukkan bukti cedera di dalam saraf tulang belakang. 

Pengobatan

Tidak ada cara untuk mengembalikan kerusakan pada saraf tulang belakang. Perawatan cedera saraf tulang belakang berfokus untuk mencegah cedera lebih lanjut dan membantu meningkatkan produktivitas hidup.

  1. Tindakan gawat darurat
    Penanganan medis segera sangat penting untuk meminimalisir efek dari trauma kepala dan leher. Oleh karena itu, perawatan cedera saraf tulang belakang dimulai saat di tempat kejadian kecelakaan. Praktisi kesehatan akan memberikan perawatan pertama secepat mungkin menggunakan penyangga leher yang keras dan papan keras sebagai alas untuk membawa penderita ke rumah sakit.
  2. Penanganan tahap awal (akut)
    Di ruang gawat darurat, dokter akan berfokus kepada:
  • Mempertahankan kemampuan bernapas pasien
  • Mencegah syok
  • Mencegah leher untuk bergerak (imobilisasi) untuk mencegah kerusakan saraf tulang belakang lebih lanjut
  • Menghindari kemungkinan komplikasi, seperti retensi feses dan urin, kesulitan bernapas, gangguan pada jantung dan pembuluh darah, dan pembentukan bekuan darah vena pada ekstremitas.

Perawatan lain untuk kasus cedera saraf tulang belakang, diantaranya adalah:

  • Obat-obatan. Metilprednisolon intravena telah digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk cedera medulla spinalis (saraf tulang belakang) akut. Namun Metilprednisolon tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin setelah cedera tulang belakang.
  • Imobilisasi. traksi untuk menstabilkan tulang belakang Anda, untuk membawa tulang belakang ke arah yang tepat atau keduanya.
  • Operasi. operasi diperlukan untuk menghilangkan fragmen tulang, benda asing, herniated disk atau patah tulang vertebra yang tampaknya menekan tulang belakang. Operasi mungkin juga diperlukan untuk menstabilkan tulang belakang untuk mencegah rasa sakit atau cacat di masa depan.

Pencegahan

Cedera saraf tulang belakang sering disebabkan oleh kejadian mendadak. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi risikonya. Beberapa langkah pencegahan, diantaranya adalah:

  • Menggunakan sabuk pengaman saat berada di mobil
  • Memakai pelindung saat melakukan kegiatan berisiko
  • Periksa kedalaman kolam sebelum meloncat masuk kedalam kolam. Pastikan cukup dalam dan tidak dangkal dan tidak ada batu–batuan di dasarnya.
  • Jangan menyetir mobil ketika berada dalam pengaruh alkohol
  • Mencegah jatuh seperti meletakkan keset yang tidak menyebabkan tergelincir pada lantai kamar mandi atau lantai yang licin, pasanglah gerbang pengaman pada tangga jika mempunyai anak kecil.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami trauma yang signifikan pada kepala atau leher. Anda membutuhkan evaluasi medis segera untuk mengidentifikasi kemungkinan cedera tulang belakang. Perlakukan korban atau pasien dengan baik karena:

  • Cedera tulang belakang yang serius tidak selalu jelas. Jika tidak dikenali, cedera yang lebih parah dapat terjadi.
  • Kelumpuhan dapat terjadi segera atau muncul secara berangsur-angsur saat pendarahan atau pembengkakan terjadi di dalam atau di sekitar sumsum tulang belakang.
  • Waktu antara cedera dan pengobatan dapat menjadi penting dalam menentukan tingkat dan keparahan komplikasi dan kemungkinan pemulihan yang diharapkan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memfasilitasi perawatan, diantaranya adalah:

  • Bersiap untuk memberikan informasi tentang keadaan atau peristiwa yang menyebabkan cedera
  • Meminta anggota keluarga atau teman untuk mendampingi Anda ketika berbicara dengan dokter untuk membantu mengkomunikasikannya kepada dokter
  • Menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Keadaan apa yang menyebabkan cedera tersebut?
  • Kapan itu terjadi?
  • Apa pekerjaan Anda?
  • Dengan siapa Anda tinggal?
  • Ceritakan tentang situasi tempat tinggal Anda?
  • Apakah Anda atau siapa pun di keluarga Anda memiliki riwayat terjadinya bekuan darah?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis lainnya?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/spinal-injury
Diakses pada 10 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/spinal-cord-injury/symptoms-causes/syc-20377890
Diakses pada 10 Desember 2018.

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/spinal_cord_injury_treatments_and_rehabilitation/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/spinalcordinjuries.html
Diakses pada 10 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/pain-management-spinal-cord-injury-medref
Diakses pada 10 Desember 2018

Back to Top